Home Saham Pengertian Saham Blue Chip

Pengertian Saham Blue Chip

by HSB
0 comment

Saham blue chip adalah salah satu istilah yang ada dalam dunia investasi di pasar saham. Investasi saham sendiri sudah sangat meningkat peminatnya di Indonesia berkat adanya platform yang memungkinkan transaksi jual beli saham secara online.

Akibat meningkatnya jumlah orang yang melakukan investasi maupun transaksi jual beli saham di Indonesia, stock market yang ada di Indonesia pun ikut meningkat. Nah, secara sederhana, saham blue chip ini adalah saham dari sebuah perusahaan yang populer dan menjadi favorit banyak orang.

Nah, jika kamu ingin berinvestasi di instrumen saham, tidak ada salahnya jika kamu mempelajari apa itu saham blue chip secara lebih dalam. Yuk simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Pengertian Saham Blue Chip

Menurut Bursa Saham New York atau New York Stock Exchange, saham blue chip adalah saham lapis satu dari sebuah perusahaan yang memiliki reputasi tingkat nasional di negara tersebut. Selain itu, saham blue chip memiliki kapitalisasi pasar yang besar dan persentase keuntungan yang tinggi dalam berbagai situasi ekonomi, baik di kala buruk maupun di kala baik.

Dengan kata lain, saham blue chip juga dapat diartikan sebagai saham papan atas yang memiliki kapitalisasi pasar yang sangat besar dan banyak diperdagangkan. Selain itu, saham blue chip juga biasanya menjadi market leader atau pemimpin pasar di industrinya.

Istilah dari blue chip sendiri diambil dari sebuah permainan kartu, yaitu poker. Di dalam permainan poker, terdapat chip yang memiliki warna berbeda-beda, seperti biru, merah, dan putih, untuk melakukan bet. Nah, kepingan chip berwarna biru itu adalah kepingan chip yang paling tinggi nilainya. Pada sekitar tahun 1920-an awal, Oliver Gingold mulai menggunakan istilah blue chip untuk saham yang memiliki harga fantastis. Sejak saat itu, istilah blue chip stocks atau saham blue chip mulai digunakan sampai saat ini.

Mengapa saham blue chip mahal? Seperti namanya, saham blue chip merupakan saham dengan nilai tertinggi di industrinya. Namun walaupun mahal, saham blue chip ini memiliki risiko kerugian yang lebih rendah dibandingkan dengan saham lainnya. Seperti kata pepatah, ada uang ada barang.

Baca juga: Strategi Diversifikasi Investasi dan Manfaatnya

Perbedaan Saham Blue Chip dan LQ45

Perbedaan saham blue chip dengan LQ45 seringkali membuat investor pemula bingung dan bertanya-tanya. Hal ini dikarenakan kedua indeks saham yang tercatat di BEI tersebut seringkali dianggap sama, tetapi pada kenyataannya kedua indeks saham tersebut memiliki perbedaan.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, saham blue chip adalah saham dari sebuah perusahaan yang sudah memenuhi lima kriteria tertentu, yaitu: 1) Pemimpin di sektor industrinya, 2) Memiliki kinerja yang solid, 3) Memiliki nilai kapitalisasi yang besar, 4) Memiliki dividen yang konsisten, dan 5) Ramai diperdagangkan oleh publik.

Sementara itu, indeks LQ45 kumpulan dari saham-saham terbaik yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan terdiri dari 45 yang memenuhi kriteria tertentu, yaitu:

  1. termasuk dalam 60 perusahaan teratas dengan kapitalisasi pasar tertinggi dalam 12 bulan terakhir;
  2. termasuk dalam 60 perusahaan teratas dengan nilai transaksi tertinggi di pasar reguler dalam 12 bulan terakhir;
  3. telah tercatat di Bursa Efek Indonesia minimal 3 bulan;
  4. memiliki kondisi keuangan, prospek pertumbuhan, dan nilai transaksi yang tinggi; dan
  5. mengalami peningkatan bobot free float menjadi 100% dari sebelumnya hanya 60% pada porsi penilaian.

Indeks LQ45 sendiri dihitung setiap enam bulan sekali oleh Divisi Riset Bursa Efek Indonesia untuk diberikan benchmark atau peringkat.

5 Kriteria Saham Blue Chip

5 Kriteria Saham Blue Chip

Untuk dianggap sebagai saham blue chip, sebuah perusahaan harus memenuhi kriteria tertentu terlebih dahulu. Apa saja sih ciri-ciri saham blue chip?

  • Pemimpin di Sektor Industrinya

Ciri-ciri dari perusahaan yang memiliki jenis saham blue chip adalah perusahaan tersebut merupakan pemimpin di sektor industrinya. Produknya mungkin sudah terkenal baik secara nasional maupun internasional, sehingga pasti sudah beroperasi puluhan tahun.

  • Kinerja Perusahaan Solid

Ciri-ciri perusahaan yang memiliki saham blue chip selanjutnya adalah memiliki track kinerja perusahaan yang solid. Misalnya seperti konsisten menghasilkan keuntungan, memiliki produk berkualitas tinggi, dan dicinta oleh masyarakat. Dengan kata lain, perusahaan yang memiliki saham blue chip adalah perusahaan yang tidak mudah goyah dan bangkrut meskipun perekonomian sedang krisis.

  • Memiliki Nilai Kapitalisasi yang Besar

Ciri-ciri pertama dari perusahaan yang memiliki saham blue chip adalah memiliki nilai kapitalisasi yang besar. Nilai kapitalisasi sendiri adalah harga jual sebuah perusahaan secara utuh. Untuk perusahaan dengan saham blue chip, setidaknya harus memiliki nilai kapitalisasi di atas Rp40 triliun.

Untuk penggolongannya sendiri, biasanya ketika nilai kapitalisasi sebuah perusahaan sudah mencapai di atas Rp10 triliun ke atas, maka saham dari perusahaan tersebut sudah termasuk ke dalam golongan lapis satu. Sementara untuk perusahaan dengan nilai kapitalisasi diantara Rp500 miliar hingga Rp10 triliun, saham dari perusahaan tersebut masuk sebagai saham lapis dua. Kemudian, untuk perusahaan yang nilai kapitalisasinya di bawah Rp500 miliar, makan akan dikategorikan ke dalam saham lapis tiga.

  • Memiliki Dividen yang Konsisten

Memiliki dividen yang konsisten merupakan ciri-ciri lainnya dari perusahaan yang memiliki saham blue chip. Dividen sendiri adalah keuntungan yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan yang kemudian diberikan kepada pemegang saham dalam jangka waktu 10 tahun secara konsisten.

Setiap tahun perusahaan memberikan keuntungan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan para pemegang saham tersebut. Hal inilah yang membuat saham sebuah perusahaan layak dikategorikan sebagai saham blue chip.

  • Ramai Diperdagangkan

Banyak investor, baik individu maupun institusi, memiliki dan memperdagangkan saham-saham unggulan ini. Di Indonesia sendiri, saham-saham yang masuk dalam kategori blue chip juga selalu masuk daftar teraktif di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan masuk ke dalam indeks LQ45.

Baca juga: Pengertian dan Jenis-Jenis Chart Pattern Saham

3 Keuntungan Membeli Saham Blue Chip

Saham blue chip bisa menjadi pilihan terbaik bagi kamu yang baru mulai terjun ke dalam trading atau investasi saham. Menurut Forbes, setidaknya ada tiga keuntungan yang bisa kamu dapatkan jika membeli saham blue chip dibanding saham lainnya, yaitu:

  • Stabilitas

Saham blue chip berarti perusahaan yang menjual saham tersebut telah beroperasi sejak lama. Jadi, saham blue chip biasanya mampu bertahan dan terus memberikan pengembalian. Berbeda dengan saham dari perusahaan yang lebih kecil dan lebih baru, mereka kemungkinan masih berjuang untuk mengatasi resesi dan perubahan pasar

  • Dividen

Saham blue chip biasanya membayar dividen, artinya kamu dapat menerima pendapatan tetap dari saham tersebut. Oleh karena itu, investasi saham blue chip sangat cocok untuk kamu yang ingin mendapatkan tambahan.

  • Usaha Minimal

Berbeda dengan saham lainnya, saham blue chip tidak akan mengalami begitu banyak fluktuasi. Jadi, kamu tidak perlu melakukan banyak pengawasan dan manajemen. Jika kamu adalah seorang investor pasif yang hanya ingin “datang, beli, dan lupakan,” saham blue chip merupakan pilihan terbaik.

10 Rekomendasi Saham Blue Chip di Bursa Efek Indonesia

Nah, di Indonesia sendiri, ada setidaknya 45 perusahaan yang memiliki saham blue chip di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ke-45 perusahaan dengan saham blue chip tersebut lebih sering dikenal dengan sebutan indeks LQ45.

10 Rekomendasi Saham Blue Chip di Indonesia

Saham blue chip 2022 apa saja? Berikut ini adalah beberapa rekomendasi saham blue chip yang ada di Indonesia:

  1. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA)
  2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI)
  3. PT Astra International Tbk. (ASII)
  4. PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR)
  5. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS)
  6. PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR)
  7. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM)
  8. PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA)
  9. PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI)
  10. PT  Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF)

Daftar di atas merujuk pada data BEI (per September 2021) berdasarkan nilai kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun.

25 Contoh Saham Blue Chip di Luar Negeri

Berikut ini adalah beberapa contoh perusahaan yang memiliki saham blue chip di luar negeri:

  1. Apple (NASDAQ:AAPL)
  2. Berkshire Hathaway (NYSE:BRK.A) (NYSE:BRK.B)
  3. Coca-Cola (NYSE:KO)
  4. Johnson & Johnson (NYSE:JNJ)
  5. American Express (NYSE:AXP)
  6. Microsoft (NASDAQ:MSFT)
  7. McDonald’s (NYSE:MCD)
  8. Starbucks (NASDAQ:SBUX)
  9. AbbVie (NYSE:ABBV)
  10. Intel (NASDAQ:INTC)
  11. 3M (NYSE:MMM)
  12. Enbridge (NYSE:ENB)
  13. Lockheed Martin (NYSE:LMT)
  14. Procter & Gamble (NYSE:PG)
  15. JPMorgan Chase (NYSE:JPM)
  16. Mastercard (NYSE:MA)
  17. Walmart (NYSE:WMT)
  18. Caterpillar (NYSE:CAT)
  19. UnitedHealth Group (NYSE:UNH)
  20. Cisco Systems (NASDAQ:CSCO)
  21. Home Depot (NYSE:HD)
  22. Merck (NYSE:MRK)
  23. Verizon Communications (NYSE:VZ)
  24. Goldman Sachs (NYSE:GM)
  25. Boeing (NYSE:BA)

Perusahaan-perusahaan di atas telah memenuhi semua kriteria dari saham blue chip yang sudah kami jelaskan sebelumnya.

4 Cara Mengatasi FOMO Saat Trading

FOMO, atau fear of missing out, adalah kejadian yang banyak dialami oleh investor pemula. Mereka biasanya merasa jika banyak orang membeli sebuah saham A, maka mereka juga harus membelinya tanpa melakukan pikir panjang akan risiko yang mungkin terjadi.

Nah, untuk menghindari FOMO tersebut, berikut ini adalah beberapa cara mengatasi FOMO saat trading agar investasi yang kamu lakukan bisa lebih lancar:

  • Buat Rencana Investasi

Memiliki pemula yang jelas adalah kunci dari berinvestasi. Apakah kamu ingin melakukan investasi jangka pendek seperti untuk membeli suatu barang yang mahal, atau investasi jangka panjang untuk dana pensiun, kamu harus menentukan dan merencanakannya dengan matang.

  • Jangan Panik

Jika kamu memiliki rencana, maka kunci utama agar kamu tidak mengalami FOMO dan melakukan kesalahan adalah jangan panik. Ketika kamu melihat informasi baru di bursa saham yang kamu ikuti, jangan sampai hal tersebut mempengaruhi keputusan kamu dan malah membuat keputusan secara panik dan terburu-buru.

  • Terus Belajar Tentang Investasi

Menambah banyak wawasan tentang dunia saham juga akan sangat amat membantu untuk menghindari FOMO. kamu dapat melakukan diskusi dengan trader dan investor lain untuk menambah wawasan mengenai dunia saham agar lebih selektif dalam mengambil keputusan.

  • Sabar

Kesabaran tentunya dibutuhkan dalam berinvestasi, kamu tidak boleh asal-asalan dalam melakukan transaksi saham. Jika kamu tidak sabaran dan mudah terpengaruh oleh orang lain, sebaiknya kamu pikirkan untuk berinvestasi di instrumen lain yang bukan saham.

Nah, jika kamu tertarik untuk melakukan trading saham seperti saham blue chip di atas, kamu dapat melakukannya di HSB. Jika tertarik, kamu dapat membuka akun demo gratis di sini untuk mencobanya. Semoga penjelasan mengenai saham blue chip ini dapat membantu kamu, ya!***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

Quick Links
HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288