Harga USD/JPY Hari Ini 06 Februari 2026 Melemah di 156,915

jpy sebagai mata uang yang dipasangkan dengan usd menjadi salah satu pair favorit

JakartaHarga USD/JPY hari ini terpantau bergerak turun dari level tertingginya dalam dua minggu terakhir seiring dengan melemahnya kekuatan Dollar AS di pasar global. Para trader kini sedang dalam mode waspada tinggi karena adanya kemungkinan intervensi gabungan dari pemerintah Jepang dan Amerika Serikat untuk menghentikan kejatuhan Yen yang terlalu tajam.

Salah satu pemicu penguatan Yen terhadap harga USD/JPY hari ini adalah buruknya data pengeluaran rumah tangga di Jepang yang merosot tajam. Kondisi ini justru memperkuat alasan bagi Bank Sentral Jepang (BoJ) untuk segera menaikkan suku bunga demi melawan inflasi yang semakin membebani masyarakat. Para trader melihat sinyal dari pertemuan BoJ bulan Januari lalu yang menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan mulai serius membahas tekanan harga akibat lemahnya nilai tukar Yen.

Meskipun Yen menguat, para trader nampaknya belum berani mengambil posisi beli yang terlalu agresif pada mata uang Jepang tersebut. Hal ini disebabkan oleh ketidakpastian politik menjelang pemilu majelis rendah Jepang yang akan diadakan pada Minggu, 8 Februari mendatang. Kekhawatiran mengenai kondisi keuangan publik Jepang yang sedang tidak sehat membuat pergerakan harga USD/JPY hari ini masih tertahan di area yang cukup terbatas.

Dari sisi Amerika Serikat, data tenaga kerja yang mengecewakan kembali menekan posisi Dollar terhadap harga USD/JPY hari ini. Laporan klaim pengangguran mingguan menunjukkan angka yang lebih tinggi dari perkiraan, ditambah dengan turunnya jumlah lowongan pekerjaan di akhir Desember lalu. Lemahnya pasar tenaga kerja AS ini memperkuat keyakinan para trader bahwa Bank Sentral AS (The Fed) akan kembali menurunkan suku bunga sebanyak dua kali lagi pada tahun 2026.

Secara teknikal, pergerakan harga USD/JPY hari ini baru saja mengalami koreksi setelah sempat menembus level psikologis di atas 157.00. Meskipun tren besarnya masih cenderung menguat, indikator momentum menunjukkan bahwa tenaga untuk naik mulai memudar. Jika harga terus bertahan di bawah level hambatan tertentunya, maka ada potensi bagi harga USD/JPY hari ini untuk melakukan koreksi yang lebih dalam dalam jangka pendek.

Para pelaku pasar kini sedang menantikan rilis data sentimen konsumen dari Universitas Michigan yang akan keluar malam nanti. Data ini biasanya menjadi acuan bagi para trader untuk melihat seberapa kuat daya beli masyarakat Amerika di tengah isu perlambatan ekonomi. Hasil dari data tersebut kemungkinan besar akan langsung berdampak pada fluktuasi harga USD/JPY hari ini sebelum pasar ditutup untuk akhir pekan.

Sebagai kesimpulan, meskipun Yen mendapatkan tenaga dari spekulasi kenaikan bunga BoJ, hambatan politik di dalam negeri Jepang tetap menjadi perhatian utama. Para trader disarankan untuk tetap berhati-hati dan selalu memantau rilis berita ekonomi terbaru agar tidak terjebak dalam pergerakan harga yang tiba-tiba. Tetaplah waspada karena dinamika harga USD/JPY hari ini masih akan sangat dipengaruhi oleh sentimen global dan kebijakan bank sentral.

Mulai trading dengan 17 pasangan mata uang forex terpopuler dunia di aplikasi HSB

Sobat Trader, dengan semua perubahan di pasar yang dipicu oleh pergerakan Yen Jepang dan kebijakan Federal Reserve, ini adalah saat yang tepat untuk memperdalam pemahamanmu tentang forex dan strategi trading. Mau coba trading tanpa risiko? Yuk, buka akun demo gratis di HSB Investasi!

Di akun demo, kamu bisa belajar dan praktek trading dengan dana virtual. Akses berbagai instrumen trading, dan fitur menarik seperti grafik harga emas, forex, saham, indeks, dan emas melalui aplikasi trading terbaik dari HSB. Sebagai salah satu broker forex terbaik, HSB menyediakan platform yang user-friendly dan mendukung berbagai strategi trading pemula. Unduh aplikasi trading forex untuk Android dan iOS di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News HSB Investasi untuk informasi dan edukasi seputar trading, investasi keuangan, dan ekonomi.

Bagikan Artikel