Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading
store google
Teknik Scalping dalam Trading Emas? Cek dulu Manfaat & Risikonya

Sobat Trader, apakah kamu pernah mendengar tentang scalping dalam trading emas? Scalping adalah teknik trading yang menantang sekaligus lebih menjanjikan. 

Dalam artikel ini, kita akan membedah seteknik mendalam teknik scalping terbaik untuk trading emas. Kami akan membahas pengertian scalping, konsep dasar scalping emas, manfaat, risiko, serta bagaimana menggabungkan EMA (Exponential Moving Average) untuk meningkatkan peluang kesuksesan dalam scalping. 

mencaritahu scalping emas

Cara Kerja Scalping Trading Emas

1. Memahami Dasar-dasar Scalping

Scalping adalah strategi trading di mana trader berusaha mendapatkan keuntungan kecil dari perubahan harga yang cepat dan sering. Dalam trading emas, scalping memanfaatkan volatilitas harga emas yang cenderung berfluktuasi dalam jangka waktu singkat.

Trader scalping biasanya membuka dan menutup posisi dalam hitungan menit, bahkan detik, dengan tujuan meraih profit kecil tetapi konsisten.

2. Menggunakan Indikator Teknikal

Sobat Trader, indikator teknikal sangat penting dalam scalping emas. Beberapa indikator yang sering digunakan antara lain:

  • Moving Averages (MA): Membantu mengidentifikasi tren harga. MA yang sering digunakan dalam scalping adalah MA dengan periode pendek seperti 5, 10, atau 20.
  • Bollinger Bands: Mengukur volatilitas pasar dan membantu mengidentifikasi kondisi overbought atau oversold.
  • Stochastic Oscillator: Menunjukkan momentum harga dan kondisi overbought atau oversold.
  • Relative Strength Index (RSI): Mengukur kecepatan dan perubahan pergerakan harga untuk menentukan kondisi overbought atau oversold.

3. Menentukan Time Frame

Scalping emas biasanya dilakukan pada time frame yang sangat rendah, seperti 1 menit (M1) atau 5 menit (M5). Time frame ini memungkinkan Sobat Trader untuk melihat pergerakan harga secara detail dan memanfaatkan fluktuasi kecil untuk mendapatkan keuntungan.

4. Mengatur Risiko dengan Ketat

Manajemen risiko sangat penting dalam scalping, Sobat Trader. Karena scalping melibatkan banyak transaksi dalam waktu singkat, penting untuk mengatur stop loss yang ketat untuk membatasi kerugian. Sebagai aturan umum, risiko per perdagangan tidak boleh melebihi 1-2% dari total modal trading.

5. Membuka dan Menutup Posisi dengan Cepat

Dalam scalping, kecepatan adalah kunci. Kamu harus siap membuka dan menutup posisi dengan cepat sesuai sinyal yang diberikan oleh indikator teknikal. Jangan tergoda untuk mempertahankan posisi terlalu lama, karena tujuan scalping adalah meraih keuntungan kecil secara konsisten.

6. Memanfaatkan Likuiditas Pasar

Sobat Trader, likuiditas pasar emas sangat tinggi, terutama selama sesi trading Eropa dan Amerika. Memanfaatkan periode-periode ini dapat membantu kamu dalam mendapatkan eksekusi perdagangan yang cepat dan mengurangi slippage.

Baca Juga:  Ini Manfaat Emas dalam Menyusun Portofolio Pensiun

7. Disiplin dan Konsistensi

Scalping membutuhkan disiplin yang tinggi. Kamu harus konsisten dalam mengikuti strategi trading yang telah ditetapkan dan tidak terpengaruh oleh emosi. Disiplin dalam mengikuti aturan entry dan exit sangat penting untuk kesuksesan dalam scalping.

Contoh Praktis Scalping Trading Emas

Misalnya, kamu menggunakan indikator Bollinger Bands dan Stochastic Oscillator untuk scalping emas pada time frame 1 menit. Kamu bisa mencari sinyal entry ketika harga menyentuh atau mendekati band bawah Bollinger Bands dan Stochastic menunjukkan kondisi oversold. Setelah membuka posisi buy, kamu menetapkan target profit kecil (misalnya, 5-10 pips) dan stop loss yang ketat.

Sebaliknya, untuk posisi sell, kamu bisa mencari sinyal ketika harga menyentuh atau mendekati band atas Bollinger Bands dan Stochastic menunjukkan kondisi overbought.

Keuntungan Scalping Emas

  • Profit Cepat: Salah satu keuntungan utama scalping adalah kemampuannya untuk menghasilkan profit cepat. Trader dapat memanfaatkan pergerakan harga kecil dalam waktu yang singkat untuk menghasilkan keuntungan. Ini membuatnya menarik bagi mereka yang ingin melihat hasil cepat.
  • Tidak Terpengaruh oleh Pergerakan Jangka Panjang: Scalping lebih berfokus pada pergerakan harga jangka pendek, sehingga trader tidak terlalu terpengaruh oleh fluktuasi harga jangka panjang atau peristiwa berita besar. Ini dapat membantu menghindari risiko yang terkait dengan perubahan tiba-tiba dalam pasar.
  • Potensi untuk Diversifikasi: Karena scalping melibatkan sejumlah besar perdagangan dalam waktu singkat, trader dapat diversifikasi portofolio mereka dengan cepat. Ini dapat membantu dalam mengelola risiko dengan meratakan potensi kerugian.
  • Sesuai untuk Volatilitas Rendah: Scalping dapat menjadi teknik yang efektif saat pasar emas memiliki volatilitas yang rendah. Dalam situasi ini, trader dapat mencari peluang kecil yang tetap menguntungkan.

risiko scalping emas yang ada

Risiko Scalping Trading Emas

  • Risiko Tinggi: Scalping adalah teknik yang penuh risiko. Karena trader membuka dan menutup posisi dalam waktu singkat, risiko kesalahan eksekusi atau pergerakan harga yang tidak terduga dapat menjadi masalah serius.
  • Biaya Transaksi: Scalping seringkali melibatkan pembayaran spread (perbedaan antara harga beli dan jual). Karena trader melakukan banyak perdagangan, biaya transaksi ini dapat meningkat dan mempengaruhi profitabilitas.
  • Emosi yang Intensif: Scalping memerlukan fokus dan reaksi cepat terhadap pergerakan harga. Hal ini dapat menyebabkan stres dan emosi yang intensif, yang mungkin sulit diatasi bagi beberapa trader.
  • Kurang Sesuai untuk Pemula: Scalping bukan teknik yang cocok untuk pemula. Dibutuhkan pengalaman dan pemahaman yang baik tentang analisis teknikal serta manajemen risiko yang kuat untuk berhasil dalam scalping.
  • Ketergantungan pada Teknologi: Scalping memerlukan akses yang sangat cepat ke platform trading dan perangkat teknologi yang handal. Kegagalan teknis atau gangguan internet dapat menjadi masalah serius dalam scalping.
  • Kehilangan Pergerakan Harga Besar: Scalpers sering melewatkan pergerakan harga besar dalam jangka waktu yang lebih panjang karena mereka fokus pada pergerakan harga kecil. Hal ini dapat menyebabkan kehilangan peluang profit yang signifikan.
Baca Juga:  Berikut Cara Membedakan Emas Asli dan Palsu

Keuntungan dan risiko dalam scalping instrumen emas perlu dipertimbangkan dengan hati-hati oleh setiap trader. Meskipun scalping dapat menghasilkan profit cepat, risiko yang terkait dengannya harus dihadapi dengan bijaksana. Penting untuk memiliki rencana trading yang baik, manajemen risiko yang disiplin, dan pengalaman yang cukup sebelum mencoba scalping seteknik aktif.

trading emas dengan menggabungkan emas dan ema 50

Kombinasi Scalping dengan EMA

EMA adalah indikator teknikal yang digunakan dalam analisis teknikal untuk mengidentifikasi tren harga dan potensi pembalikan tren. EMA memberikan bobot yang lebih tinggi pada harga-harga terbaru, sehingga lebih responsif terhadap perubahan harga daripada SMA (Simple Moving Average). EMA adalah alat yang sangat populer dalam trading karena kemampuannya untuk mengidentifikasi tren lebih awal.

Manfaat Penggunaan EMA dalam Scalping Trading Emas:

  • Identifikasi Tren: EMA membantu trader dalam mengidentifikasi tren pasar emas dengan lebih baik. Ketika harga bergerak di atas EMA, itu bisa menjadi tanda tren naik, sedangkan ketika harga bergerak di bawah EMA, itu bisa menjadi tanda tren turun. Ini membantu scalper dalam mengambil posisi sesuai dengan arah tren yang sedang berlangsung.
  • Sinyal Crossover: EMA sering digunakan untuk menghasilkan sinyal perdagangan saat dua garis EMA berpotongan atau crossover. Potongannya bisa menjadi sinyal untuk masuk atau keluar dari posisi. Misalnya, jika EMA jangka pendek melintasi EMA jangka panjang dari bawah ke atas, itu bisa menjadi sinyal beli.
  • Filter Sinyal Palsu: EMA dapat membantu menghindari sinyal palsu yang sering terjadi dalam scalping. Dengan fokus pada pergerakan harga yang lebih baru, EMA dapat memberikan sinyal yang lebih akurat untuk masuk atau keluar dari posisi.
  • Penentuan Level Stop Loss dan Take Profit: EMA juga digunakan untuk menentukan level stop loss dan take profit dalam scalping. Trader dapat menggunakan level-level ini berdasarkan pergerakan harga terhadap EMA.
Baca Juga:  Pentingnya Mengenal Troy Ounce, Satuan Unit Berat Emas

daripada bingung untuk memulai trading emas, lebih baik coba dulu akun demo HSB investasi

Trading Emas dengan Scalping Bebas Risiko!

Menggunakan teknik scalping dalam trading emas bisa memberikan keuntungan yang cepat, namun juga datang dengan risiko yang perlu dipahami. Untuk mengasah kemampuan ini tanpa risiko, Sobat Trader bisa memanfaatkan akun demo trading HSB, yang menyediakan dana virtual hingga $100,000 secara gratis. Dengan akun demo ini, Sobat Trader dapat berlatih dan menguji strategi scalping secara real-time tanpa khawatir kehilangan uang sungguhan.

Setelah merasa yakin dan siap untuk terjun ke pasar sebenarnya, Sobat Trader dapat membuka akun trading live HSB dengan melengkapi dokumen identitas diri, melakukan verifikasi data KYC, dan mentransfer dana deposit trading hanya ke rekening segregasi resmi HSB Investasi.

HSB, yang sudah teregulasi resmi oleh BAPPEBTI, juga menawarkan berbagai promo trading menarik untuk membantu memaksimalkan potensi profit nasabahnya. Dengan fasilitas dan dukungan dari HSB, Sobat Trader bisa lebih percaya diri dalam menjalankan strategi trading emas dan meraih kesuksesan di pasar.***

FAQ

Berapa keuntungan scalping?

Keuntungan dari scalping bergantung pada strategi, frekuensi trading, dan kondisi pasar. Trader scalping biasanya mencari keuntungan kecil dari banyak transaksi dalam waktu singkat. Meskipun keuntungan per trading bisa kecil, akumulasi dari banyak trading bisa signifikan jika dilakukan dengan konsisten.

Trading emas Apa itu?

Trading emas melibatkan pembelian dan penjualan emas di pasar keuangan untuk mendapatkan keuntungan dari fluktuasi harga. Emas diperdagangkan melalui berbagai instrumen seperti kontrak berjangka, CFD, dan ETF, dan sering dianggap sebagai aset safe-haven di saat ketidakpastian ekonomi.

Apa beda scalping dan Swing Trading?

Scalping dan swing trading adalah dua gaya trading yang berbeda. Scalping fokus pada membuat banyak trading jangka pendek dalam hitungan menit untuk keuntungan kecil per trading. Swing trading, di sisi lain, memegang posisi selama beberapa hari hingga minggu untuk mendapatkan keuntungan dari perubahan harga yang lebih besar. Scalping membutuhkan waktu yang lebih intensif dan reaksi cepat, sementara swing trading memerlukan analisis yang lebih dalam dan kesabaran.

Tag Terkait:
DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan hanya sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB1

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
Artikel Lainnya

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Mulai Pengalaman Trading Terbaik