Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading
store google
Ini Tips Mengeksekusi Strategi Average Down

Pernah kamu mendengar kata average down? Biasanya istilah ini terdapat pada investasi di dalam pasar saham. Average down adalah strategi trading saham dimana investor membeli lebih banyak saham dari sebuah perusahaan pada harga yang lebih rendah setelah harga saham turun.

Selain istilah average down adanya juga yang namanya average up. Kedua istilah ini merupakan suatu strategi yang dipakai investor dalam memperkecil suatu persentase kerugian  atau bahkan memperbesar keuntungan. Lalu, apa saja keuntungan dan bagaimana cara melakukan average down ini? Yuk, simak selengkapnya!

Keuntungan Menggunakan Strategi Average Down

Average down adalah cara untuk mengurangi risiko kamu. Alih-alih membeli semua saham sekaligus dan berharap harganya naik dan membeli beberapa saham dengan harga saat ini, lalu membeli lagi jika harganya turun. 

Dengan cara ini, meskipun sahamnya tidak naik terlalu banyak, kamu masih akan mendapatkan lebih banyak saham daripada jika membeli semuanya sekaligus.

Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa average down bisa sulit dilakukan tanpa terlalu berlebihan. Jika kamu menghitung rata-rata harga saham yang telah turun secara signifikan, mungkin perlu waktu lama untuk pulih.

Sehingga, cukup bagi kamu untuk mencapai titik impas atau menghasilkan uang dari saham tambahan selama jangka waktu tersebut. Hitung ROI kamu dengan menggunakan kalkulator untung/rugi saham untuk menentukan tingkat persentase pengembalianmu.

Jika kamu menggunakan strategi ini, tentu saja harus mengetahui dengan baik dari pergerakan harga saham. Layaknya suatu strategi memiliki kelemahan dan keuntungan. Sehingga, keuntungan yang kamu dapatkan menggunakan strategi average down adalah:

1. Mengurangi Rata-Rata Harga Beli Saham

Salah satu keuntungan menggunakan strategi Average Down adalah memungkinkan investor untuk mengurangi rata-rata harga beli saham mereka. 

Strategi ini melibatkan pembelian tambahan saham ketika harga turun, sehingga membantu investor membeli saham pada harga yang lebih rendah dan mengurangi rata-rata harga beli mereka.Ini dapat membantu meningkatkan potensi keuntungan jika harga saham naik kembali di masa depan.

2. Memperbesar Potensi Keuntungan Jangka Panjang

Salah satu manfaat utama menggunakan strategi Average Down adalah berpotensi menurunkan biaya rata-rata per lembar saham. Ini karena dengan membeli lebih banyak saham dengan harga lebih rendah, sehingga investor dapat mengurangi biaya keseluruhannya. 

Hal ini dapat mengakibatkan potensi keuntungan jangka panjang yang lebih tinggi jika harga saham naik di masa depan. Selain itu, penggunaan strategi ini juga dapat membantu mengurangi dampak fluktuasi harga jangka pendek pada portofolio investor.

3. Mengurangi Risiko

Mengurangi risiko adalah salah satu keuntungan dari menggunakan strategi average down. Dengan membeli saham pada harga yang lebih rendah, investor dapat memperkecil risiko kerugian jika harga saham terus turun. Ini karena rata-rata harga beli saham menjadi lebih rendah, sehingga potensi kerugian juga lebih kecil. Kamu bisa memulai investasi saham bersama HSB Investasi. 

HSB Investasi memiliki fitur yang berbeda dari broker lainnya. Mereka menawarkan pelatihan trading saham guna mengedukasi trader pemula karena banyak sekali strategi dan analisa teknikal di dalamnya yang dapat kamu gunakan ke dalam akunmu.

Berinvestasi dengan HSB Investasi menumbuhkan suasana lebih nyaman dengan fitur all in one karena ramah pengguna kapanpun dan dimanapun kamu dapat meraih keuntungan dalam genggaman!

Aplikasinya juga mudah digunakan dengan adanya video tutorial, CS online 24 jam dan buku panduan akan membantu kamu dalam memulai trading tanpa harus khawatir karena tidak memahami cara menggunakannya.

Selain itu, HSB Investasi merupakan broker forex tepercaya, aman dan sudah memiliki izin resmi dari BAPPEBTI. Raih keuntungan dengan cara registrasikan akunmu dan download aplikasinya.

4. Mengurangi Emosi

Mengurangi Emosi Dalam Trading

Average down dapat membantu mengurangi emosi trading karena membantu trader untuk fokus pada target jangka panjang dan memperkecil dampak kerugian sementara. 

Alokasi dana secara berkala membantu trader untuk mengatasi rasa takut dan panik saat harga saham turun, membantu mereka untuk tetap fokus pada rencana investasi jangka panjang dan menghindari tindakan impulsive yang mungkin merugikan.

Kerugian Menggunakan Strategi Average Down

Selain keuntungan yang didapatkan, strategi average down ini juga memiliki kerugian loh, diantaranya:

1. Resiko Menambah Posisi Saham Merugi

Salah satu kerugian dari menggunakan strategi average down adalah resiko menambah posisi saham yang merugi. Jika harga saham terus turun setelah membeli lebih banyak saham, maka akan menambah kerugian yang dialami dan memperburuk situasi keuangan. 

Selain itu, menambah posisi saham yang sedang merugi berarti mempertahankan lebih banyak uang pada saham tersebut. Jika harga saham terus turun, kerugian yang diperoleh akan semakin besar dan mungkin mempengaruhi portofolio secara keseluruhan

Oleh karena itu, menambah posisi saham yang merugi membutuhkan keyakinan dan pemahaman yang baik tentang pasar dan saham tertentu.

2. Memerlukan Dana yang Cukup Besar

Menambah posisi saham yang merugi membutuhkan dana dan waktu yang lebih banyak dibandingkan dengan membeli saham dalam jumlah besar dari awal. Strategi ini bisa memerlukan tambahan dana jika harga saham terus turun dan membutuhkan waktu untuk memantau pergerakan harga saham dan melakukan transaksi tambahan.

Contoh Penggunaan Strategi Average Down

Contoh Penggunaan Strategi Average Down

Contoh 1: 

Penggunaan strategi average down biasanya dilakukan dengan cara menambah posisi saham yang sedang merugi dengan harga yang lebih rendah. Misalnya, seorang investor membeli saham sebanyak 100 lembar pada harga Rp 10.000. Namun, harga saham tersebut turun menjadi Rp 9.000. 

Dalam hal ini, investor tersebut dapat menambah posisi sahamnya sebanyak 100 lembar lagi pada harga Rp 9.000 sehingga rata-rata harga beli sahamnya menjadi Rp 9.500 per lembar. Dengan demikian, jika harga saham kembali naik, potensi keuntungan investor akan lebih besar.

Contoh 2: 

Kamu ingin membeli saham Y di harga Rp350 per lembar dengan 390 lot. 

Beberapa jam kemudian, harga saham bergerak turun menjadi Rp300 per lembarnya. Sehingga, kamu membelinya lagi dengan jumlah 800 lot.

Beberapa hari setelahnya, harga saham tersebut terus bergerak turun lagi ke harga Rp380 dan membelinya kembali dengan nilai 290 lot dan di hari selanjutnya harga sama ini melonjak naik sehingga menghasilkan keuntungan besar.

Cara Menghitung Average Down Saham

Cara Menghitung Average Down Saham

Cara menghitung average down saham, pertama-tama harus mengetahui harga beli saham yang pertama. Kemudian, jika ingin melakukan average down, harus melakukan pembelian saham lagi pada harga yang lebih rendah dari harga beli sebelumnya. 

Rata-rata harga beli saham dapat ditemukan dengan menjumlahkan harga beli saham yang pertama dan kedua, kemudian dibagi dengan jumlah saham yang dimiliki. Formula untuk menghitung average down saham adalah:

Average down: Harga Beli Saham Pertama + Harga Beli Saham Kedua) ÷ Jumlah Saham yang Dimiliki.

Contoh penghitungan average down saham dapat dilakukan dengan menghitung rata-rata harga beli saham setelah menambah posisi saham yang merugi. Misalnya, jika kamu membeli saham sebanyak 100 saham pada harga $10 per saham, maka total harga beli adalah $1000. 

Jika harga saham turun menjadi $9, kamu memutuskan untuk menambah posisi saham dengan membeli 100 saham lagi. Total harga beli kedua adalah $900. 

Rata-rata harga beli saham setelah menambah posisi adalah $950 ($1000 + $900) / 200 saham= 5,25 per lembar

DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan hanya sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Artikel Lainnya

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Mulai Pengalaman Trading Terbaik