Rangkuman Berita Penting: Emas-Yen Naik, Minyak-AUD Turun, Kabar Fed & Strategi Trump

rangkuman berita ekonomi dunia hari ini

Emas Merangkak Naik di Tengah Ketidakpastian Kebijakan Tarif AS

Harga emas (XAU/USD) merangkak naik mendekati level lima ribu dua ratus dolar di sesi Asia pagi ini. Ketidakpastian kebijakan tarif Trump menjadi motor utama penguatan aset aman global saat ini. Para pelaku pasar kini menaruh perhatian penuh pada rilis data inflasi produsen Amerika. Logam mulia tetap menjadi primadona perlindungan nilai di tengah gejolak ekonomi dunia.

Meskipun ada kemajuan dalam dialog nuklir, emas tetap menjaga momentum penguatan yang stabil. Fokus pasar malam ini tertuju pada laporan indeks harga produsen AS periode Januari tersebut. Jika data ekonomi memanas, ekspektasi penahanan suku bunga akan meningkat tajam oleh bank sentral. Emas diprediksi tetap berkilau selama tensi geopolitik dunia belum benar-benar mereda sepenuhnya.

Harga Minyak Dunia Melemah di Tengah Negosiasi Nuklir AS-Iran

Harga minyak mentah WTI berakhir melemah di level $65 per barel pada perdagangan. Penurunan ini terjadi setelah pasar menghapus premi risiko konflik geopolitik di wilayah Jenewa. Laporan kemajuan signifikan dalam dialog nuklir memberikan ketenangan bagi para investor di pasar. Ketegangan pasokan mulai mereda seiring adanya sinyal de-eskalasi yang kuat di Timur Tengah.

Secara fundamental pasokan global dilaporkan masih melimpah dengan potensi tambahan produksi dari OPEC. Kelompok produsen tersebut berpotensi menambah produksi sementara ekspor energi Iran terus dipercepat. Tekanan harga saat ini lebih didorong oleh perubahan sentimen psikologis pasar daripada struktur pasokan. Arah harga minyak selanjutnya akan sangat bergantung pada hasil teknis pertemuan pekan depan.

Presiden Fed Chicago Tekankan Sikap Waspada Sebelum Memangkas Bunga 

Austan Goolsbee memberikan pernyataan agar otoritas moneter tetap berhati-hati dalam mengambil kebijakan baru. Ia menegaskan suku bunga acuan bisa turun asalkan tingkat inflasi benar-benar melandai secara stabil. Bank sentral tidak ingin melakukan pelonggaran moneter terlalu dini yang berisiko memanaskan ekonomi. Goolsbee tetap optimis terhadap peluang pemangkasan bunga beberapa kali sepanjang tahun ini.

Pijakan ekonomi Amerika Serikat saat ini dinilai masih sangat solid dengan angka pertumbuhan stabil. Pasar tenaga kerja juga terpantau kuat sehingga memberikan ruang bagi Fed untuk tetap bersabar. Goolsbee termasuk jajaran pejabat yang memantau ketat indikator kestabilan harga demi target jangka panjang. Keputusan akhir bank sentral akan sangat bergantung pada rilis data makro ekonomi periode selanjutnya.

Strategi Rahasia Trump Tahan Dana Pengembalian Tarif Ribuan Triliun 

Pemerintahan Trump dilaporkan tengah mencari celah hukum untuk tidak membayar balik pengembalian dana tarif. Langkah ini dilakukan meskipun pengadilan tertinggi Amerika menyatakan pungutan tersebut melanggar aturan hukum. Strategi rahasia ini disiapkan guna menjaga kas negara agar tetap stabil dari beban pengeluaran. Dana senilai lebih dari dua ribu triliun rupiah menjadi taruhan utama dalam sengketa hukum ini.

Menteri Keuangan Scott Bessent menilai pengembalian dana tersebut sebagai bentuk kesejahteraan korporasi yang merugikan. Pendapatan tarif sangat krusial bagi Trump untuk menambal defisit akibat program pemotongan pajak massal. Perusahaan logistik raksasa seperti FedEx telah mulai mengajukan gugatan hukum guna menuntut hak mereka. Pemerintah diperkirakan akan menggunakan strategi litigasi yang lambat dalam menghadapi ribuan kasus pengadilan.

Dolar Australia Melemah di Tengah Sikap Sabar Bank Sentral RBA 

Pasangan mata uang AUD/USD terpantau memperpanjang kerugian hingga kisaran nol koma tujuh satu. Mata uang Australia tertekan seiring sikap hati-hati Bank Sentral RBA dalam menentukan langkah moneter. Gubernur Michele Bullock menekankan pentingnya pendekatan yang sabar karena ekonomi berada dekat titik keseimbangan. Trader memperkirakan tingkat suku bunga acuan akan tetap bertahan di level tiga koma delapan lima.

Meskipun melemah kenaikan inflasi bulan Januari yang panas tetap membuka peluang pengetatan di masa depan. Pasar memperhitungkan kemungkinan kenaikan bunga tambahan pada pertemuan bulan Mei jika inflasi tetap membandel. Puncak suku bunga terminal diperkirakan akan berada di kisaran empat koma satu nol persen tahun ini. Investor kini menanti data harga produsen Amerika untuk mencari petunjuk arah pergerakan Dolar selanjutnya.

Mata Uang Euro Tertahan Stabil Saat Inflasi Kawasan Mencapai Titik Terendah

Pasangan EUR/USD bergerak mendatar di kisaran satu koma satu delapan pada sesi perdagangan pagi ini. Inflasi zona Euro jatuh ke level terendah dalam belasan bulan terakhir yakni satu koma tujuh persen. Data ini memicu ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa akan mengambil langkah yang lebih longgar kedepannya. Sementara itu ketidakpastian kebijakan tarif Trump sebesar lima belas persen terus membayangi ekonomi Eropa.

Uni Eropa memutuskan untuk menunda persetujuan kesepakatan dagang karena menunggu kejelasan teknis dari Washington. Otoritas di Brussels mencari penjelasan mendalam terkait mekanisme penerapan tarif impor baru bagi produk mereka. Pergeseran kebijakan moneter ECB diprediksi akan sangat dipengaruhi oleh rilis data inflasi Jerman terbaru. Euro berpotensi tertekan jika bank sentral mempercepat pemangkasan bunga di tengah melambatnya ekonomi.

Kenaikan Inflasi Wilayah Tokyo Memicu Penguatan Nilai Tukar Yen 

Data inflasi wilayah Tokyo dilaporkan meningkat menjadi satu koma enam persen pada bulan Februari ini. Laporan statistik menunjukkan kenaikan tekanan harga meskipun ekonomi global sedang berada dalam fase ketidakpastian. Angka inflasi inti yang mengecualikan makanan segar juga tercatat tumbuh melampaui estimasi awal para analis. Dinamika harga di ibu kota Jepang terpantau tetap tangguh di tengah gejolak perdagangan internasional.

Reaksi pasar terhadap data tersebut membuat nilai tukar USD/JPY mengalami penurunan hingga level seratus lima puluh enam. Trader kini memantau dengan seksama potensi normalisasi kebijakan moneter dari pihak Bank Sentral Jepang. Kenaikan inflasi yang stabil memberikan alasan kuat bagi otoritas untuk mulai mempertimbangkan kenaikan suku bunga. Volatilitas Yen diperkirakan tetap tinggi seiring dengan pergerakan imbal hasil obligasi di pasar Amerika.

Ingin mencoba trading Indeks dunia? Gunakan aplikasi trading terbaik dari HSB Investasi, broker forex terbaik yang teregulasi BAPPEBTI, untuk mulai trading saham Amerika seperti Nike dengan lebih percaya diri. Dengan HSB, kamu dapat memanfaatkan berbagai fitur unggulan dan promo broker forex yang membantu meningkatkan potensi profitmu.  Segera buka akun aplikasi trading forex HSB dan mulailah berinvestasi dengan lebih aman dan terampil. Unduh aplikasi trading saham untuk Android dan iOS di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News HSB Investasi untuk informasi dan edukasi seputar trading, investasi keuangan, dan ekonomi.

Bagikan Artikel