Home Pengetahuan Keuangan 3 Dampak Resesi Ekonomi yang Harus Diwaspadai

3 Dampak Resesi Ekonomi yang Harus Diwaspadai

by HSB
0 comment

Ekonomi sebagai ekosistem. Setiap keputusan yang dibuat oleh bisnis, lembaga keuangan, atau individu memiliki efek di seluruh sistem keuangan. Oleh sebab itu, dampak resesi lebih dari sekadar pertumbuhan ekonomi yang melambat, daya beli masyarakat yang menurun, pasar saham yang bergejolak, dan data yang buruk. Apa saja dampak resesi ekonomi? Berikut penjelasannya.

Apa itu Resesi Ekonomi?

resesi ekonomi

resesi ekonomi

Pengertian resesi ekonomi adalah kondisi di mana tingkat pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) suatu negara mengalami penurunan selama dua kuartal berturut-turut atau lebih. 

Akan tetapi, resesi ekonomi dapat diukur bahkan sebelum laporan produk domestik bruto (PDB) triwulanan keluar berdasarkan indikator ekonomi utama seperti data manufaktur, penurunan pendapatan, jumlah pengangguran, dan lain-lain.

Penyebab Resesi Ekonomi

penyebab resesi ekonomi

penyebab resesi ekonomi

Ada berbagai alasan mengapa sebuah negara mengalami resesi ekonomi. Beberapa terkait dengan perubahan harga drastis, yang menyebabkan penurunan tajam dalam pengeluaran baik oleh sektor swasta maupun publik.

Lonjakan kenaikan dalam harga aset dan ekspansi kredit yang cepat sering kali bersamaan dengan akumulasi utang. Ketika perusahaan dan rumah tangga menghadapi kesulitan dalam memenuhi kewajiban utang, mereka terpaksa harus mengurangi jumlah investasi dan konsumsi. 

Situasi tersebut pada akhirnya akan menyebabkan penurunan kegiatan produksi dan konsumsi. Di beberapa negara dengan sektor ekspor yang kuat, resesi ekonomi dapat disebabkan oleh penurunan permintaan eksternal.

Beberapa resesi ekonomi juga merupakan akibat dari guncangan ekonomi yang mendadak seperti shut down/lockdown yang dipicu oleh virus Covid-19, sehingga menutup area bisnis dan aktivitas ekonomi di banyak negara.

Baca Juga: Pentingnya Menerapkan Money Management Dalam Investasi! Berikut Alasannya

Apa yang Terjadi Selama Resesi Ekonomi?

Apa yang Terjadi Selama Resesi Ekonomi?

Baik kondisi ekonomi secara resmi telah dinyatakan resesi atau tidak, dampak resesi ekonomi dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari seperti:

1. Pendapatan Menurun

Ketika perekonomian suatu negara berada dalam resesi, pendapatannya mandek atau turun karena perusahaan memangkas jam kerja atau mengurangi tenaga kerja mereka.

2. Terhambatnya Produksi Manufaktur

Menanggapi kenaikan harga barang, sebuah bisnis biasanya akan mengurangi produksi selama resesi ekonomi yang berdampak pada menurunnya aktivitas manufaktur. Perubahan ini dapat menyebabkan penurunan ekspor serta aktivitas produksi dan konsumsi secara keseluruhan.

3. Merosotnya Belanja Konsumen

Salah satu aspek belanja konsumen adalah daya beli masyarakat dan jumlah total uang yang dibelanjakan konsumen untuk barang dan jasa. Selama resesi ekonomi, penjualan ritel umumnya menurun karena daya beli yang menurun akibat orang memiliki lebih sedikit uang untuk dibelanjakan.

Ketika penjualan ritel menurun, dampaknya terhadap kondisi ekonomi bisa sangat besar. Bisnis mungkin harus melakukan pemutusan hubungan kerja untuk mengurangi biaya operasional, dan beberapa bisnis mungkin tutup.

4. Biaya Hidup Meningkat

Ketika inflasi berkontribusi pada resesi ekonomi, kamu mungkin menemukan bahwa kebutuhan rumah tangga seperti bahan makanan, bensin, dan pakaian lebih mahal daripada sebelumnya.

Harga barang yang lebih tinggi membuat masyarakat lebih sulit untuk memenuhi kebutuhannya, sehingga seseorang akan memilih untuk mengetatkan anggaran belanjanya demi memotong jumlah pengeluaran. 

5. Risiko Kehilangan Pekerjaan

Dalam resesi ekonomi, angka pengangguran—persentase dari total angkatan kerja yang menganggur, tetapi secara aktif mencari pekerjaan—cenderung meningkat karena perusahaan memotong jumlah staf untuk mengurangi pengeluaran mereka.

Dalam resesi ekonomi, perusahaan sering mengurangi tingkat staf mereka untuk menghemat uang. Kamu mungkin berisiko kehilangan pekerjaan atau mengalami pengurangan jam kerja.

6. Berkurangnya Lapangan Pekerjaan

Untuk sekarang, pekerja menguasai pasar kerja. Mereka bisa mendapatkan peran baru dengan gaji yang lebih tinggi dan lebih banyak tunjangan karena pengusaha bersaing untuk mendapatkan pekerja yang terbatas.

Akan tetapi selama resesi, situasi tersebut kemungkinan akan berubah. Perusahaan akan memberhentikan sementara proses rekrutmen pegawai baru atau bahkan akan ada banyak perusahaan yang gulung tikar di masa resesi.

Situasi tersebut akan menyebabkan lapangan pekerjaan berkurang, persaingan kerja lebih ketat untuk beberapa peran, dan kemampuan untuk menemukan lapangan kerja baru membutuhkan waktu yang jauh lebih lama.

Baca Juga: Resesi Adalah: Penyebab, Dampak, dan Tips Menghadapinya

3 Dampak Resesi Ekonomi

Dampak Resesi Ekonomi

Dampak Resesi Ekonomi

Resesi ekonomi tidak memengaruhi semua orang dengan cara yang sama. Setidaknya, dampak resesi ekonomi dapat dibedakan menjadi tiga kategori besar, yaitu:

1. Terhadap Dunia Keuangan

Resesi berdampak pada setiap orang dalam beberapa cara. Salah satunya dalam dunia keuangan. Beberapa pihak atau aspek keuangan yang bisa terdampak kondisi resesi ekonomi antara lain:

  • Bank

Suku bunga akan berfluktuasi berdasarkan apa yang perlu dilakukan oleh Bank Indonesia untuk menggerakkan ekonomi. Akibat pergerakan tersebut, Kamu akan melihat banyak perubahan suku bunga yang diberikan oleh bank.

Selama resesi ekonomi, biasanya bank cenderung tidak meminjamkan uang kepada calon peminjam yang mencari hipotek atau pinjaman pribadi. Ini mungkin tidak sesederhana untuk mendapatkan hipotek selama resesi ekonomi karena bank akan lebih ketat dengan proses persetujuan.

Kabar baiknya adalah jika Sobat Trader menyimpan uang di rekening tabunganmu, Kamu mungkin melihat sedikit peningkatan dalam pengembaliannya karena Bank Indonesia sering menaikkan suku bunga untuk memerangi inflasi yang tinggi.

Ketika Bank Indonesia meningkatkan suku bunga, bank lain biasanya akan mengikuti dan menambah suku bunga mereka untuk menarik lebih banyak nasabah, yang berujung pada peningkatan arus kas.

  • Saham

Bagaimana resesi ekonomi mempengaruhi pasar saham? Harga saham biasanya akan turun drastis selama resesi ekonomi.

Penurunan S&P 500 terburuk terjadi selama resesi terakhir pada tahun 2009, ketika indeks anjlok 55% dari puncaknya pada Maret 2009. Begitu perusahaan mulai melaporkan pendapatan yang lebih rendah, saham akan jatuh karena investor langsung bereaksi terhadap berita buruk apapun.

Banyak investor akan menarik uang mereka keluar dari pasar saham ketika mereka mendengar gemuruh resesi ekonomi atau bahkan angka inflasi yang tinggi. Orang menginginkan uang tunai dan keamanan, jadi mereka mulai menjual saham mereka. Hal ini menyebabkan aksi jual besar-besaran ketika harga saham anjlok.

Ini berarti bahwa bahkan perusahaan dengan posisi keuangan yang sangat baik juga akan melihat saham turun nilainya. Portofolio sahammu akan jatuh, dan kamu akan merasakan sakit saat melihat semua grafik menjadi merah.

Kemudian, untuk memperburuk keadaan, investor akan terus bereaksi cepat terhadap segala jenis berita, baik atau buruk, yang mengarah ke perubahan ekstrim dan volatilitas pasar untuk waktu yang lama.

Resesi akan menyebabkan banyak orang kehilangan uang di pasar saham karena kepanikan atau karena perusahaan mengalami penurunan atau bahkan bangkrut karena daya beli masyarakat dan pengeluaran konsumen yang juga menurun tajam.

  • Obligasi

Ketika resesi ekonomi terjadi, orang lebih tertarik pada obligasi karena mereka lebih suka berinvestasi pada sesuatu yang kurang berisiko. Stabilitas obligasi dan mendapatkan pembayaran bunga secara teratur membantu investor merasa nyaman dengan obligasi.

Saham akan mengalami volatilitas tinggi selama resesi. Bahkan perusahaan yang stabil secara finansial akan melihat penurunan nilai saham. Obligasi dianggap sebagai tempat yang aman bagi banyak investor karena ada lebih banyak risiko yang terlibat dalam saham daripada obligasi.

Selama masa ketidakpastian, orang bersandar pada jaminan pendapatan tetap dari obligasi daripada berharap untuk keuntungan modal dengan saham.

2. Terhadap Perusahaan

Resesi ekonomi juga memberikan dampak pada bisnis besar dan kecil. Sementara resesi ekonomi dapat memiliki efek yang berbeda untuk perusahaan yang berbeda, beberapa kesulitan dapat diprediksi berdasarkan jenis dan ukuran bisnisnya.

  • Bisnis kecil

Usaha kecil didefinisikan secara luas sebagai mereka yang memiliki kurang dari 500 karyawan. Sebagian besar bisnis kecil kurang memiliki bantalan keuangan, kekuatan pasar, dan pengaruh dalam industri untuk menghadapi masa-masa sulit yang dibawa oleh resesi ekonomi.

Pemberi pinjaman juga cenderung kurang tertarik untuk meminjamkan dana ke bisnis kecil, karena mereka dinilai sebagai bisnis yang kurang menguntungkan, tidak memiliki cadangan kas yang signifikan, dan aset modal yang dapat berfungsi sebagai jaminan selama periode ketidakpastian yang meningkat.

Tidak seperti perusahaan publik, usaha kecil biasanya tidak dapat mengumpulkan dana dengan menjual saham atau menerbitkan obligasi.

Berbeda dengan pengusaha besar di industri bernilai tinggi, usaha kecil yang gagal juga biasanya tidak dapat melobi pemerintah untuk meminta bantuan. Akibatnya, bisnis kecil sangat rentan terhadap lonjakan kebangkrutan.

Alasan utama bisnis kecil cenderung lebih buruk daripada bisnis besar dalam resesi ekonomi adalah karena mereka kurang mampu menahan penurunan penjualan di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi.

  • Bisnis besar

Perusahaan besar tidak kebal terhadap resesi ekonomi. Karena penurunan pendapatan dan laba perusahaan muncul pada laporan pendapatan triwulanan, harga saham mungkin mengalami kemerosotan yang dalam, karena pasar bearish sering menyertai resesi ekonomi dan bahkan mungkin mendahuluinya.

Jika jatuhnya laba sangat curam, beberapa perusahaan mungkin terpaksa mengurangi atau menghilangkan dividen pemegang saham. Namun, perusahaan besar memiliki lebih banyak cara daripada bisnis kecil untuk memerangi penurunan pendapatan dalam resesi ekonomi.

Mereka dapat mengurangi dan memberlakukan pembekuan perekrutan, menangguhkan kenaikan gaji, serta menggunakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) untuk memotong biaya jika semuanya gagal.

Perusahaan juga dapat memotong biaya operasional dan pemasaran, membatasi penelitian dan pengembangan, dan menghentikan peluncuran produk baru. Pengurangan seperti itu di perusahaan besar cenderung memiliki efek pada banyak karyawan dan pemasok mereka.

3. Terhadap Individu Pekerja

Dampak dari resesi ekonomi dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari orang perseorangan, terlebih masyarakat yang masih aktif bekerja.

  • Hilangnya Kesempatan Bekerja

Resesi ekonomi memiliki dampak signifikan pada keberlangsungan pasar tenaga kerja. Menghadapi pertumbuhan ekonomi yang melambat, bisnis mungkin meninggalkan pola pikir ekspansi mereka dan mencari cara untuk memangkas biaya.

Mereka mungkin menunda investasi atau mengesampingkan proyek-proyek baru. Paling buruk, mereka mungkin mengurangi departemen atau memberhentikan pekerja — dan bahkan mungkin menutupnya.

Sepanjang resesi ekonomi, angka pengangguran akan meningkat. Setelah seseorang kehilangan pekerjaannya, ia tidak serta merta terbebas dari jeratan efek resesi.

Mereka akan membutuhkan waktu yang lama untuk mencari pekerjaan baru tergantung pada keadaan sistem keuangan, lapangan kerja yang tersedia, industri tempat mereka bekerja, dan berapa banyak perusahaan di luar sana dengan kondisi keuangan yang cukup kuat untuk menghadapi penurunan.

  • Pergeseran Kekuatan Pekerja

Daya tawar rendah berarti kenaikan gaji yang lebih kecil dan fleksibilitas yang lebih sedikit. Lebih minim pekerjaan sering kali berarti pergeseran dinamis kekuatan pekerja.

Bisnis mungkin tidak terburu-buru untuk menggantikan individu yang telah pergi, sementara lebih sedikit orang yang berhenti mungkin berarti lebih minim perusahaan yang kekurangan tenaga.

Mereka mungkin juga menawarkan sedikit kemungkinan kenaikan gaji, bahkan jika mereka memiliki sarana untuk meningkatkan gaji. Pengaturan kerja fleksibel yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 – seperti pekerjaan remote – bahkan mungkin mulai memudar.

Baca Juga: Begini Cara Analisa Pergerakan Harga Emas dan Prediksinya!

Itulah dampak dari resesi ekonomi yang umumnya terjadi. Meskipun mungkin menakutkan, tetapi Kamu dapat menghadapi guncangan ekonomi resesi ini dengan mengambil langkah-langkah seperti merencanakan keuanganmu, menabung dana darurat, dan mengurangi pengeluaran.

Kamu juga bisa memiliki kantung telur finansial lain yang bisa dijadikan sebagai passive income dikala krisis melanda dengan mengalokasikan dana yang dimiliki ke dalam bentuk investasi dan trading yang dapat memberikan pemasukan di masa yang akan datang.

Akan tetapi, pastikan broker investasi yang Sobat Trader gunakan sudah teregulasi BAPPEBTI dan menawarkan transaksi yang aman transparan, seperti broker trading HSB Investasi yang tak hanya mengantongi izin resmi BAPPEBTI, tetapi juga meraih penghargaan Best Innovative Broker 2022 dari ICDX.

Jangan tunda lagi, jadilah bagian dari jutaan trader sukses bersama HSB Investasi! Download dan registrasikan akun trading-mu sekarang juga!***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288