Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading
store google
9 Cara Menggunakan Strategi Breakout Pivot Point

Strategi breakout pivot point adalah salah satu pendekatan yang populer dalam dunia trading forex dan pasar keuangan lainnya. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan panduan praktis trading menggunakan strategi breakout pivot point untuk mengidentifikasi peluang trading yang berpotensi sukses. Mereka digunakan untuk mengidentifikasi level-level support dan resistance yang dapat membantu trader mengambil keputusan lebih baik dalam tradingnya.

Salah satu keunggulan dari strategi breakout pivot point adalah kemampuannya untuk memberikan petunjufk tentang potensi arah pergerakan harga selanjutnya. Breakout, yaitu pergerakan harga signifikan melampaui level-level pivot point, seringkali menjadi sinyal bahwa pasar sedang mengalami perubahan yang mungkin menghasilkan peluang trading menarik. Namun, seperti strategi trading lainnya, penting untuk memahami cara menggunakannya dengan bijak dan dengan manajemen risiko yang baik

Berikut adalah tujuh cara mengidentifikasi peluang breakout di pasar yang dapat digunakan dalam strategi ini:

1. Identifikasi Level Pivot Point

Pertama, trader perlu mengidentifikasi level-level pivot point pada chart. Level-level pivot point umumnya mencakup level support (S1, S2, S3) dan level resistance (R1, R2, R3). Pivot point dapat dihitung menggunakan metode standar seperti metode floor atau metode Camarilla.

Berikut adalah beberapa cara untuk mengidentifikasi level pivot point:

a. Metode Standar

Metode standar yang sering digunakan untuk menghitung level pivot point adalah metode floor. Dalam metode ini, level pivot point dihitung sebagai rata-rata dari harga tinggi, rendah, dan penutupan periode sebelumnya. Level support (S) dan resistance (R) dihitung dengan menggunakan persentase dari level pivot point tersebut. Misalnya, S1 dihitung dengan mengurangi sepertiga dari range antara pivot point dan level resistensi pertama dari pivot point.

b. Metode Camarilla

Metode Camarilla adalah metode alternatif untuk menghitung level pivot point. Metode ini memberikan lebih banyak level support dan resistance dibandingkan dengan metode standar. Level-level ini dihitung dengan menggunakan perhitungan matematika yang lebih kompleks, yang melibatkan angka Fibonacci dan perbedaan tertentu antara harga penutupan dan pembukaan periode sebelumnya.

c. Indikator Pivot Point

Trader juga dapat menggunakan indikator pivot point yang tersedia di platform trading mereka. Indikator ini secara otomatis menghitung level pivot point dan menampilkan garis-garis support dan resistance di atas chart. Dengan menggunakan indikator pivot point, trader dapat dengan mudah mengidentifikasi level pivot point tanpa perlu melakukan perhitungan manual.

seorang melakukan trading dan menunggu melewati breakout

2. Tunggu Breakout

Tunggu hingga harga melewati atau "breakout" level pivot point yang signifikan. Breakout dapat terjadi baik pada level support maupun resistance. Breakout ke atas resistance menunjukkan kecenderungan bullish, sementara breakout ke bawah support menunjukkan kecenderungan bearish.

3. Konfirmasi Breakout

Setelah breakout terjadi, trader perlu mengkonfirmasi sinyal dengan indikator teknis tambahan atau pola harga. Misalnya, trader dapat menggunakan indikator momentum seperti MACD atau RSI untuk mengkonfirmasi kekuatan pergerakan harga setelah breakout.

4. Tentukan Level Stop Loss

Tentukan level stop loss yang tepat di bawah level support atau di atas level resistance yang telah ditembus. Berikut adalah beberapa cara untuk mengkonfirmasi sinyal setelah breakout:

a. Pola Candlestick

Perhatikan pola candlestick yang terbentuk setelah breakout. Pola-pola seperti bullish engulfing, bearish engulfing, doji, atau pola reversal lainnya dapat memberikan indikasi yang kuat tentang arah pergerakan harga setelah breakout. Pola candlestick yang mendukung arah breakout dapat memberikan konfirmasi tambahan untuk membuka posisi trading.

b. Indikator Teknis

Gunakan indikator teknis tambahan untuk mengkonfirmasi kekuatan pergerakan harga setelah breakout. Indikator seperti Moving Average, MACD, RSI, atau Stochastic Oscillator dapat memberikan sinyal tambahan tentang kekuatan tren yang sedang terjadi. Misalnya, jika harga telah breakout ke atas level resistensi, konfirmasi tambahan dapat diperoleh jika indikator teknis menunjukkan divergensi bullish atau crossover bullish.

Baca Juga:  Fakta & Mitos Dibalik Pasangan Mata Uang USD/SEK

c. Volume

Perhatikan perubahan volume perdagangan setelah breakout. Volume yang meningkat dapat memberikan indikasi bahwa ada partisipasi yang lebih besar dari para pelaku pasar, yang dapat mengkonfirmasi kekuatan pergerakan harga. Breakout dengan volume tinggi cenderung lebih dapat diandalkan daripada breakout dengan volume rendah.

d. Konfirmasi Price Action

Amati pergerakan harga setelah breakout dan cari tanda-tanda bahwa harga bergerak sesuai dengan arah yang diharapkan. Jika harga terus bergerak ke arah yang diharapkan tanpa adanya tanda-tanda pembalikan atau retracement yang kuat, itu dapat dianggap sebagai konfirmasi sinyal.

Tentukan level take profit berdasarkan analisis dan target keuntungan yang diinginkan

5. Tentukan Level Take Profit

Tentukan level take profit berdasarkan analisis dan target keuntungan yang diinginkan. Level-level resistansi atau support berikutnya bisa menjadi target potensial untuk mengambil keuntungan. Berikut adalah beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk menentukan level take profit:

1. Level Resistance atau Support Berikutnya

Identifikasi level resistance atau support berikutnya setelah breakout terjadi. Level-level ini dapat berfungsi sebagai target potensial untuk mengambil keuntungan. Jika harga telah breakout ke atas level resistance, level resistance berikutnya dapat menjadi target take profit. Sebaliknya, jika harga telah breakout ke bawah level support, level support berikutnya dapat menjadi target take profit.

2. Pembalikan Pola Chart

Perhatikan apakah ada pola pembalikan chart yang terbentuk setelah breakout. Pola-pola seperti chart pattern double top dan double bottom, head and shoulders, atau pola reversal lainnya dapat memberikan indikasi bahwa pergerakan harga akan berbalik setelah breakout. Pada pola-pola ini, trader dapat menentukan level take profit berdasarkan perhitungan dari tinggi atau rendah pola tersebut.

3. Rasio Risiko-Untung

Gunakan rasio risiko-untung yang seimbang untuk menentukan level take profit. Rasio ini dapat ditentukan dengan membandingkan potensi keuntungan yang diharapkan dengan risiko yang diambil. Trader dapat menggunakan rasio 1:2, di mana target keuntungan dua kali lebih besar dari risiko yang diambil.

Misalnya, jika stop loss ditempatkan pada jarak 50 pips, target take profit dapat ditempatkan pada jarak 100 pips.

6. Gunakan Time Frame

Gunakan time frame yang sesuai dengan gaya trading dan tujuan trading kamu. Breakout pivot point dapat digunakan pada time frame harian, 4 jam, atau bahkan intra-day. Pastikan untuk mengikuti rencana trading kamu dengan disiplin.

Berikut adalah beberapa pertimbangan saat memilih time frame yang tepat:

1. Time Frame Harian

Time frame harian sering digunakan dalam strategi breakout pivot point. Pada time frame ini, level-level pivot point yang dihitung berdasarkan data harga harian memberikan gambaran yang lebih jelas tentang tingkat support dan resistance yang signifikan.

Breakout yang terjadi pada time frame harian cenderung memiliki dampak yang lebih besar dan dapat memberikan potensi keuntungan yang lebih tinggi.

2. Time Frame 4 Jam 

Time frame 4 jam juga umum digunakan dalam strategi breakout pivot point. Pada time frame ini, trader dapat mengamati pergerakan harga yang lebih detail dan lebih cepat mengenali breakout yang terjadi.

Time frame 4 jam memberikan kesempatan untuk mengambil posisi trading dengan jangka waktu yang lebih pendek, tetapi tetap memperhatikan level pivot point harian yang signifikan.

3. Time Frame Intra-day

Jika trader lebih suka melakukan trading intra-day, time frame seperti 1 jam, 30 menit, atau bahkan 15 menit dapat digunakan. Pada time frame ini, pergerakan harga yang lebih cepat dapat memberikan peluang breakout yang lebih sering.

Namun, trader harus siap untuk menghadapi fluktuasi harga yang lebih tinggi dan memperhatikan noise pasar yang lebih rendah pada time frame ini.

7. Gunakan Trailing Stop

Trailing stop adalah salah satu alat yang sangat berguna dalam mengimplementasikan strategi breakout pivot point. Dalam konteks strategi ini, trailing stop membantu Anda mengunci keuntungan saat harga bergerak sesuai dengan arah breakout yang Anda pilih. Berikut adalah beberapa cara menggunakan trailing stop dalam strategi breakout pivot point:

  1. Melindungi Keuntungan: Setelah kamu memasuki trading saat breakout terjadi, trailing stop dapat digunakan untuk melindungi keuntungan yang telah kamu peroleh. Saat harga terus bergerak sesuai arah yang kamu inginkan, trailing stop akan mengikuti pergerakan harga dengan tetap menjaga jarak tertentu.
  2. Penyesuaian Stop Loss: Awalnya, kamu mungkin telah menentukan stop loss pada tingkat tertentu untuk mengendalikan risiko. Namun, ketika trailing stop digunakan, kamu dapat memindahkan stop loss lebih dekat ke harga saat ini saat trading menguntungkan.
  3. Mengikuti Pergerakan Harga: Trailing stop secara otomatis menggeser level stop loss seiring dengan pergerakan harga yang menguntungkan. Ini berarti jika harga bergerak melawan kamu, trailing stop tidak akan bergerak, tetapi jika harga bergerak sesuai dengan trading kamu, trailing stop akan mengikuti dan tetap menjaga jarak tertentu dari harga saat ini.seorang trader sedang menggunakan manajemen risiko yang baik
Baca Juga:  15 Strategi Trading ala Market Wizard Bruce Kovner

8. Manajemen Risiko Baik

Terapkan manajemen risiko yang baik dengan mengatur ukuran posisi dan mempertimbangkan rasio risiko-untung yang seimbang. Juga, perhatikan faktor-faktor risiko lainnya seperti pengumuman berita ekonomi yang dapat mempengaruhi pergerakan harga.

Memantau kalendar ekonomi termasuk melakukan manajemen risiko untuk menjaga diri kamu tetap waspada terhadap berita dan peristiwa yang dapat memengaruhi pasar. Hindari membuka trading besar menjelang pengumuman berita penting yang dapat memicu volatilitas tinggi.

9. Evaluasi & Revisi Strategi

Evaluasi dan revisi strategi breakout pivot point adalah langkah penting dalam mengembangkan dan meningkatkan kinerja trading kamu. Dengan terus memeriksa dan menyesuaikan strategi, kamu dapat mengidentifikasi kelemahan, memaksimalkan keuntungan, dan mengurangi kerugian. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat kamu ambil untuk melakukan evaluasi dan revisi strategi breakout pivot point:

  1. Pelajari Hasil Trading: Mulailah dengan memeriksa catatan trading kamu. Analisis hasil trading ssebelumnya akan membantu melihat pola-pola yang mungkin telah berkembang. Catat semua detail trading, termasuk ukuran posisi, tingkat stop loss, target keuntungan, dan waktu eksekusi.
  2. Identifikasi Kelemahan: Evaluasi apakah ada kelemahan dalam strategi kamu yang mungkin perlu diperbaiki. Apakah sering mendapati diri kamu terjebak dalam trading yang berakhir dengan kerugian besar? Atau mungkin kamu sering keluar dari trading terlalu cepat dan melewatkan potensi keuntungan lebih lanjut?
  3. Uji Ulang Strategi: Jika kamu telah mengidentifikasi perubahan yang diperlukan dalam strategi kamu, uji ulang strategi tersebut pada data historis. Ini dapat membantu kamu melihat bagaimana perubahan tersebut akan memengaruhi hasil strategi kamu dalam situasi yang berbeda.

Manfaat dan Risiko Strategi Breakout pada Pivot Point

Manfaat strategi breakout pada pivot point:

  1. Identifikasi level penting: Pivot point adalah level yang dihitung berdasarkan harga tertinggi, terendah, dan penutupan periode sebelumnya. Mereka dapat membantu trader mengidentifikasi level-level penting dalam pergerakan harga.
  2. Sinyal perdagangan yang kuat: Breakout pada level pivot point dapat memberikan sinyal yang kuat untuk memasuki perdagangan, terutama jika dikonfirmasi oleh indikator teknikal lainnya, seperti RSI atau MACD.
  3. Potensi untuk mengidentifikasi tren: Jika breakout terjadi dengan kuat di atas level pivot point, ini dapat menjadi indikasi awal bahwa tren naik sedang berkembang, dan sebaliknya jika breakout terjadi di bawah level pivot point, ini bisa menjadi tanda bahwa tren turun sedang berkembang.

Risiko strategi breakout pada pivot point:

  1. Palsu breakout: Salah satu risiko utama dalam strategi breakout adalah breakout palsu, di mana harga bergerak di atas atau di bawah level pivot point untuk waktu yang singkat, tetapi kemudian berbalik arah. Ini bisa menghasilkan perdagangan yang merugikan.
  2. Whipsaws: Harga seringkali dapat bergerak ke samping atau mengalami fluktuasi yang signifikan sebelum terjadi breakout yang sebenarnya. Ini dapat menyebabkan whipsaws, yaitu masuk dan keluar dari perdagangan dengan kerugian yang sering.
  3. Pentingnya konfirmasi: Strategi breakout pada pivot point lebih baik digunakan dengan konfirmasi dari indikator teknikal lainnya atau analisis fundamental. Mengandalkan breakout pada pivot point saja bisa menjadi risiko karena mereka tidak selalu menghasilkan perdagangan yang menguntungkan.
Baca Juga:  Menentukan Gaya Trading Plan Sesuai Karakter

Breakout Pivot Point Tanpa Risiko!

Sobat Trader, setelah menjelaskan topik di atas, strategi breakout pivot point adalah salah satu pendekatan yang dapat digunakan oleh trader untuk mengidentifikasi peluang trading dalam pasar keuangan. D

engan memahami cara menghitung Pivot Point dan level-level support dan resistance terkait, serta dengan memperhatikan tanda-tanda Breakout yang sesuai, trader dapat menggunakan strategi ini untuk membuat keputusan yang lebih baik dalam trading mereka.

Namun, seperti semua strategi trading, penting untuk melakukan analisis yang cermat, manajemen risiko baik, dan memiliki pemahaman kuat tentang kondisi pasar saat ini sebelum mengambil posisi dalam trading.

Inilah mengapa akun demo trading HSB berperan penting. Dengan akun demo ini, kamu bisa belajar strategi trading tanpa risiko kehilangan uang sungguhan, sehingga kamu dapat meningkatkan kemampuan trading kamu dengan percaya diri. 

Mulai trading tanpa risiko dengan mendaftarkan akun demo HSB Investasi

Di akun demo HSB, secara otomatis kamu akan diberikan dana virtual hingga $100,000 yang tentunya bisa digunakan untuk mencoba beragam metode trading, posisi, hingga melatih kemampuanmu dalam menganalisa pergerakan tren pasar. Kamu bisa memanfaatkan akun demo di aplikasi trading HSB yang meraih penghargaan “The Most Innovative Broker 2022” dari ICDX. 

Aplikasi HSB Investasi juga mudah digunakan dengan adanya fitur CS online 24 jam, talent board dan menu deposit yang dapat membantu kamu dalam mengeksekusi trading jadi lebih mudah, cepat dan efisien.

Kamu bisa mencoba trading secara real-time dengan 45 instrumen berupa 17 pasangan mata uang forex, 20 saham AS terpopuler, 5 Indeks raksasa dunia, dan 3 jenis komoditi paling hits seperti logam mulia emas, perak, serta minyak mentah tanpa harus khawatir merugi di aplikasi trading HSB.

Jika sudah siap, kamu bisa mulai memasuki keseruan pasar trading dunia bersama HSB hanya dengan 4 langkah simple ini:
1. Registrasikan akun live HSB dengan menyertakan dokumen pendukung
2. Tunggu panggilan telepon tim KYC HSB untuk verifikasi data dirimu
3. Buat deposit trading melalui segregated account HSB yang telah teregulasi
4. Dan mulai pengalaman seru meraih peluang profit trading di pasar global dunia!

Komitmen dan dukungan penuh HSB untuk menjaga keamanan serta transparansi transaksi nasabahnya terwujud dalam regulasi resmi yang disahkan oleh BAPPEBTI di bawah Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Regulasi menjadi manajemen risiko trading paling dasar yang perlu Sobat Trader utamakan.

Bukan hanya aman, transparan, dan terdepan, HSB juga terus berupaya mengedukasi seluruh tradernya melalui beragam sumber media belajar trading baik online maupun offline sebagai bentuk dedikasi HSB melahirkan trader-trader sukses di Indonesia. Jadi, tidak ada alasan bagimu untuk menunda peluang kesuksesan trading. Bergabunglah dengan HSB sekarang dan raih peluang profit tradingmu kemudian!***

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa itu Pivot Point?

titik acuan dalam menentukan stop loss dan take profit untuk mengidentifikasi peluang trading

Apa itu breakout dalam trading?

Breakout adalah kondisi harga bergerak melebihi resistence area atau support area

Berapa macam pivot?

ada 5 jenis pivot point yaitu klasik, camarilla, woodie, fibonacci dan demark

DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan hanya sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB1

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
Artikel Lainnya

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Mulai Pengalaman Trading Terbaik