Harga USD/JPY Hari Ini 22 Januari 2026 Menguat di 158,746

jpy sebagai mata uang yang dipasangkan dengan usd menjadi salah satu pair favorit

JakartaHarga USD/JPY hari ini didorong naik oleh kombinasi beberapa faktor negatif yang menekan mata uang Jepang. Pemicu utamanya adalah membaiknya suasana pasar global setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan ancaman tarif terhadap Eropa dan mencapai kerangka kesepakatan dengan NATO terkait Greenland. Kabar baik ini membuat para trader lebih berani mengambil risiko dan meninggalkan aset aman (safe-haven) seperti Yen.

Selain faktor eksternal, tekanan pada Yen juga datang dari dalam negeri. Pasar obligasi Jepang baru saja mengalami aksi jual besar-besaran karena kekhawatiran terhadap kesehatan anggaran negara di bawah kebijakan Perdana Menteri Sanae Takaichi yang dianggap terlalu boros. Hal ini turut menjadi beban bagi pergerakan harga USD/JPY hari ini, membuat Yen semakin tidak bertenaga melawan Dolar.

Meskipun demikian, pelemahan Yen mungkin tidak akan berlangsung terlalu jauh. Ada harapan bahwa pemerintah Jepang akan turun tangan atau melakukan intervensi untuk mencegah mata uang mereka jatuh terlalu dalam. Para trader juga tampaknya berhati-hati dan memilih menunggu sinyal yang lebih jelas mengenai kapan kenaikan suku bunga berikutnya akan terjadi sebelum mengambil posisi besar yang mempengaruhi harga USD/JPY hari ini.

Semua mata kini tertuju pada rapat kebijakan Bank of Japan (BoJ) yang berlangsung selama dua hari dan akan berakhir pada Jumat besok. Keputusan suku bunga dan komentar dari Gubernur BoJ, Kazuo Ueda, sangat dinantikan karena akan menjadi penentu utama arah harga USD/JPY hari ini dan tren jangka pendek selanjutnya. Meskipun BoJ diperkirakan akan menahan suku bunga di level 0,75% setelah kenaikan bulan Desember lalu, pasar mencari petunjuk apakah kenaikan berikutnya akan dilakukan secepatnya pada bulan April.

Sentimen positif terhadap Dolar AS juga kembali muncul seiring meredanya ketakutan akan perang dagang AS-Eropa. Fenomena “Sell America” atau aksi jual aset AS mulai surut, memberikan angin segar bagi Dolar. Hal ini secara otomatis mendorong naik harga USD/JPY hari ini, sementara pasar juga bersiap menantikan data ekonomi penting AS seperti Indeks Harga PCE dan laporan PDB yang akan dirilis nanti malam.

Di sisi lain, survei BoJ menunjukkan bahwa sebagian besar rumah tangga di Jepang memperkirakan harga-harga barang akan terus naik selama beberapa tahun ke depan. Inflasi yang tertahan di atas target 2% selama empat tahun terakhir ini menjadi alasan kuat bagi bank sentral untuk memperketat kebijakan moneternya. Tekanan inflasi ini menjadi faktor fundamental yang diperhatikan trader dalam memprediksi pergerakan harga USD/JPY hari ini ke depannya.

Secara teknikal, Dolar AS terlihat memegang kendali setelah berhasil menembus level pertahanan penting di 158.15. Jika momentum kenaikan ini berlanjut, target berikutnya bagi harga USD/JPY hari ini berada di kisaran 158.39 hingga 158.63. Namun, jika gagal bertahan di level atas, harga bisa saja terkoreksi kembali turun. Saat ini, indikator pasar menunjukkan sinyal kenaikan ringan, namun trader tetap waspada menanti hasil rapat BoJ besok.

Mulai trading dengan 17 pasangan mata uang forex terpopuler dunia di aplikasi HSB

Sobat Trader, dengan semua perubahan di pasar yang dipicu oleh pergerakan Yen Jepang dan kebijakan Federal Reserve, ini adalah saat yang tepat untuk memperdalam pemahamanmu tentang forex dan strategi trading. Mau coba trading tanpa risiko? Yuk, buka akun demo gratis di HSB Investasi!

Di akun demo, kamu bisa belajar dan praktek trading dengan dana virtual. Akses berbagai instrumen trading, dan fitur menarik seperti grafik harga emas, forex, saham, indeks, dan emas melalui aplikasi trading terbaik dari HSB. Sebagai salah satu broker forex terbaik, HSB menyediakan platform yang user-friendly dan mendukung berbagai strategi trading pemula. Unduh aplikasi trading forex untuk Android dan iOS di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News HSB Investasi untuk informasi dan edukasi seputar trading, investasi keuangan, dan ekonomi.

Bagikan Artikel