Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading
store google
Tipe Penggunaan Bearish Divergence dalam Trading

Saat melakukan trading memang bisa jadi seperti melakukan teka-teki, di mana kita mencoba membaca sinyal-sinyal pasar untuk membuat keputusan yang cerdas. Salah satu sinyal yang sering digunakan oleh trader adalah bearish divergence. 

Salah satu tipe penggunaan bearish divergence yang umum adalah sebagai sinyal untuk membuka posisi jual atau menempatkan stop-loss yang lebih ketat. Ketika bearish divergence terjadi, kamu dapat melihatnya sebagai tanda bahwa tren naik mungkin telah mencapai puncaknya dan saatnya untuk mengambil posisi berlawanan. Namun, apa sebenarnya bearish divergence itu dan bagaimana cara kita bisa memanfaatkannya dalam trading? Mari kita kupas bersama tipe-tipe penggunaan bearish divergence dalam dunia trading.

Pengertian Bearish Divergence

pengertian strategi Bearish divergence Bearish divergence adalah pola yang sering ditemui dalam analisis teknikal pasar keuangan, khususnya dalam trading saham, forex, dan komoditas. Divergensi bearish terjadi ketika harga aset meningkat tetapi indikator teknikal yang digunakan menunjukkan sinyal penurunan atau kelemahan potensial dalam tren tersebut. Ini adalah indikasi bahwa meskipun harga naik, momentumnya mungkin sudah melemah, dan ada potensi pembalikan atau penurunan harga yang akan datang.

Dalam bearish divergence, ada dua komponen utama yang perlu diperhatikan. Pertama, dengan melihat grafik harga aset dan mencari pola kenaikan harga. Kedua, memeriksa indikator teknikal, seperti Moving Average Convergence Divergence (MACD) atau Relative Strength Index (RSI), untuk melihat apakah indikator tersebut menunjukkan pola penurunan dengan kenaikan harga.

Bearish divergence dapat menjadi indikasi yang berguna bagi kamu untuk mengambil tindakan yang sesuai. Bearish divergence juga perlu digunakan bersamaan dengan analisis lain dan manajemen risiko yang baik untuk mengambil keputusan trading yang bijak.

Tipe Penggunaan Bearish Divergence 

Dalam analisis trading, pola bearish divergence dapat digunakan untuk berbagai hal yang dapat membantu trader mengambil keputusan trading yang lebih baik.

1. Sinyal Reversal Bearish

Sinyal Reversal Bearish terjadi ketika terdapat perbedaan antara pergerakan harga dan indikator momentum tersebut. Sinyal ini menunjukkan bahwa meskipun harga masih bergerak naik, namun momentumnya sudah mulai melemah. 

Ini bisa menjadi indikasi bahwa tren kenaikan akan segera berakhir dan digantikan oleh penurunan harga. Kamu dapat menggunakan sinyal reversal bearish sebagai petunjuk untuk mengambil tindakan pencegahan, seperti menjual posisi long atau mengambil posisi short jika kondisi pasar dan faktor lainnya mendukung.

2. Pengaturan Stop Loss

mengatur stop loss untuk Bearish DivergenceDalam mengatur stop loss untuk Bearish Divergence, kamu harus memahami dengan cermat pola divergensi yang telah teridentifikasi dan menentukan tingkat stop loss yang masuk akal. Hal ini biasanya dilakukan dengan memperhitungkan tingkat dukungan teknis yang ada, pola candlestick, atau indikator lain yang relevan. 

Stop loss harus ditempatkan sedikit di atas tingkat resistensi teknis terdekat atau sinyal lain yang dapat mengonfirmasi potensi pergerakan harga turun. Tujuan dari cara menggunakan stop loss adalah untuk melindungi modal kamu dari potensi kerugian besar jika harga bergerak melawan prediksi Bearish Divergence. 

3. Peningkatan Manajemen Risiko

Untuk meningkatkan manajemen risiko dalam penggunaan bearish divergence, sejumlah langkah perlu diambil. Pertama, pahami tentang dan bagaimana mengidentifikasi bearish divergence. Kedua, miliki rencana trading yang jelas untuk menentukan titik masuk dan keluar yang telah ditetapkan sebelumnya, serta menentukan level stop-loss yang memadai.

Baca Juga:  Pertanyaan Tentang Metatrader 4 dalam Trading

Selanjutnya, gunakan manajemen risiko tidak lebih dari 1-2% dari modal trading yang tersedia dalam satu posisi. Selain itu, pantau tren secara aktif dan ambil tindakan jika diperlukan. Terakhir, terus memperbarui dan mengevaluasi rencana manajemen risiko sesuai dengan perkembangan kondisi pasar. 

4. Konfirmasi untuk Keluar dari Trading

Untuk mengonfirmasi sinyal bearish divergence, kamu harus memantau indikator teknikal seperti RSI atau MACD yang menunjukkan kondisi oversold, mencari tanda-tanda penurunan momentum, dan mencari konfirmasi tambahan dari indikator atau pola harga lainnya, seperti pola candlestick bearish. Konfirmasi ini akan membantu kamu menghindari sinyal palsu dan meningkatkan keberhasilan dalam trading. 

5. Peringatan untuk Trader Jangka Panjang

Untuk trader jangka panjang, bearish divergence dapat memberikan peringatan awal tentang potensi pembalikan tren atau penurunan yang signifikan dalam harga aset. Namun, penting untuk diingat bahwa bearish divergence bukanlah sinyal yang pasti dan analisis tambahan diperlukan untuk mengkonfirmasi sinyal tersebut. kamu harus mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti tren umum pasar, berita ekonomi, dan sentimen pasar sebelum mengambil keputusan.

Memaksimalkan Trading dengan Bearish Divergence

Bearish divergence sering digunakan sebagai sinyal untuk menjual aset atau mengambil posisi pendek, mengantisipasi penurunan harga yang lebih besar oleh para trader, dan untuk memaksimalkan trading dengan bearish divergence.

1. Konfirmasi Divergence

Konfirmasi divergence melibatkan pemantauan sinyal-sinyal tambahan seperti pola candlestick bearish, tingkat resistensi, dan volume perdagangan. Setelah konfirmasi dilakukan, ambil tindakan seperti membuka posisi short sesuai strategi trading kamu. 

2. Gunakan Time Frame yang Tepat

Pemilihan time frame untuk bearish divergencePemilihan time frame harus disesuaikan dengan tujuan dan gaya trading. Trader jangka panjang dapat menggunakan time frame harian atau mingguan untuk gambaran yang lebih luas, sementara trader jangka pendek mungkin memilih time frame lebih singkat. 

Time frame yang dipilih juga harus konsisten dengan strategi manajemen risiko. Dengan memahami time frame yang kamu gunakan, akan membantu kamu menghindari noise pasar yang tidak relevan dan fokus pada sinyal bearish divergence yang lebih kuat.

3. Perhatikan Volume

Peningkatan volume perdagangan saat bearish divergence terjadi, bisa menjadi tanda kuat bahwa banyak pelaku pasar mulai mengambil posisi short atau menjual aset tersebut. Volume tinggi dapat menguatkan potensi pembalikan harga, namun perlu dingat bahwa penggunaannya harus dikombinasikan dengan analisis lain dan memperhatikan faktor-faktor pasar yang lebih luas. 

4. Pemahaman yang Mendalam

Pemahaman yang mendalam tentang Bearish Divergence melibatkan analisis teliti terhadap perbedaan antara pergerakan harga aset dan indikator teknis seperti RSI atau MACD. Trader yang memahami ini dapat mengidentifikasi sinyal bearish divergence dengan akurat, menggunakan konfirmasi dari pola harga dan level support dan resistance. Dengan pemahaman yang mendalam ini, kamu dapat mengambil posisi short dengan lebih percaya diri dan mengelola risiko secara efektif.

Model Bearish Divergence 

Bearish Divergence digunakan oleh para traderBearish Divergence digunakan oleh para trader dan analis untuk mengambil keputusan trading yang lebih bijak dalam upaya untuk memanfaatkan pergerakan harga berpotensi turun. Ada beberapa model bearish divergence yang umum muncul di pasar keuangan.

Baca Juga:  Jenis Timeframe Day Trading Apa yang Cocok?

1. Regular Bearish Divergence

Model Bearish Divergence adalah salah satu pola yang sering digunakan dalam analisis teknikal untuk mengidentifikasi potensi pembalikan harga turun dalam pasar keuangan. Pola ini terbentuk ketika harga aset menciptakan puncak yang lebih tinggi, tetapi indikator teknikal, menunjukkan puncak yang lebih rendah dalam periode sama. Ini mengindikasikan bahwa kekuatan tren naik mungkin mulai melemah dan harga berpotensi akan turun.

2. Hidden Bearish Divergence

Hidden Bearish Divergence terjadi ketika indikator momentum seperti RSI atau MACD menunjukkan pola yang berlawanan arah dengan pergerakan harga aset yang sedang diamati. Pola Ini mengindikasikan bahwa meskipun harga terlihat menguat, momentum yang mendasarinya sebenarnya melemah, dan tren turun yang lebih dalam mungkin akan muncul dalam waktu dekat.

3. Triple Bearish Divergence

Triple Bearish Divergence terdiri dari tiga jenis divergensi: pertama, divergensi negatif antara harga aset dan indikator osilator; kedua, divergensi negatif antara harga aset dan indikator volume; dan ketiga, divergensi negatif antara dua indikator oscillator yang berbeda. 

Ketika ketiga jenis divergensi ini muncul bersamaan, ini mengindikasikan potensi pembalikan tren bearish yang signifikan. Ketika ketiga jenis divergensi ini muncul secara bersamaan, triple bearish divergence mengisyaratkan potensi pembalikan tren bearish yang signifikan. 

4. Extended Bearish Divergence

Extended Bearish Divergence menunjukkan situasi di mana kekuatan tren bullish dalam harga semakin lemah meskipun masih terlihat kuat secara visual. Ini bisa dianggap sebagai peringatan bahwa meskipun harga mungkin terus naik, kekuatan di balik kenaikan tersebut semakin menipis, dan ada potensi besar untuk terjadinya penurunan harga yang signifikan dalam waktu dekat. Dalam hal ini, kamu dapat mengambil tindakan pencegahan mengambil posisi short jika ada konfirmasi tambahan yang mendukung prediksi penurunan harga. 

5. Double Top

Pola Double Top terbentuk ketika harga suatu aset mencapai tingkat tertinggi dua kali dalam suatu periode waktu yang relatif singkat. Ini mengindikasikan bahwa ada tekanan jual yang signifikan setiap kali harga mencapai level tertentu dan para trader tidak mampu mendorong harga lebih tinggi. Pola ini seringkali muncul setelah tren naik yang kuat dan bisa menjadi sinyal bahwa tren naik tersebut berpotensi berakhir.

Setelah membaca artikel ini, kamu bisa menganalisa tipe penggunaan bearish divergence dengan benar dalam trading sebagai sinyal untuk membuka posisi jual atau menempatkan stop loss, serta untuk mengelola risiko dalam trading. 

Dalam praktiknya, melakukan semua jenis trading dapat dilihat dari grafik harga, di mana kamu bisa mencari pola-pola harga yang mengindikasikan perubahan pasar dengan memanfaatkan semua pemahaman yang disebutkan dalam artikel ini. 

Penggunaan Bearish Divergence adalah kunci sukses dalam mengembangkan trading di pasar finansial yang sangat dinamis ini. Apalagi jika kamu mencobanya terlebih dahulu menggunakan akun demo trading, sehingga kamu bisa melakukan trading dengan Bearish Divergence tanpa takut akan risiko terjadi. Akun demo ini banyak disediakan oleh broker-broker seperti HSB Investasi

Uji Penggunaan Bearish Divergence Tanpa Risiko!

Setelah menjelaskan topik di atas, ada satu hal penting lain yang perlu kamu pahami, bahwa setiap jenis trading memiliki risiko yang mungkin bisa kamu temui setelah memasuki pasar finansial. Namun jangan khawatir ada langkah bijak untuk mencegah hal tersebut, yaitu kamu bisa menggunakan akun demo untuk sukses dalam penggunaan bearish divergence!

Baca Juga:  Emang Ada Praktik Pump & Dump dalam Trading?

Trading bebas risiko dengan dana virtual akun demo HSB InvestasiAkun demo sendiri memungkinkan kamu untuk berlatih strategi trading, menguji rencana dan memahami cara kerja pasar tanpa harus menghadapi risiko finansial hingga mahir dalam trading. Inilah mengapa akun demo trading HSB berperan penting. Dengan akun demo ini, kamu bisa belajar trading tanpa risiko kehilangan uang sungguhan, sehingga kamu dapat meningkatkan kemampuan trading kamu dengan percaya diri. 

Di akun demo HSB, secara otomatis kamu akan diberikan dana virtual hingga $100,000 yang tentunya bisa digunakan untuk mencoba beragam metode trading, posisi, hingga melatih kemampuanmu dalam menganalisa pergerakan tren pasar. Kamu bisa memanfaatkan akun demo di aplikasi trading HSB yang meraih penghargaan “The Most Innovative Broker 2022” dari ICDX. 

Aplikasi HSB Investasi juga mudah digunakan dengan adanya fitur CS online 24 jam, talent board dan menu deposit yang dapat membantu kamu dalam mengeksekusi trading jadi lebih mudah, cepat dan efisien.

Jika sudah siap, kamu bisa mulai memasuki keseruan pasar melalui akun live HSB yang menyediakan 45 instrumen trading berupa 17 pasangan mata uang forex, 20 saham AS terpopuler, 5 Indeks raksasa dunia, dan 3 jenis komoditi paling hits seperti logam mulia emas, perak, serta minyak mentah.

Selain itu, HSB menjaga keamanan serta transparansi transaksi nasabahnya terwujud dalam regulasi resmi yang disahkan oleh BAPPEBTI di bawah Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Regulasi menjadi manajemen risiko trading paling dasar yang perlu Sobat Trader utamakan.

Bukan hanya aman, transparan, dan terdepan, HSB juga memastikan untuk mengedukasi seluruh tradernya melalui berbagai sumber media belajar trading baik online maupun offline sebagai bentuk dedikasi HSB melahirkan trader-trader sukses di Indonesia. Jadi, tidak ada alasan bagimu untuk menunda peluang kesuksesan trading. Bergabunglah dengan HSB sekarang dan raih peluang profit tradingmu kemudian!***. 

Pertanyaan yang Sering Di Ajukan

Bullish Divergence apa itu?

Bullish divergence adalah sebuah pola dalam analisis teknikal yang terjadi saat harga aset keuangan, seperti saham atau mata uang, menunjukkan tanda-tanda pelemahan atau penurunan, tetapi indikator teknikal menunjukkan tanda-tanda kekuatan atau kenaikan.

Apa itu divergence dalam saham?

Divergence dalam konteks saham mengacu pada perbedaan antara pergerakan harga saham dan indikator teknikal tertentu yang digunakan untuk menganalisis pergerakan harga tersebut. Divergence dapat memberikan petunjuk tentang potensi perubahan tren harga atau reversal dalam pergerakan saham.

DISCLAIMER

Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu dipahami bahwa aktivitas trading dan investasi memiliki tingkat risiko yang harus dikelola dengan bijak. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.

Tag Terkait:
DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan hanya sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB1

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
Artikel Lainnya

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Mulai Pengalaman Trading Terbaik