Analisa Emas XAU/USD Hari Ini 13 Januari 2026 Berpotensi ke 4530

emas yang di analisa oleh HSB

Analisa Fundamental

Harga emas hari ini ini sempat menyentuh rekor tertinggi baru akibat ketegangan geopolitik dan isu internal The Fed, potensi pembalikan arah (bearish reversal) kini membayangi pergerakan XAU/USD. Pelaku pasar mulai mengambil sikap hati-hati (wait and see) yang dapat memicu aksi profit taking massal, didorong oleh tiga faktor fundamental utama berikut:

1. Kebangkitan Dolar AS & Kebijakan “Stagnan” di Kuartal I Faktor utama yang menahan laju emas adalah mulai menguatnya Dolar AS (modest USD uptick) menjelang rilis data inflasi. Penguatan Dolar ini didukung oleh data Nonfarm Payrolls (NFP) Jumat lalu yang mengindikasikan bahwa kebijakan moneter The Fed kemungkinan besar akan stagnan di kuartal pertama tahun ini. Jika The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama (tidak ada pemangkasan di awal tahun), daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset) akan meredup. Investor akan cenderung beralih kembali ke Dolar AS yang memberikan yield, menekan harga emas turun dari puncaknya.

2. Ancaman Inflasi Inti (Core CPI) yang Meningkat Fokus utama pasar saat ini tertuju pada rilis data Consumer Price Index (CPI) AS. Konsensus memprediksi bahwa Core CPI (Inflasi Inti) akan naik tipis menjadi 2,7% YoY. Kenaikan inflasi inti ini adalah sinyal bahaya bagi pembeli emas. Jika inflasi terbukti membandel atau naik, The Fed—yang saat ini sedang bersitegang mempertahankan independensinya dari tekanan Presiden Trump—akan memiliki alasan kuat untuk menolak pemangkasan suku bunga. Ketua The Fed Jerome Powell telah menegaskan penolakannya untuk memangkas bunga hanya karena tekanan politik. Data inflasi yang panas akan memperkuat sikap hawkish Powell, yang berpotensi memicu lonjakan Dolar AS dan menjatuhkan harga emas.

3. Risiko “Buy the Rumor, Sell the News” Secara psikologis pasar, harga emas sudah naik sangat tinggi (overextended) merespons isu geopolitik Iran dan skandal penyelidikan Powell. Banyak dari sentimen risiko ini kemungkinan sudah “terprice-in” (sudah diserap pasar). Dengan absennya pembeli baru yang signifikan menjelang data inflasi, kegagalan emas untuk menembus level resistensi lebih tinggi bisa memicu gelombang likuidasi posisi beli. Jika data CPI dirilis sesuai ekspektasi atau lebih tinggi, narasi “bunga tinggi lebih lama” akan mendominasi kembali, memaksa harga emas terkoreksi tajam ke bawah untuk mencari pijakan harga yang lebih wajar.

Kesimpulan: Emas saat ini berada di posisi rawan. Kombinasi antara Dolar AS yang mulai menguat, prospek suku bunga yang stagnan di Q1, dan ancaman kenaikan data inflasi inti menciptakan skenario bearish jangka pendek. Jika CPI malam ini dirilis kuat, bersiaplah melihat Emas tertekan turun menjauhi rekor tertingginya.

Analisa Teknikal

Pada timeframe M30, XAUUSD sedang membentuk chart pattern Head and Shoulder, apabila harga mampu melakukan breakout dengan momentum kuat pada support sebelumnya, maka XAUUSD berpotensi untuk terjadi koreksi dalam jangka pendek sehingga terdapat peluang untuk melakukan SELL dengan risk to reward 1:2.

 

Entry Sell Stop : 4560

Target Profit 1 : 4545

Target Profit 2 : 4530

Stop Loss : 4575

sebagai aset safe haven, tentunya emas bisa menjadi peluang trading yang bagus

Pergerakan harga emas yang dipengaruhi oleh isyarat suku bunga menunjukkan betapa pentingnya pemahaman terhadap faktor-faktor fundamental dan teknikal dalam trading. Dengan fluktuasi yang terjadi, ada banyak peluang bagi trader emas untuk mengambil keuntungan.

Ingin mencoba trading emas dengan aplikasi trading terbaik? Gunakan HSB Investasi, broker forex terbaik, untuk mulai trading emas dengan lebih percaya diri. Dengan HSB, kamu dapat memanfaatkan berbagai fitur unggulan, seperti grafik harga emas yang membantu meningkatkan potensi profitmu. Buka akun demo gratis, unduh aplikasi HSB Investasi sekarang di Android dan iOS. Tingkatkan keterampilan tradingmu sekarang!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News HSB Investasi untuk informasi dan edukasi seputar trading, investasi keuangan, dan ekonomi.***

Bagikan Artikel