Rangkuman Berita Penting: Emas Jatuh, Minyak & Perak Melejit Efek Krisis Iran & Data AS

rangkuman berita ekonomi dunia hari ini

Konflik AS-Iran Kokohkan Posisi Emas di Level $5.175

Harga emas (XAU/USD) tetap stabil di kisaran $5.175 pada sesi Asia Kamis pagi karena tingginya permintaan aset aman. Ketegangan militer antara AS dan Iran yang memasuki gelombang serangan baru ke infrastruktur Teheran menjadi pemicu utama kenaikan ini. Investor kini menanti laporan klaim pengangguran AS serta pidato pejabat Fed, Michelle Bowman, untuk petunjuk kebijakan moneter selanjutnya.

Meskipun data ekonomi AS seperti ISM Services PMI menunjukkan angka kuat di

Dollar Perkasa dan Kekhawatiran Inflasi Seret Emas ke Bawah $5.100

Harga emas (XAU/USD) merosot hingga ke kisaran $5.085 akibat penguatan nilai mata uang Dollar AS. Lonjakan harga minyak dan gas akibat konflik Timur Tengah memicu kekhawatiran inflasi baru bagi para trader. Hal ini mengangkat nilai Greenback dan menekan komoditas berdenominasi USD karena harapan pelonggaran Fed berkurang.

Meskipun tertekan, status emas sebagai aset aman belum memudar di tengah serangan rudal Iran ke berbagai negara Teluk. Namun, perlambatan harga saat ini lebih didorong oleh penguatan Dollar dan upaya pencarian likuiditas oleh pasar. Kini fokus utama tertuju pada rilis laporan tenaga kerja Amerika Serikat yang dijadwalkan keluar malam nanti.

Perang AS-Iran di Selat Hormuz Picu Lonjakan Minyak WTI ke Atas $78

Harga minyak mentah WTI diperdagangkan sekitar $78,10 setelah mencatat kenaikan harian terbesar sebesar 8,5% sejak tahun 2020. Kenaikan ini dipicu oleh eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran yang mengganggu pasokan energi global. Iran dilaporkan telah menghentikan lalu lintas di Selat Hormuz yang merupakan jalur vital pengiriman minyak dunia.

Serangan terhadap kapal tangker di Teluk terus berlanjut, meningkatkan risiko kelangkaan stok energi dalam jangka pendek. Namun, potensi kenaikan harga sedikit dibatasi oleh laporan mingguan EIA yang menunjukkan kenaikan persediaan minyak mentah AS. Cadangan minyak AS naik 3,4 juta barel, melebihi ekspektasi pasar yang memprediksi kenaikan lebih rendah.

Krisis Timur Tengah Dorong Perak Melompat ke Atas Level $82

Harga perak (XAG/USD) bertahan di zona positif dekat level $82,20 akibat dukungan status aset aman di tengah konflik. Kampanye militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran menjadi motor utama yang menyokong nilai logam putih ini. Ketakutan akan perang yang berkepanjangan di kawasan Timur Tengah membuat minat beli tetap tinggi.

Pihak Iran secara tegas menyatakan tidak memiliki niat untuk melakukan negosiasi atau meminta gencatan senjata saat ini. Kini para trader sedang menanti rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat untuk mendapatkan petunjuk arah harga selanjutnya. Perbaikan signifikan pada pasar tenaga kerja AS dapat memperkuat Dollar dan kembali menekan harga komoditas perak.

Trump Tolak Dialog Damai karena Ambisi Menghancurkan Kekuatan Iran

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pejabat Iran sempat menghubunginya untuk mencoba mencapai kesepakatan damai. Namun, Trump menegaskan bahwa upaya tersebut sudah sangat terlambat dan Amerika Serikat tetap ingin melanjutkan pertempuran. Ia bersikeras bahwa fokus utamanya sekarang adalah untuk menghancurkan kekuatan Iran sepenuhnya.

Pernyataan keras ini memicu reaksi pasar yang cukup signifikan terhadap aset-aset berisiko dan komoditas energi dunia. Sikap Trump menunjukkan bahwa ketegangan geopolitik diprediksi tidak akan mereda dalam waktu dekat bagi para pelaku pasar. Hal ini menjaga volatilitas tetap tinggi pada instrumen aset aman seperti emas, perak, dan mata uang Yen.

Independensi Fed dan Inflasi Lengket Jadi Fokus Utama Pejabat Bank Sentral

Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee menekankan bahwa independensi bank sentral sangat krusial untuk mengendalikan tingkat inflasi global. Ia mencatat bahwa saat ini banyak lembaga publik sedang menghadapi krisis kepercayaan yang cukup besar dari masyarakat. Goolsbee menilai struktur federasi Fed selama ini telah bekerja dengan sangat baik bagi ekonomi.

Di sisi lain, Presiden Fed Richmond Thomas Barkin menyuarakan kekhawatiran mengenai inflasi yang masih sulit dijinakkan saat ini. Data pekerjaan terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja yang tetap solid, sehingga perang melawan inflasi belum sepenuhnya dimenangkan. Kondisi ini membuat para trader harus bersiap menghadapi kebijakan suku bunga ketat dalam waktu lebih lama.

Ketidakpastian Kebijakan BoJ dan Konflik Global Bebani Posisi Yen Jepang

Pasangan USD/JPY bergerak di kisaran 157,40 karena Yen menghadapi tekanan dari tantangan ekonomi domestik yang belum usai. Pertumbuhan yang rendah dan inflasi tinggi akibat risiko eksternal memicu keraguan trader atas kebijakan suku bunga BoJ. Gubernur Ueda memperingatkan bahwa konflik Timur Tengah dapat berdampak material pada stabilitas ekonomi Jepang.

Penurunan Yen cenderung terbatas karena adanya permintaan aset aman akibat serangan rudal baru Iran ke negara-negara Teluk. Sementara itu, Dollar AS tetap kuat karena prospek kenaikan bunga Fed jika inflasi tetap berada di atas target. Pasar kini menanti laporan Nonfarm Payrolls malam nanti untuk menentukan arah pergerakan Yen selanjutnya.

Data Tenaga Kerja AS yang Solid Tekan Euro Menuju Level 1.1600

Mata uang Euro (EUR/USD) melemah menuju level 1.1600 akibat data ekonomi Amerika Serikat yang solid baru-baru ini. Klaim pengangguran mingguan AS tercatat lebih rendah dari perkiraan, membuktikan kekuatan nyata pada pasar tenaga kerja Amerika. Hal ini memperkuat nilai Dollar AS dan menekan mata uang Euro yang sedang berada dalam tren menurun.

Di Eropa, ECB memilih menahan suku bunga meskipun ada potensi inflasi menurun di bawah target bank sentral tersebut. Namun, eskalasi konflik AS-Iran telah mengubah prospek ekonomi Eropa secara drastis karena ketergantungan pada impor energi. Kini fokus tertuju pada rilis data PDB Eurozone dan laporan Retail Sales Amerika yang dijadwalkan segera keluar.

Ingin mencoba trading Indeks dunia? Gunakan aplikasi trading terbaik dari HSB Investasi, broker forex terbaik yang teregulasi BAPPEBTI, untuk mulai trading saham Amerika seperti Nike dengan lebih percaya diri. Dengan HSB, kamu dapat memanfaatkan berbagai fitur unggulan dan promo broker forex yang membantu meningkatkan potensi profitmu.  Segera buka akun aplikasi trading forex HSB dan mulailah berinvestasi dengan lebih aman dan terampil. Unduh aplikasi trading saham untuk Android dan iOS di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News HSB Investasi untuk informasi dan edukasi seputar trading, investasi keuangan, dan ekonomi.

Bagikan Artikel