Rangkuman Berita Penting: Emas & Minyak Naik, USD Melemah di Tengah Konflik Iran

rangkuman berita ekonomi dunia hari ini

Konflik AS-Iran Kokohkan Posisi Emas di Level $5.175

Harga emas (XAU/USD) tetap stabil di kisaran $5.175 pada sesi Asia Kamis pagi karena tingginya permintaan aset aman. Ketegangan militer antara AS dan Iran yang memasuki gelombang serangan baru ke infrastruktur Teheran menjadi pemicu utama kenaikan ini. Investor kini menanti laporan klaim pengangguran AS serta pidato pejabat Fed, Michelle Bowman, untuk petunjuk kebijakan moneter selanjutnya.

Meskipun data ekonomi AS seperti ISM Services PMI menunjukkan angka kuat di 56,1, emas tetap bertahan dari tekanan Dollar AS. Risiko geopolitik yang persisten di Timur Tengah terus memberikan dukungan fundamental bagi logam mulia dalam jangka pendek. Pasar memprediksi bank sentral AS akan menahan suku bunga hingga musim panas meski ada tekanan dari Presiden Trump.

Ketegangan Selat Hormuz Dorong Minyak WTI Menuju $75

Harga minyak mentah WTI menguat selama tiga sesi berturut-turut hingga mencapai level $74,80 per barel pada Kamis pagi. Eskalasi serangan AS dan Israel ke Iran menyebabkan gangguan pasokan energi yang signifikan di wilayah Timur Tengah saat ini. Penutupan strategis Selat Hormuz yang menangani seperlima pasokan minyak global menjadi faktor krusial di balik lonjakan harga ini.

Produksi minyak Irak dilaporkan turun drastis hingga 1,5 juta barel per hari akibat hambatan ekspor dan keterbatasan penyimpanan. Analis memprediksi harga minyak bisa menyentuh angka $100 jika konflik bersenjata ini berlanjut hingga lima minggu ke depan. Sementara itu, Presiden Donald Trump menawarkan asuransi risiko dan pengawalan angkatan laut untuk menstabilkan pasar Teluk.

Harga Perak Bertahan di Atas $84 Meski Momentum Melemah

Perak (XAG/USD) menunjukkan tren positif tipis dengan bertahan di atas level $84,00 pada perdagangan sesi Asia hari Kamis. Meskipun naik lebih dari 1%, perak masih terjebak dalam rentang harga harian yang terbatas tanpa adanya aksi beli lanjutan. Bias jangka pendek terlihat agak lesu karena harga masih berada di bawah indikator rata-rata bergerak 100 jam.

Indikator RSI yang berada di bawah angka 50 memperkuat sinyal konsolidasi daripada adanya aksi jual besar-besaran di pasar perak. Dukungan awal berada di level $83,50, sementara hambatan kuat terlihat di area $86,20 yang sejajar dengan puncak harga sebelumnya. Jika harga menembus level bawah $82,00, perak berisiko bergeser dari tren naik jangka menengah yang telah terjaga.

Indeks Dollar AS Melemah Tipis Setelah Reli Tajam Sepekan

Indeks Dollar (DXY) terkoreksi sekitar 0,18% ke level 98,90 setelah sempat menyentuh angka tertinggi dalam lima minggu terakhir. Pelemahan ini terjadi seiring mendinginnya permintaan aset aman setelah reli dua persen yang dipicu konflik militer di Teluk. Meski melemah, posisi Dollar masih berada di atas rata-rata bergerak 200 hari untuk pertama kalinya sejak November.

Data ekonomi AS memberikan sinyal campuran dengan laporan tenaga kerja ADP dan PMI jasa yang melampaui ekspektasi pasar. Namun, komponen harga yang dibayarkan mulai melandai sehingga meredakan kekhawatiran inflasi berlebih di kalangan para pelaku pasar. Perhatian investor kini tertuju pada laporan klaim pengangguran Kamis malam dan data Nonfarm Payrolls pada hari Jumat.

Fed Beige Book Laporkan Pertumbuhan Ekonomi yang Beragam

Laporan Beige Book Federal Reserve periode Maret 2026 menunjukkan kondisi ekonomi Amerika Serikat yang bervariasi di seluruh distrik. Tujuh dari dua belas distrik melaporkan pertumbuhan moderat, namun jumlah wilayah yang mengalami stagnasi meningkat menjadi lima distrik. Tekanan harga dilaporkan masih meningkat secara moderat dengan kenaikan upah yang terjadi akibat kompetisi pekerja.

Mayoritas distrik tetap optimis terhadap prospek pertumbuhan ekonomi meskipun terdapat ketidakpastian akibat perang yang masih berlangsung. Di sisi lain, pejabat Fed Michelle Bowman dijadwalkan memberikan pidato penting yang sangat dinantikan oleh para pelaku pasar global. Fokus Fed saat ini terbagi antara menjaga stabilitas harga dan merespons dinamika pasar tenaga kerja yang melambat.

Mata Uang Euro Tertekan Konflik Timur Tengah di Bawah 1.1650

Pasangan EUR/USD bergerak di zona negatif sekitar level 1,1635 pada awal perdagangan sesi Asia hari Kamis ini. Penguatan Dollar AS akibat statusnya sebagai aset aman menjadi beban berat bagi mata uang Euro di tengah konflik Teluk. Serangan baru Israel ke infrastruktur militer Teheran semakin memicu perpindahan modal investor dari Euro menuju Greenback.

Pembuat kebijakan ECB, Martins Kazaks, menyarankan agar bank sentral tetap menahan suku bunga karena dampak perang yang belum pasti. Meski begitu, lonjakan harga energi memicu spekulasi bahwa ECB mungkin terpaksa menaikkan suku bunga pada akhir tahun ini. Pelaku pasar kini menanti data penjualan ritel zona euro untuk melihat ketahanan ekonomi kawasan di tengah krisis energi.

Surplus Perdagangan Australia Menyempit ke Angka 2.631M

Data terbaru Biro Statistik Australia menunjukkan surplus perdagangan bulan Januari menyempit menjadi 2.631 juta, jauh di bawah konsensus pasar. Penurunan ekspor sebesar 0,9% menjadi faktor utama, sementara angka impor justru mengalami kenaikan tipis sebesar 0,8%. Meski data kurang memuaskan, pasangan mata uang AUD/USD masih mampu diperdagangkan menguat tipis di level 0,7081.

Penguatan AUD didukung oleh sikap pasar yang mulai mengabaikan data positif ekonomi AS demi mencari peluang di mata uang komoditas. Hambatan kenaikan pertama terlihat pada level 0,7133, sementara dukungan kuat bagi pembeli berada di kisaran harga 0,7033. Jika data perdagangan mendatang membaik, AUD berpotensi menguji level psikologis 0,7200 untuk memperpanjang tren pemulihan.

Ingin mencoba trading Indeks dunia? Gunakan aplikasi trading terbaik dari HSB Investasi, broker forex terbaik yang teregulasi BAPPEBTI, untuk mulai trading saham Amerika seperti Nike dengan lebih percaya diri. Dengan HSB, kamu dapat memanfaatkan berbagai fitur unggulan dan promo broker forex yang membantu meningkatkan potensi profitmu.  Segera buka akun aplikasi trading forex HSB dan mulailah berinvestasi dengan lebih aman dan terampil. Unduh aplikasi trading saham untuk Android dan iOS di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News HSB Investasi untuk informasi dan edukasi seputar trading, investasi keuangan, dan ekonomi.

Bagikan Artikel