Rangkuman Berita Penting: Emas Cetak Rekor, USD Terburuk 8 Tahun, Forex Perkasa
Emas Catat Kenaikan Tahunan Terbaik Sejak 1979
Harga emas hari ini menunjukkan performa impresif di awal sesi Asia, memperpanjang reli tahunan sekitar 65% yang menjadi rekor terbaik sejak 1979. Momentum bullish ini ditopang kuat oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed lebih lanjut pada tahun 2026 serta status emas sebagai aset lindung nilai di tengah konflik Israel-Iran dan ketegangan geopolitik lainnya.
Meskipun demikian, aksi ambil untung dan penyeimbangan portofolio di akhir tahun sedikit menahan laju kenaikan harga. Kenaikan persyaratan margin oleh CME Group untuk kontrak logam mulia juga turut menjadi sentimen yang membatasi spekulasi berlebihan, menjaga harga emas tetap terkonsolidasi di level tinggi.
Harga Minyak Dunia Tertekan Penguatan Dolar AS
Harga minyak dunia kembali melemah di sesi perdagangan Eropa, terbebani oleh penguatan Dolar AS dan data persediaan EIA yang mengecewakan meski permintaan saat liburan meningkat. Sentimen pasar juga diperburuk oleh laporan Baker Hughes yang menunjukkan peningkatan aktivitas pengeboran, menutupi kekhawatiran pasokan akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Namun, penurunan harga minyak masih relatif terbatas berkat dukungan dari faktor geopolitik. Memudarnya harapan damai dalam konflik Rusia-Ukraina serta eskalasi ketegangan antara Israel dan Iran terus menjadi katalis yang mencegah harga minyak jatuh lebih dalam, menjaga volatilitas tetap tinggi di pasar energi.
Dolar AS Melemah di Akhir Tahun, Catat Kinerja Terburuk dalam 8 Tahun
Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan melemah di kisaran 98,25 pada sesi akhir tahun, mencatatkan depresiasi tahunan hampir 10% yang merupakan kinerja terburuk dalam delapan tahun terakhir. Tekanan jual terhadap Greenback didorong oleh kekhawatiran perlambatan ekonomi AS serta ketidakpastian kebijakan perdagangan di bawah pemerintahan Presiden Trump.
Selain itu, tekanan politik terhadap independensi The Fed untuk terus memangkas suku bunga semakin menggerus kepercayaan pasar terhadap Dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia. Dengan siklus pelonggaran moneter yang masih berjalan di tengah bank sentral lain yang mulai menahan suku bunga, prospek Dolar AS di tahun 2026 diprediksi masih akan menghadapi tantangan berat.
Dow Jones Terkoreksi Tipis, Tutup Tahun dengan Kinerja Positif
Indeks Dow Jones Industrial Average mengalami koreksi moderat sekitar 0,5% pada penutupan perdagangan tengah pekan, menghentikan tren kenaikan beruntun. Meski demikian, koreksi ini tidak signifikan merusak kinerja tahunan yang solid, di mana Dow Jones tetap mencatatkan kenaikan sekitar 13% sepanjang tahun 2025, didukung oleh stabilitas sektor non-teknologi.
Secara musiman, bulan Desember tetap menjadi bulan yang kuat bagi ekuitas AS, dengan Dow Jones dan S&P 500 berada di jalur untuk mencatatkan kemenangan bulanan kedelapan berturut-turut. Meskipun ada aksi ambil untung di akhir tahun, sentimen pasar secara luas tetap optimis menyongsong tahun 2026, didukung oleh data tenaga kerja yang masih resilien.
Yen Jepang Menguat, Pasar Kecewa dengan Langkah Hati-hati BoJ
Pasangan USD/JPY menguat ke level 156,75, namun Yen Jepang secara umum masih menghadapi tekanan akibat kekecewaan pasar terhadap langkah Bank of Japan (BoJ) yang dinilai terlalu hati-hati. Meskipun BoJ menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 30 tahun di 0,75%, tidak adanya panduan yang jelas mengenai kenaikan lanjutan membuat investor ragu terhadap kekuatan Yen.
Di sisi lain, potensi pelemahan Dolar AS akibat tekanan politik Presiden Trump terhadap The Fed memberikan sedikit ruang napas bagi Yen. Pasar kini mencermati penunjukan Ketua The Fed berikutnya yang diprediksi lebih dovish, yang berpotensi mempersempit selisih suku bunga dan menguntungkan mata uang Yen dalam jangka menengah.
Euro Menguat di Atas 1.1750 Berkat Divergensi Kebijakan
Pasangan EUR/USD berhasil pulih ke level 1.1760, didukung oleh divergensi kebijakan moneter antara Bank Sentral Eropa (ECB) dan The Fed. Keputusan ECB untuk menahan suku bunga dan sinyal bahwa kebijakan akan tetap ketat kontras dengan ekspektasi pasar akan adanya dua kali pemangkasan suku bunga lanjutan oleh The Fed di tahun 2026.
Ketidakpastian mengenai arah kebijakan The Fed pasca berakhirnya masa jabatan Jerome Powell turut menopang Euro. Dengan probabilitas The Fed menahan suku bunga di Januari yang tinggi namun tetap di jalur pemangkasan jangka panjang, Euro diprediksi akan terus mencari pijakan untuk menguat terhadap Dolar AS yang sedang tertekan.
Poundsterling Perkasa di Atas 1.3450 Jelang Tahun Baru
GBP/USD menunjukkan kekuatan dengan bertahan di kisaran 1.3480, diuntungkan oleh pelemahan Dolar AS yang mencatat kinerja tahunan terburuk. Ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) akan mengambil pendekatan penurunan suku bunga yang lebih gradual dibandingkan The Fed memberikan daya tarik tersendiri bagi mata uang Poundsterling.
Pasar juga merespons positif pernyataan Gubernur BoE Andrew Bailey yang mengisyaratkan kehati-hatian dalam pelonggaran moneter lanjutan. Dengan divergensi kebijakan yang semakin nyata antara Inggris dan AS, serta sentimen risk-on di akhir tahun, prospek Poundsterling terhadap Dolar AS tetap terjaga positif memasuki tahun perdagangan yang baru.
Ingin mencoba trading Indeks dunia? Gunakan aplikasi trading terbaik dari HSB Investasi, broker forex terbaik yang teregulasi BAPPEBTI, untuk mulai trading saham Amerika seperti Nike dengan lebih percaya diri. Dengan HSB, kamu dapat memanfaatkan berbagai fitur unggulan dan promo broker forex yang membantu meningkatkan potensi profitmu. Segera buka akun aplikasi trading forex HSB dan mulailah berinvestasi dengan lebih aman dan terampil. Unduh aplikasi trading saham untuk Android dan iOS di sini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News HSB Investasi untuk informasi dan edukasi seputar trading, investasi keuangan, dan ekonomi.

