Home Pengetahuan Keuangan Apa yang Dimaksud dengan Margin Trading?

Apa yang Dimaksud dengan Margin Trading?

by HSB
0 comment

Seorang trader membutuhkan dana dalam jumlah cukup besar agar bisa menjalankan aktivitas trading saham. Lantas, bagaimana jika dana yang tersedia tidak cukup untuk melakukan kegiatan jual-beli saham di pasar modal? Margin trading adalah jawaban tepat bagi para trader yang sedang berada dalam kondisi tersebut.

Baik trader pemula maupun mahir, kamu bisa memanfaatkan fasilitas margin trading yang disediakan oleh perusahaan sekuritas. Fasilitas ini berguna supaya kamu dapat membeli saham yang diinginkan meski dananya terbatas. Namun, kamu perlu memahami lebih lengkap tentang margin trading sebelum menggunakannya. 

Simak artikel ini untuk mengenal margin trading selengkapnya, mulai dari cara kerja, keuntungan, hingga risikonya.

Apa Itu Margin Trading?

Margin trading adalah fasilitas pinjaman dari perusahaan sekuritas atau broker kepada nasabah pemilik rekening efek. Pinjaman tersebut digunakan untuk membeli saham dengan jumlah lebih besar daripada modal yang tersedia di rekening nasabah. Singkatnya, margin trading membuat kamu bisa membeli saham berbekal dana pinjaman dari perusahaan sekuritas.

Apa Itu Margin? 

Ketika berbicara tentang margin trading, kamu perlu memahami istilah margin. Istilah ini merujuk pada jumlah dana yang bisa diperoleh sebagai pinjaman di akun margin investor. Jumlah margin-nya ditentukan berdasarkan kondisi perusahaan sekuritas dan besaran saldo di rekening efek nasabah.

Contohnya, nasabah hanya memiliki nominal Rp10.000.000 di rekening efeknya. Mereka mendapatkan margin sebesar Rp5.000.000 sehingga bisa membeli saham senilai Rp15.000.000.

Margin trading merupakan fasilitas pinjaman, jadi harus dikembalikan sewaktu-waktu. Layaknya transaksi kredit lainnya, margin trading juga membutuhkan jaminan. Jaminan tersebut berupa portofolio saham yang dibeli oleh nasabah menggunakan dana margin.

Baca juga: Jangan Salah! Ini Perbedaan Trading Dan Investasi

margin trading adalah

Cara Kerja Margin Trading

Margin trading memiliki cara kerja atau mekanisme sendiri yang wajib kamu pahami sebagai trader saham. Proses margin trading dimulai dengan memiliki akun rekening efek. Setelahnya, kamu harus mengisi rekeningnya berdasarkan hasil leverage ratio, yaitu perbandingan antara dana pribadi dan dana pinjaman.

Leverage ratio perusahaan sekuritas berbeda-beda berdasarkan jenis saham yang diperdagangkan. Umumnya, rasio yang digunakan pada investasi saham adalah 2:1. Contoh nominalnya, kamu bisa memasukkan saldo sebesar Rp2.000.000, jadi investor hanya menyediakan Rp1.000.000.

Namun, kamu tidak bisa membeli semua jenis saham menggunakan margin trading. Saham tersebut harus memiliki fundamental bagus serta memenuhi beberapa persyaratan. Bursa Efek Indonesia (BEI) juga merilis daftar saham margin terbaru tiap awal bulan trading, jadi kamu bisa menggunakannya sebagai patokan.

Ada beberapa mekanisme penting dalam melakukan margin trading, yaitu:

1. Forced Sell

Forced sell adalah mekanisme penjualan paksa saham milik investor. Mekanisme ini dilakukan oleh perusahaan sekuritas ketika investor memiliki tunggakan utang atau tidak membayar pinjaman sebelum jatuh tempo. 

Forced sell berlangsung secara otomatis jika saham margin memiliki penurunan hingga persentase yang ditentukan. Ada pula kondisi lain pemicu mekanisme ini, yaitu pembelian saham mencapai limit margin-nya.

2. Margin Call

Margin call merupakan notifikasi alias peringatan untuk trader supaya kamu menambah dana di akunmu. Dana tersebut berguna agar kamu bisa mencapai persyaratan margin trading minimum. Pemberitahuan ini tidak boleh diabaikan karena portofolio saham kamu bisa dijual paksa alias forced sell.

Baca juga: Mengenal 12 Jenis Chart Pattern Lengkap Untuk Pemula

Kapan Terjadi Margin Call

Pemberitahuan ini muncul ketika jumlah ekuitas atau modal nasabah sudah mencapai batas minimum yang ditetapkan. Kondisi ini juga terjadi saat pinjaman kamu sudah memasuki jatuh tempo.

 

Keuntungan Memanfaatkan Margin Trading

Margin trading tentu membawa keuntungan bagi kegiatan investasimu. Kamu berpeluang meningkatkan jumlah kepemilikan saham tanpa menggunakan dana pribadi sepenuhnya. Keuntungan tersebut makin bertambah apabila kamu memilih saham yang tepat dan mengalami peningkatan.

Instrumen trading yang harganya tidak terlalu fluktuatif dapat memastikan pengembalian dana tetap bisa dilakukan. Terlepas dari risikonya, kamu tetap yakin bisa membayar dana pinjaman tersebut serta bunga yang dibebankan. Alasannya, profit hasil margin trading berpotensi jauh melebihi beban bunga tersebut, jadi kamu masih bisa merasakan hasilnya.

Mari kita lihat contoh keuntungan margin trading ini. Kamu memprediksi bahwa harga saham suatu perusahaan fashion mengalami peningkatan dari Rp3.000 menjadi Rp4.000. Kamu memiliki saldo di rekening efek sebesar Rp40.000.000 sebagai buying power, tetapi ingin mendapatkan profit lebih maksimal.

Karena itu, kamu menggunakan margin trading sehingga buying power-mu meningkat menjadi Rp50.000.000. Jika hasil prediksi harga sahammu benar, kamu memperoleh profit kotor cukup besar. Profit tersebut belum dikurangi bunga margin yang jauh lebih kecil.

Baca juga: Kenali Istilah Oversold dan Overbought dalam Trading

Risiko Menggunakan Margin Trading

Risiko utama dalam melakukan margin trading adalah gagal bayar. Biasanya, risiko ini terjadi apabila saham yang dibeli malah menurun tajam. Sementara itu, kamu tidak memiliki dana cadangan untuk dimasukkan ke dalam rekening efek sehingga tidak bisa melunasi pinjaman. Akibatnya, perusahaan sekuritas harus melakukan forced sell alias menjual sahammu secara paksa.

Saham yang dijual tersebut sebenarnya digunakan sebagai jaminan pembayaranmu. Kondisi saham tersebut bisa untung (floating profit), tetapi bisa pula merugi (floating loss). Strategi investasi yang sudah dijalankan pun terganggu akibat kondisi ini.

Kamu bisa menggunakan contoh perusahaan fashion di atas sebagai ilustrasi. Bedanya, bayangkanlah hasil prediksimu tidak terjadi dan harga saham malah mengalami ARB. Akibatnya, kamu harus menanggung kerugian besar, belum lagi menyiapkan dana untuk membayar bunga margin.

Kesimpulannya, margin trading adalah fasilitas dari perusahaan sekuritas untuk membantumu membeli saham. Kamu harus bijak memanfaatkannya karena fasilitas ini bisa membawa keuntungan atau risiko. Margin trading tidak hanya terbatas pada saham, tetapi juga aset lainnya seperti emas. 

Jika kamu lebih suka instrumen emas, gunakan saja aplikasi trading emas online HSB. Kamu bisa mulai dari modal kecil dan memanfaatkan bonus deposit khusus pengguna baru hingga $1500 supaya buying power-mu makin bertambah. Download aplikasinya segera dan mulailah perjalanan trading-mu bersama HSB.***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288