Memahami Definisi & Risiko Sleeping Investor

Memahami definisi dan risiko dari seorang Sleeping Investor

Mengenal definisi Sleeping Investor dan risikonya merupakan langkah awal yang penting bagi para pelaku bisnis yang ingin memahami dinamika kerjasama investasi. Sleeping Investor merujuk pada individu atau entitas yang menyediakan modal untuk bisnis atau proyek tanpa aktif terlibat dalam manajemen atau pengambilan keputusan sehari-hari. Sleeping Investor seringkali memberikan modal sebagai bentuk investasi, tetapi mereka tidak terlibat dalam operasional harian bisnis tersebut.

Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan dengan lebih rinci apa yang dimaksud dengan Sleeping Investor dan risiko-risiko yang mungkin terkait dengan peran mereka dalam investasi bisnis.

Apa itu Sleeping Investor?

Sleeping Investor adalah investor yang cenderung mengadopsi pendekatan yang pasif dan jarang melakukan perubahan besar pada diversifikasi portofolio investasi mereka. Mereka tidak aktif secara terus-menerus memantau pasar atau melakukan perdagangan sering, melainkan lebih memilih untuk “tidur” pada investasi mereka untuk jangka waktu yang panjang. 

Pendekatan ini didasarkan pada keyakinan bahwa pasar keuangan memiliki tren jangka panjang yang cenderung naik seiring waktu, dan dengan demikian, strategi “buy and hold” menjadi pilihan yang masuk akal.

 faktor penting yang harus dipertimbangkan oleh sleeping investor

Faktor-faktor yang Dipertimbangkan bagi Sleeping Investor

Meskipun disebut “tidur”, investor jenis ini tetap melakukan analisis dan perencanaan yang matang. Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan utama mereka meliputi:

  1. Tujuan Investasi: Menetapkan tujuan yang jelas, seperti dana pensiun, pendidikan anak, atau akumulasi kekayaan, menjadi panduan dalam memilih aset dan alokasi dana.
  2. Toleransi Risiko: Mereka harus memahami seberapa besar risiko yang sanggup mereka hadapi, karena hal ini akan memengaruhi jenis aset yang dipilih, baik itu saham, obligasi, maupun reksa dana.
  3. Jangka Waktu Investasi: Jangka waktu yang panjang adalah kunci. Seorang sleeping investor biasanya menahan investasi mereka selama bertahun-tahun untuk memaksimalkan potensi pertumbuhan.
  4. Diversifikasi: Mereka sangat mengutamakan penyebaran investasi di berbagai aset untuk mengurangi risiko.
  5. Analisis Fundamental: Meskipun tidak aktif trading, mereka tetap menganalisis fundamental perusahaan atau prospek ekonomi secara mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.
  6. Biaya: Investor pasif cenderung menghindari biaya transaksi yang tinggi dengan cara tidak melakukan trading secara sering.

Strategi diversifikasi sangat penting bagi seorang sleeping investor

Strategi Diversifikasi bagi Sleeping Investor

Diversifikasi adalah fondasi dari strategi sleeping investor. Tujuannya adalah untuk menyebar risiko sehingga jika satu aset berkinerja buruk, aset lain bisa mengimbanginya.

Berikut adalah beberapa cara efektif untuk melakukan diversifikasi:

  • Penyebaran Aset: Mengalokasikan dana ke berbagai kelas aset, seperti saham, obligasi, reksa dana, atau properti.
  • Diversifikasi Sektor: Memiliki investasi di berbagai sektor industri (misalnya teknologi, kesehatan, energi, dan keuangan) untuk menghindari risiko yang terkonsentrasi pada satu sektor saja.
  • Diversifikasi Geografis: Menginvestasikan dana di berbagai pasar global, tidak hanya di pasar domestik.
  • Diversifikasi Instrumen Keuangan: Berinvestasi di berbagai jenis instrumen, seperti obligasi korporasi, obligasi pemerintah, atau komoditas, untuk mendapatkan karakteristik risiko dan imbal hasil yang berbeda.
  • Diversifikasi Waktu: Menggunakan strategi Dollar Cost Averaging dengan menginvestasikan dana secara rutin dalam jangka waktu yang panjang, tanpa mencoba memprediksi kapan waktu terbaik untuk masuk pasar.

Menjadi seorang sleeping investor dalam investasi memiliki manfaat

Manfaat Menjadi Sleeping Investor dalam Investasi

Menjadi sleeping investor menawarkan beberapa manfaat yang tidak bisa didapatkan oleh trader aktif:

  • Mengurangi Stres: Mereka tidak perlu memantau pasar setiap hari, sehingga terhindar dari tekanan emosional dan keputusan impulsif.
  • Fokus pada Tujuan Jangka Panjang: Dengan pandangan jangka panjang, mereka bisa tetap fokus pada tujuan keuangan tanpa terpengaruh oleh fluktuasi pasar harian.
  • Mengurangi Biaya Transaksi: Karena jarang melakukan transaksi, mereka bisa menghemat biaya komisi dan biaya lainnya.
  • Mengurangi Risiko Kesalahan: Keputusan investasi cenderung lebih terencana dan rasional, sehingga mengurangi risiko kesalahan yang sering terjadi pada trader aktif.
  • Potensi Pertumbuhan Jangka Panjang: Strategi ini memungkinkan mereka untuk memanfaatkan pertumbuhan alami pasar finansial dalam jangka panjang.

Trading bebas risiko dengan dana virtual akun demo HSB Investasi

Jadi Sleeping Investor Tanpa Risiko!

Sleeping Investor juga dapat menghadapi risiko keuangan yang signifikan jika bisnis tidak berhasil atau mengalami kesulitan. Tanpa pengawasan yang aktif atau pengaruh langsung dalam operasi bisnis, Sleeping Investor mungkin tidak memiliki kontrol penuh terhadap bagaimana modal mereka digunakan atau bagaimana keuntungan atau kerugian dibagikan. 

Salah satu risiko yang mungkin terkait dengan menjadi Sleeping Investor adalah kehilangan kendali atas investasi mereka. Dengan minimnya keterlibatan dalam pengambilan keputusan, Sleeping Investor mungkin tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap arah strategis atau operasional bisnis. Sehingga, untuk mengantisipasi adanya risiko menjadi sleeping investor, kamu dapat menggunakan Akun demo trading HSB sebelum memulai trading akun live.

 

Download aplikasi HSB Investasi di Android dan iOS lalu buktikan sendiri betapa mudahnya memulai perjalanan tradingmu di HSB.

Bagikan Artikel