Rangkuman Berita Penting: Emas Rekor Lagi & Yen Melambung Saat Dolar AS Terpuruk

the fed chairman Jerome Powell

Emas Cetak Rekor Fantastis Lampaui Level $5.200

Harga emas (XAU/USD) meroket tajam hingga mencetak rekor sejarah baru di kisaran $5.220 per ons pada perdagangan Rabu ini. Penguatan ini didorong oleh pelemahan signifikan Dolar AS serta meningkatnya permintaan aset aman akibat ketidakpastian ekonomi global.

Investor kini tengah bersiap menghadapi pengumuman kebijakan suku bunga Federal Reserve yang dijadwalkan nanti malam. Selain itu, ancaman tarif dagang dan ketegangan geopolitik yang melibatkan sejumlah negara besar terus memberikan dukungan kuat bagi reli harga logam mulia.

Harga Minyak Tertekan Pulihnya Pasokan Kazakhstan

Harga minyak mentah WTI mengalami penurunan pada perdagangan Rabu pagi dengan Brent turun ke level $64,35 dan WTI ke $60,29 per barel. Pelemahan ini dipicu oleh ekspektasi pasar terhadap pemulihan produksi besar-besaran dari ladang Tengiz di Kazakhstan.

Meskipun pasokan global meningkat, gangguan produksi akibat cuaca ekstrem di Amerika Serikat dan tensi politik dengan Venezuela tetap diwaspadai analis. Pemulihan arus ekspor melalui terminal Caspian Pipeline Consortium diprediksi akan terus memberikan tekanan pada harga minyak jangka pendek.

Perak Melesat Dekati $113,50 Akibat Risiko Geopolitik

Harga perak (XAG/USD) melonjak hingga mendekati level $113,50 seiring meningkatnya permintaan aset safe-haven di tengah risiko ekonomi global. Komentar Presiden Trump mengenai nilai Dolar AS memicu aksi jual pada Greenback yang menguntungkan aset komoditas seperti perak.

Spekulasi mengenai calon pimpinan baru Federal Reserve dan ekspektasi pemotongan suku bunga di masa depan menjadi motor penggerak utama. Namun, analis memperingatkan adanya potensi aksi ambil untung setelah perak mencatatkan kenaikan lebih dari 200% secara tahunan.

Dolar AS Anjlok ke Level Terendah Sejak 2022

Indeks Dolar AS (DXY) mencatatkan hari terburuknya dengan jatuh sekitar 1,20% ke level 95,85 setelah pernyataan mengejutkan dari Presiden Donald Trump. Trump menyatakan bahwa nilai Dolar saat ini sudah “hebat”, yang justru memicu percepatan pelemahan mata uang tersebut.

Pernyataan ini memberikan lampu hijau bagi para pedagang untuk melakukan penjualan agresif terhadap Dolar di pasar global. Selain itu, laporan mengenai kemungkinan intervensi mata uang langsung oleh Departemen Keuangan AS menambah sentimen negatif bagi posisi Greenback.

FOMC Diprediksi Pertahankan Suku Bunga di Level 3,75%

Federal Reserve AS secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,50% hingga 3,75% pada pertemuan hari ini. Langkah jeda ini diambil setelah bank sentral melakukan tiga kali pemangkasan suku bunga berturut-turut pada akhir tahun lalu.

Analis memperkirakan pimpinan Fed, Jerome Powell, akan tetap bersikap hati-hati dan bergantung pada data terbaru dalam menentukan arah kebijakan masa depan. Pasar akan memantau dengan ketat konferensi pers malam ini untuk mencari petunjuk mengenai peluang pelonggaran moneter lebih lanjut.

Yen Jepang Menguat Tajam Pasca Risalah Bank of Japan

Pasangan mata uang USD/JPY jatuh lebih dari 1% ke level 152,48 setelah risalah pertemuan Bank of Japan (BoJ) mengungkapkan niat untuk terus menaikkan bunga. Para anggota dewan BoJ sepakat untuk menyesuaikan tingkat dukungan moneter jika proyeksi ekonomi dan harga mereka terwujud.

Pernyataan tersebut menunjukkan langkah pengetatan yang lebih agresif dibandingkan ekspektasi pasar sebelumnya guna menstabilkan ekonomi Jepang. Kondisi moneter diprediksi tetap akomodatif meski ada kenaikan suku bunga menuju level 0,75% dalam beberapa bulan mendatang.

Euro dan Dolar Australia Merespons Pelemahan Greenback

Mata uang Euro melonjak ke level tertinggi lima tahun di 1,2082 setelah pasar merespons negatif komentar Presiden Trump terhadap Dolar AS. Sementara itu, Dolar Australia sedikit tertahan di kisaran 0,6990 menyusul rilis data inflasi tahunan Australia yang stabil di angka 3,6%.

Kenaikan tajam Euro didukung oleh sikap bank sentral Eropa (ECB) yang memilih untuk tidak mengubah suku bunga dalam waktu dekat. Di sisi lain, inflasi Australia yang masih di atas target RBA memperkuat ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat di masa depan.

Ingin mencoba trading Indeks dunia? Gunakan aplikasi trading terbaik dari HSB Investasi, broker forex terbaik yang teregulasi BAPPEBTI, untuk mulai trading saham Amerika seperti Nike dengan lebih percaya diri. Dengan HSB, kamu dapat memanfaatkan berbagai fitur unggulan dan promo broker forex yang membantu meningkatkan potensi profitmu.  Segera buka akun aplikasi trading forex HSB dan mulailah berinvestasi dengan lebih aman dan terampil. Unduh aplikasi trading saham untuk Android dan iOS di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News HSB Investasi untuk informasi dan edukasi seputar trading, investasi keuangan, dan ekonomi.

Bagikan Artikel