Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading
store google
Memakai Hidden Divergence untuk Analisis Teknikal!

Mengenal Apa itu Hidden Divergence

grafik hidden divergence yang mempunyai makna dalam

Hidden divergence adalah fenomena di pasar keuangan yang terjadi ketika pergerakan harga membentuk puncak (high) atau lembah (low) yang lebih rendah, sementara osilator teknikal yang digunakan seperti MACD, RSI, atau Stochastic membentuk puncak atau lembah yang lebih tinggi. Ini menunjukkan adanya perbedaan antara pergerakan harga dan momentum, yang dapat mengindikasikan kemungkinan kelanjutan tren yang sedang berlangsung.

Penerapan hidden divergence dalam analisis teknikal dapat memberikan trader dengan sinyal yang berguna untuk mengenali perubahan tren dan mengambil keputusan trading yang lebih baik. 

Namun, penting untuk diingat bahwa hidden divergence hanya merupakan satu alat analisis teknikal dan tidak dapat dijadikan satu-satunya faktor penentu dalam pengambilan keputusan trading. Sinyal ini harus dikonfirmasi dengan analisis tambahan, seperti pola candlestick, level support dan resistance, atau indikator lainnya, untuk meningkatkan keandalan sinyal.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi lebih dalam tentang hidden divergence, termasuk cara mengidentifikasinya, strategi trading yang bisa digunakan dengan memanfaatkannya, serta pentingnya menggabungkannya dengan analisis teknikal yang lebih luas. 

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang hidden divergence, Kamu dapat meningkatkan kemampuan Kamu dalam mengenali potensi pembalikan tren dan mengambil keputusan trading yang lebih terinformasi.

Dalam prakteknya, pastikan untuk mengembangkan setiap poin secara lebih detail, memberikan contoh grafik yang relevan, serta memberikan penjelasan tentang cara mengidentifikasi hidden divergence dan menggunakannya dalam pengambilan keputusan trading. Juga, jangan lupa untuk menyertakan referensi yang relevan untuk mendukung informasi yang disampaikan.

Jenis Hidden Divergence

maksimalkan potensi profit trading dengan leverage HSB up to 1:200

Hidden divergence adalah fenomena yang terjadi ketika pergerakan harga dan osilator teknikal memberikan sinyal yang bertentangan. Ada dua jenis hidden divergence yang umum terjadi:

1. Hidden Bullish Divergence

Terjadi saat harga membentuk lembah yang lebih rendah, tetapi osilator teknikal membentuk lembah yang lebih tinggi. Ini menunjukkan adanya potensi pembalikan tren bearish menjadi bullish. 

Hidden bullish divergence mengindikasikan bahwa meskipun harga terus turun, momentum positif sedang membangun. Ini bisa menjadi tKamu bahwa tekanan jual mulai melemah dan pembalikan tren naik bisa terjadi. Trader dapat mempertimbangkan untuk membuka posisi beli saat sinyal ini muncul.

2. Hidden Bearish Divergence

Terjadi saat harga membentuk puncak yang lebih rendah, tetapi osilator teknikal membentuk puncak yang lebih tinggi. Ini menunjukkan adanya potensi pembalikan tren bullish menjadi bearish. 

Hidden bearish divergence mengindikasikan bahwa meskipun harga terus naik, momentum negatif sedang membangun. Ini bisa menjadi tKamu bahwa tekanan beli mulai melemah dan pembalikan tren turun bisa terjadi. Trader dapat mempertimbangkan untuk membuka posisi jual saat sinyal ini muncul.

Penting untuk mengingat bahwa hidden divergence hanyalah salah satu alat analisis teknikal dan tidak dapat dijadikan sebagai satu-satunya faktor penentu dalam pengambilan keputusan trading. Sinyal ini harus dikonfirmasi dengan analisis tambahan, seperti pola candlestick, level support dan resistance, atau indikator lainnya, untuk meningkatkan keandalan sinyal.

Mengidentifikasi Hidden Divergence dalam Trading Forex

diskusi mengidentifikasi hidden divergence

Hidden divergence adalah salah satu alat analisis teknikal yang digunakan oleh trader forex untuk mengenali potensi pembalikan tren yang sedang terjadi. Ketika pergerakan harga membentuk puncak atau lembah yang berbeda dengan osilator teknikal yang digunakan, hal ini dapat memberikan sinyal tentang perbedaan antara pergerakan harga dan momentum, yang menunjukkan potensi pembalikan tren yang akan datang.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi hidden divergence dalam trading forex:

1. Pilih osilator teknikal yang tepat

Untuk mengidentifikasi hidden divergence, trader perlu menggunakan osilator teknikal seperti RSI (Relative Strength Index), MACD (Moving Average Convergence Divergence), atau Stochastic Oscillator. Osilator ini membantu mengukur momentum pasar dan dapat memberikan indikasi perbedaan antara pergerakan harga dan momentum.

2. Identifikasi tren yang sedang berlangsung

Sebelum mencari hidden divergence, trader perlu mengidentifikasi tren yang sedang berlangsung, apakah itu tren naik (uptrend) atau tren turun (downtrend). Ini dapat dilakukan dengan menggunakan alat analisis teknikal seperti moving average atau trendline.

3. Perhatikan pergerakan harga dan osilator teknikal

Ketika tren naik, trader perlu mencari hidden bullish divergence, yang terjadi ketika harga membentuk lembah yang lebih rendah, tetapi osilator teknikal membentuk lembah yang lebih tinggi. Sebaliknya, ketika tren turun, trader perlu mencari hidden bearish divergence, yang terjadi ketika harga membentuk puncak yang lebih rendah, tetapi osilator teknikal membentuk puncak yang lebih tinggi.

4. Konfirmasi dengan analisis tambahan

Mengidentifikasi hidden divergence hanya merupakan langkah awal. Penting untuk melakukan konfirmasi tambahan dengan menggunakan alat analisis teknikal lainnya seperti pola candlestick, level support dan resistance, atau indikator tambahan. Konfirmasi ini membantu meningkatkan keandalan sinyal dan mengurangi risiko sinyal palsu.

5. Gunakan time frame yang relevan

Penggunaan time frame yang relevan sangat penting dalam mengidentifikasi hidden divergence. Jika trader menggunakan time frame yang terlalu kecil, sinyal hidden divergence mungkin tidak dapat terlihat dengan jelas. Sebaliknya, jika menggunakan time frame yang terlalu besar, sinyal mungkin terlalu lambat dan terlewatkan. Pilih time frame yang sesuai dengan gaya trading dan strategi yang digunakan.

6. Pertimbangkan risiko dan manajemen risiko

Meskipun hidden divergence dapat memberikan sinyal pembalikan tren yang potensial, tidak ada indikator yang sempurna. Penting untuk selalu menerapkan manajemen risiko yang baik dalam trading forex. Tentukan level stop-loss dan take-profit yang sesuai dengan strategi trading, dan pastikan untuk memperhitungkan faktor risiko dalam setiap posisi yang dibuka.

Mengidentifikasi hidden divergence dalam trading forex membutuhkan pemahaman yang baik tentang konsep ini dan praktek yang konsisten. 

Dalam pengambilan keputusan trading, penting untuk selalu melakukan analisis menyeluruh, menggunakan konfirmasi tambahan, dan mempertimbangkan faktor risiko yang terkait. Selain itu, disarankan untuk menguji strategi trading menggunakan data historis atau akun demo sebelum menerapkannya pada kondisi pasar yang sebenarnya.

Strategi Trading Menggunakan Hidden Divergence

grafik yang sudah di analisa memiliki hidden divergence

Strategi trading menggunakan hidden divergence dapat melibatkan beberapa langkah berikut:

1. Identifikasi Hidden Divergence

Perhatikan pola harga dan osilator teknikal untuk menemukan situasi hidden divergence. Gunakan grafik harga dan indikator osilator teknikal seperti RSI (Relative Strength Index) atau MACD (Moving Average Convergence Divergence) untuk melihat perbedaan antara pergerakan harga dan osilator.

2. Konfirmasi dengan Alat Lain

Gunakan alat analisis tambahan seperti pola candlestick, level support dan resistance, atau indikator lainnya untuk memverifikasi hidden divergence yang telah diidentifikasi. Konfirmasi tambahan dapat memberikan kepercayaan lebih dalam sinyal trading.

3. Entry dan Exit Point

Setelah mengidentifikasi hidden divergence dan melakukan konfirmasi, tentukan entry point untuk membuka posisi trading. Jika terdapat hidden bullish divergence, pertimbangkan untuk membuka posisi beli (long) atau keluar dari posisi jual (short) yang ada. 

Sebaliknya, jika terdapat hidden bearish divergence, pertimbangkan untuk membuka posisi jual (short) atau keluar dari posisi beli (long) yang ada. Tentukan juga level stop-loss untuk mengelola risiko dan level target keuntungan (take-profit) untuk mengambil keuntungan saat harga mencapai level yang diharapkan.

4. Manajemen Risiko

Penting untuk selalu menerapkan manajemen risiko yang baik dalam trading. Tetapkan batasan kerugian yang dapat ditoleransi dan gunakan stop-loss order untuk keluar dari posisi jika harga bergerak melawan prediksi Anda. Selain itu, atur ukuran posisi dengan mempertimbangkan besarnya risiko yang dapat Kamu tanggung.

5. Pengujian dan Evaluasi

Ujilah strategi trading dengan menggunakan data historis atau akun demo sebelum menerapkannya pada kondisi pasar yang sebenarnya. Lakukan evaluasi reguler terhadap performa strategi dan sesuaikan jika diperlukan.

Penting untuk diingat bahwa tidak semua hidden divergence menghasilkan sinyal yang akurat, dan keputusan trading harus didasarkan pada analisis menyeluruh dan konfirmasi tambahan. Selalu berhati-hati dan mengelola risiko dengan bijak dalam setiap transaksi.

Setelah membaca artikel diatas, kurang lengkap apabila kamu tidak mencoba pengalaman trading terbaik bersama HSB Investasi!

Dapatkan kesempatan untuk meraih keuntungan di pasar keuangan global hanya dengan aplikasi HSB Investasi. Jadilah bagian dari trader sukses di Indonesia dan memotivasi trader lainnya dengan cara registrasikan akunmu dan mulailah untuk trading sekarang juga. 

Tunggu apalagi? Segera Unduh aplikasi HSB Investasi dan nikmati kemudahan meraih keuntungan dan jangan lupa untuk melakukan deposit di HSB Investasi sekarang juga dan rasakan pengalaman trading yang lebih mudah, cepat, dan efisien. 

Aplikasi HSB Investasi mudah digunakan dengan adanya video tutorial, CS online 24 jam dan buku panduan akan membantu kamu dalam memulai trading tanpa harus khawatir karena tidak memahami cara menggunakannya.*** 

DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan hanya sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Artikel Lainnya

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Mulai Pengalaman Trading Terbaik