Trading dengan Strategi Trend Following: Cuan Santai Tanpa Pusing

perempuan sedang trading sambil bersantai menggunakan strategi trend following

Kamu sering swing trading atau scalping, tapi profitnya jarang tembus di atas 10%? Kalau iya, mungkin sudah saatnya kamu cobain strategi yang lebih santai tapi nendang hasilnya.

Di dunia trading, Strategi Trend Following sering disebut metode “Super Trading”. Kenapa? Karena strategi ini bisa bantu kamu menangkap pergerakan pasar yang besar dengan risiko yang lebih terukur. Yuk, kita bedah bareng-bareng mulai dari pengertian, perbandingannya, sampai cara pakainya!

Apa Itu Strategi Trend Following?

beberapa orang sedang diskusi terkait pengertian trend following

Biar paham dasarnya, Trend Following adalah strategi trading di mana kamu cuma perlu mengidentifikasi ke mana arah pasar bergerak (tren), lalu buka posisi ngikutin arah tersebut.

Prinsip kerjanya simpel banget:

  • Kalau pasar lagi Uptrend (naik) 📈 → Kamu ambil posisi Buy (Long).
  • Kalau pasar lagi Downtrend (turun) 📉 → Kamu ambil posisi Sell (Short).
  • Tahan posisi itu selama tren masih kuat, dan baru keluar kalau arahnya mulai berbalik.

Poin Penting: Trader trend following itu gak nebak-nebak harga pucuk atau dasar. Mereka cuma bereaksi sama apa yang lagi terjadi di pasar sekarang. Jadi lebih objektif!

Cek Bedanya: Trend Following vs. Gaya Trading Lain

Biar kamu makin yakin kenapa strategi ini efektif buat dapetin profit besar, coba lihat tabel perbandingan di bawah ini. Data ini penting banget buat kamu pahami bedanya sama scalping.

AspekTrend FollowingScalping / Day Trading
Lama Tahan PosisiHarian sampai Mingguan (Santai)Menit sampai Jam (Cepat)
Potensi ProfitBesar (>10% per satu tren)Kecil-kecil (tapi sering)
Tingkat StresRendah (Gak perlu pantengin layar terus)Tinggi (Butuh fokus penuh)
Gaya KeputusanObjektif (Ikutin Tren)Seringkali Baperan/Emosional
Indikator AndalanMoving Average, TrendlineStochastic, RSI

5 Alasan Kenapa Kamu Harus Coba Trend Following

strategi trend following mempunyai banyak sekali kelebihan

Kenapa sih banyak trader pro pakai cara ini? Ini alasannya:

  1. Panen Profit Maksimal: Kamu bisa nahan posisi untung lebih lama (let the profit run). Selama tren belum putus, profit jalan terus.
  2. Gak Pakai Baper: Keputusan masuk pasar murni karena aturan teknis (misal: harga di atas garis MA), bukan karena takut ketinggalan momen (FOMO).
  3. Waktu Lebih Luang: Cocok banget buat kamu yang punya kerjaan lain. Gak perlu mantengin chart tiap menit.
  4. Bisa di Banyak Pasar: Mau main di Forex (XAUUSD), Saham, atau Kripto, strategi ini bisa dipakai.
  5. Risiko Jelas: Selalu ada batas rugi (Stop Loss) yang jelas kalau ternyata tren berbalik arah.

Langkah-Langkah Praktis Menjalankan Strategi Trend Following

langkah langkah untuk menjalankan trend following

Udah siap praktek? Ikuti langkah-langkah simpel ini:

1. Kenali Tren Dulu (The Setup)

Cek Timeframe yang agak besar (H4 atau Daily) buat lihat gambaran besarnya. Pakai alat bantu ini:

  • Moving Average (MA): Kalau harga di atas MA 50 atau MA 200, fokus cari posisi Buy.
  • Struktur Pasar: Perhatikan pola puncak dan lembah. Kalau puncaknya makin tinggi (Higher High), berarti lagi uptrend.

2. Tentukan Kapan Masuk (The Trigger)

Jangan asal masuk ya! Tunggu momen yang pas, misalnya:

  • Breakout: Waktu harga nembus batas atas (Resistance) yang kuat.
  • Pullback: Waktu harga koreksi sedikit (turun sebentar) ke garis MA, terus mantul naik lagi. Nah, itu saatnya masuk!

3. Atur Pengaman (Stop Loss & Take Profit)

  • Stop Loss (SL): Wajib pasang! Taruh di bawah lembah terakhir (buat Buy) biar kalau harga anjlok, rugi kamu terbatas.
  • Target Profit: Pakai teknik Trailing Stop. Geser SL kamu ke area profit pelan-pelan seiring harga naik, jadi keuntungan kamu terkunci.

FAQ: Risiko Apa Aja yang Mesti Kamu Waspadai?

Gimana cara mengatasi False Breakout atau Whipsaw?

Whipsaw itu kondisi pas harga kayaknya mau nembus level kunci, eh malah balik arah. Solusinya: Jangan buru-buru entry! Tunggu candle ketutup sempurna (close candle) sebagai konfirmasi, atau pakai filter tambahan kayak indikator MACD biar lebih aman.

Apa yang harus dilakukan kalau pasar lagi Sideways?

Jujur aja, trend following bakal boncos kalau pasar lagi sideways (gerak datar). Kalau harga cuma naik-turun di situ-situ aja dalam range sempit, mendingan kamu Wait and See dulu sampai ada tren baru yang benar-benar jelas.

Kok rasanya sering telat masuk posisi pakai strategi ini?

Tenang, itu wajar kok! Trend follower emang gak fokus beli di harga termurah (bottom) atau jual di harga termahal (top). Fokus kita adalah ambil 'daging tengahnya' alias profit di fase tren yang sudah terkonfirmasi aman, jadi risikonya lebih terukur.

Mulai Trading Aman Bareng HSB Investasi

Mulai trading micro lot di HSB dengan modal minimal 0.01 lot untuk cuan maksimal

Strategi udah mantap, jangan sampai salah pilih tempat trading. Platform juga ngaruh lho ke hasil trading kamu.

HSB Investasi bisa jadi pilihan tepat buat kamu karena:

  • Resmi & Aman: Udah terdaftar di BAPPEBTI, jadi gak perlu was-was.
  • Dana Terjamin: Pakai Segregated Account (Rekening Terpisah), uang kamu aman gak campur sama operasional perusahaan.
  • Aplikasi Responsif: Eksekusi cepat, cocok banget buat nangkep tren tanpa takut delay.

Mau coba tapi takut rugi?

Santai aja, cobain dulu Akun Demo HSB Investasi. Cukup daftar pakai email dan nomor HP, kamu bisa langsung latihan strategi trend following ini pakai dana virtual. Gratis dan bebas risiko! Yuk, download aplikasi HSB Investasi Android dan iOS sekarang! Mulai dari deposit kecil, latihan strategi di akun demo, lalu kembangkan modalmu di akun real. Saatnya jadi trader yang lebih percaya diri.***

Bagikan Artikel