Rangkuman Berita Penting: Emas & Yen Melesat, Minyak Turun, Data AS Solid
Emas Dekati Rekor Tertinggi Dipicu Isu Geopolitik dan The Fed
Harga emas (XAU/USD) menguat 0,85% ke level $4.626,05 dan berpotensi menguji rekor tertinggi baru, didorong oleh permintaan safe haven akibat ancaman Presiden Trump terkait situasi di Iran serta kekhawatiran atas independensi The Fed. Pasar merespons negatif kabar panggilan hukum terhadap Ketua The Fed Jerome Powell yang dianggap sebagai tekanan politis, sementara aksi militer AS di Timur Tengah terus menjadi katalis utama pembelian aset lindung nilai.
Meskipun sentimen bullish mendominasi, kenaikan harga emas mungkin akan tertahan oleh data ekonomi AS yang solid, seperti penurunan tingkat pengangguran dan kenaikan harga produsen, yang memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan menahan suku bunga. Para investor kini menantikan data Klaim Pengangguran Awal AS untuk petunjuk arah kebijakan selanjutnya di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.
Harga Minyak Dunia Terkoreksi Usai Trump Redakan Ketegangan
Harga minyak mentah WTI ditutup naik 1,36% pada sesi sebelumnya, harga minyak AS justru melemah di awal perdagangan Asia setelah Presiden Trump menyatakan bahwa kekerasan di Iran mulai mereda, sebuah sinyal yang mengurangi premi risiko gangguan pasokan energi. Perubahan sentimen ini terjadi cepat setelah Trump meyakini tidak ada rencana eksekusi massal di Iran, membalikkan kekhawatiran pasar yang sebelumnya memicu lonjakan harga.
Pelemahan harga minyak ini mencerminkan sensitivitas pasar terhadap berita geopolitik, di mana pernyataan Trump sukses menurunkan tensi ketakutan akan potensi serangan militer AS yang dapat menghambat distribusi minyak. Pasar kini kembali fokus pada fundamental pasokan dan permintaan murni setelah faktor risiko perang sedikit mereda di kawasan produsen utama minyak tersebut.
Dolar Australia Tergelincir di Bawah 0,6700 Akibat Inflasi Melambat
Pasangan AUD/USD melemah ke kisaran 0,6680 setelah data Ekspektasi Inflasi Konsumen Australia turun menjadi 4,6%, menandakan berkurangnya tekanan harga yang menjadi pertimbangan utama kebijakan bank sentral. Posisi mata uang Aussie semakin tertekan karena Reserve Bank of Australia (RBA) memutuskan menahan suku bunga di 3,6% seiring melambatnya inflasi utama ke level terendah sejak Agustus.
Sebaliknya, Dolar AS mendapatkan tenaga baru dari rilis data Penjualan Ritel yang naik 0,6% dan Indeks Harga Produsen (PPI) yang melonjak 3%, melebihi ekspektasi pasar. Data ekonomi AS yang kuat ini membuat analis menunda prediksi pemangkasan suku bunga The Fed hingga pertengahan tahun, yang semakin memberatkan pergerakan AUD/USD.
Euro Datar, Terjepit Antara Inflasi AS dan Komentar The Fed
Pergerakan EUR/USD terpantau datar di sekitar level 1,1650, gagal menembus arah yang jelas akibat data inflasi produsen (PPI) AS yang panas sebesar 3% yang menahan laju pasangan mata uang ini. Pelaku pasar juga berhati-hati merespons komentar beragam dari pejabat The Fed, mulai dari nada hawkish Raphael Bostic hingga pandangan dovish Stephen Miran yang menyerukan pemangkasan bunga agresif.
Ketidakpastian arah kebijakan moneter AS semakin terasa setelah pasar uang memangkas peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat, dengan prediksi tingkat dana Fed berakhir di 3,20%. Sementara itu, Penjualan Ritel AS yang rebound kuat sebesar 0,6% memberikan sinyal ketahanan ekonomi yang menjaga Indeks Dolar AS tetap stabil di kisaran 99,05, menyulitkan Euro untuk bangkit.
Yen Jepang Menguat Tajam di Tengah Ancaman Intervensi
Pasangan USD/JPY anjlok ke level 158,25 di sesi Asia, didorong oleh penguatan Yen Jepang pasca peringatan keras Menteri Keuangan Satsuki Katayama mengenai potensi intervensi pasar untuk menstabilkan mata uang. Ancaman intervensi ini berhasil membatasi pelemahan Yen yang sebelumnya tertekan oleh spekulasi kebijakan fiskal longgar dan ketidakpastian politik terkait kemungkinan pemilu dini oleh PM Sanae Takaichi.
Meskipun Yen menguat, fundamental Dolar AS tetap kokoh berkat data tenaga kerja dan inflasi yang mendukung The Fed untuk menahan suku bunga lebih lama. Namun, ketakutan pasar terhadap aksi nyata otoritas Jepang membuat trader berhati-hati menekan Yen lebih jauh, sembari menanti data Klaim Pengangguran AS terbaru.
Data Ekonomi AS Solid Dukung Suku Bunga The Fed Tetap Tinggi
Rangkaian data ekonomi AS terbaru, termasuk Penjualan Ritel yang mengalahkan estimasi dan inflasi produsen (PPI) yang mencapai 3%, memperkuat argumen bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi dalam beberapa bulan ke depan. Ditambah dengan penurunan tingkat pengangguran menjadi 4,4%, kondisi ekonomi AS dinilai masih terlalu kuat untuk membenarkan pelonggaran kebijakan moneter segera.
Situasi ini memaksa analis pasar, termasuk dari Morgan Stanley, untuk merevisi jadwal prediksi pemangkasan suku bunga mereka mundur dari awal tahun menjadi Juni atau September. Pandangan hawkish ini didukung oleh pejabat The Fed seperti Neel Kashkari yang mencatat bahwa ekonomi belum melambat sesuai antisipasi, memberikan landasan kuat bagi penguatan Dolar AS.
The Fed Optimisme Ekonomi Meningkat
Laporan Beige Book terbaru dari The Fed menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi AS meningkat dengan laju sedikit hingga moderat di sebagian besar distrik, dengan prospek masa depan yang dinilai agak optimis. Mayoritas distrik memperkirakan pertumbuhan yang stabil dalam beberapa bulan mendatang, didukung oleh pasar tenaga kerja yang tetap terjaga.
Terkait inflasi, laporan tersebut mencatat bahwa harga-harga tumbuh pada tingkat yang moderat di hampir seluruh wilayah AS. Laporan ini, yang dikumpulkan hingga awal Januari, memberikan konfirmasi bahwa ekonomi AS masih berjalan di jalur positif meskipun dihadapkan pada suku bunga tinggi, dengan hanya sedikit distrik yang melaporkan penurunan aktivitas.
Ingin mencoba trading Indeks dunia? Gunakan aplikasi trading terbaik dari HSB Investasi, broker forex terbaik yang teregulasi BAPPEBTI, untuk mulai trading saham Amerika seperti Nike dengan lebih percaya diri. Dengan HSB, kamu dapat memanfaatkan berbagai fitur unggulan dan promo broker forex yang membantu meningkatkan potensi profitmu. Segera buka akun aplikasi trading forex HSB dan mulailah berinvestasi dengan lebih aman dan terampil. Unduh aplikasi trading saham untuk Android dan iOS di sini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News HSB Investasi untuk informasi dan edukasi seputar trading, investasi keuangan, dan ekonomi.

