Rangkuman Berita Penting: Efek War AS-Iran Emas, Minyak & USD Naik; Saham & Valas Drop

rangkuman berita ekonomi dunia hari ini

Emas Melonjak Tajam Dekati $5.400 Akibat Perang AS-Iran

Harga emas (XAU/USD) meledak di awal pekan dengan kenaikan lebih dari 2% seiring langkah trader mencari perlindungan setelah serangan udara AS dan Israel ke Iran berlanjut. Logam mulia ini dibuka dengan celah naik (bullish gap) sebesar $17 dan meroket ke level $5.350 saat pasar Asia bereaksi negatif terhadap berita kematian Pemimpin Agung Iran.

Kekhawatiran akan inflasi tinggi semakin nyata setelah Iran menghentikan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz sebagai bentuk balasan. Situasi ini menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai utama di tengah ketidakpastian perang yang diprediksi akan berlangsung lama oleh Presiden Donald Trump.

Minyak WTI Tembus $70,50 Akibat Gangguan Pasokan Energi Dunia

Harga minyak mentah WTI melonjak ke level tertinggi sejak Juni 2025 setelah operasi militer besar-besaran AS dan Israel di wilayah Iran dimulai. Pasar kini mencemaskan penutupan total Selat Hormuz yang menjadi jalur bagi 20% pasokan minyak dunia, sehingga memicu lonjakan harga di atas $70,65 per barel.

Meskipun OPEC+ sepakat untuk meningkatkan produksi sebesar 206.000 barel per hari, kekhawatiran akan gangguan pasokan tetap mendominasi sentimen trader. Ketegangan semakin memuncak setelah Iran membalas dengan serangan drone ke berbagai target Amerika di Timur Tengah, memperparah risiko krisis energi global.

Harga Perak Meroket ke $95,00 Saat Konflasi Timur Tengah Memanas

Perak (XAG/USD) ikut terbang mendekati level $94,90 karena meningkatnya permintaan aset aman akibat eskalasi serangan militer di Iran. Presiden Trump menegaskan bahwa militer AS akan terus menggempur ratusan target di Iran, termasuk fasilitas Garda Revolusi, hingga tujuan operasi tercapai.

Harapan akan resolusi diplomatik yang cepat kini memudar, memperkuat sentimen “risk-off” yang sangat menguntungkan logam mulia seperti perak. Meski data inflasi PPI Amerika yang panas sempat mendukung Dollar, daya tarik perak sebagai penyelamat kekayaan di masa perang tetap menjadi motor utama kenaikan harga.

Bursa S&P 500 Terkapar Jatuh 1% Tertekan Sentimen Anti-Risiko

Kontrak berjangka S&P 500 merosot lebih dari 1% ke level 6.820 setelah berita serangan terkoordinasi AS-Israel ke Iran memicu aksi jual masif di pasar saham. Investor berbondong-bondong meninggalkan aset berisiko karena kekhawatiran akan meluasnya konflik regional pasca tewasnya pemimpin tertinggi Iran.

Kenaikan tajam harga minyak dunia menambah beban bagi emiten di bursa saham, menciptakan ketidakstabilan baru dalam ekonomi global. Meskipun Presiden Trump mengklaim operasi militer berjalan lebih cepat dari jadwal, ketidakpastian balas dendam Iran membuat pasar ekuitas tetap berada dalam tekanan besar.

Indeks Dollar AS Menguat ke 98.00 Sebagai Aset Penyelamat

Indeks Dollar (DXY) bergerak perkasa di kisaran 98.00 karena trader berburu mata uang safe-haven di tengah serangan rudal Iran ke Tel Aviv dan wilayah Teluk. Dukungan bagi Greenback juga datang dari data inflasi PPI yang lebih panas, yang memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi dalam jangka panjang.

Meskipun terdapat gejolak kebijakan tarif domestik di Amerika Serikat, status Dollar sebagai mata uang cadangan dunia tetap tak tergoyahkan selama krisis perang. Permintaan likuiditas yang tinggi di tengah konflik Timur Tengah menjadi faktor utama yang menjaga posisi DXY tetap di puncak enam minggu.

Dollar Australia Tertekan Akibat Hindaran Risiko Global

Pasangan AUD/USD sempat anjlok tajam di awal pekan menyusul laporan kematian Ayatollah Ali Khamenei dalam operasi militer gabungan. Sebagai mata uang yang sensitif terhadap risiko, Aussie terpukul oleh sentimen pasar yang menghindari aset berisiko akibat pecahnya perang terbuka di Iran.

Tekanan tambahan bagi AUD datang dari penurunan angka inflasi domestik Australia dan penguatan tajam Indeks Dollar AS. Hubungan dagang dengan China juga menjadi perhatian, namun fokus utama trader saat ini sepenuhnya tertuju pada dampak eskalasi perang terhadap stabilitas ekonomi global.

Euro Melemah Terhadap Dollar Saat Perang AS-Iran Pecah

Kurs EUR/USD dibuka dengan celah turun (bearish gap) karena aliran dana global beralih ke Dollar AS yang dianggap lebih aman selama konflik militer. Secara teknis, Euro gagal mempertahankan area dukungannya setelah rentetan serangan udara di Timur Tengah menghancurkan selera risiko investor.

Indikator momentum menunjukkan pelemahan Euro semakin dalam dengan target penurunan menuju level 1.1680 jika tekanan jual terus berlanjut. Resistensi kuat kini muncul di level 1.1828, namun prospek pemulihan Euro tampak suram selama ketegangan antara AS dan Iran belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Ingin mencoba trading Indeks dunia? Gunakan aplikasi trading terbaik dari HSB Investasi, broker forex terbaik yang teregulasi BAPPEBTI, untuk mulai trading saham Amerika seperti Nike dengan lebih percaya diri. Dengan HSB, kamu dapat memanfaatkan berbagai fitur unggulan dan promo broker forex yang membantu meningkatkan potensi profitmu.  Segera buka akun aplikasi trading forex HSB dan mulailah berinvestasi dengan lebih aman dan terampil. Unduh aplikasi trading saham untuk Android dan iOS di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News HSB Investasi untuk informasi dan edukasi seputar trading, investasi keuangan, dan ekonomi.

Bagikan Artikel