Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading
store google
Penyebab Resesi Ekonomi dan Cara Mencegahnya

Sobat Trader, beberapa minggu lalu pasti kamu sering mendengar kata resesi baik di media sosial, berita, maupun diskusi dengan temanmu. Tapi, sebenarnya apa sih resesi ekonomi itu?

Dari banyak penjelasan di berbagai media, resesi ekonomi dapat diartikan sebagai suatu kondisi defisitnya pertumbuhan ekonomi dua kuartal secara berturut-turut di suatu negara atau wilayah yang dapat dilihat dari nilai negatif Produk Domestik Bruto (PDB)-nya.

Nah, Sobat Trader pasti sudah paham dong sekarang dampak dari pandemi Covid-19 telah mengubah kebiasaan masyarakat sehingga aktivitas sosial kini dibatasi (social distancing). Imbasnya nih, kegiatan ekonomi indonesia mulai terganggu dan berdampak pada pelemahan daya beli masyarakat serta perlambatan ekonomi.

Apa itu Resesi Ekonomi?

Resesi ekonomi adalah penurunan kegiatan ekonomi dalam periode lama, mulai dari bertahun-tahun hingga berbulan. Hal ini dapat memicu meningkatnya pengangguran, penurunan pendapatan perusahaan, hingga ekonomi suatu negara mengalami kebangkrutan yang terjadi.

Resesi terjadi saat ekonomi mulai tumbuh negatif pada dua kuartal secara beruntun. Tahun 2020 lalu, seluruh dunia terjadi resesi ekonomi akibat Covid-19 sehingga menyebabkan lapangan kerja berkurang dan banyak pengurangan pegawai. Tanpa adanya kegiatan dan mobilitas masyarakat menyebabkan roda ekonomi bergerak lambat.

Apa Penyebab Terjadinya Resesi Ekonomi?

Berikut sudah kami rangkum apa yang menjadi penyebab terjadinya resesi ekonomi: 

1. Inflasi

Inflasi adalah proses meningkatnya kenaikan harga dengan terus-menerus. Kondisi ini sebenarnya bukan hal yang fatal, namun inflasi masuk ke dalam kategori berbahaya jika berlebih dan berdampak resesi.

Bank Central AS menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi, kemudian menekan kegiatan ekonomi. Walaupun meningkatkan suku bunga juga mengakibatkan resesi ekonomi.

2. Deflasi

Meskipun inflasi tidak terkelola dapat terjadinya resesi, deflasi juga memberikan kondisi yang lebih buruk. Deflasi merupakan suatu kondisi dimana harga menurun tiap waktunya yang menyebabkan gaji menyusut, kemudian berdampak pada harga.

Deflasi juga berdampak kepada para usahawan (penyedia jasa maupun barang). saat individu atau unit bisnis berhenti memproduksi barang dan jasa, hal ini akan terjadi pada menyusutnya aktivitas perekonomian.

3.  Meletusnya Gelembung Aset

Gelembung aset terjadi ketika peningkatan harga aset secara ekstrem dengan harapan harga mengalami kenaikan berdasarkan waktu yang akan datang dan tanpa adanya dukungan fundamental ekonomi kuat.

Sebagai contoh, gelembung aset akan tampak saat harga perumahan, saham, atau emas melonjak tinggi. Kemudian diikuti oleh situasi dimana investor terus menawar harga di luar nilai nyata dan berkelanjutan.Lalu, mereka akan berbondong-bondong membeli aset yang harganya menjulang tinggi dan diperkirakan akan naik demi mengamankan aset dalam jangka panjang.

4. Gejolak Ekonomi

Gejolakan ekonomi yang dadakan dapat menyebabkan resesi seperti masalah ekonomi lainnya akan bermunculan. Bermulai dari hutang individu maupun perusahaan akan menumpuk dengan biaya pelunasan yang ikut meninggi hingga sampai di titik tidak dapat dilunasi lagi.

5. Kemajuan Teknologi 

Berkembangnya teknologi menjadi salah satu faktor penyebab resesi. Misalnya, pada abad ke-19 dengan adanya peningkatan gelombang teknologi tenaga kerja yang dinamakan revolusi Industri sehingga membuat semua profesi menjadi tidak digunakan dan berdampak terjadinya resesi ekonomi.

6. Ketidakstabilan Konsumsi dan Produksi

Ketidakstabilan produksi dan konsumsi menjadi penyebab resesi ekonomi. Di saat keduanya tidak stabil dan tidak seimbang, maka masalah akan terjadi seperti siklus ekonomi yang menyebabkan tingginya produksi tidak sebanding dengan konsumsi sehingga mengakibatkan penumpukan pada stok persediaan barang.

Akan tetapi, tingginya kebutuhan dalam negeri akan mendorong aktivitas impor dan akan berakibat pada penurunan keuntungan perusahaan lokal yang berpengaruh terhadap pasar modal kian melemah.

7. Lambatnya Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi adalah indikasi yang dipakai untuk melihat baik tidaknya situasi ekonomi dari suatu negara. Jika, ekonomi mengalami pertumbuhan maka suatu negara masih dalam situasi yang kuat begitu juga dengan sebaliknya. Jika PDB menurunan maka resesi akan terjadi terhadap negara dengan pertumbuhan ekonomi melemah.

8. Harga Komoditas Tinggi

Harga komoditas yang meroket tinggi sehingga tidak dapat dijangkau oleh semua jenis masyarakat akan berdampak pada terpuruknya kondisi ekonomi jika tidak diikuti dengan tingkat daya beli yang tinggi.

Tidak hanya inflasi yang dapat memengaruhi terjadinya resesi ekonomi. Harga komoditas yang melonjak  drastis akan memengaruhi tingkat penghasilan dan keuntungan perusahaan juga ikut menurun. Akibatnya, biaya kebutuhan tidak dapat ter-cover dengan baik sehingga menyebabkan kuantitas produksi ikut merendah.

9. Tingkat Pengangguran Tinggi

Tenaga kerja menjadi kunci faktor yang memiliki peran penting untuk menggerakan roda perekonomian. Jika suatu negara tidak dapat menciptakan atau membuat lapangan kerja yang baik bagi para buruh kerja, maka angka pengangguran semakin meningkat dan tingginya tingkat kriminal karena memenuhi kebutuhan hidup.

Dampak Resesi Ekonomi

resesi ekonomi

Resesi ekonomi jelas bukanlah situasi yang baik terhadap perekonomian negara di dunia karena jika resesi ekonomi terjadi semua jenis usaha baik yang bernilai besar maupun kecil akan merasakan dampaknya.

Hal ini akan bertambah parah dengan situasu kredit semakin ketat dimana penurunan permintaan akan menciptakan ketidakpastian, kekhawatiran dan permasalahan secara umum. Dampak resesi ekonomi berpengaruh langsung terhadap pemerintah, perusahaan dan kehidupan pekerja, berikut penjelasannya:

1. Pemerintahan

Dampak yang sering terasa dari resesi ekonomi merupakan jumlah pengangguran yang semakin meningkat. Pemerintah dituntut untuk segera mencari cara menyelesaikan resesi dengan terbukanya kembali lapangan kerja guna merekrut kembali tenaga kerja.

Selain itu, hutang pemerintah juga akan menggunung tinggi karena pemerintah di setiap negara membutuhkan keuangan yang sesuai untuk membeli berbagai kebutuhan yang bersangkutan dengan pembangunan negara.

2. Perusahaan

Bisnis atau usaha akan bangkrut akibat terjadinya resesi ekonomi. Hal ini disebabkan oleh bermacam-macam faktor yaitu berkurangnya sumber daya riil, krisis terhadap kredit dan jatuhnya aset dalam berbasis hutang.

Ketika bisnis mengalami bangkrut, pendapatan perusahaan akan menurunan secara drastis sehingga dapat menyebabkan efek seperti domino terhadap ekonomi kehidupan pekerjanya. Sedangkan, bagi tenaga kerja yang mengalami PHK akan kehilangan semua pendapatannya dan sulit untuk memenuhi kebutuhannya.

Penghasilan yang menurun akan memengaruhi daya beli masyarakat sehingga usaha perusahaan dalam meningkatkan penghasilan semakin kecil. Situasi inilah yang mengancam arus kas perusahaan berjalan lancar.

3. Pekerja

Resesi ekonomi memberikan dampak pada para pekerja yaitu dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) menjadikannya pengangguran dan kehilangan pendapatan utama. Masalah pengangguran sendiri tidak hanya menimbulkan dampak pada perekonomian, tetapi juga ranah sosial.

Tingkat pengangguran yang tinggi menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya ketidakstabilan sosial mengarah pada vandalisme dan kerusuhan di masyarakat bahkan dapat mengancam tatanan sosial kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sikap Pencegahan Resesi

Indonesia sedang berjuang agar tidak nyemplung ke jurang resesi ekonomi sebab sebagian negara lainnya telah mulai memasuki resesi seperti negara Singapura dan Korea Selatan. Berikut merupakan langkah atau sikap yang dapat digunakan oleh pemerintah untuk mencegah resesi ekonomi adalah:

1. Belanja Besar-Besaran

Pemerintah melakukan rencana dengan belanja besar-besaran untuk mengantisipasi ancaman resesi ekonomi sehingga meningkatnya permintaan dalam negeri dan dunia bisnis akan tergerak untuk melakukan investasi. Dengan langkah ini, suatu kontraksi ekonomi akibat resesi dapat dihindarkan.

Belanjaan pemerintah menjadi salah satu daya tarik yang dipakai untuk mengembalikan perekonomian saat resesi melanda. APBN Indonesia sendiri sudah tercatat melakukan kontribusi kurang lebih 15,7% pada produk domestik bruto suatu negara.

2. Bantuan UMKM

UMKM merupakan sektor dengan situasi paling sulit akibat resesi. Pemerintah mempersiapkan berbagai program untuk mengangkat sektor ini agar bangkit kembali setelah mengeluarkan kebijakan pembangunan dan bunga kredit terhadap para UMKM.

Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi mempersiapkan program lain, yaitu program UMKM yang produktif dan kredit bunga rendah. Program ini ditunjukkan bentuk bantuan grant yang akan digunakan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari dan memulai usahanya kembali.

3. Menarik Kepercayaan Investor

Upaya yang dilakukan mencegah resesi ekonomi dengan membuat kebijakan yang efektif dan diharapkan dapat menarik para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia yang nantinya dapat tercipta perputaran ekonomi yang lebih baik lagi.

Bagaimana Cara Menghadapi Resesi Ekonomi?

resesi ekonomi

Melejitnya kata resesi di berbagai media online membuat resah dan panik mulai menghantui masyarakat Indonesia. Terdapat banyak konten yang beredar tentang betapa menakutkannya situasi yang akan terjadi bila resesi ekonomi datang.

Meskipun resesi merupakan kata yang memiliki konotasi negatif, Sobat Trader tidak perlu merasa panik dan cemas. Berikut ini beberapa cara yang bisa kamu lakukan dalam menghadapi resesi ekonomi:

1. Berhemat

Sobat Trader usahakan kebutuhan pokok sudah terpenuhi dengan baik. Hal ini bertujuan agar dana yang tersisa dapat digunakan untuk hal yang lebih penting seperti melunasi hutang, menabung atau melakukan investasi.

2. Siapkan Dana Darurat

Dana darurat perlu Sobat Trader siapkan semenjak 3-6 bulan bekerja dari jumlah pengeluaran keseharianmu. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi hal buruk terjadi saat masa resesi ekonomi tiba.

3. Berinvestasi dan Menabung

Hal ini sama dengan berhemat, melakukan investasi dan menabung dapat memperkuat fondasi keuangan Sobat Trader agar lebih stabil saat terjadinya resesi ekonomi. Hal ini dapat kamu lakukan dengan investasi secara online sehingga membuat transaksi jauh lebih mudah.

4. Mencari Pendapatan Tambahan

Berhemat memang dapat membantu kamu menjaga kondisi keuangan yang tetap stabil dan sehat. Namun, sebaiknya jika Sobat Trader memiliki passive income agar dana yang didapatkan bisa mencukupi kebutuhan di kala resesi mendatang.

Apakah Sobat Trader sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi resesi ekonomi? Jika belum, kamu bisa mengalokasikan danamu dengan mulai investasi online di HSB Investasi sebagai salah satu antisipasi terjadinya resesi ekonomi.

Selain itu, pastikan broker yang Sobat Trader gunakan sudah memiliki izin resmi dan teregulasi BAPPEBTI agar transaksi yang dilakukan aman dan mudah. Mengalokasikan dana pada broker HSB Investasi sangat terjamin keamanannya karena sudah memiliki izin resmi dari BAPPEBTI.

Investasikan danamu dan jadilah bagian dari orang yang siap akan resesi ekonomi mendatang bersama HSB Investasi! Download dan registrasikan akun tradingmu sekarang juga!***

DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan hanya sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Artikel Lainnya

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Mulai Pengalaman Trading Terbaik