Home Pengetahuan Keuangan 4 Jenis Trading Berdasarkan Periode Waktunya

4 Jenis Trading Berdasarkan Periode Waktunya

by HSB
0 comment

Tahukah kamu jika aktivitas finansial trading dapat dibedakan berdasarkan waktunya? Jika selama ini kamu hanya mengenal satu jenis trading, dalam artikel ini kamu bisa menggali informasi seputar empat jenis trading berdasarkan waktu transaksinya.

Apa saja jenis-jenis trading, cara kerja, serta instrumen trading yang bisa diperdagangkan? cari tahu lebih jauh di bawah ini, ya Sobat Trader.

Apa itu Trading?

Selain investasi, kamu juga bisa mendapatkan keuntungan dari trading. Secara umum, trading adalah kegiatan jual beli saham, trading mata uang asing atau trading forex, trading binary, trading emas, maupun trading komoditas untuk meraih keuntungan yang dilakukan dalam periode singkat.

Umumnya aktivitas trading dilakukan dalam kurun waktu hitungan menit hingga hitungan bulanan. Sedangkan untuk transaksi jual beli instrumen investasi biasanya dilakukan dalam rentang waktu tahunan.

Akan tetapi kamu perlu memahami bahwa aktivitas trading hanya bisa dilakukan di pasar modal dan menggunakan jasa broker sebagai perantara karena dalam trading, instrumen yang diperdagangkan tidak berbentuk fisik yang dapat kamu sentuh.

Cara kerja ini berbeda dengan sistem jual beli barang yang biasanya dilakukan dalam bentuk fisik, misalnya jual beli emas di toko emas atau jual beli mata uang asing di money changer.

Dalam trading forex, kamu bisa melakukan kegiatan jual beli pasangan mata uang asing dalam bentuk kontrak nilai mata uang di pasar forex. Dalam trading emas, kamu bisa melakukan kegiatan jual beli nilai emas yang dengan kode XAU.

Baca juga: Jangan Salah! Ini Perbedaan Trading Dan Investasi

perbedaan trading dan investasi

Perbedaan Trading dan Investasi

Meski cukup sering disuarakan, nyatanya masih banyak Sobat Trader yang sulit membedakan aktivitas jual beli instrumen trading dengan investasi.

Keduanya memang memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk meraih keuntungan dari aktivitas jual beli saham, forex, komoditas, maupun instrumen lainnya di pasar modal. Berikut adalah empat perbedaan mendasar antara kegiatan jual beli trading dan investasi.

1. Periode Transaksi

Salah satu perbedaan mendasar yang bisa kamu kenali dari aktivitas jual beli saham, forex, emas, maupun instrumen lainnya adalah periode waktu transaksi. Pada trading, kamu bisa menentukan tujuan tradingmu untuk meraih keuntungan dalam jangka waktu relatif singat.

Timeframe transaksi trading umumnya dilakukan mulai dari hitungan menit hingga hitungan bulanan. Berlawanan dengan itu, pada investasi saham, forex, komoditas, dan aset lainnya, periode waktu yang digunakan adalah hitungan tahunan.

2. Strategi yang Digunakan

Selain periode waktu, strategi yang digunakan untuk meraih keuntungan antara trading dan investasi pun berbeda. Dalam trading, kamu bisa berfokus pada kondisi pasar modal saat melakukan transaksi menjual dan beli saham dalam jangka pendek untuk meraih keuntungan.

Misalnya dalam trading forex, seorang trader memutuskan untuk tidak melakukan transaksi trading apapun jika ia melihat harga bergerak dalam pola candlestick yang dirasa tidak aman dan memiliki potensi kerugian.

Strategi yang berbeda perlu diterapkan untukmu yang memilih investasi saham, mata uang asing, maupun aset investasi lainnya. Seorang investor akan berfokus pada kinerja emiten atau perusahaan yang mengeluarkan lembar saham.

Kinerja emiten tersebut akan digabungkan dengan faktor-faktor fundamental yang sekiranya dapat mempengaruhi pergerakan harga saham dan lainnya agar kamu bisa menghasilkan keuntungan dan mengelola kerugian dari pembelian dan penjualan aset di pasar modal.

3. Analisa yang Digunakan

Perbedaan ketiga adalah analisis yang digunakan. Untuk menghasilkan keuntungan dalam transaksi trading, kamu bisa menggunakan analisa teknikal dari grafik perubahan harga saham, valas, dan aset lain yang diperdagangkan.

Karena bergerak dalam periode yang singkat dan cepat, dalam trading, kamu perlu mengambil keputusan aksi yang cepat pula. Analisa teknikal yang biasanya digambarkan dalam bentuk pola candlestick dan merepresentasikan gerakan harga saham, mata uang digital, dan komoditas secara realtime dapat menjadi analisa yang kamu andalkan dalam trading.

Sedangkan dalam investasi, kamu memiliki lebih banyak ruang dan waktu untuk menggabungkan beberapa analisa sekaligus, seperti analisa fundamental, analisa teknikal, dan analisa sentimen.

Kombinasi analisa-analisa tersebut dapat membantumu menilai kinerja emiten saham dan menjadi dasar pengambilan keputusan investasi dalam jangka panjang di pasar modal maupun di pasar forex.

4. Tingkat Risiko

Perbedaan terakhir antara trading dan investasi terletak pada tingkat risiko yang mungkin kamu temui dalam kedua aktivitas finansial ini. Risiko trading yang mungkin kamu temui berasal dari partial fills dimana aset yang diperdagangkan hanya berhasil terjual sebagian.

Sedangkan risiko investasi yang mungkin kamu temui berasal dari counter party yang mengharuskanmu untuk membeli dan menjual aset investasi melalui perantara pihak lain dan risiko partial fills serupa dengan dengan risiko trading yang telah dijelaskan di atas.

Baca juga: 5 Cara Analisis Manajemen Risiko sebelum Berinvestasi

Risiko trading dan investasi

4 Jenis Trading Berdasarkan Timeframe-nya

Setelah mengenal apa itu trading dan investasi beserta perbedaan-perbedaannya, kini kamu akan dikenalkan pada jenis trading berdasarkan waktu transaksinya. Setidaknya ada empat jenis trading yang bisa kamu kategorikan sesuai dengan timeframe-nya, yaitu:

1. Scalping Trading

Scalping trading merupakan jenis trading yang bisa dilakukan dalam rentang waktu paling singkat, yakni hitungan menit hingga hitungan jam.

Trading jenis ini memperoleh keuntungan melalui selisih harga aset dengan cara membeli saham, forex, emas, maupun aset lain dan menahannya dalam rentang waktu jangka pendek untuk kemudian dijual kembali saat harga sudah mencapai nilai jual dan potensi keuntungan yang ditargetkan.

Karena dilakukan dalam rentang waktu yang sangat cepat, jenis trading saham atau forex ini menuntut seorang scalper trader untuk lihai dalam menganalisa gerakan harga sebelum mengambil aksi tradingnya.

2. Swing Trading

Serupa dengan jenis scalping trading forex, pada swing trading, jangka waktu yang diperlukan berada di rentang harian hingga mingguan. Cara kerjanya pun serupa, dimana kamu bisa memperoleh keuntungan dengan membeli aset saat berada di swing low dan menjualnya kembali saat harga sudah berada di swing high.

Bukan tanpa alasan, penahanan posisi ini dilakukan untuk menemukan momentum arah dan posisi harga instrumen terbaik yang dapat menguntungkan transaksi trading-mu.

3. Day Trading

Day trading merupakan salah satu trading yang biasanya dikenal dalam transaksi trading saham dan trading forex yang bertujuan untuk mendapatkan profit dalam jangka waktu satu hari.

Cara kerja jenis trading ini adalah dengan memaksimalkan penggunaan leverage dan strategi trading periode pendek seperti trading saham dan forex yang memiliki tingkat likuiditas yang tinggi.

Dilihat dari tujuannya, seorang day trader biasanya mengalokasikan dana yang dimiliki untuk memperoleh profit yang konsisten dan stabil dalam perdagangan harian.

4. Position Trading

Jika pada jenis trading sebelumnya transaksi dilakukan dalam kurun waktu yang singkat antara hitungan menit dan mingguan, pada trading position, timeframe yang digunakan berada dalam rentang bulanan.

Analisa yang umumnya digunakan untuk meraih keuntungan dari position trading adalah analisa fundamental. Namun tidak terbatas itu saja, kamu juga bisa menggabungkan analisa teknikal untuk menjadi bahan pertimbanganmu sebelum mengambil aksi trading.

Pada position trading saham, trading emas, trading forex, maupun trading binary, seorang position trader memiliki waktu lebih panjang dibandingkan jenis trading lainnya untuk bisa membuat analisa dan perhitungan potensi keuntungan yang lebih panjang dan leluasa.

Baca juga: 5 Tips Strategi Position Trading Bagi Pemula

 

4 Jenis Instrumen Trading

Kamu mungkin memperhatikan dalam artikel ini maupun artikel terkait telah disebutkan beberapa jenis instrumen trading yang bisa kamu gunakan. Berikut adalah lima instrumen yang perlu kamu ketahui.

1. Trading Forex

Trading ini merupakan jenis perdagangan yang menggunakan mata uang asing atau valuta asing yang biasa dikenal dengan forexign exchange (forex). Namun dalam trading forex tidak sama dengan transaksi pertukarang barang dan jasa dalam bentuk fisik ya, Sobat Trader.

Dalam forex, kamu bisa melakukan transaksi perdagangan dalam bentuk pasangan mata uang atau currency pairs. Profit yang didapatkan berasal dari fluktuasi harga dan kurs mata uang dalam pasar forex.

2. Trading Saham

Jika kamu memilih terjun ke dalam perdagangan saham, kamu bisa memanfaatkan fluktuasi harga dan nilai surat saham yang dikeluarkan oleh perusahaan emiten untuk mendapatkan profit dalam periode waktu tertentu.

Trading saham adalah aktivitas jual dan beli saham sesuai harga beli yang berlaku dan menjualnya kembali ketika harga jual telah berfluktuasi tinggi di masa depan. Kamu bisa mendapatkan profit dari capital gain atau margin yang meroket dari harga pembelian di awal.

3. Trading Emas

Instrumen lain yang bisa kamu trading-kan adalah emas. Namun emas yang diperjualbelikan pada pasar forex merupakan kontrak nilai emas dan bukan emas batangan atau perhiasan berbentuk fisik yang mungkin kamu kenal pada transaksi jual beli emas di toko.

Serupa dengan cara kerja trading forex yang dilakukan dalam currency pairs, emas diwakilkan dengan kode XAU dan dipasangkan dengan mata uang digital lainnya di pasar forex. Cara kerja ini sedikit berbeda dengan transaksi perdagangan barang dan jasa yang umumnya kita kenal.

4. Trading Binary

Trading binary atau trading bitcoin merupakan aktivitas perdagangan menggunakan bitcoin sebagai objek yang diperdagangkan. Dalam trading bitcoin, kamu hanya perlu memprediksi profit yang akan kamu dapatkan di masa depan tanpa membeli aset investasi apapun.

Di Amerika serikat, trading binary ini sudah dilegalkan. Namun di Indonesia, prinsip kerja menggantungkan keuntungan dari spekulasi tanpa analisa dan strategi layaknya transaksi judi pacuan kuda merupakan aktivitas illegal dan tidak diperbolehkan.

5. Trading Komoditas

Instrumen terakhir yang bisa diperdagangkan adalah trading komoditas yang merupakan bahan mentah hasil bumi yang memiliki kelayakan untuk diperjualbelikan sesuai mutu standar dunia.

Adapun jenis komoditas yang bisa kamu gunakan sebagai instrumen trading online yakni energi seperti minyak mentah, logam mulia seperti emas dan perak.

Baca juga: Trader Adalah: Pengertian, Jenis, & Tipsnya bagi Pemula

Itulah beragam jenis trading berdasarkan rentang waktu yang bisa coba kamu terapkan dalam transaksi tradingmu. Meski memiliki potensi keuntungan, kamu tetap harus memperhitungkan potensi risiko yang mungkin akan kamu terima, ya Sobat Trader. Ingat, bahwa profit yang kamu dapatkan harus lebih besari dari potensi mengalami kerugian yang mungkin kamu terima.

Jika kamu tertarik untuk menerapkan jenis-jenis trading yang telah disebutkan di atas tanpa dihantui ketakutan akan mengalami kerugian, kamu bisa mengasah kemampuan tradingmu melalui akun demo trading HSB Investasi. Gak cuman aman, di HSB investasi kamu juga memiliki peluang mendapatkan bonus untuk memaksimalkan profit tradingmu. Download aplikasinya dan registrasikan akunmu sekarang juga!***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

Quick Links
HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288