HSB Blog Berita Harga Emas Turun, Dolar AS Melemah, Wall Street dan Asia Menguat

Harga Emas Turun, Dolar AS Melemah, Wall Street dan Asia Menguat

Updated 16 Januari 2025 Bayu Samudera
Harga Emas Turun, Dolar AS Melemah, Wall Street dan Asia Menguat

Harga Emas Hari Ini Mengalami Penurunan Sebesar -0.04% Mencapai Angka $2695.80

Harga emas hari ini naik sesuai dengan ekspektasi pada bulan Desember, sementara indeks acuannya lebih lambat dari yang diantisipasi, hal ini dapat mempengaruhi rencana kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Harga Minyak Dunia Hari Ini Mengalami Penurunan Sebesar -0.27% Mencapai Angka $78.88

Harga minyak dunia hari ini naik lebih dari 2% pada hari Rabu, didukung oleh berkurangnya stok minyak mentah AS dan potensi gangguan pasokan yang disebabkan oleh sanksi baru AS terhadap Rusia, sementara kesepakatan gencatan senjata di Gaza membatasi kenaikan harga minyak.

Wall Street Menguat, Dow, S&P 500, dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbesar dalam 2 Bulan

Wall Street ditutup melonjak pada Rabu (15/1) dengan ketiga indeks utama mencetak kenaikan harian terbesar sejak November. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 1,65% ke 43.221,55, S&P 500 menguat 1,83% menjadi 5.949,91, dan Nasdaq Composite melonjak 2,45% ke 19.511,23. Sentimen positif dipicu oleh data inflasi inti Desember yang lebih rendah dari ekspektasi serta laporan keuangan solid dari bank-bank besar AS.

Sektor perbankan pada indeks S&P 500 naik 3,37%, dipimpin oleh saham JPMorgan yang naik 1,97%, Wells Fargo melonjak 6,69%, dan Goldman Sachs menguat 6,02%. Data inflasi yang terkendali memicu optimisme bahwa Federal Reserve mungkin lebih agresif memangkas suku bunga tahun ini, memberikan dukungan tambahan bagi pasar saham.

Bursa Asia Dibuka Menguat Didukung oleh Sentimen Positif dari Wall Street

Indeks utama di Asia mencatat penguatan pada awal perdagangan Kamis (16/1), terdorong oleh sentimen positif dari lonjakan Wall Street. Indeks Nikkei 225 naik 0,66% ke 38.699,17, sementara Hang Seng menguat 0,88% ke 19.454,92. Penguatan juga terlihat pada indeks Taiex yang melonjak 1,93% ke 22.949,46 dan Kospi yang naik 1,3% ke 2.529,19.

Indeks ASX 200 mencatat kenaikan sebesar 1,41% ke 8.329, diikuti oleh FTSE Straits Times yang menguat 1,08% ke 3.813,42. Bursa Asia mendapat dukungan dari laporan inflasi inti AS yang lebih rendah dari perkiraan dan laba bank yang solid, memberikan optimisme terhadap stabilitas ekonomi global di awal tahun.

Dolar AS Melemah, Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Fed Menguat

Laporan inflasi inti Desember yang lebih rendah dari perkiraan memicu ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (Fed), sehingga menekan pergerakan dolar AS. Core CPI, yang mengukur inflasi tanpa memasukkan harga makanan dan energi, naik 0,2% secara bulanan, di bawah proyeksi 0,3%. Data ini memberikan keyakinan kepada pelaku pasar bahwa tekanan inflasi mereda di akhir masa jabatan Presiden Joe Biden.

Pasar kini memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga Fed pertama akan terjadi pada Juni, dengan kemungkinan penurunan suku bunga kedua sebelum akhir tahun. Sebelumnya, trader hanya memproyeksikan satu pemangkasan. Namun, analis memperingatkan bahwa Fed mungkin menunggu kejelasan lebih lanjut terkait kebijakan ekonomi Presiden Donald Trump sebelum mengambil langkah lebih lanjut terhadap suku bunga.

Euro Menguat di Tengah Optimisme Penurunan Inflasi Zona Euro

Euro mendapat dukungan setelah anggota ECB, Mario Centeno, menyatakan bahwa inflasi zona euro menunjukkan tren penurunan yang stabil. Inflasi pada Desember tercatat 2,4%, sejalan dengan prediksi sebelumnya, yang mencerminkan dampak penurunan harga energi sepanjang 2023. Centeno juga mengungkapkan bahwa suku bunga ECB diperkirakan akan turun menuju angka ideal sekitar 2% dalam beberapa bulan mendatang.

Optimisme ini diperkuat oleh proyeksi bahwa inflasi zona euro akan mendekati atau bahkan sedikit di bawah target 2% dalam jangka waktu satu hingga satu setengah tahun ke depan. Namun, Centeno mengingatkan pentingnya langkah bertahap untuk mencegah tekanan inflasi yang disebabkan oleh kenaikan permintaan, dan menyerukan kebijakan fiskal yang hati-hati serta pengendalian margin keuntungan perusahaan dan kenaikan upah.

Yen Stabil di Tengah Data Inflasi Wholesale Jepang

Yen menunjukkan pergerakan stabil setelah data menunjukkan indeks harga barang grosir Jepang (CGPI) naik 3,8% pada Desember dibandingkan tahun sebelumnya, sesuai dengan perkiraan pasar. Meski demikian, indeks harga impor berbasis yen meningkat sebesar 1,0% di bulan Desember, berbalik arah dari penurunan 1,2% pada November, mencerminkan tekanan biaya bahan baku yang terus berlanjut.

Bank of Japan (BOJ) akan memperhatikan data ini dalam pertemuan kebijakan yang dijadwalkan minggu depan. Gubernur BOJ Kazuo Ueda sebelumnya mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga, kecuali terjadi kejutan besar di pasar. Keputusan ini berpotensi memengaruhi nilai tukar yen di tengah dinamika ekonomi global.

trading online di platform MetaTrader 5 dengan akun real HSB

Berita mengenai  dampak data AS yang membuat pasar tegang namun optimis ini menunjukkan betapa pentingnya pemahaman akan kebijakan moneter dalam trading. Ingin memanfaatkan momentum ini? Gunakan aplikasi dari broker forex terbaik HSB Investasi, untuk mulai trading dengan lebih percaya diri dengan akun demo gratis dan akun real. Unduh aplikasi trading saham untuk Android dan iOS di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News HSB Investasi untuk informasi dan edukasi seputar trading, investasi keuangan, dan ekonomi.

widget 1
widget 2