Home Pengetahuan Keuangan Memahami Floating Loss dan Cara Menghindarinya

Memahami Floating Loss dan Cara Menghindarinya

by HSB
0 comment

Saat kamu akan melakukan investasi, baik itu berupa saham, reksadana, ataupun forex, penting untuk kamu memahami apa itu floating loss. Kerugian mengambang atau floating loss adalah kondisi yang menggambarkan kerugian sementara yang disebabkan karena harga pasar yang sedang menurun.

Namun, dalam kondisi ini kamu tidak benar-benar mengalami kerugian. Dalam kata lain, kerugian kamu belum terealisasikan. Sebab, investasi saham yang kamu miliki masih belum dijual. Bisa jadi harga saham tersebut akan naik kembali alias rebound. 

Lantas, apakah memang benar kamu tidak mengalami kerugian? Jika dilihat sekilas kamu memang mengalami kerugian, tetapi kerugiannya masih belum ditentukan. Kerugian ini akan terjadi saat kamu memutuskan cut loss atau menjualnya dengan harga terakhir setelah mengalami floating loss. Artinya, kamu menjual produk saham tersebut di bawah dari harga saat kamu pertama kali membelinya.

Saat mengalami floating loss banyak trader yang kebingungan, lebih baik menjualnya atau menunggu hingga rebound. Nah, untuk mencari jawabannya, ada baiknya kamu mengetahui lebih dalam tentang floating loss dengan menyimak informasi di artikel ini.

Baca juga: Raih Untung dengan Belajar Trading Pemula Terlengkap

floating loss adalah

Apa Itu Floating Loss?

Sebelum mengetahui floating loss lebih jauh, penting juga untuk kamu memahami apa itu float. Definisi float sendiri adalah mengambang. Secara literal, floating loss ini mengacu pada kondisi kerugian yang belum pasti atau mengambang. Kondisi ini yang kemudian membuat kamu bingung, lebih baik segera menjualnya atau menunggu hingga harganya naik kembali. 

Sebelum memutuskan apakah kamu harus menjualnya atau tidak, kamu perlu memahami dahulu konsep floating loss pada investasi jangka pendek dan jangka panjang. Ketika kamu melakukan investasi jangka panjang, maka floating loss adalah kondisi yang wajar dan bisa dikatakan masih aman.

Kerugian akibat floating loss pada investasi jangka panjang bersifat sementara. Pasalnya, hanya terjadi gap antara harga pembelian pertama saham dengan harga saat ini. Di samping itu, biasanya produk investasi jangka panjang berasal dari perusahaan dengan kondisi fundamental yang kuat.

Jadi, sebenarnya kamu tidak perlu terlalu khawatir, karena dalam jangka waktu 5 hingga 10 tahun kedepan, harga produk investasi kamu ini kemungkinan akan meningkat besar. Kerugian sementara yang terjadi karena floating loss ini pada akhirnya tidak terlalu berimbas.

Berbeda dengan investasi jangka pendek, kondisi floating loss ini akan memengaruhi keuntungan investasi. Jika floating loss terjadi, maka investor harus memutuskan menjual produk investasinya agar kerugiannya tidak membesar atau sudah tidak sesuai dengan trading plan. 

Baca juga: 7 Tips Cara Membaca Candlestick 1 Menit Dalam Trading

Floating Loss

Kapan Floating Loss Terjadi?

Floating loss biasanya terjadi saat harga pasar mengalami penurunan. Saat harga pasar turun, maka portofolio investasi kamu akan mengalami kerugian sementara. Namun, ingat kalau kerugian ini bisa rebound. 

Misalnya kamu membeli produk investasi A dengan harga Rp. 9000. Namun, di hari berikutnya harga saham turun ke posisi Rp. 7.500. Artinya kamu akan mengalami kerugian sebesar Rp. 1.500. Inilah gambaran kapan dan bagaimana floating loss terjadi. 

4 Cara Menghindari Floating Loss Saat Berinvestasi

Secara sistem, kondisi floating loss sebenarnya tidak dapat dihindari. Hal ini karena berkaitan dengan harga pasar yang selalu berubah-ubah. Namun, Anda dapat mengantisipasinya dengan mengikuti tips berinvestasi di bawah ini.

1. Baca Laporan Keuangan Saham yang Ingin Dibeli

Wajib hukumnya untuk membaca laporan keuangan saham sebelum kamu memutuskan membelinya. Dari laporan ini kamu akan mengetahui performa perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Bacalah dengan teliti dari mulai laba, penjualan, modal, dan utang.

2. Beli Saham yang Bidang Usahanya Naik

Sebaiknya kamu membeli saham dari industri yang bisa bertahan dalam berbagai kondisi ekonomi. Ketika kamu telah menentukan industrinya, sortir perusahaannya berdasarkan Price to Book Value (PBV). Pilih perusahaan yang memiliki PBV kecil, asetnya banyak, dan utangnya kecil. 

3. Beli Saham Saat Harga Rendah, Jual di Harga Tinggi

Saat akan berinvestasi, baik itu jangka panjang maupun pendek, sebaiknya kamu membeli saham dengan harga yang rendah. Jika kamu menemukan momen bagus saat melihat pasar, kamu bisa jual saham dengan harga yang lebih tinggi.

4. Pasang Target Profit

Berinvestasilah dengan bijak layaknya kamu sedang menjalankan bisnis. Sebab, jika kamu terlalu rakus, kemungkinan floating loss itu akan terjadi. Sebab itulah, sebaiknya kamu pasang target profit. Misalnya, 20% dari modal awal pertama.

Baca juga: Kenali Pengertian Suku Bunga, Jenis, dan Cara Hitungnya

Tips Menghadapi Floating Loss

3 Tips Menghadapi Floating Loss Bila Tidak Bisa Dihindari

Floating loss memang nyata adanya, artinya tidak bisa dihindari. Kondisi pasar yang selalu berubah-ubah inilah yang menjadi penyebabnya. Oleh sebab itu, investor harus siap dengan kondisi apa pun, termasuk saat mengalami floating loss. 

Agar siap menghadapi kondisi ini, berikut tips yang bisa kamu terapkan bila tidak mampu menghindari floating loss.

1. Menentukan Cut Loss

Kamu dapat melakukan cut loss saat kondisi pasar telah memberi sinyal bahwa produk memang harus dijual. Jika masih ragu, kamu bisa mengatasinya dengan menerapkan stop loss otomatis agar kerugian dapat dikendalikan.

2. Memperhatikan Money Management

Money Management kerap kali dilupakan oleh para investor. Padahal, menerapkan money management dapat meningkatkan profit dan meminimalisir terjadinya kerugian. Dalam hal ini, money management telah mengamankan dana trading dari perasaan takut dan panik saat kondisi trading sedang tidak baik.

3. Menjauhi Overtrading

Saat mengalami floating loss, kebiasaan para investor ialah melakukan trading yang baru dengan tujuan mendapat keuntungan lebih. Sebaiknya, hal ini tidak dilakukan karena berpotensi mengalami kerugian yang lebih besar dari sebelumnya.

 

Demikian penjelasan tentang floating loss dan cara menghindarinya. Untuk menjadi investor andal yang minim loss, kamu perlu banyak belajar. HSB Investasi menyelenggarakan trading seminar yang membahas topik-topik menarik seputar trading Forex dan analisis teknis. Hubungi HSB sekarang juga untuk mengikuti seminar ini agar investasi kamu minim loss. ***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

Quick Links
HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288