Rangkuman Berita Penting: Emas & Perak Rekor, Minyak Naik, Isu Inflasi & Iran Menguat

the fed chairman Jerome Powell

Emas Tembus Rekor Tertinggi $4.600 Akibat Ketidakpastian The Fed dan Geopolitik

Harga emas (XAU/USD) melonjak lebih dari 2 persen hingga menembus rekor tertinggi baru di atas $4.600 per troy ons pada hari Senin. Kenaikan tajam ini dipicu oleh arus safe-haven ekstrem setelah Departemen Kehakiman AS mengajukan tuntutan terhadap Ketua The Fed Jerome Powell terkait renovasi gedung bank sentral, serta memanasnya ketegangan geopolitik akibat peringatan Presiden Trump kepada Iran. 

Investor mengabaikan kenaikan imbal hasil Treasury AS dan fokus pada risiko politik, mendorong logam mulia ini mendekati resistensi berikutnya di $4.630. Powell membantah tuduhan tersebut sebagai alasan politis, namun ketidakpastian ini membuat pelaku pasar memangkas ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, yang justru semakin memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Minyak Dunia Menguat Tarif Sanksi Iran Ancam Gangguan Pasokan Global

Harga minyak mentah WTI naik 0,6 persen menjadi US$59,5 per barel, sementara Brent naik menjadi US$63,87 di London. Kenaikan harga ini didorong oleh kekhawatiran gangguan pasokan setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif 25 persen bagi negara mana pun yang melakukan bisnis dengan Iran. 

Kebijakan tarif yang berlaku efektif segera ini diambil sebagai respons AS atas tindakan keras terhadap demonstran di Iran, yang berpotensi menghambat ekspor minyak dari negara tersebut ke pasar global. Pasar kini mewaspadai dampak kebijakan ini terhadap aliran energi dunia, mengingat posisi Iran sebagai salah satu eksportir minyak utama yang kini menghadapi tekanan ekonomi baru dari Washington.

Perak Meroket 7,5 Persen ke Rekor Baru di Atas $86 di Tengah Skandal The Fed

Harga perak mencatatkan reli luar biasa selama dua hari berturut-turut, melonjak hampir 7,50 persen hingga mencapai rekor tertinggi baru di $86,23 per troy ons pada hari Senin. Lonjakan harga yang bersifat parabola ini terjadi seiring dengan dakwaan Departemen Kehakiman AS terhadap Ketua The Fed Jerome Powell yang memicu kepanikan beli di pasar logam mulia. 

Secara teknikal, indikator RSI menunjukkan perak telah memasuki wilayah jenuh beli namun tren kenaikan masih sangat kuat. Jika momentum berlanjut dan harga menembus level psikologis $86,00, target resistensi berikutnya berada di $86,50, sementara level $85,50 kini menjadi batas dukungan terdekat jika terjadi koreksi harga.

AS Terapkan Tarif 25 Persen bagi Mitra Bisnis Iran Tensi Geopolitik Memanas

Presiden AS Donald Trump mengumumkan penerapan tarif sebesar 25 persen yang berlaku efektif segera bagi negara mana pun yang melakukan bisnis dengan Republik Islam Iran. Pernyataan tegas ini disampaikan melalui unggahan di Truth Social sebagai respons langsung AS terhadap situasi domestik Iran, yang seketika menekan Indeks Dolar AS turun 0,24 persen ke level 98,90. 

Langkah agresif ini menambah premi risiko geopolitik di pasar global, karena sanksi ekonomi tersebut mencakup semua bisnis yang dilakukan dengan Amerika Serikat bagi pelanggar aturan ini. Kebijakan ini tidak hanya mempengaruhi hubungan diplomatik tetapi juga memicu volatilitas di pasar mata uang dan komoditas karena investor menakar dampak ekonomi dari potensi perang dagang baru.

Pejabat The Fed John Williams Prediksi Inflasi Baru Capai 2 Persen di Tahun 2027

Presiden Federal Reserve Bank of New York, John Williams, menyatakan bahwa kebijakan moneter AS saat ini sudah berada di posisi yang tepat, namun inflasi diprediksi baru akan mencapai target 2 persen pada tahun 2027. Ia memberikan sinyal bahwa tidak ada urgensi untuk segera melanjutkan pemangkasan suku bunga karena bank sentral bergerak perlahan menuju sikap kebijakan yang lebih netral. 

Williams memproyeksikan inflasi akan mendingin akhir tahun ini dengan puncak di kisaran 2,75 persen hingga 3 persen pada semester pertama. Meskipun risiko penurunan lapangan kerja meningkat, ia menilai prospek ekonomi AS tahun 2026 cukup baik dengan pertumbuhan diprediksi antara 2,5 persen hingga 2,75 persen, serta dampak inflasi dari tarif diperkirakan akan berkurang seiring waktu.

Jepang Sampaikan Kekhawatiran Pelemahan Yen Langsung ke Pejabat AS

Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengonfirmasi telah mengadakan diskusi bilateral dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengenai pelemahan Yen yang mengkhawatirkan. Katayama menegaskan kepada pejabat di Washington bahwa pergerakan mata uang sepihak tidak dapat diterima dan pejabat Jepang memiliki toleransi yang sangat terbatas terhadap pelemahan mata uang ini. 

Intervensi verbal ini sempat membuat Yen menguat sesaat, namun pasangan USD/JPY kembali diperdagangkan naik tipis 0,05 persen di level 157.96 pada hari Selasa. Langkah diplomatis ini menunjukkan keseriusan Tokyo dalam menstabilkan nilai tukarnya, meskipun pasar masih terus menguji batas toleransi otoritas Jepang terhadap depresiasi Yen lebih lanjut.

Dolar Australia Rebound ke 0.6714 Terkerek Isu Skandal The Fed dan Divergensi RBA

Dolar Australia berhasil mematahkan tren penurunan tiga hari berturut-turut, naik 0,35 persen ke level 0.6714 terhadap Dolar AS, didorong oleh pelemahan Greenback akibat penyelidikan kriminal terhadap Ketua The Fed. Pasar khawatir tekanan politik terhadap bank sentral AS akan mengganggu kebijakan moneter, sementara Dolar Australia mendapat dukungan dari ekspektasi kebijakan hawkish bank sentralnya sendiri. 

Divergensi kebijakan semakin nyata karena pasar mengantisipasi potensi kenaikan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia, mengingat inflasi domestik masih di atas target 2 hingga 3 persen. Survei ekonom menunjukkan ekspektasi setidaknya dua kali kenaikan suku bunga RBA dalam 18 bulan ke depan, kontras dengan The Fed yang diproyeksikan akan memangkas bunga sebesar 50 basis poin tahun ini.

Ingin mencoba trading Indeks dunia? Gunakan aplikasi trading terbaik dari HSB Investasi, broker forex terbaik yang teregulasi BAPPEBTI, untuk mulai trading saham Amerika seperti Nike dengan lebih percaya diri. Dengan HSB, kamu dapat memanfaatkan berbagai fitur unggulan dan promo broker forex yang membantu meningkatkan potensi profitmu.  Segera buka akun aplikasi trading forex HSB dan mulailah berinvestasi dengan lebih aman dan terampil. Unduh aplikasi trading saham untuk Android dan iOS di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News HSB Investasi untuk informasi dan edukasi seputar trading, investasi keuangan, dan ekonomi.

Bagikan Artikel