Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading
store google
Mengenal Definisi dan Dampak Predatory Pricing

Predatory pricing, atau harga predator, merupakan strategi bisnis yang kontroversial yang dilakukan oleh perusahaan untuk menghancurkan pesaingnya dengan menetapkan harga jual yang sangat rendah. Dengan harga di bawah biaya produksi atau bahkan harga variabel, tujuan dari praktik ini adalah untuk memaksa pesaing keluar dari pasar atau mencegah masuknya pesaing baru. Salah satu dampak utama dari predatory pricing adalah pengurangan persaingan dalam pasar. Dengan menetapkan harga jual yang tidak bisa dipertahankan oleh pesaing, perusahaan yang menerapkan praktik ini dapat menciptakan monopoli atau pasar oligopoli, yang menghasilkan kurangnya pilihan bagi konsumen dan potensi peningkatan harga di masa depan. 

Dalam artikel ini, kita akan membahas dampak dari predatory pricing terhadap persaingan pasar dan ekonomi secara keseluruhan, serta strategi yang dapat digunakan untuk mengatasinya.

Predatory pricing atau penetapan harga tidak sehat adalah praktik bisnis

Apa Itu Predatory Pricing?

Predatory pricing atau penetapan harga tidak sehat adalah praktik bisnis di mana perusahaan menetapkan harga produk atau layanan mereka di bawah biaya produksi atau di bawah harga pasar untuk sementara waktu dengan tujuan untuk mengusir pesaing dari pasar. 

Tujuan dari tindakan ini adalah untuk menciptakan monopoli atau dominasi pasar setelah pesaing-pesaing kecil keluar dari pasar atau terpaksa menaikkan harga mereka. Perusahaan yang melakukan predatory pricing seringkali menggunakan sumber daya finansial mereka yang besar untuk menahan kerugian sementara dan memperoleh keuntungan jangka panjang yang lebih besar. 

Praktik ini dilarang dalam undang-undang dan peraturan hukum yang berlaku di Indonesia, seperti Undang-Undang Nomor 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. karena dapat merugikan konsumen dan merusak persaingan yang sehat dalam jangka panjang. 

Dampak Predatory Pricing

Taktik predatory pricing telah menjadi subjek kontroversial dalam dunia bisnis dan ekonomi karena praktik ini tidak hanya berdampak pada pesaing, tetapi juga dapat memiliki konsekuensi serius bagi konsumen, inovasi  industri, dan stabilitas pasar secara keseluruhan. 

1. Menghancurkan Peserta Pasar

Perusahaan yang menerapkan praktik ini seringkali menetapkan harga produk di bawah biaya produksi mereka sendiri, bertujuan untuk mengusir pesaing kecil yang tidak mampu bertahan dalam persaingan harga yang tidak sehat. Akibatnya, peserta pasar lainnya dapat kehilangan pangsa pasar dan bahkan terpaksa keluar dari bisnis, mengurangi keragaman dan pilihan bagi konsumen.

2. Menekan Inovasi

Predatory pricing juga dapat menekan inovasi dalam industri dengan membatasi sumber daya yang diperlukan untuk penelitian dan pengembangan produk baru. Perusahaan yang terkena dampak praktik ini mungkin terpaksa mengalihkan sumber daya mereka untuk bertahan hidup dalam persaingan harga, daripada menginvestasikan waktu dan uang dalam inovasi. 

Baca Juga:  Manfaat Perdagangan Internasional dalam Investasi

Ini bisa berarti bahwa produk baru yang bisa bermanfaat bagi konsumen tidak pernah dikembangkan atau diperkenalkan ke pasar, merugikan inovasi dan kemajuan industri secara keseluruhan.

perusahaan yang menerapkan predatory pricing dapat menciptakan hambatan masuk yang tinggi

3. Membatasi Persaingan

Dengan menetapkan harga di bawah biaya, perusahaan yang menerapkan predatory pricing dapat menciptakan hambatan masuk yang tinggi bagi pesaing potensial. Hal ini menghasilkan situasi di mana pasar menjadi kurang bersaing, memungkinkan perusahaan yang menerapkan praktik ini untuk mendominasi pasar dan mengendalikan harga.

4. Pembatasan Akses Pada Konsumen

Predatory pricing juga membuat perusahaan yang menerapkan praktik ini dapat menciptakan ketergantungan konsumen pada produk mereka dengan menawarkan harga yang sangat murah, untuk berikutnya menaikkan harga secara signifikan dengan memanfaatkan posisi monopoli atau oligopoli mereka. Konsumen kemudian akan terbatas pada pilihan terbatas dan harus membayar harga yang lebih tinggi karena kurangnya alternatif yang layak.

Cara Mengatasi Predatory Pricing

Tindakan predatory pricing merupakan salah satu strategi yang dapat merusak pasar dan perekonomian secara keseluruhan. Dalam menghadapi predatory pricing, perusahaan harus mampu mengimplementasikan berbagai strategi yang efektif untuk mengatasi praktik ilegal tersebut. 

1. Regulasi Antimonopoli

Regulasi antimonopoli berfungsi sebagai mekanisme untuk mengawasi dan membatasi kekuatan pasar perusahaan besar yang mungkin menerapkan predatory pricing. Dengan menerapkan undang-undang yang melarang praktik semacam itu, pemerintah dapat menjaga keseimbangan persaingan yang sehat di pasar, mencegah praktik monopoli, dan melindungi kepentingan konsumen serta pesaing kecil.

2. Pemantauan Pasar

Salah satu cara untuk mengatasi predatory pricing adalah dengan mengamati perilaku perusahaan dan dinamika pasar secara rutin. Dengan mengumpulkan dan menganalisis data tentang harga, volume penjualan, dan strategi pemasaran, pihak berwenang dapat mendeteksi tanda-tanda predatory pricing yang mungkin terjadi. Langkah-langkah ini memungkinkan intervensi cepat untuk mencegah kerugian yang lebih besar bagi pesaing kecil dan menjaga persaingan yang sehat di pasar.

Penegakan hukum menjadi instrumen keuangan penting dalam memerangi predatory pricing

3. Penegakan Hukum

Penegakan hukum menjadi instrumen keuangan penting dalam memerangi predatory pricing dengan memberlakukan sanksi dan hukuman terhadap perusahaan yang melanggar regulasi antimonopoli. Dengan menerapkan aturan dan menjalankan proses hukum secara tegas, pihak berwenang dapat memberikan sinyal yang kuat kepada perusahaan bahwa praktik predatory pricing tidak akan ditoleransi. 

4. Transparansi Harga

Transparansi harga menjadi alat penting dalam mengatasi predatory pricing dengan memastikan bahwa informasi tentang harga dan kondisi pasar tersedia secara luas. Dengan meningkatkan transparansi dalam penetapan harga dan kebijakan perdagangan, pihak berwenang dapat memperkuat mekanisme pasar yang sehat dan mengurangi risiko praktik predatory pricing. 

Baca Juga:  Perhatikan Faktor Mempengaruhi Ekonomi Sirkular

5. Peningkatan Persaingan

Melalui kebijakan yang mendukung pasar terbuka, memperkenalkan lebih banyak pemain ke dalam pasar, dan memberikan insentif bagi pesaing baru untuk masuk, pemerintah dapat menciptakan lingkungan yang lebih dinamis dimana praktek predatory pricing menjadi lebih sulit dilakukan. 

Dengan meningkatkan jumlah pesaing dan mendorong inovasi serta efisiensi, peningkatan persaingan dapat membantu menjaga harga yang wajar dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang seimbang.

Kelebihan dan Kekurangan Predatory Pricing

Salah satu alasan suatu perusahaan menerapkan predatory pricing adalah karena memberikan keunggulan kompetitif. Namun demikian, predatory pricing juga memiliki dampak yang tidak diinginkan dan potensi kerugian bagi ekosistem bisnis secara keseluruhan. 

Kelebihan Predatory Pricing

1. Penurunan Harga

Dalam jangka pendek, predatory pricing mampu memberikan konsumen manfaat dari harga yang lebih rendah, namun, dalam jangka panjang, hal ini dapat menghasilkan monopolisasi pasar oleh perusahaan yang melakukan tindakan tersebut. Penurunan harga ini bisa membuat pesaing sulit bersaing karena sulit bagi mereka untuk menurunkan harga produk mereka secara signifikan untuk menyaingi harga yang ditetapkan oleh perusahaan yang melakukan predatory pricing.

2. Pertahanan Pasar

Dengan menurunkan harga produknya secara drastis, perusahaan dapat menarik pelanggan dari pesaing mereka, yang pada akhirnya dapat membantu mereka mengamankan pangsa pasar yang lebih besar. Pesaing yang tidak mampu bersaing dengan harga yang ditawarkan oleh perusahaan yang melakukan predatory pricing akan kehilangan pangsa pasarnya, sehingga memungkinkan perusahaan tersebut untuk memperkuat posisinya di pasar.

3. Inovasi Produk

Perusahaan juga dapat menggunakan strategi ini untuk mendorong inovasi produk mereka. Dengan menurunkan harga produknya, perusahaan dapat menarik lebih banyak konsumen dan meningkatkan penjualan, yang pada gilirannya dapat memberikan sumber daya tambahan untuk penelitian dan pengembangan produk baru. 

Dengan melakukan inovasi produk, perusahaan dapat mempertahankan minat konsumen dan mengurangi kemungkinan pesaing untuk menyaingi produk mereka, sehingga memperkuat posisi mereka di pasar dalam invetasi jangka panjang.

Kekurangan Predatory Pricing

1. Kehilangan Pendapatan

Salah satu kekurangan dari praktik ini adalah bahwa pesaing yang menjadi sasaran dapat mengalami kerugian pendapatan yang signifikan. Dengan menjual barang atau layanan di bawah biaya, perusahaan yang menerapkan predatory pricing dapat membuat pesaing kehilangan sebagian besar atau seluruh pangsa pasar mereka, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan penurunan pendapatan yang berkelanjutan bagi pesaing yang bersangkutan.

Predatory pricing dapat menyebabkan penurunan kualitas produk

2. Penurunan Kualitas

Predatory pricing dapat menyebabkan penurunan kualitas produk atau layanan karena perusahaan yang menggunakan strategi ini seringkali terpaksa memotong biaya produksi agar tetap menguntungkan. Dengan menjual barang atau layanan di bawah biaya, perusahaan mungkin mengalami tekanan untuk mengurangi kualitas bahan, menurunkan standar produksi, atau mengabaikan inovasi dan penelitian yang penting untuk meningkatkan kualitas. 

Baca Juga:  Ini 6 Perbedaan Mencolok Spot Emas dan Emas Berjangka

Akibatnya, konsumen bisa mengalami penurunan kualitas produk atau layanan yang mereka terima, yang pada gilirannya dapat merugikan kepuasan konsumen dan mengurangi kepercayaan terhadap merek.

3. Ketergantungan Konsumen

Dengan menetapkan harga di bawah biaya, perusahaan dapat menciptakan persepsi bahwa mereka menawarkan nilai yang luar biasa bagi konsumen. Hal ini dapat mengarah pada kebiasaan konsumen untuk bergantung pada produk atau layanan dari perusahaan tersebut, dan bahkan menyebabkan penurunan keberagaman produk di pasar karena pesaing yang kehilangan pangsa pasar. 

Ketergantungan semacam itu dapat memberi kekuatan yang tidak sehat kepada perusahaan yang menerapkan predatory pricing, yang pada akhirnya dapat merugikan persaingan sehat dan inovasi di pasar.

Mulai Trading di HSB Investasi Tanpa Risiko!

Untuk mengatasi predatory pricing, pemerintah dan badan pengatur biasanya menerapkan undang-undang antitrust atau anti-monopoli yang melarang praktik bisnis yang merugikan persaingan. Misalnya, undang-undang tersebut dapat melarang penentuan harga di bawah biaya variabel atau mengenakan sanksi kepada perusahaan yang terbukti melakukan predatory pricing. 

Selain itu, strategi pemasaran dan harga yang cerdas juga dapat digunakan oleh pesaing untuk melindungi diri mereka dari efek predatory pricing, seperti membangun merek yang kuat, meningkatkan diferensiasi produk, atau menawarkan nilai tambah kepada konsumen yang tidak dapat ditiru oleh pesaing.Sehingga, ini berpengaruh dalam melakukan investasi maupun trading dalam jangka panjang, kamu dapat belajar memanfaatkan pemahaman ini ke dalam akun demo HSB Investasi 

Trading bebas risiko dengan dana virtual akun demo HSB Investasi

Dengan akun demo ini, kamu dapat mulai mengasah keterampilan trading, menguji strategi, dan mencoba berbagai indikator tanpa risiko kehilangan modal sungguhan. Selain itu kamu bisa beralih menggunakan akun real HSB yang memiliki 4 jenis produk yang bisa kamu tradingkan yaitu 17 pasangan mata uang forex, 5 indeks saham, 3 produk komoditas dan 20 saham AS.

Aplikasi HSB Investasi juga mudah digunakan dengan adanya fitur CS online 24 jam, talent board dan menu deposit yang dapat membantu kamu dalam mengeksekusi trading jadi lebih mudah, cepat dan efisien.

Setelah ahli dalam menggunakan akun demo trading, kamu bisa berlatih dengan mudah menggunakan akun real HSB dan nikmati kemudahan meraih keuntungan yang lebih mudah, cepat, dan efisien. Jadilah bagian dari trader sukses di Indonesia dan memotivasi trader dan mulailah  trading sekarang juga!***.

Tag Terkait:
DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan hanya sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB1

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
Artikel Lainnya

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Mulai Pengalaman Trading Terbaik