HSB Blog Pengetahuan Keuangan Transaksi Multilateral vs Bilateral: Memahami Sistem PBK di Indonesia

Transaksi Multilateral vs Bilateral: Memahami Sistem PBK di Indonesia

Updated 10 Juni 2026 Bayu Samudera
Transaksi Multilateral vs Bilateral: Memahami Sistem PBK di Indonesia

Apa Perbedaan Multilateral dan Bilateral dalam Perdagangan Berjangka?

Dalam industri Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK), istilah multilateral dan bilateral tidak merujuk pada perdagangan antarnegara, melainkan pada mekanisme transaksi yang digunakan dalam pelaksanaan perdagangan.

Secara sederhana:

  • Transaksi multilateral berlangsung melalui Bursa Berjangka.
  • Transaksi bilateral berlangsung melalui Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) atau over-the-counter (OTC).

Kedua sistem tersebut berada dalam kerangka regulasi Perdagangan Berjangka Komoditi yang diawasi oleh Bappebti.

Apa Itu Transaksi Multilateral?

Transaksi multilateral adalah mekanisme perdagangan yang dilakukan melalui Bursa Berjangka, di mana harga terbentuk melalui interaksi banyak pembeli dan banyak penjual secara terbuka.

Karakteristik utama transaksi multilateral:

  • Dilakukan melalui bursa berjangka
  • Harga terbentuk melalui mekanisme pasar (price discovery)
  • Terdapat lembaga kliring sebagai penjamin transaksi
  • Margin dan settlement dikelola oleh lembaga kliring
  • Transparansi harga lebih tinggi

Di Indonesia, salah satu bursa berjangka yang menjalankan mekanisme ini adalah Indonesia Commodity and Derivatives Exchange. ICDX menjelaskan bahwa transaksi multilateral didukung oleh bursa dan lembaga kliring untuk menciptakan mekanisme harga yang transparan dan terorganisasi.

Apa Itu Transaksi Bilateral (SPA)?

Transaksi bilateral adalah transaksi yang dilakukan antara dua pihak melalui Sistem Perdagangan Alternatif (SPA), yang umum dikenal sebagai mekanisme over-the-counter (OTC).

Karakteristik transaksi bilateral:

  • Dilaksanakan di luar bursa
  • Harga berasal dari penyedia likuiditas atau market maker
  • Dilakukan melalui pialang berjangka
  • Tidak menggunakan mekanisme order book bursa
  • Penyelesaian transaksi mengikuti ketentuan SPA yang berlaku

Dalam industri PBK Indonesia, transaksi bilateral masih mendominasi sebagian besar aktivitas perdagangan dibanding transaksi multilateral.

Peran Bursa dan Lembaga Kliring pada Sistem Multilateral

Dalam transaksi multilateral, bursa tidak hanya menyediakan sarana perdagangan tetapi juga mendukung proses pembentukan harga yang transparan.

Lembaga kliring bertugas:

  • Menjamin transaksi
  • Mengelola margin
  • Melakukan settlement
  • Mengurangi risiko gagal bayar

Pada ekosistem ICDX, fungsi tersebut dijalankan bersama oleh bursa dan lembaga kliring yang menjadi bagian dari infrastruktur PBK Indonesia.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)  

Apa itu transaksi multilateral?

Transaksi multilateral adalah perdagangan yang dilakukan melalui Bursa Berjangka dengan mekanisme harga yang terbentuk melalui interaksi banyak pelaku pasar.

Apa itu transaksi bilateral?

Transaksi bilateral adalah transaksi yang dilakukan melalui Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) atau OTC antara pihak-pihak yang bertransaksi melalui pialang.

Apa perbedaan utama multilateral dan bilateral?

Perbedaan utamanya terletak pada mekanisme pembentukan harga, keberadaan bursa, dan struktur penyelesaian transaksi.

Apakah transaksi bilateral diawasi Bappebti?

Ya. Aktivitas Perdagangan Berjangka Komoditi di Indonesia berada dalam pengawasan Bappebti sesuai ketentuan yang berlaku.