Rangkuman Berita Penting: Geliat Emas dan Minyak Naik Saat Dolar Tekan Euro serta Yen

the fed chairman Jerome Powell

Emas Melonjak Akibat Ketegangan Militer AS dan Iran

Harga emas (XAU/USD) merangkak naik menuju level $4.985 pada sesi Asia Kamis seiring memanasnya hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden Donald Trump menyatakan kesiapan penggunaan kekuatan militer jika diplomasi nuklir gagal, yang langsung memicu lonjakan permintaan aset aman.

Meskipun penguatan Dolar AS sempat membatasi kenaikan, analis melihat adanya peluang beli di tengah rendahnya likuiditas pasar akibat hari libur. Kini pelaku pasar fokus menanti data klaim pengangguran dan penjualan rumah AS untuk menentukan arah pergerakan harga selanjutnya.

Minyak Mentah Memanas Gara-Gara Isu Selat Hormuz

Harga minyak mentah WTI melonjak hingga 3,4% ke level $62,20 akibat ketidakpastian negosiasi nuklir dan latihan militer Iran di Selat Hormuz. Penutupan jalur vital yang membawa 20% aliran minyak global ini menciptakan kekhawatiran disrupsi pasokan di tengah kebuntuan diplomasi Jenewa.

Secara teknikal, harga berhasil merebut kembali posisi di atas EMA 200-hari, menandakan kembalinya sentimen bullish meski stok minyak AS dilaporkan naik. Investor kini mewaspadai pertemuan OPEC+ pada April mendatang yang diprediksi akan mulai meningkatkan volume produksi global.

Pejabat Federal Reserve Buka Peluang Kenaikan Bunga 

Risalah rapat FOMC Januari menunjukkan sikap pejabat bank sentral yang lebih keras dengan membuka peluang kenaikan suku bunga jika inflasi tetap tinggi. Sebagian besar anggota sepakat untuk menahan suku bunga stabil sembari memantau perkembangan data ekonomi secara fleksibel. 

Reaksi pasar cenderung pro-Dolar karena Fed tidak terburu-buru melakukan pelonggaran moneter selama pertumbuhan ekonomi dinilai masih cukup solid. Ekspektasi pemangkasan suku bunga pun mulai bergeser ke bulan Juni, menjaga imbal hasil obligasi AS tetap kuat.

Yen Jepang Terjepit Data GDP dan Prediksi Bunga BoJ 

Pasangan USD/JPY terpantau memantul kembali ke level 153,00 setelah reli Yen mulai kehilangan momentum pasca rilis data pertumbuhan GDP yang melandai. Namun, ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan pada bulan April tetap terjaga didorong oleh saran normalisasi dari IMF. 

Harga saat ini tertahan di bawah hambatan teknis EMA 50-hari pada level 155,30 yang bertindak sebagai resistensi utama jangka pendek. Fokus selanjutnya tertuju pada rilis data inflasi konsumen nasional Jepang yang akan menjadi kunci penguatan Yen selanjutnya.

Euro Terkapar Dihantam Dolar dan Isu Internal 

ECB Euro anjlok ke level terendah dua minggu di kisaran 1.1785 akibat penguatan Dolar AS yang dipicu oleh hasil risalah rapat Fed yang hawkish. Selain faktor moneter, ketidakpastian suksesi kepemimpinan di Bank Sentral Eropa turut memberikan tekanan tambahan bagi Euro. 

Presiden ECB Christine Lagarde dikabarkan berencana mundur lebih awal untuk memberikan ruang bagi otoritas Prancis dan Jerman mencari penggantinya. Trader kini menanti rilis data PMI manufaktur Jerman dan zona Euro pada hari Jumat sebagai katalis pemulihan.

Dolar Australia Perkasa Berkat Rendahnya Pengangguran 

Dolar Australia bergerak menguat setelah angka pengangguran Januari tercatat stabil di 4,1%, lebih baik dari perkiraan pasar sebesar 4,2%. Ketatnya pasar tenaga kerja ini memperkuat argumen bagi RBA untuk tetap mempertahankan kebijakan moneter yang ketat. 

Gubernur Michele Bullock menegaskan bahwa kenaikan inflasi memberikan pilihan terbatas bagi bank sentral selain tetap melanjutkan pengetatan kebijakan. Meski demikian, penguatan AUD tetap dibayangi oleh dominasi Dolar AS yang diuntungkan oleh sentimen hawkish Fed.

Gubernur Baru RBNZ Siap Tarik Ulur Kebijakan Bunga 

Gubernur baru RBNZ, Anna Breman, menyatakan kesiapan untuk menyesuaikan kebijakan moneter jika prospek inflasi menyimpang dari target yang ditentukan. Meskipun konsumsi rumah tangga mulai naik, pertumbuhan ekonomi Selandia Baru dinilai masih cukup lemah dibandingkan pola historisnya. 

Mata uang Kiwi terpantau turun tipis ke level 0.5962 menyusul sikap waspada bank sentral terhadap perubahan perilaku penetapan harga oleh perusahaan. Breman menekankan bahwa pengetatan lebih awal akan dilakukan jika pemulihan ekonomi berjalan jauh lebih kuat.

Ingin mencoba trading Indeks dunia? Gunakan aplikasi trading terbaik dari HSB Investasi, broker forex terbaik yang teregulasi BAPPEBTI, untuk mulai trading saham Amerika seperti Nike dengan lebih percaya diri. Dengan HSB, kamu dapat memanfaatkan berbagai fitur unggulan dan promo broker forex yang membantu meningkatkan potensi profitmu.  Segera buka akun aplikasi trading forex HSB dan mulailah berinvestasi dengan lebih aman dan terampil. Unduh aplikasi trading saham untuk Android dan iOS di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News HSB Investasi untuk informasi dan edukasi seputar trading, investasi keuangan, dan ekonomi.

Bagikan Artikel