Home Tips Investasi Keuangan Umum Swing Trading: Mengenal Definisi, Tujuan, Cara Kerja, Risiko, hingga Taktik Menggunakannya

Swing Trading: Mengenal Definisi, Tujuan, Cara Kerja, Risiko, hingga Taktik Menggunakannya

by HSB
0 comment

Swing trading adalah salah satu teknik yang dikenal dapat membantu trader mendapatkan keuntungan maksimal. Namun penggunaannya tidak semudah yang terlihat. Ada banyak trader yang gagal dan akhirnya harus mengalami kerugian besar karena menggunakan swing trading. 

Kerugian tentu sangat mungkin terjadi saat kamu tidak memahami cara penggunaannya dengan baik. Itu sebabnya pada artikel kali ini kamu akan belajar swing trading secara menyeluruh. Mulai dari definisi, tujuan, cara kerja, taktik, hingga risiko penggunaannya. Langsung simak informasinya di bawah ini. 

Apa Itu Swing Trading?

Swing trading merupakan teknik trading yang membeli saham saat harganya rendah (low swing) dan menjual saat harganya tinggi (high swing). Mungkin kamu jadi berpikir, “Bukankah ini cara mendasar yang dilakukan di semua teknik trading lainnya?”. 

Pemikiran kamu tidak salah. Memang benar bahwa semua teknik trading melakukan hal yang sama, yakni membeli saham saat harganya rendah dan menjual saat harganya tinggi. Perbedaan teknik swing trading dari yang lainnya terdapat pada cara penggunaannya. 

Sebelum akhirnya melakukan transaksi beli atau jual, setiap trader perlu melakukan analisis teknikal dan fundamental. Kedua analisis ini perlu dilakukan supaya trader dapat mengetahui kapan waktu yang tepat untuk melakukan transaksi dan mendapat keuntungan. 

Baca jug: Jangan Salah! Ini Perbedaan Trading Dan Investasi

Tujuan Swing Trading

Tujuan swing trading sebenarnya sudah disebutkan di dalam definisi. Apakah kamu menyadarinya? Benar! Swing trading bertujuan untuk mendapatkan keuntungan maksimal alias yang sebesar-besarnya. 

Berbicara soal trading, kamu pasti paham bahwa transaksi jual beli yang dilakukan berlangsung sangat cepat. Jika kamu ketinggalan beberapa menit saja maka harga saham bisa langsung berubah.

Cara Kerja Swing Trading

Untuk menggunakan swing trading, kamu harus terlebih dahulu memahami cara melakukan analisis teknikal dan fundamental. Analisis teknikal mengacu kepada penggunaan berbagai indikator dalam membantu trader mendapatkan sinyal yang tepat untuk melakukan transaksi. 

Beberapa contoh indikatornya seperti MACD, Stochastic, Moving Averages, dan lain sebagainya. Di sisi lain, analisis fundamental mengacu kepada pengolahan data-data ekonomi dan politik suatu negara. 

Analisis data ekonomi dan politik berguna untuk memberitahukan trader perkiraan pergerakan harga dari berbagai kejadian di dalam negara. Jika trader sudah dapat memperkirakan waktu yang tepat berdasarkan analisis teknikal dan fundamental maka swing trading bisa dilakukan.

3 Risiko Swing Trading

Trading tentu tidak lepas dari risiko-risiko yang diakibatkannya. Risiko dalam trading sudah pasti besar karena waktu transaksi yang dilakukan sangat cepat. Oleh karena itu kamu harus memahami setiap risiko yang ada agar bisa mengatasinya dengan baik. 

Berikut beberapa risiko swing trading sekaligus penjelasannya. 

1. Harga Terpengaruh Isu dan Berita

Harga saham sangat dipengaruhi oleh berbagai keadaan dan gejolak yang terjadi dalam suatu negara. Keadaannya seperti undang-undang, kebijakan baru, pemberitaan negatif mengenai utang suatu perusahaan, tertangkapnya korupsi, dan masih banyak lagi. 

Berbagai isu seperti ini dapat langsung menaikkan atau menurunkan harga saham. Jadi berbagai analisis penting yang dilakukan trader akan menjadi sia-sia saat terjadi suatu keadaan tidak terduga. Trader pasti akan merugi besar apabila melakukan pembelian saham pada keadaan tersebut.

2. Tren Mudah Terlewatkan

Swing trader memanfaatkan tren harga yang pendek dengan menggunakan time frame atau periode waktu menengah. Penggunaan tren ini menjadi sesuatu yang baru bagi para pemula. Tidak heran jika ada banyak trader yang rugi karena melewatkan kesempatan tersebut. 

3. Perlu Mengeluarkan Biaya Lebih

Penggunaan teknik swing trading sering membuat trader mengeluarkan biaya lebih banyak dibandingkan modal yang telah dikeluarkan. Ini terjadi karena swing trading menahan posisi buka dalam waktu yang lama. 

Trader yang menahan posisi buka sampai posisi tutup diharuskan membayar sejumlah uang yang tidak sedikit. Tetapi hal ini tergantung broker yang kamu gunakan. Jadi jika kamu tidak ingin membayar mahal hanya untuk keadaan menahan, sebaiknya cari broker yang tidak menerapkan biaya tersebut. 

Baca juga: 6 Cara Trading yang Simple Tapi Untung Bagi Pemula

3 Taktik Swing Trading

Apa pun investasi yang kamu lakukan, tidak menjamin bahwa keuntungan pasti didapatkan. Keberadaan risiko yang selalu ada dalam semua investasi membuat kamu harus menggunakan berbagai strategi dan taktik supaya tidak merugi. Setidaknya ada tiga taktik yang bisa kamu lakukan saat menggunakan swing trading. 

1. Gunakan Stop Loss

Selain mempelajari berbagai informasi dasar dari trading, kamu perlu menggunakan stop loss untuk mengatasi risiko kerugian yang membesar. Stop loss sendiri merupakan sistem yang bisa digunakan oleh para trader untuk memberikan informasi kepada broker. 

Informasi ini memberikan broker hak untuk melakukan penjualan dan pembelian saat harga saham mencapai suatu titik tertentu yang telah ditetapkan. Jadi broker akan langsung menjual saham ketika kamu mengalami kerugian di harga yang telah ditetapkan.  

2. Gunakan Garis Resistance dan Support

Menggunakan berbagai indikator analisis teknikal tentu wajib dilakukan. Namun jangan berhenti di sana. Kamu bisa menambahkan alat bantu lain seperti garis resistance dan support. Garis ini biasa digunakan trader sebagai acuan saat ingin membuka posisi di pasar saham. 

Jika ada alat bantu yang membuat kamu memiliki potensi lebih besar dalam mendapatkan keuntungan, mengapa tidak dimanfaatkan dengan baik? Bukankah sudah seharusnya kamu gunakan? 

3. Memikirkan dengan Matang Penggunaan Averaging Posisi

Averaging posisi adalah cara yang digunakan trader untuk membuka posisi baru dengan harapan mendapatkan keuntungan. Cara ini sah-sah saja digunakan. Namun para trader harus siap dengan segala konsekuensinya karena tetap ada kemungkinan bahwa posisi yang baru saja dibuka mengalami kerugian. 

Ada baiknya untuk tidak menggunakan strategi ini ketika kamu memiliki keraguan. Jangan sampai modal yang seharusnya bisa digunakan untuk menutup kerugian justru malah menjadi kehilangan yang makin besar.

Demikian informasi yang harus kamu tahu mengenai swing trading. Seperti teknik lainnya, swing trading adalah cara yang dapat digunakan untuk mendapatkan keuntungan maksimal. 

Namun tetap perlu diingat bahwa keuntungan hanya bisa didapatkan saat kamu sudah memahami dan mengerti seluruh cara kerja trading. Sebelum terjun ke dunia trading yang sesungguhnya, pastikan bahwa kamu sudah “mengenakan seluruh perlengkapan” supaya tidak mengalami kerugian besar. 

Baca juga: Strategi Setting Menggunakan Moving Average Terbaik

Membutuhkan materi pembelajaran lain? Langsung saja akses kelas online dan seminar gratis di HSB. HSB sebagai broker forex tepercaya sudah mendapatkan legalitas dari tiga lembaga lokal yakni BAPPEBTI, ICDX, dan ICH. 

HSB bahkan menyediakan fasilitas akun demo yang bisa kamu gunakan untuk berlatih sebelum membuka akun yang sesungguhnya. Nikmati semua promo dan berbagai kemudahan melakukan trading dengan mendownload aplikasi HSB sekarang juga! 

Jangan ragu untuk menghubungi tim HSB saat ada pertanyaan atau kendala saat melakukan trading. HSB siap 24/7 untuk membantu kebutuhan seluruh nasabah.***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

Quick Links
HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288