Home Analisa Teknikal Forex 4 Cara Menggunakan Indikator Alligator dalam Forex Trading

4 Cara Menggunakan Indikator Alligator dalam Forex Trading

by HSB
0 comment

Apakah kamu trader pemula? Jika ya, maka kamu perlu memahami indikator alligator untuk menangkap peluang dalam trading forex. Cara membaca sinyal indikator ini pun bisa dikatakan cukup mudah. Intinya, kamu hanya perlu memperhatikan posisi ketiga garis moving average yang terdiri dari garis berwarna biru, garis hijau, dan garis warna merah. 

Indikator alligator dapat digunakan sendiri tanpa bantuan indikator lain. Artinya tidak perlu dikombinasikannya untuk mendapatkan hasil analisis yang akurat. Namun, jika kamu masih ragu, kamu tetap dapat mengombinasikannya dengan indikator trading lainnya. 

Mari simak lebih lengkap informasi tentang indikator ini beserta dengan cara kerja dan cara mengidentifikasinya di bawah ini. 

Apa Itu Indikator Alligator?

Indikator alligator berfungsi untuk menentukan trend yang sedang mendominasi pasar, baik itu trend bullish maupun trend bearish. Bahkan indikator ini dapat memberikan informasi trend yang akan terjadi berikutnya. Trader yang mengimplementasikan strategi ini biasanya akan menunggu waktu yang tepat untuk melakukan entry dan exit. 

Mengapa indikator ini dinamai alligator? Jawabannya karena Bill William pencetus indikator ini menganalogikan aktivitas trader yang mirip dengan buaya atau alligator. Antusiasme dan ritme para trader yang mengimplementasikan indikator alligator ini mirip dengan siklus biologi predator tersebut.

Indikator ini akan bekerja dari kondisi pasar sebelum trend hingga menjadi trend. Ketika tidak ada trend yang terjadi, maka pasar akan tertidur layaknya buaya yang sedang tidur. Namun, saat trend mulai muncul, pergerakannya menjadi sangat liar sebagaimana perilaku buaya saat terbangun dari tidurnya dan hendak mencari mangsa. 

Baca juga: Pengertian Harmonacci Patterns Indicator untuk Trading

Cara Kerja Indikator Alligator

Cara Kerja Indikator Alligator

Titik acuan indikator alligator yaitu ketika garis-garis saling terjalin, saling terpisah, dan saat garis berwarna merah dan hijau saling bersilangan. Di saat garis-garis saling terjalin, artinya indikator alligator sedang tidur lantaran tidak ada pergerakan harga sama sekali. Dalam kondisi ini, para trader harus bersabar, karena ini merupakan kondisi transisi menuju perubahan trend sideways.  

Kemudian, saat garis-garis saling terbuka atau terpisah, artinya trader sedang membuka posisi. Ketika candlestick naik di atas atau di bawah garis alligator, sebaiknya kamu tetap pada posisi trading. Nah, jika garis saling bertemu atau bersilangan, maka saatnya kamu mempertimbangkan untuk melakukan buy atau sell. 

Di saat trend mulai terbentuk, kamu dapat mempertimbangkan untuk menahan posisi selama garis merah terbuka lebar. Dalam kondisi ini terlihat jelas bahwa ketiga garis bergerak ke satu arah dan terus bertambah lebar.

Baca juga: Bollinger Bands: Fungsi, Trik, Dan Cara Menggunakan

Cara Mengidentifikasi Indikator Alligator

Untuk mengidentifikasi sinyal indikator ini bisa dikatakan cukup mudah. Pada intinya, kamu harus memahami dan memperhatikan posisi ketiga garis moving average di bawah ini.

1. Garis Berwarna Biru

Garis biru ini diibaratkan sebagai rahang atau jaws dari indikator alligator dan merupakan garis terkuat. Garis ini merepresentasikan moving average dengan periode terpanjang. Garis biru selalu dijadikan patokan dari kedua garis lainnya, lantaran menampilkan batas trend jangka menengah. Jika harga menembus garis ini, biasanya trend berbalik ke arah yang berlawanan. 

2. Garis Berwarna Hijau

Jika garis biru adalah rahangnya, maka garis hijau merupakan gigi atau teeth. Garis ini berperiode lebih pendek dan sinyal akan muncul ketika garis hijau memotong garis biru. Garis ini digunakan untuk menambah posisi terbuka dalam trend jika ada momentum kuat pada grafik. Perhatikan garis hijau dan biru secara saksama, supaya kamu dapat mempertimbangkan untuk melakukan buy dan sell dalam waktu yang tepat.

Baca juga:Apa Itu Candlestick? Komponen dan Bentuk-bentuk Dasarnya

3. Garis Berwarna Merah

Jika dianalogikan sebagai buaya, garis berwarna merah ini merepresentasikan bibir atau lips buaya. Moving average pada garis merah biasanya lebih pendek dan sangat cepat. Garis ini memberikan sinyal kepada trader mengenai kapan waktu yang tepat untuk membuka posisi, terutama saat trend tidak terlalu kuat. 

4 Tips Trading dengan Indikator Alligator

Tips Trading dengan Indikator Alligator

Saat trading, terdapat dua tipe trader dalam menggunakan indikator alligator. Tipe pertama yang hanya menggunakan indikator ini untuk membaca sinyal. Tipe kedua akan mengombinasikan indikator alligator dengan indikator lain guna menghindari sinyal palsu. 

Agar semakin mantap, mari simak tips trading dengan indikator alligator tanpa tambahan indikator lain di bawah ini.

1. Unduh Indikator Alligator

Hal pertama yang perlu kamu lakukan yaitu mengunduh indikator alligator untuk MetaTrader. Secara default, indikator menggunakan parameter sebagai berikut. 

  • Periode = 21, 13, 8
  • Pergeseran = 13, 8, 5
  • Metode moving average =  Dihaluskan.

2. Ubah Pengaturan Indikator

Direkomendasikan untuk mengubah pengaturan default indikator alligator seperti berikut:

  • Periode jaws = 21, Pergeseran = 13
  • Periode teeth = 13, Pergeseran = 8
  • Periode lips = 8, Pergeseran = 5

Setelah itu, kamu bisa memilih warna dan ketebalan garis sesuai dengan kebutuhan. Satu hal yang penting dalam mengubah peraturan ini, kamu harus merasa nyaman saat melakukan analisis grafik. Juga, indikatornya tidak menghalangi kamu untuk melihat candle. 

3. Memasuki Perdagangan Buy dan Sell 

Untuk melakukan buy, alligator harus bangun dari tidurnya. Ini ditandai dengan garis merah yang menembus garis hijau secara terbalik. Lalu, garis hijau melewati garis biru dari bawah ke atas. Kondisi ini akan memberikan sinyal bahwa harus ada titik yang masuk untuk membuka posisi setelah trend mengalami kenaikan. Pada kondisi ini, kamu bisa membuka posisi buy.

Baca Juga: Apa Itu Supply Demand Forex dan Cara Mengidentifikasinya

Sementara itu, untuk melakukan sell, garis alligator harus mulai miring ke bawah dan berada dalam kondisi bangun. Dalam kondisi ini, garis merah harus ada di bawah garis hijau dan garis hijau harus berada di bawah garis biru. Di sini, Hharga harus diperdagangkan di bawah semua garis alligator. Pada kondisi ini, kamu bisa membuka posisi sell. 

4. Stop Loss dan Take Profit

Kamu perlu menentukan titik stop loss di bagian bawah fraktal atau pola geometri yang terakhir terbentuk untuk mencegah kerugian lebih lanjut. Kemudian kamu dapat menghitung harga take profit untuk mendapatkan keuntungan yang ditargetkan. 

Setelah target keuntungan tercapai, take profit secara otomatis menutup untuk mengunci keuntungan. Biasanya, take profit dalam indikator alligator dua kali lebih besar keuntungannya. 

Apakah kamu sudah paham cara menggunakan indikator alligator dalam forex trading? Jika sudah, indikator ini dapat kamu implementasikan saat melakukan trading berbagai aset, mulai dari trading forex, trading komoditi seperti emas, perak, dan minyak mentah, serta trading saham. 

Lakukan simulasi terlebih dahulu supaya kamu mendapatkan pengalaman yang nyata dengan membuat akun demo di aplikasi trading online HSB. Di aplikasi ini, kamu bisa mencoba trading komoditi dengan harga perak dan minyak mentah yang selalu diperbaharui secara otomatis. Sudah siap trading? Download aplikasi HSB sekarang juga!

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

Quick Links
HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288