Rangkuman Berita Penting: Jelang NFP USD Perkasa, Minyak Naik, Yen & Euro Lesu
Harga Emas Stabil Jelang Rilis Data NFP AS
Harga emas (XAU/USD) bergerak stabil di level $4,477 per troy ons setelah mencatatkan kenaikan tipis 0,48% pada sesi sebelumnya. Logam mulia ini menghadapi tekanan dari kenaikan imbal hasil obligasi AS dan penguatan Dolar AS yang didorong oleh data klaim pengangguran awal yang lebih baik dari perkiraan. Pelaku pasar kini menahan diri untuk melakukan transaksi besar menjelang rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) AS bulan Desember yang akan menjadi petunjuk utama arah kebijakan The Fed selanjutnya.
Meskipun Dolar menguat, ekspektasi pasar terhadap pelonggaran kebijakan moneter The Fed pada tahun mendatang tetap menjadi penopang harga emas. Survei Konsumen The Fed New York yang menunjukkan penurunan ekspektasi inflasi turut memberikan sentimen positif bagi aset tanpa bunga ini, menjaga harganya tetap bertahan di tengah volatilitas pasar.
Minyak Melonjak di Tengah Penurunan Stok dan Geopolitik Venezuela
Harga minyak mentah WTI ditutup naik signifikan sebesar 3,44% ke level $58.39 per barel, mengakhiri penurunan dua hari berturut-turut. Lonjakan ini dipicu oleh data pemerintah AS yang menunjukkan penurunan stok minyak mentah yang lebih besar dari perkiraan, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik terkait rencana AS mengambil kendali industri minyak Venezuela.
Rencana Presiden Trump untuk menguasai perusahaan minyak nasional Venezuela demi menstabilkan harga minyak global menjadi sorotan utama pasar. Meskipun potensi peningkatan produksi Venezuela bisa menambah pasokan, analis menilai realisasinya akan memakan waktu lama karena ketidakstabilan politik dan perlunya jaminan investasi bagi perusahaan minyak AS, sehingga sentimen bullish jangka pendek tetap dominan.
Dolar AS Menguat, Pasar Waspada Jelang Data NFP
Indeks Dolar AS (DXY) melanjutkan tren positifnya dengan menembus level resistensi teknikal penting Simple Moving Average (SMA) 200 hari dan mendekati level 99.00. Penguatan ini didukung oleh data klaim pengangguran mingguan yang solid dan penyempitan defisit perdagangan AS ke level terendah sejak 2009.
Namun, pelaku pasar tetap berhati-hati menjelang rilis laporan pasar tenaga kerja AS (Nonfarm Payrolls) pada hari Jumat, yang diprediksi akan menunjukkan penambahan 60.000 pekerjaan. Data ini sangat krusial karena akan memengaruhi ekspektasi pasar terhadap langkah The Fed selanjutnya, di mana saat ini probabilitas suku bunga tetap tidak berubah pada pertemuan Januari mencapai 88%.
Yen Tertekan Data AS yang Kuat dan Ketegangan Dagang
Yen Jepang (JPY) kembali melemah terhadap Dolar AS, dengan pasangan USD/JPY diperdagangkan di sekitar level 157.00, mencatat kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut. Pelemahan Yen dipicu oleh penguatan Dolar pasca rilis data ekonomi AS yang lebih baik dari ekspektasi, serta data pertumbuhan pendapatan tenaga kerja Jepang yang melambat drastis di bulan November.
Selain faktor ekonomi, Yen juga menghadapi tekanan dari meningkatnya ketegangan dagang dengan China. Beijing baru saja memberlakukan pembatasan ekspor barang “penggunaan ganda” ke Jepang dan meluncurkan penyelidikan anti-dumping terhadap impor bahan kimia semikonduktor dari Jepang, menambah sentimen negatif bagi mata uang safe-haven Asia tersebut.
Euro Tertahan di Bawah 1.1650, Fokus pada Data Tenaga Kerja
Pasangan EUR/USD diperdagangkan stabil di kisaran 1.1650 setelah mengalami kerugian selama lima hari berturut-turut. Mata uang tunggal ini berada di bawah tekanan penguatan Dolar AS, namun mendapat sedikit dukungan dari data ekonomi Zona Euro yang membaik, seperti Indeks Iklim Bisnis dan Keyakinan Konsumen.
Wakil Presiden ECB Luis de Guindos menyatakan bahwa tingkat suku bunga saat ini sudah “sesuai”, dengan ekspektasi inflasi yang stabil di sekitar target 2%. Analis memperkirakan ECB akan mempertahankan suku bunga di 2.00%, mengingat data PPI bulan November yang menunjukkan kontraksi tahunan dan tingkat pengangguran yang sedikit menurun.
Poundsterling Inggris Terus Melemah Jelang Data Ritel
Pasangan GBP/USD terus melanjutkan tren penurunannya untuk hari ketiga berturut-turut, kembali menguji kisaran 1.3415-1.3420. Tekanan jual terhadap Poundsterling masih dominan di tengah penguatan Dolar AS secara umum dan minimnya katalis positif dari data ekonomi domestik Inggris saat ini.
Pelaku pasar kini menantikan rilis Monitor Penjualan Ritel BRC pada 13 Januari mendatang untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai kesehatan belanja konsumen di Inggris. Data ini diharapkan dapat memberikan arah baru bagi pergerakan Sterling yang saat ini sedang kehilangan pijakan akibat sentimen risk-off global dan keperkasaan Greenback.
Menteri Keuangan AS Desak The Fed Lanjutkan Pemangkasan Suku Bunga
Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam wawancaranya mendesak The Fed untuk terus memangkas suku bunga guna menjaga momentum ekonomi. Pernyataan ini muncul di tengah sinyal dari Ketua The Fed Jerome Powell yang mengisyaratkan kemungkinan jeda dalam siklus pelonggaran moneter.
Meskipun pasar uang telah memperhitungkan dua kali pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin untuk tahun 2026, pertemuan The Fed akhir Januari nanti diprediksi tidak akan menghasilkan perubahan kebijakan. Beberapa pejabat The Fed menekankan bahwa tingkat suku bunga saat ini sudah mendekati level netral, menambah ketidakpastian mengenai langkah bank sentral selanjutnya.
Ingin mencoba trading Indeks dunia? Gunakan aplikasi trading terbaik dari HSB Investasi, broker forex terbaik yang teregulasi BAPPEBTI, untuk mulai trading saham Amerika seperti Nike dengan lebih percaya diri. Dengan HSB, kamu dapat memanfaatkan berbagai fitur unggulan dan promo broker forex yang membantu meningkatkan potensi profitmu. Segera buka akun aplikasi trading forex HSB dan mulailah berinvestasi dengan lebih aman dan terampil. Unduh aplikasi trading saham untuk Android dan iOS di sini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News HSB Investasi untuk informasi dan edukasi seputar trading, investasi keuangan, dan ekonomi.

