Harga USD/JPY Hari Ini 05 Februari 2026 Menguat di 156,961
Jakarta – Harga USD/JPY hari ini terlihat sangat rentan untuk melanjutkan tren penurunan yang sudah terjadi selama sepekan terakhir. Hal ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap kesehatan finansial Jepang akibat rencana ekspansi fiskal dari Perdana Menteri Sanae Takaichi.
Ketidakpastian politik menjelang pemilihan umum sela pada 8 Februari mendatang juga menjadi sentimen negatif yang membuat Yen kurang diminati. PM Takaichi berjanji akan menunda pajak konsumsi makanan sebesar 8% selama dua tahun, yang justru memicu ketakutan akan membengkaknya utang negara. Akibatnya, para trader cenderung menjauhi Yen, sehingga harga USD/JPY hari ini terus merangkak naik mendekati level 157.00.
Data inflasi dari Tokyo yang dirilis pekan lalu menunjukkan hasil yang lebih rendah dari perkiraan, yang mana hal ini mendinginkan ekspektasi pasar akan adanya kenaikan suku bunga dalam waktu dekat oleh Bank of Japan (BoJ). Meskipun BoJ memberikan sinyal tetap ingin menaikkan bunga di masa depan, fokus pasar saat ini lebih tertuju pada keperkasaan Dollar AS yang membuat harga USD/JPY hari ini tetap berada di zona hijau.
Di sisi lain, mata uang Dollar AS sedang berada di puncak performanya dalam dua minggu terakhir. Penguatan ini didukung oleh pernyataan pejabat bank sentral AS (Fed), Lisa Cook, yang lebih mengkhawatirkan risiko kenaikan inflasi. Meski ada potensi pemotongan bunga oleh Fed sebanyak dua kali lagi di tahun 2026, sentimen tersebut belum cukup kuat untuk menekan harga USD/JPY hari ini secara signifikan.
Presiden Donald Trump sendiri menegaskan bahwa Bank Sentral AS kemungkinan besar akan menurunkan suku bunga karena level bunga saat ini dinilai terlalu tinggi. Namun, selama data ekonomi AS tetap tangguh, Dollar akan tetap sulit untuk ditaklukkan oleh Yen. Kondisi inilah yang membuat para trader terus memantau rilis data tenaga kerja AS malam nanti untuk melihat arah baru bagi harga USD/JPY hari ini.
Secara teknikal, pasangan mata uang ini baru saja menembus hambatan penting di level 156.50, yang memberikan angin segar bagi penguatan Dollar lebih lanjut. Meskipun indikator momentum menunjukkan tanda-tanda jenuh, peluang untuk naik menuju level 157.64 masih terbuka lebar. Para trader tetap waspada jika terjadi intervensi mendadak dari otoritas Jepang yang bisa membalikkan harga USD/JPY hari ini secara tiba-tiba.
Jika penguatan Dollar terus berlanjut tanpa hambatan, Yen diprediksi akan semakin terpuruk dalam jangka pendek. Namun, jika terjadi penolakan di area hambatan saat ini, ada risiko harga akan kembali turun ke kisaran 155.60. Oleh karena itu, sangat penting bagi kamu untuk memperhatikan rilis data klaim pengangguran AS malam ini yang bisa menjadi pemicu fluktuasi besar pada harga USD/JPY hari ini.
Sobat Trader, dengan semua perubahan di pasar yang dipicu oleh pergerakan Yen Jepang dan kebijakan Federal Reserve, ini adalah saat yang tepat untuk memperdalam pemahamanmu tentang forex dan strategi trading. Mau coba trading tanpa risiko? Yuk, buka akun demo gratis di HSB Investasi!
Di akun demo, kamu bisa belajar dan praktek trading dengan dana virtual. Akses berbagai instrumen trading, dan fitur menarik seperti grafik harga emas, forex, saham, indeks, dan emas melalui aplikasi trading terbaik dari HSB. Sebagai salah satu broker forex terbaik, HSB menyediakan platform yang user-friendly dan mendukung berbagai strategi trading pemula. Unduh aplikasi trading forex untuk Android dan iOS di sini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News HSB Investasi untuk informasi dan edukasi seputar trading, investasi keuangan, dan ekonomi.


