Home Analisa Teknikal Forex 3 Cara Membaca Indikator Momentum bagi Investor Pemula

3 Cara Membaca Indikator Momentum bagi Investor Pemula

by HSB
0 comment

Indikator momentum merupakan hal penting yang harus digunakan dalam melakukan analisis teknikal pada kegiatan trading. Hal ini dikarenakan indikator dapat membantu trader memahami hasil analisis lebih tajam. 

Sebelum mulai melakukan trading, sebaiknya kamu mengetahui informasi lengkap mengenai indikator momentum agar dapat menganalisis pergerakan harga dengan tepat. Simak pengertian, fungsi, dan, cara membaca indikator momentum dalam artikel ini.

Apa Itu Indikator Momentum?

Indikator momentum dalam trading adalah indikator utama yang digunakan sebagai penentu kekuatan atau kelemahan harga forex pada pasar trading. Penggunaan indikator momentum juga menjadi alat untuk menunjukkan tren pergerakan harga baik naik maupun turun. Di dalamnya, terdapat garis 100 yang menjadi penanda pergerakan harga. 

Ketika indikator bergerak menjauh dari garis tersebut dan membuat pola tanda panah ke arah bawah, ini menandakan bahwa tren harga saham akan menurun. Sebaliknya, ketika harga berada pada garis 100 dan terus bergerak naik, maka pada titik ini kamu dapat mulai bersiap untuk mengambil keuntungan dengan menjual portofolio yang dimiliki. 

Indikator momentum pada analisis teknikal dapat membantu mengumpulkan data pergerakan harga periode sebelumnya, kemudian disajikan dalam bentuk garis maupun titik. Indikator momentum mengukur kecepatan dan besarnya perubahan harga dari waktu ke waktu. Secara singkat, dapat dikatakan bahwa indikator momentum naik saat tren kuat dan turun saat tren lemah.

Baca juga: Mengenal 12 Jenis Chart Pattern Lengkap Untuk Pemula

Fungsi Indikator Momentum

Tidak hanya satu, indikator momentum memiliki beberapa fungsi dalam dunia trading forex. Untuk mengenal berbagai fungsinya lebih lanjut, berikut merupakan penjelasan lengkapnya:

1. Menentukan Tingkat Pergerakan Harga

Indikator momentum mampu memberikan pemahaman mengenai besaran kenaikan maupun penurunan nilai portofolio dan menemukan titik balik harga forex setelah mengalami pergerakan naik maupun turun yang signifikan. 

2. Menentukan Strategi

Indikator momentum juga berfungsi untuk membantu investor menerapkan berbagai metode perdagangan yang cocok untuk digunakan di pasar saham. Baik untuk investor jangka pendek yang menginginkan umpan balik instan tentang proses jual beli saham, serta investor jangka panjang yang menginginkan pendapatan stabil dari waktu ke waktu.

Indikator ini digunakan untuk menemukan sinyal trading terbaik, namun kamu harus sangat berhati-hati saat menggunakannya. 

3. Digunakan Bersamaan dengan Moving Average

Interaksi antara moving average dan indikator momentum ini dapat memberikan nilai maksimal pada portofolio trading, terutama ketika menggunakan broker trading berupa aplikasi untuk menentukan pergerakan saham saat ini.

Penggunaan indikator momentum dan moving average pada broker trading umumnya dapat dilakukan melalui sebuah fitur pada broker trading yang tersedia. Sehingga, trader menjadi lebih tahu langkah yang harus diambil saat grafik indikator berada di atas maupun di bawah Moving Average

Contoh Indikator Momentum

Contoh Indikator Momentum

Setelah mengetahui fungsi dan pengertiannya, terdapat beberapa contoh indikator momentum yang banyak digunakan oleh trader profesional. Berikut merupakan contoh indikator momentum yang dapat Anda coba:

1. Moving Average Convergence Divergence (MACD)

Moving average convergence divergence atau biasa disebut MACD adalah salah satu indikator momentum paling akurat yang menggabungkan indikator momentum dengan moving average dan menggunakan tren dari momentum average atau MA. Sebagai contoh, EMA 12 dan EMA 26. Cara penggunaan indikator momentum MACD dapat dilakukan dengan melihat garis satuan, garis MACD, serta histogram MACD. 

2. Relative Strength Index (RSI)

RSI atau relative strength index adalah indikator momentum yang cukup populer di kalangan trader dan merupakan osilator yang melacak tingkat perubahan harga pada grafik dengan nilai dari 0 hingga 100. 

Situasi dapat dikatakan overbought ketika nilai RSI menunjukkan indikator di atas 70. RSI juga mampu memprediksi tren yang akan terjadi selanjutnya baik naik maupun turun lebih cepat daripada indikator lainnya.

Indikator momentum RSI digunakan dengan membaca grafik di mana nilai ditampilkan. Pembacaan RSI di atas 50 menunjukkan momentum tren naik atau harga bullish. Sedangkan angka di bawah 50 menunjukkan akselerasi atau harga bearish.

Baca juga: 6 Cara Trading yang Simple Tapi Untung Bagi Pemula

3 Cara Menggunakan Indikator Momentum

3 Cara Menggunakan Indikator Momentum

Secara umum, terdapat 3 cara untuk menggunakan indikator momentum dalam aktivitas trading terutama forex. Adapun cara menggunakan indikator momentum yang harus kamu ketahui adalah:

1. Menentukan Arah Tren 

Ketika kurva indikator momentum bergerak melintasi level 100 dari bawah ke atas, maka harga bergerak akan cenderung menunjukkan bullish. Sebaliknya, ketika garis bergerak melintasi level 100 dari atas ke bawah, maka harga bergerak akan cenderung bearish

Untuk menyaring arah tren untuk mendapatkan momentum masuk ke pasar forex dengan probabilitas tinggi, kamu dapat menggunakan indikator Simple Moving Average atau sering disebut dengan SMA.

2. Indikator Pergerakan Arah Tren

Indikator Momentum dapat memperlihatkan tingkatan overbought dan oversold yang sama seperti RSI. Namun, sebab area tingkat overbought dan oversold sedikit sulit untuk ditentukan, maka harus dibuat beberapa kemungkinan mengenai kondisi pasar yang mungkin akan bergerak secara ekstrim. 

Saat indikator Momentum telah memasuki level tertinggi maupun terendah, trader harus memiliki keyakinan dan pemikiran bahwa arah tren akan berlanjut seperti sebelumnya hingga harga terjadi perubahan pergerakan harga. 

Baca juga: 6 Setting Indikator Moving Average Trading Terbaik dan Paling Akurat

3. Melihat Tanda Melalui Divergensi

Indikator momentum membantu mengidentifikasi divergensi bullish dan divergensi bearish. Jika grafik sedang mengalami divergensi bullish, satu-satunya langkah yang dapat diambil adalah melakukan pembelian. Di sisi lain, apabila harga menunjukkan divergensi bearish, kamu harus bersiap untuk melakukan penjualan untuk mengambil keuntungan. 

Divergensi bullish menunjukkan pembalikan tren dari bearish ke bullish ketika aksi harga menunjukkan titik terendah dari harga terendah sebelumnya dan indikator momentum menunjukkan titik terendah yang lebih tinggi dari harga terendah sebelumnya. 

Sedangkan divergensi bearish menunjukkan pembalikan tren dari bullish ke bearish dengan pergerakan harga tertinggi sebelumnya sedangkan indikator momentum menunjukkan harga tertinggi yang lebih rendah dari harga tertinggi sebelumnya. 

Baca juga: Mengenal Divergence Forex dan Tips Tradingnya

Jadi, itulah 3 cara membaca indikator momentum dalam pasar forex. Apakah kamu sudah memahami apa itu indikator momentum? Apabila membutuhkan pengetahuan lebih lanjut mengenai dunia trading forex, saham, dan komoditas, kamu dapat mengikuti trading seminar yang diselenggarakan oleh HSB. 

HSB merupakan broker trading tepercaya dengan tingkat spread yang rendah dan layanan pembelian cepat. Tunggu apa lagi? Kunjungi HSB sekarang juga untuk berbagai kemudahan trading beserta informasi yang membantu kamu menjadi trader profesional.

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

Quick Links
HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288