Rangkuman Berita Penting: Dolar Tekan Emas, Minyak & Forex; AUD Naik Jelang SOTU Trump

rangkuman berita ekonomi dunia hari ini

Emas Tertekan Aksi Ambil Untung Saat Dolar AS Kembali Perkasa

Harga emas (XAU/USD) mengalami penurunan tajam ke kisaran $5.140, memutus tren penguatan empat hari berturut-turut pada sesi perdagangan Rabu pagi. Koreksi ini dipicu oleh masifnya aksi ambil untung oleh para trader setelah logam mulia tersebut menyentuh rekor tertinggi bulanan di tengah penguatan nilai tukar Dolar AS. Selain itu, komentar hawkish dari pejabat Federal Reserve, Susan Collins, yang mengisyaratkan suku bunga tetap tinggi dalam waktu lama, menjadi beban tambahan bagi aset tak berimbal hasil ini.

Meskipun demikian, risiko penurunan emas diprediksi masih terbatas akibat ketidakpastian kebijakan perdagangan Presiden Trump dan memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Fokus pasar kini tertuju pada dialog nuklir antara Amerika Serikat dan Iran di Jenewa serta pidato kenegaraan Trump malam ini untuk mencari kejelasan arah kebijakan fiskal. Investor cenderung tetap waspada karena setiap tanda eskalasi militer dapat sewaktu-waktu membangkitkan kembali permintaan terhadap emas sebagai aset safe-haven.

Harga Minyak Dunia Terkoreksi Tipis Menanti Hasil Diplomasi Nuklir

Harga minyak mentah WTI dunia masih bertahan di dekat level tertinggi beberapa bulan terakhir meski mengalami koreksi sekitar 1% pada perdagangan Selasa. Minyak jenis Brent saat ini berada di kisaran $70,77 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di level $65,63 per barel. Penurunan harga ini terjadi setelah Iran memberikan sinyal kesiapan untuk menempuh jalur diplomatik guna meredakan ketegangan dengan Amerika Serikat menjelang putaran ketiga pembicaraan nuklir di Jenewa.

Sentimen pasar tetap sensitif karena analis menilai risiko gangguan pasokan di Timur Tengah belum sepenuhnya hilang meski peluang dialog meningkat. Kebijakan tarif impor AS dan kebutuhan harga struktural di atas $70 per barel untuk meningkatkan produksi juga menjadi faktor kunci yang diperhatikan pelaku industri. Dengan kombinasi risiko geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global, pergerakan harga minyak diperkirakan akan tetap fluktuatif dalam jangka pendek.

Trump Sampaikan Pidato Kenegaraan di Tengah Gejolak Politik dan Tarif 

Presiden Donald Trump dijadwalkan menyampaikan pidato kenegaraan (State of the Union) pertamanya pada masa jabatan kedua di tengah tekanan politik yang berat. Pidato ini dilakukan saat pemerintahan menghadapi penutupan sebagian (government shutdown) dan rendahnya tingkat kepuasan publik berdasarkan jajak pendapat terbaru. Trump diprediksi akan fokus pada isu “keterjangkauan” ekonomi untuk merespons frustrasi masyarakat terkait manajemen fiskal dan dampak kebijakan tarif yang sedang diperdebatkan. 

Isu paling krusial dalam pidato tersebut adalah sikap Amerika Serikat terhadap Iran, dengan laporan mengenai pertimbangan berbagai opsi militer untuk memperkuat posisi negosiasi. Selain itu, Trump diperkirakan akan tetap mendorong agenda tarif baru melalui otoritas Undang-Undang Perdagangan 1974 meskipun kebijakan sebelumnya baru saja dibatalkan oleh Mahkamah Agung. Pidato ini dipandang strategis bagi Partai Republik menjelang pemilihan paruh waktu yang tinggal sembilan bulan lagi.

Dolar AS Menguat Didorong Sinyal Hawkish Federal Reserve 

Indeks Dolar AS (DXY) terpantau bergerak naik ke level 97,88 pada sesi perdagangan pagi ini, didukung oleh pernyataan pejabat bank sentral yang cenderung berhati-hati. Presiden Fed Boston, Susan Collins, menekankan bahwa kebijakan moneter saat ini kemungkinan besar akan dipertahankan lebih lama untuk memastikan inflasi benar-benar kembali ke target. Meskipun pasar tenaga kerja menunjukkan perbaikan, risiko inflasi persisten akibat kebijakan tarif baru tetap menjadi pertimbangan utama Fed. 

Penguatan Greenback ini memberikan tekanan jual pada pasangan mata uang utama dan komoditas denominasi Dolar. Data ekonomi terbaru yang menjanjikan membuat pejabat Fed lebih sabar dan sengaja dalam menentukan langkah pemangkasan suku bunga di masa depan. Kini, para pelaku pasar menantikan rilis data makro AS lainnya dan kejelasan fiskal dari pidato Presiden Trump untuk memprediksi lintasan indeks Dolar selanjutnya.

Dolar Australia Melonjak Setelah Rilis Data Inflasi Melampaui Estimasi 

Dolar Australia (AUD) berhasil menguat terhadap Dolar AS setelah data Inflasi IHK Australia bulan Januari dilaporkan tumbuh sebesar 3,8% secara tahunan. Angka tersebut melampaui ekspektasi konsensus pasar yang memperkirakan pertumbuhan sebesar 3,7% dan tetap sama dengan angka pertumbuhan pada periode sebelumnya. Pasangan mata uang AUD/USD merespons positif data tersebut dengan kenaikan sebesar 0,23% ke level 0,7077 pada waktu pers pagi ini. 

Kenaikan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan ini memperkuat spekulasi bahwa Bank Sentral Australia (RBA) akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama. Data IHK bulanan mencatat kenaikan 0,4%, sementara indeks rata-rata tertimbang (Trimmed Mean CPI) tahunan naik menjadi 3,4%. Investor kini mencermati langkah RBA selanjutnya untuk melihat apakah inflasi yang membandel ini akan memicu respons kebijakan yang lebih agresif di masa depan.

Euro Melemah di Bawah Level 1.1800 Terbebani Sentimen Dolar 

Pasangan mata uang EUR/USD terpantau melemah ke level 1.1775 pada sesi perdagangan Asia akibat kembalinya permintaan terhadap Dolar AS. Pelemahan mata uang tunggal Eropa ini dipicu oleh pernyataan pejabat Fed yang mengisyaratkan suku bunga AS tetap bertahan di kisaran saat ini untuk waktu yang belum ditentukan. Ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan transatlantik menyusul rencana tarif baru Trump juga terus membayangi prospek pemulihan ekonomi kawasan Euro. 

Presiden ECB Christine Lagarde sebelumnya menyatakan bahwa bank sentral harus tetap gesit dan akan menentukan suku bunga berdasarkan hasil pertemuan demi pertemuan. Penundaan pemungutan suara di Parlemen Eropa terkait kesepakatan dagang dengan AS menambah tekanan bagi Euro di tengah ketidakpastian fiskal global. Pasar saat ini cenderung bersifat wait-and-see menantikan pidato kenegaraan Trump guna mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai hubungan perdagangan AS-Eropa ke depan.

Pound Sterling Tertahan di Level 1.3500 Menunggu Kepastian Bunga 

Pasangan mata uang GBP/USD cenderung bergerak datar di kisaran level 1.3500 seiring dengan sikap hati-hati Bank of England (BoE) terhadap inflasi sektor jasa. Gubernur BoE Andrew Bailey menyatakan bahwa peluang pemangkasan suku bunga pada bulan Maret masih merupakan pertanyaan terbuka karena inflasi jasa di level 4,4% masih di atas perkiraan bank sentral. Meskipun data penjualan ritel dan PMI Inggris menunjukkan ekspansi, kekhawatiran akan inflasi inti yang membandel membuat Pound sulit meraih momentum penguatan. 

Secara teknikal, GBP/USD sedang berada dalam fase konsolidasi di sekitar rata-rata pergerakan 50 hari setelah mengalami aksi jual dari level tertinggi Januari di 1.3870. Ketidakpastian mengenai tarif global baru sebesar 15% dari Amerika Serikat turut memberikan beban bagi sentimen risiko di pasar Inggris. Para pedagang kini memperhatikan rilis data ekonomi AS dan perkembangan kebijakan perdagangan untuk menentukan apakah Pound mampu menembus level resistansi 1.3600 atau justru merosot lebih dalam.

Ingin mencoba trading Indeks dunia? Gunakan aplikasi trading terbaik dari HSB Investasi, broker forex terbaik yang teregulasi BAPPEBTI, untuk mulai trading saham Amerika seperti Nike dengan lebih percaya diri. Dengan HSB, kamu dapat memanfaatkan berbagai fitur unggulan dan promo broker forex yang membantu meningkatkan potensi profitmu.  Segera buka akun aplikasi trading forex HSB dan mulailah berinvestasi dengan lebih aman dan terampil. Unduh aplikasi trading saham untuk Android dan iOS di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News HSB Investasi untuk informasi dan edukasi seputar trading, investasi keuangan, dan ekonomi.

Bagikan Artikel