Rangkuman Berita Penting: Sentimen Global Positif Emas dan AUD Naik Minyak Tertekan
Harga Emas Melanjutkan Reli Akibat Pelemahan Dolar AS dan Borong Bank Sentral
Harga emas (XAU/USD) menguat pada pembukaan sesi Asia hari Senin setelah sebelumnya ditutup melonjak signifikan mencapai $4.966,13 per troy ons. Penguatan ini didorong oleh pelemahan indeks Dolar AS serta aksi beli Bank Sentral China yang terus menambah cadangan emasnya selama 15 bulan berturut-turut. Permintaan kuat dari konsumen emas terbesar dunia ini menjadi pilar utama penyokong harga di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pasar saat ini juga mencermati kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve yang memberikan tekanan tambahan bagi Dolar AS dan menopang aset berdenominasi hijau. Fokus para trader kini tertuju pada rilis laporan ketenagakerjaan AS yang tertunda sebagai panduan arah kebijakan moneter selanjutnya. Meski dibayangi ketegangan geopolitik antara AS dan Iran, emas tetap menjadi pilihan utama aset lindung nilai yang diuntungkan oleh kondisi pasar saat ini.
Harga Minyak WTI Tertekan Sinyal Diplomasi AS-Iran Meski Dibayangi Sanksi Baru
Harga minyak mentah WTI mengawali pekan dengan nada melemah setelah berakhirnya perundingan nuklir tidak langsung antara AS dan Iran yang dinilai positif. Langkah diplomatik ini meredakan kekhawatiran akan gangguan pasokan energi di Timur Tengah meski harga sempat memantul dari level terendah sesi Asia. Penutupan perdagangan sebelumnya mencatat kenaikan tipis minyak di angka $63,466 per barel sebelum sentimen perdamaian mulai mendominasi pasar.
Namun, potensi penurunan harga lebih lanjut tertahan oleh pengumuman sanksi baru AS terhadap perdagangan minyak dan petrokimia Iran. Di sisi lain, pelemahan Dolar AS membantu menjaga minat beli tetap ada di tengah upaya pasar menyeimbangkan risiko pasokan dari pusat energi global. Pelaku pasar kini cenderung menunggu konfirmasi lanjutan dari hasil pertemuan diplomatik berikutnya sebelum mengambil posisi baru untuk kelanjutan koreksi harga.
Harga Silver Bertahan Stabil di $80.50 Menjelang Rilis Data Ketenagakerjaan AS
Harga perak (XAG/USD) mempertahankan kenaikannya di sekitar level $80,80 per troy ons selama sesi Asia pada hari Senin ini. Kenaikan ini didorong oleh sikap hati-hati para trader menjelang rilis laporan stabilisasi pasar tenaga kerja AS yang dijadwalkan pada hari Rabu mendatang. Perak sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi mendapatkan momentum tambahan dari perkembangan politik internasional dan ekspektasi kebijakan fiskal di Jepang.
Kemenangan koalisi pemerintah dalam pemilu Jepang turut memperkuat ekspektasi kebijakan fiskal ekspansif yang dapat mendorong ekspektasi inflasi global. Meskipun ada upaya peredaan ketegangan antara AS dan Iran, permintaan aset aman pada perak tetap resilien karena Tehran menolak penghentian pengayaan nuklir. Hal ini menciptakan dasar dukungan yang kuat bagi harga perak di tengah spekulasi pemangkasan suku bunga Fed yang diprediksi terjadi pada Juni nanti.
Perkembangan Konflik AS-Iran: Langkah Diplomatik Maju di Tengah Ancaman Trump
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menilai pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat di Oman sebagai sebuah langkah maju bagi hubungan kedua negara. Meskipun suasana pertemuan dinilai positif, pihak Iran tetap menegaskan bahwa mereka menolak segala bentuk intimidasi dan ancaman selama proses dialog berlangsung. Keberhasilan jalur diplomatik ini diharapkan dapat meredakan ketegangan geopolitik yang selama ini menekan stabilitas pasar energi dan keamanan global.
Donald Trump menyatakan bahwa pertemuan lanjutan akan segera digelar minggu ini namun memberikan peringatan keras akan konsekuensi berat jika kesepakatan gagal dicapai. Saat ini, keberlanjutan negosiasi sangat bergantung pada konsultasi internal di Washington dan Tehran untuk menyatukan visi tanpa adanya ancaman sepihak. Pasar terus mencermati dinamika ini karena kesepakatan final dapat mempengaruhi permintaan aset aman dan fluktuasi harga komoditas utama dunia.
Pasangan EUR/USD Mendaki ke 1.1835 Akibat Melemahnya Dominasi Dolar AS
Pasangan mata uang EUR/USD membangun momentum penguatan ke area resistensi 1.1830-1.1835 pada awal perdagangan pekan baru ini. Kenaikan ini didukung oleh aksi jual lanjutan pada Dolar AS setelah kekhawatiran konflik di Timur Tengah mulai menunjukkan tanda-tanda mereda. Perbedaan prospek kebijakan moneter antara Federal Reserve dan Bank Sentral Eropa (ECB) menjadi pendorong utama penguatan mata uang Euro terhadap Greenback.
Para trader saat ini memperhitungkan kemungkinan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga oleh Fed pada tahun 2026 berdasarkan data tenaga kerja yang melemah. Sementara itu, ECB tetap mempertahankan suku bunga stabil karena pertumbuhan ekonomi zona euro yang dinilai secara mengejutkan masih cukup tangguh. Fokus pasar kini beralih sepenuhnya pada laporan ketenagakerjaan bulanan AS (NFP) yang akan menentukan arah pergerakan Dollar dalam jangka pendek.
Pejabat Jepang Awasi Ketat Pergerakan Yen di Tengah Kekhawatiran Volatilitas FX
Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara menyatakan kekhawatirannya terhadap pergerakan nilai tukar mata uang yang bersifat sepihak dan terlalu cepat di pasar. Beliau menekankan bahwa pemerintah memantau volatilitas pasar valuta asing dengan tingkat urgensi yang sangat tinggi demi menjaga stabilitas ekonomi. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas fluktuasi Yen yang dianggap tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Jepang secara akurat saat ini.
Diplomat mata uang utama Jepang, Atsushi Mimura, juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan dialog dengan pelaku pasar guna meredam aksi spekulasi. Meskipun menolak berkomentar pada level harga tertentu, pemerintah Jepang siap mengambil langkah tegas jika pergerakan satu arah ini terus berlanjut. Saat ini pasangan USD/JPY terpantau bergerak turun sekitar 0,16% ke level 156,85 merespons komentar serius dari para pejabat tersebut.
AUD/USD Tembus Level 0.7000 Terdorong Sikap Hawkish Bank Sentral Australia
Pasangan AUD/USD berhasil naik di atas level psikologis 0,7000 berkat optimisme investor terhadap pemulihan ekonomi dan sentimen risiko global yang membaik. Mata uang Australia yang sensitif terhadap risiko mendapatkan dukungan dari meredanya kekhawatiran pasar terhadap gangguan di industri teknologi dunia. Selain itu, pergerakan ini didukung oleh nada tegas dari Gubernur RBA Michele Bullock mengenai perlunya kebijakan moneter yang lebih ketat di masa mendatang.
Bullock menyatakan bahwa kapasitas ekonomi saat ini lebih terbatas dari perkiraan sehingga pertumbuhan permintaan perlu diredam agar tidak melampaui kemampuan pasokan. Meskipun data pengeluaran rumah tangga bulan Desember menunjukkan kontraksi mengejutkan sebesar 0,4%, prospek suku bunga tinggi tetap menopang posisi Aussie. Para trader kini menaruh perhatian pada rilis data tenaga kerja AS yang tertunda untuk melihat peluang penguatan lanjutan mata uang komoditas ini.
Ingin mencoba trading Indeks dunia? Gunakan aplikasi trading terbaik dari HSB Investasi, broker forex terbaik yang teregulasi BAPPEBTI, untuk mulai trading saham Amerika seperti Nike dengan lebih percaya diri. Dengan HSB, kamu dapat memanfaatkan berbagai fitur unggulan dan promo broker forex yang membantu meningkatkan potensi profitmu. Segera buka akun aplikasi trading forex HSB dan mulailah berinvestasi dengan lebih aman dan terampil. Unduh aplikasi trading saham untuk Android dan iOS di sini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News HSB Investasi untuk informasi dan edukasi seputar trading, investasi keuangan, dan ekonomi.

