Harga USD/JPY Hari Ini 9 Januari 2026 Menguat di 157,402
Jakarta – Harga USD/JPY hari ini terpantau mendaki kembali ke level tertinggi mingguannya di kisaran area 157.30. Pelemahan Yen ini terjadi meskipun data pengeluaran rumah tangga Jepang secara mengejutkan naik 2,9% pada bulan November, sebuah angka yang sebenarnya positif.
Namun, sentimen pasar tetap negatif karena data lain menunjukkan bahwa upah riil (gaji yang disesuaikan inflasi) di Jepang justru turun selama 11 bulan beruntun. Kondisi di mana kenaikan harga barang lebih cepat daripada kenaikan gaji ini membuat pasar khawatir daya beli masyarakat akan melemah. Hal ini menciptakan ketidakpastian baru mengenai kapan Bank Sentral Jepang (BoJ) bisa menaikkan suku bunga lagi, sehingga harga USD/JPY hari ini terus bergerak naik meninggalkan mata uang Yen yang semakin tidak menarik bagi investor.
Selain masalah ekonomi dalam negeri, tekanan terhadap Yen juga datang dari faktor eksternal, yaitu memanasnya hubungan antara Jepang dan China. China baru saja membatasi ekspor logam tanah jarang (rare earths) ke Jepang sebagai respons atas isu politik terkait Taiwan. Risiko gangguan rantai pasokan bagi pabrik-pabrik di Jepang ini menambah beban berat bagi Yen, yang membuat harga USD/JPY hari ini semakin kokoh bertahan di zona hijau.
Di sisi lain, Dolar Amerika Serikat justru sedang dalam performa prima menjelang rilis data ekonomi penting. Mata uang Paman Sam ini menyentuh level tertingginya dalam satu bulan terakhir karena para trader sedang melakukan penyesuaian posisi sebelum keluarnya laporan tenaga kerja AS (Nonfarm Payrolls) nanti malam. Kekuatan Dolar ini menjadi pendorong utama yang melambungkan harga USD/JPY hari ini menembus level-level resistensi sebelumnya.
Meskipun Dolar sedang kuat, kenaikannya mungkin akan sedikit tertahan oleh spekulasi kebijakan Bank Sentral AS (The Fed). Pasar masih memprediksi bahwa The Fed akan mulai memangkas suku bunga pada bulan Maret dan melanjutkannya di akhir tahun. Perbedaan arah kebijakan antara The Fed yang diprediksi melunak dan BoJ yang berencana mengetat (meski ragu-ragu) menjadi faktor penyeimbang yang membuat pergerakan harga USD/JPY hari ini tetap dinamis.
Secara teknikal, grafik perdagangan menunjukkan bahwa tren kenaikan Dolar terhadap Yen masih cukup dominan. Indikator rata-rata pergerakan harga (SMA 100) di grafik 4 jam menunjukkan tren naik yang stabil, memberikan dukungan kuat di level 156.31. Indikator momentum lainnya seperti RSI juga menunjukkan adanya tekanan beli yang sehat, mengindikasikan bahwa harga USD/JPY hari ini masih memiliki peluang untuk naik lebih tinggi jika momentum positif ini terjaga.
Kesimpulannya, nasib pergerakan pasar selanjutnya akan sangat bergantung pada rilis data tenaga kerja AS malam ini. Para trader kini bersikap lebih waspada dan menanti petunjuk yang lebih jelas dari data tersebut sebelum mengambil keputusan transaksi besar. Data ini akan menjadi penentu apakah tren kenaikan harga USD/JPY hari ini akan berlanjut menembus rekor baru atau justru mengalami koreksi menjelang penutupan pasar akhir pekan.
Sobat Trader, dengan semua perubahan di pasar yang dipicu oleh pergerakan Yen Jepang dan kebijakan Federal Reserve, ini adalah saat yang tepat untuk memperdalam pemahamanmu tentang forex dan strategi trading. Mau coba trading tanpa risiko? Yuk, buka akun demo gratis di HSB Investasi!
Di akun demo, kamu bisa belajar dan praktek trading dengan dana virtual. Akses berbagai instrumen trading, dan fitur menarik seperti grafik harga emas, forex, saham, indeks, dan emas melalui aplikasi trading terbaik dari HSB. Sebagai salah satu broker forex terbaik, HSB menyediakan platform yang user-friendly dan mendukung berbagai strategi trading pemula. Unduh aplikasi trading forex untuk Android dan iOS di sini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News HSB Investasi untuk informasi dan edukasi seputar trading, investasi keuangan, dan ekonomi.


