Rangkuman Berita Penting: Emas, Minyak, Perak & Forex Kompak Melemah Hari Ini

the fed chairman Jerome Powell

Aksi Ambil Untung Tekan Harga Emas ke Area $4.680

Harga emas (XAU/USD) merosot ke kisaran $4.680 pada sesi Asia hari Jumat karena para trader melakukan aksi ambil untung untuk menutupi kerugian di pasar saham. Tekanan jual tambahan muncul setelah bursa berjangka CME menaikkan persyaratan margin awal yang memaksa likuidasi posisi emas guna memenuhi jaminan kolateral.

Sentimen aman juga memudar seiring rencana pertemuan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran di Oman untuk meredakan ketegangan regional. Namun pelemahan emas sedikit tertahan oleh pernyataan Presiden AS yang menginginkan suku bunga lebih rendah sehingga memberikan harapan bagi komoditas ini.

Harga Minyak Dunia WTI Tergelincir di Bawah Level $63.00

Harga minyak mentah WTI tergelincir ke bawah level $62,85 per barel menyusul kesepakatan AS dan Iran untuk mengadakan pembicaraan formal di Oman. Langkah diplomasi ini mengurangi kekhawatiran akan pecahnya konflik militer di Timur Tengah yang sebelumnya sempat memicu kenaikan harga minyak sebagai premi risiko.

Meskipun tertekan sentimen global, penurunan harga minyak tertahan oleh data cadangan stok AS yang dilaporkan turun signifikan sebesar 3,45 juta barel. Para trader kini bersikap waspada memantau apakah kesepakatan nuklir ini akan tercapai atau justru memicu sanksi baru jika tuntutan agenda AS tidak terpenuhi.

Pejabat BoJ Beri Sinyal Kenaikan Suku Bunga Lanjutan untuk Yen 

Pasangan USD/JPY bergerak turun ke area 156,60 setelah anggota dewan kebijakan Bank of Japan (BoJ), Kazuyuki Masu, menyatakan perlunya kenaikan suku bunga lebih lanjut. Langkah normalisasi kebijakan ini dianggap penting untuk memberantas kebiasaan deflasi di Jepang dan memastikan inflasi inti tetap terkendali.

Masu menekankan bahwa bank sentral harus bertindak tepat waktu agar pelemahan Yen tidak mendorong kenaikan harga barang secara berlebihan. Reaksi pasar menunjukkan penguatan Yen secara terbatas sementara para trader terus memperhatikan dampak suku bunga terhadap siklus kenaikan upah yang baru dimulai.

Dollar Australia Terjerembap Akibat Kebijakan Ketat Gubernur RBA 

Dollar Australia terus mencatatkan kerugian untuk sesi ketiga berturut-turut setelah Gubernur RBA, Michele Bullock, memberikan sinyal perlunya kebijakan yang jauh lebih ketat. Bullock menyatakan bahwa ekonomi saat ini sedang mengalami keterbatasan kapasitas sehingga pertumbuhan permintaan perlu ditekan melalui suku bunga tinggi.

Padahal data perdagangan Australia menunjukkan performa ekspor yang solid dengan surplus yang melebar menjadi AUD 3.373 juta pada akhir tahun lalu. Namun secara teknikal pasangan AUD/USD tetap tertekan di bawah rata-rata harga sembilan hari yang memicu potensi pembalikan arah menjadi negatif.

Euro Melandai Setelah Keputusan Bunga Bank Sentral Eropa Tetap 

Mata uang Euro tergelincir di bawah level 1.1800 setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah. Presiden ECB, Christine Lagarde, mengambil nada netral dengan menegaskan bahwa kebijakan moneter saat ini sudah berada di posisi yang tepat.

Minat investor beralih ke Dollar AS karena sentimen penghindaran risiko melanda pasar saham global yang membuat Euro gagal mendapatkan tenaga. Meski data tenaga kerja AS melemah, posisi Euro tetap tertekan karena para trader memprioritaskan aset aman di tengah jatuhnya sektor teknologi.

Perak Shudders Tumbang 13 Persen di Tengah Badai Penjualan Logam 

Pasar perak mengalami aksi jual masif dengan harga XAG/USD tumbang hingga 13% dalam satu hari perdagangan. Penurunan tajam ini membawa perak kembali ke kisaran $75,90 yang jauh dari rekor tertinggi yang baru saja dicetak pada pekan sebelumnya.

Sentimen negatif global memaksa para trader keluar dari pasar logam mulia seiring dengan datarnya indikator momentum jangka menengah. Analis teknikal melihat harga perak kini sedang mencari dukungan di rata-rata harga 200 hari untuk menahan kejatuhan lebih dalam sebelum mencoba kembali pulih.

Dollar Kanada Menarik Diri ke Area 1.3700 Saat Minyak Rebound 

Mata uang Dollar Kanada menunjukkan ketahanan dan bergerak stabil di kisaran 1.3700 terhadap Dollar AS. Kekuatan mata uang komoditas ini didorong oleh pulihnya harga minyak mentah WTI ke area $63,50 yang memberikan dukungan langsung bagi ekonomi Kanada.

Meskipun begitu, penguatan CAD dibatasi oleh keperkasaan Dollar AS yang masih berada di dekat level tertinggi dua minggu. Para trader tetap memantau rilis data sentimen konsumen dari Michigan untuk melihat apakah Dollar AS akan kembali menguat atau justru melemah.

Ingin mencoba trading Indeks dunia? Gunakan aplikasi trading terbaik dari HSB Investasi, broker forex terbaik yang teregulasi BAPPEBTI, untuk mulai trading saham Amerika seperti Nike dengan lebih percaya diri. Dengan HSB, kamu dapat memanfaatkan berbagai fitur unggulan dan promo broker forex yang membantu meningkatkan potensi profitmu.  Segera buka akun aplikasi trading forex HSB dan mulailah berinvestasi dengan lebih aman dan terampil. Unduh aplikasi trading saham untuk Android dan iOS di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News HSB Investasi untuk informasi dan edukasi seputar trading, investasi keuangan, dan ekonomi.

Bagikan Artikel