Home Forex Cara Menerapkan RSI Dalam Strategi Scalping

Cara Menerapkan RSI Dalam Strategi Scalping

by Zunvindri Taniaty
0 comment
rsi scalping

Indikator RSI (Relative Strength Index) adalah indikator momentum populer yang digunakan oleh banyak day trader dan scalper untuk menentukan kekuatan tren. Scalper menggunakan RSI untuk mengidentifikasi titik masuk potensial, titik keluar, dan potensi pembalikan.

Berikut ini kami paparkan bagaimana cara menggunakan RSI scalping sebagai strategi trading forex.

Apa Itu Relative Strength Index (RSI)?

Apa Itu Relative Strength Index RSI

Relative Strength Index (RSI), yang dikembangkan oleh Welles Wilder pada tahun 1978, adalah salah satu indikator overbought/oversold (OB/OS) yang paling populer. Relative Strength Index adalah indeks kekuatan internal yang disesuaikan setiap hari dengan jumlah kenaikan atau penurunan pasar.

  • Nilai RSI berkisar dari 0 hingga 100.
  • RSI tinggi terjadi ketika pasar telah meningkat pesat.
  • RSI rendah terjadi ketika pasar telah melakukan jual secara tajam.

Relative Strength Index adalah indikator yang kuat dan salah satu osilator yang paling andal bila digunakan dengan benar.

Setting Relative Strength Index (RSI)

Karena RSI adalah salah satu indikator yang paling populer, trader selalu mengubah setting RSI mereka, tergantung pada time frame atau gaya trading favorit mereka. Indikator RSI sangat bagus dalam menghasilkan sinyal beli dan jual.

Meskipun demikian, kebanyakan trader menggunakan setting standar, RSI diatur pada periode 14. RSI periode 5, 7, dan 50 juga populer di kalangan trader.

  • Periode RSI yang lebih pendek – di bawah 10- akan sangat fluktuatif dan akan menghasilkan banyak sinyal palsu
  • Periode RSI yang lebih panjang – di atas 20 – memperhalus garis yang di-plot dan akan menghasilkan signal yang lebih sedikit, tetapi lebih akurat.

Mengenai level overbought dan oversold, sebagian besar trader menggunakan level standar, garis 70/30. Beberapa trader lebih suka menggunakan garis 80/20 untuk menentukan kapan pasar overbought dan oversold, untuk menyaring noice pasar.

Setting RSI Scalping

Trading strategy RSI Scalping adalah strategi yang menggunakan Relative Strength Index (RSI) sebagai alat untuk menentukan kapan harus masuk dan keluar dari trading. Strategi ini didasarkan pada gagasan bahwa ketika RSI di atas 70, itu menandakan bahwa pasar overbought, dan ketika di bawah 30, itu menandakan bahwa pasar sedang oversold.

Karena ini adalah strategi scalping, kami akan menggunakan grafik 1 menit secara eksklusif. Bagi Sobat Trader yang belum mahir melakukan trading, kamu dapat menggunakan grafik 5 menit, namun itu sudah lebih mendekati jenis time frame day trading.

Berikut ini adalah setting trading strategy RSI Scalping.

Entry Buy:

  • Harga harus di atas EMA 200
  • RSI harus di bawah 40, tetapi tidak di bawah 25
  • Tunggu RSI kembali di atas 40
  • Masuk pada penutupan candle yang sesuai dengan saat RSI melintasi di atas 40
  • Stop Loss: Tetapkan stop loss pada swing low yang dihasilkan oleh dorongan harga bullish
  • Take Profit: Tetapkan take profit sebesar 2x risiko pada stop loss

Entry Sell:

  • Harga harus di bawah EMA 200
  • RSI harus di atas 60, tetapi tidak di atas 75
  • Tunggu RSI kembali di bawah 60
  • Masuk pada penutupan candle yang sesuai dengan saat RSI melintas di bawah 60
  • Stop Loss: Tetapkan stop loss pada swing high yang dihasilkan oleh dorongan harga bearish
  • Take Profit: Tetapkan take profit sebesar 2x risiko pada stop loss

Indikator yang Harus Diperhatikan

Indikator yang Harus Diperhatikan

RSI Scalping adalah strategi trading populer yang digunakan oleh banyak trader untuk mengidentifikasi potensi titik masuk dan keluar di pasar. RSI adalah indikator momentum yang mengukur besarnya perubahan harga baru-baru ini untuk menilai kondisi overbought atau oversold di pasar.

Baca Juga:  5 Cara Menentukan Target Profit Trading yang Efektif

Ini dihitung dengan mengambil rata-rata harga penutupan 14 hari terakhir dan membandingkannya dengan rata-rata penutupan tertinggi dan terendah 14 hari terakhir. RSI kemudian dihitung dengan mengambil selisih antara rata-rata tertinggi dan terendah, dan membaginya dengan rata-rata harga penutupan.

Indikator utama RSI Scalping adalah RSI itu sendiri. Trader menggunakan RSI untuk mengidentifikasi peluang trading potensial. Umumnya, ketika RSI di atas 70 dianggap sebagai kondisi overbought dan ketika di bawah 30 dianggap sebagai kondisi oversold. Trader menggunakan level ini untuk mengidentifikasi potensi titik masuk dan keluar di pasar.

Selain RSI, trader juga perlu menggunakan indikator lain untuk mengidentifikasi potensi peluang trading. Misalnya, trader dapat menggunakan moving average, volume, dan price action untuk mengidentifikasi peluang trading potensial.

Selain itu, trader juga dapat menggunakan indikator teknis lainnya seperti Stochastic Oscillator, MACD, Average True Range, dan Bollinger Bands untuk menyempurnakan sinyal trading mereka.

Dengan menggunakan RSI dalam kombinasi dengan indikator teknikal lainnya, trader dapat menciptakan strategi trading yang lebih komprehensif yang dapat membantu mereka memanfaatkan potensi pergerakan pasar.

Bagaimana Cara Menerapkan RSI Dalam Strategi Scalping?

Untuk menggunakan RSI on the scalping, mulailah dengan mengidentifikasi trend market, mencari kondisi overbought dan oversold. Nilai RSI di atas 70 menunjukkan kondisi overbought, dan nilai di bawah 30 menunjukkan kondisi oversold.

Ketika RSI berada di atas 70, ini menunjukkan bahwa harga cenderung turun dalam waktu dekat, dan ketika berada di bawah 30, ini menunjukkan bahwa harga cenderung naik. Setelah Sobat Trader mengidentifikasi kondisi overbought atau oversold, kamu dapat entry trading untuk mengantisipasi pembalikan.

Misalnya, jika RSI di atas 70, kamu bisa melakukan short trade untuk mengantisipasi penurunan harga. Jika RSI di bawah 30, kamu bisa melakukan long trade untuk mengantisipasi kenaikan harga.

Baca Juga:  Manfaat Menggunakan Segregated Account Forex

Saat entry trading, tetapkan stop loss dan target harga. Stop loss harus ditetapkan pada tingkat yang membatasi kerugian jika trading tidak berjalan seperti yang diharapkan. Harga target harus ditetapkan pada tingkat yang memberikan pengembalian wajar untuk risikomu.

Setelah Sobat Trader memasuki trading berdasarkan RSI, kamu harus memantau price action dan keluar dari trading saat mencapai harga target atau saat RSI kembali ke level netral. Jika price action kuat, trader dapat menyesuaikan target stop loss atau take profit.

Dengan menggunakan RSI untuk scalping, kamu dapat memanfaatkan fluktuasi harga jangka pendek. Namun, scalping bisa berisiko, jadi penting untuk menggunakan strategi manajemen risiko seperti stop loss dan take profit saat tersedia.

Pro dan Kontra RSI Scalping

Pro dan Kontra RSI Scalping

Pro Indikator RSI Scalping

  • Bagus selama kondisi pasar yang sedang tren, dikombinasikan dengan moving average
  • Sangat baik dalam mengidentifikasi divergence pada chart
  • Berguna untuk mengidentifikasi area overbought dan oversold pada chart

Kontra Indikator RSI Scalping

  • Indikator RSI lagging dan dapat menghasilkan banyak tipuan jika tidak digunakan dengan benar
  • Tidak berisi semua data yang diperlukan untuk analisis price action yang tepat, sehingga harus digunakan dalam kombinasi dengan technical indicator lain

Itulah bagaimana cara menerapkan RSI dalam strategi scalping. Jika Sobat Trader lebih memilih untuk fokus pada gambaran pasar yang lebih besar, maka RSI juga berguna untuk swing trading dan position trading.

Nah, buat kamu yang ingin melakukan investasi dan trading, pastikan broker yang Sobat Trader gunakan sudah teregulasi BAPPEBTI dan menawarkan transaksi yang aman transparan agar terhindar dari investasi bodong. Salah satu broker trading yang bisa kamu percayakan adalah HSB Investasi.

Baca Juga:  Hindari dan Atasi Bahaya Drawdown Forex!

HSB Investasi

HSB merupakan salah satu broker di Indonesia yang menyesuaikan kebutuhan dan pola trading para trader tanpa perantara IB (Introducing Broker), sehingga trader bisa menikmati penawaran harga terendah dengan service terbaik. Produk investasi yang dapat kamu akses di HSB diantaranya forex, indeks, dan komoditi seperti emas dan perak.

Di HSB, keamanan data kamu dijamin oleh sistem akun terpisah, artinya dana nasabah dan dana perusahaan dipisahkan, sehingga kegiatan trading pun jadi lebih aman. Belum lagi, dengan kredibilitas HSB sebagai aplikasi trading yang telah mendapatkan sertifikat BAPPEBTI, trading pun jadi lebih tepercaya.

Tak hanya mengantongi izin resmi BAPPEBTI, tetapi HSB Investasi juga meraih penghargaan Best Innovative Broker 2022 dari ICDX. Jadi, tunggu apa lagi? Jadilah bagian dari jutaan trader sukses bersama HSB Investasi! Download dan registrasikan akun trading-mu sekarang juga!***

DISCLAIMER

Artikel ini ditujukan sebatas sebagai sumber informasi dan edukasi serta tidak ditujukan sebagai sumber utama pemberian saran. Perlu dipahami bahwa aktivitas finansial investasi dan trading memiliki tingkat risiko yang perlu dikelola dengan baik. Pastikan Sobat Trader telah memahami potensi risiko yang mungkin muncul agar dapat meminimalisir kerugian di masa yang akan datang.

Banner Trading

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

Quick Links
HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288