Rangkuman Berita Penting: Emas & AUD Naik, Minyak Anjlok, Pasar Fokus Data AS
Emas Mengkilap di Tengah Konflik Venezuela & Harapan The Fed
Harga emas (XAU/USD) ditutup naik 0,97% ke level $4.492,62 per troy ons, didorong oleh ketidakpastian geopolitik pasca serangan militer AS ke Venezuela dan penangkapan Presiden Maduro. Status safe haven emas semakin diminati investor yang juga menantikan langkah pemangkasan suku bunga oleh The Fed untuk menjaga momentum ekonomi di tengah ketegangan global.
Risalah FOMC mengindikasikan peluang penurunan bunga jika inflasi melandai, meski waktu pastinya masih diperdebatkan oleh para pejabat bank sentral. Kini, pelaku pasar mengalihkan fokus pada data tenaga kerja NFP hari Jumat untuk petunjuk arah dolar selanjutnya, yang dapat menopang reli logam mulia ini lebih tinggi jika data mengecewakan.
Minyak Tergelincir 2% Usai Trump Klaim Kendali Minyak Venezuela
Harga minyak mentah WTI anjlok 2,41% ke level $56,95 per barel setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Venezuela akan menyerahkan jutaan barel minyak ke AS. Pernyataan ini meredakan kekhawatiran pasokan meski terjadi ketegangan politik, karena pasar berekspektasi aliran minyak akan tetap berjalan dan dijual sesuai harga pasar di bawah kendali AS.
Trump menegaskan dana hasil penjualan minyak tersebut akan dikendalikan untuk kepentingan rakyat kedua negara, yang memperpanjang tren pelemahan harga minyak dari sesi sebelumnya. Trader kini menanti rilis data stok minyak API untuk melihat dampak riil kebijakan baru tersebut terhadap keseimbangan pasokan dan permintaan global.
Pasar Menanti Data ADP & JOLTS sebagai Petunjuk Kebijakan The Fed
Fokus pasar hari ini tertuju pada rilis data ADP Employment Change Desember dan pembukaan lapangan kerja JOLTS November dari Amerika Serikat. Data ini sangat krusial sebagai indikator awal kesehatan pasar tenaga kerja sebelum laporan NFP hari Jumat, yang diprediksi menunjukkan penambahan 55.000 pekerjaan, turun dari bulan sebelumnya.
Gubernur The Fed, Stephen Miran, menyerukan pemangkasan suku bunga agresif untuk menopang ekonomi, sementara Neel Kashkari memperingatkan risiko lonjakan pengangguran. Hasil data ADP dan JOLTS nanti malam akan menjadi penentu utama ekspektasi pasar terhadap langkah kebijakan moneter The Fed di tahun 2026 dan dampaknya terhadap Dolar AS.
Yen Melemah ke 156.65 Tertekan Minat Risiko & Ketidakpastian BoJ
Pasangan USD/JPY menguat ke kisaran 156,65 seiring memudarnya dampak kejutan penangkapan Presiden Venezuela, yang membuat aset safe haven seperti Yen ditinggalkan. Sentimen risk-on kembali mendominasi pasar, sementara ketidakpastian mengenai waktu kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) selanjutnya turut menekan mata uang Jepang tersebut.
Gubernur BoJ Kazuo Ueda mengisyaratkan kenaikan bunga bergantung pada data ekonomi, namun analis memprediksi langkah itu baru terjadi pertengahan tahun setelah negosiasi upah. Di sisi lain, komentar dovish dari pejabat The Fed tentang perlunya pemangkasan bunga agresif membatasi penguatan Dolar lebih lanjut terhadap Yen.
Poundsterling Bertahan di 1.3500 Didukung Sikap Hawkish BoE
Pasangan GBP/USD bergerak konsolidasi di sekitar level psikologis 1.3500, mencoba pulih dari koreksi sebelumnya berkat sentimen pasar yang positif terhadap ekuitas global. Poundsterling mendapat dukungan fundamental dari sikap Bank of England (BoE) yang relatif hawkish pasca pemungutan suara pemangkasan bunga yang ketat bulan lalu.
Inflasi Inggris yang mengejutkan membuat investor memangkas ekspektasi pelonggaran agresif BoE, berbeda dengan The Fed yang diprediksi lebih dovish. Trader kini menanti data makro AS seperti ADP dan ISM Services untuk memberikan dorongan arah baru bagi pasangan mata uang ini menuju tren kenaikan lebih lanjut.
Dolar Australia Lanjutkan Reli Meski Inflasi Melambat ke 3,4%
Dolar Australia (AUD) mencatatkan kenaikan empat hari beruntun terhadap USD, meskipun data inflasi CPI November melambat ke 3,4% YoY, di bawah ekspektasi pasar sebesar 3,7%. Penurunan inflasi ini didorong oleh melambatnya kenaikan biaya perumahan, namun angka tersebut masih berada di atas target bank sentral RBA sebesar 2-3%.
Sentimen penguatan AUD tetap terjaga setelah Australian Financial Review melaporkan bahwa RBA mungkin belum selesai menaikkan suku bunga pada siklus ini. Polling ekonom menunjukkan inflasi diprediksi tetap tinggi, memicu spekulasi setidaknya dua kenaikan suku bunga tambahan tahun ini untuk menjinakkan harga.
Euro Tergelincir di Bawah 1.1700 Akibat Perlambatan Ekonomi Eropa
Pasangan EUR/USD merosot 0,28% ke level 1.1690, tertekan oleh data yang menunjukkan perlambatan aktivitas ekonomi di zona Euro, khususnya sektor jasa. Inflasi di Jerman yang turun di bawah target 2% ECB semakin menguatkan spekulasi bahwa siklus kenaikan bunga ECB telah berakhir, memberatkan mata uang tunggal tersebut.
Di sisi lain, Dolar AS memangkas kerugiannya karena pasar mengabaikan risiko geopolitik Venezuela dan Ukraina yang dianggap tidak berdampak besar. Pelaku pasar kini menanti rilis data Indeks Harga Konsumen (HICP) Uni Eropa serta data tenaga kerja AS untuk menentukan apakah Euro mampu bangkit atau melanjutkan tren pelemahan.
Ingin mencoba trading Indeks dunia? Gunakan aplikasi trading terbaik dari HSB Investasi, broker forex terbaik yang teregulasi BAPPEBTI, untuk mulai trading saham Amerika seperti Nike dengan lebih percaya diri. Dengan HSB, kamu dapat memanfaatkan berbagai fitur unggulan dan promo broker forex yang membantu meningkatkan potensi profitmu. Segera buka akun aplikasi trading forex HSB dan mulailah berinvestasi dengan lebih aman dan terampil. Unduh aplikasi trading saham untuk Android dan iOS di sini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News HSB Investasi untuk informasi dan edukasi seputar trading, investasi keuangan, dan ekonomi.

