Harga USD/JPY Hari Ini 27 Januari 2026 Menguat di 154,588
Jakarta – Harga USD/JPY hari ini bergerak naik menjauhi level terendahnya sejak November 2025 yang sempat tersentuh pada hari Senin.
Kecemasan mengenai kondisi keuangan negara Jepang semakin menjadi sorotan setelah janji kampanye PM Takaichi untuk menangguhkan pajak penjualan pada bahan makanan. Rencana ini memicu kekhawatiran akan lonjakan utang negara, yang kemudian mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang. Akibatnya, beban pembayaran utang negara berpotensi membengkak, dan situasi ini menjadi faktor fundamental yang menahan penguatan Yen, sekaligus menjaga harga USD/JPY hari ini tetap stabil di kisaran level saat ini.
Dari sisi data ekonomi, inflasi grosir di Jepang dilaporkan melambat pada bulan Desember. Indeks Harga Produsen (PPI) tercatat naik 2,4% secara tahunan, lebih rendah dibandingkan kenaikan 2,7% pada bulan sebelumnya. Meskipun demikian, data ini tidak mengubah pandangan Bank of Japan (BoJ) yang tetap memberi sinyal siap menaikkan suku bunga. Sikap tegas (hawkish) dari bank sentral Jepang ini menjadi salah satu alasan mengapa harga USD/JPY hari ini tidak melonjak terlalu tinggi meskipun Yen sedang tertekan oleh isu fiskal.
Namun, para trader perlu waspada terhadap potensi intervensi pemerintah Jepang. PM Sanae Takaichi telah memperingatkan bahwa pihak berwenang siap mengambil langkah tegas terhadap pergerakan pasar yang dianggap spekulatif dan tidak normal. Ancaman intervensi ini, ditambah dengan sikap BoJ yang kontras dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan di AS, membuat pergerakan harga USD/JPY hari ini sangat sensitif. Trader tampaknya enggan mengambil posisi besar sebelum ada kejelasan lebih lanjut.
Di sisi lain, Dolar AS sendiri sedang kesulitan menarik minat pembeli karena ekspektasi terhadap kebijakan Bank Sentral AS (The Fed). Pasar memperkirakan The Fed akan menurunkan biaya pinjaman sebanyak dua kali lagi tahun ini. Prospek penurunan suku bunga AS ini menahan laju Dolar, sehingga harga USD/JPY hari ini kemungkinan akan bergerak terbatas sebelum adanya kepastian dari rapat kebijakan FOMC yang dimulai hari ini.
Saat ini, fokus utama pasar tertuju pada pertemuan dua hari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC). Hasil dari pertemuan ini akan menjadi penentu utama arah Dolar AS dalam jangka pendek. Para trader memilih untuk bersikap wait and see atau menunggu di pinggir pasar, menantikan petunjuk arah kebijakan yang bisa menggerakkan harga USD/JPY hari ini secara signifikan ke satu arah tertentu.
Secara teknikal, pasangan mata uang ini menunjukkan pergerakan yang tertahan di bawah rata-rata pergerakan 100 hari (SMA). Indikator momentum menunjukkan tekanan jual masih ada, dengan level RSI mendekati wilayah jenuh jual (oversold). Jika harga penutupan harian berada di bawah level kunci 153.81, maka tren penurunan bisa berlanjut. Sebaliknya, jika mampu bertahan di atas level tersebut, harga USD/JPY hari ini memiliki peluang untuk pulih atau stabil.
Sobat Trader, dengan semua perubahan di pasar yang dipicu oleh pergerakan Yen Jepang dan kebijakan Federal Reserve, ini adalah saat yang tepat untuk memperdalam pemahamanmu tentang forex dan strategi trading. Mau coba trading tanpa risiko? Yuk, buka akun demo gratis di HSB Investasi!
Di akun demo, kamu bisa belajar dan praktek trading dengan dana virtual. Akses berbagai instrumen trading, dan fitur menarik seperti grafik harga emas, forex, saham, indeks, dan emas melalui aplikasi trading terbaik dari HSB. Sebagai salah satu broker forex terbaik, HSB menyediakan platform yang user-friendly dan mendukung berbagai strategi trading pemula. Unduh aplikasi trading forex untuk Android dan iOS di sini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News HSB Investasi untuk informasi dan edukasi seputar trading, investasi keuangan, dan ekonomi.


