Rangkuman Berita Penting: Dollar Perkasa, Minyak Tembus $100, Emas & Valas Tertekan
Dollar AS Perkasa dan Inflasi Seret Emas ke Level $5.050
Harga emas (XAU/USD) merosot ke kisaran $5.065 akibat penguatan Dollar AS dan kekhawatiran inflasi yang dipicu lonjakan harga minyak. Sentimen pasar terbebani ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga tinggi hingga pertengahan tahun 2026 mendatang.
Meskipun data Nonfarm Payrolls menunjukkan penurunan 92.000 pekerjaan, status Greenback sebagai aset aman tetap menekan logam mulia.Kini investor menantikan laporan IHK Amerika Serikat pada hari Rabu untuk petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter Fed.
Minyak WTI Tembus $100 Akibat Gangguan Pasokan Timur Tengah
Harga minyak mentah WTI melonjak hingga $103,85 per barel, mencatatkan kenaikan harian sebesar 16,77% akibat eskalasi perang di Timur Tengah. Pemblokiran Selat Hormuz oleh Iran menjadi ancaman serius karena jalur tersebut melayani seperlima pengiriman minyak global.
Presiden Donald Trump menuntut penyerahan tanpa syarat dari Iran, yang meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya perang yang berkepanjangan.Pasar kini bersiap menantikan laporan stok minyak mentah dari API pada Selasa besok untuk melihat dinamika permintaan energi global.
Harga Perak Jatuh ke Level $80 Karena Tekanan Jual Masif
Harga perak (XAG/USD) mengalami tekanan jual yang besar dan jatuh ke kisaran $80,00 dengan penurunan harian mencapai 4 persen. Analisa teknikal menunjukkan potensi pelemahan lebih lanjut jika harga menembus level psikologis di bawah area dukungan $79,50.
Indikator MACD menunjukkan momentum penurunan yang kuat, sementara Relative Strength Index berada di dekat zona jenuh jual hari ini. Pemulihan harga perak membutuhkan pergerakan berkelanjutan di atas EMA 100-periode pada $84,50 untuk menetralkan bias negatif pasar.
Mojtaba Khamenei Ditunjuk Sebagai Pemimpin Tertinggi Baru Iran
Mojtaba Khamenei resmi ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan mendiang ayahnya yang tewas dalam serangan udara Amerika-Israel. Penunjukan pria berusia 56 tahun ini menandai pertama kalinya suksesi turun-temurun terjadi di Iran sejak revolusi tahun 1979.
Presiden Donald Trump menyebut suksesi tersebut tidak dapat diterima dan mengusulkan peran Amerika dalam menentukan kepemimpinan Iran. Langkah suksesi ini menegaskan bahwa kelompok garis keras masih memegang kendali penuh atas Republik Islam di tengah perang.
Yen Jepang Melemah Saat Dollar AS Mendominasi Aset Aman
Pasangan mata uang USD/JPY melanjutkan tren kenaikan hingga mencapai level 158,60 seiring tingginya permintaan Dollar sebagai lindung nilai. Pelemahan Yen terjadi di tengah kekhawatiran gangguan energi global dan naiknya ekspektasi inflasi yang menunda pemangkasan bunga.
Data ekonomi menunjukkan pendapatan tunai pekerja Jepang naik 3%, namun surplus transaksi berjalan tercatat di bawah ekspektasi pasar. Geopolitik Timur Tengah dan harga minyak yang menembus level $100 terus menjadi faktor utama yang membebani posisi mata uang Yen.
Euro Anjlok ke Level 1.1500 di Tengah Guncangan Harga Energi
Pasangan mata uang EUR/USD anjlok ke level 1,1515, menandai titik terendah baru sejak akhir tahun 2025 akibat dominasi kuat Greenback. Ketergantungan tinggi Eropa pada impor energi menjadi guncangan ekonomi serius saat harga minyak mentah dan gas melonjak drastis.
Sentimen negatif terus menghantui bursa saham global, sementara imbal hasil obligasi AS meningkat seiring revisi ekspektasi bunga Fed. Trader saat ini fokus memantau angka inflasi terbaru Amerika Serikat untuk memprediksi jalur kebijakan moneter di tengah tensi militer.
Dollar Australia Tertekan Gejolak Perang dan Data IHK China
Dollar Australia tergelincir menuju kisaran 0,6960 akibat penguatan Dollar AS di tengah gejolak perang Iran yang memasuki pekan kedua. Pasar kini menaruh perhatian pada rilis data inflasi China yang dapat mempengaruhi performa AUD sebagai mitra dagang utama.
Spekulasi mengenai kenaikan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia masih berlanjut seiring meningkatnya biaya energi dan ketidakpastian. Kontrak berjangka suku bunga menunjukkan probabilitas 22% untuk kenaikan tarif menjadi 4,10% pada pertemuan dewan RBA Maret ini.
Ingin mencoba trading Indeks dunia? Gunakan aplikasi trading terbaik dari HSB Investasi, broker forex terbaik yang teregulasi BAPPEBTI, untuk mulai trading saham Amerika seperti Nike dengan lebih percaya diri. Dengan HSB, kamu dapat memanfaatkan berbagai fitur unggulan dan promo broker forex yang membantu meningkatkan potensi profitmu. Segera buka akun aplikasi trading forex HSB dan mulailah berinvestasi dengan lebih aman dan terampil. Unduh aplikasi trading saham untuk Android dan iOS di sini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News HSB Investasi untuk informasi dan edukasi seputar trading, investasi keuangan, dan ekonomi.

