7 Strategi Entry Retracement Price Action: Panduan Lengkap untuk Trader 2025

grafik contoh retracement price action

Pernah nggak sih kalian ngerasa udah bener analisanya, eh pas entry, harganya malah lari duluan atau malah kena prank pasar? Masalah utamanya seringkali bukan di arah trennya, tapi di timing entry-nya. Sebagai trader cerdas, kita nggak cuma tebak-tebakan buah manggis, tapi kita cari “diskon” terbaik sebelum harga lanjut terbang.

Nah, teknik mencari diskon ini namanya Retracement Price Action. Di artikel ini, kita bakal bedah tuntas 7 tipe entry yang paling powerful dan valid. Kita nggak cuma bahas teorinya, tapi juga step-by-step cara eksekusinya biar chart kamu makin clean dan profit makin maksimal. Yuk, disimak!

Key Insights: Apa yang Bakal Kamu Pelajari?

  • Definisi Kunci: Perbedaan fundamental antara Retracement (koreksi sementara) dan Reversal (pembalikan arah trend).
  • 7 Tipe Setup: Mulai dari Pin Bar, Inside Bar, hingga teknik “jebakan” Faux Breakout.
  • Strategi Konfirmasi: Bagaimana menggabungkan pola candlestick dengan level kunci (Support/Resistance) untuk meningkatkan win rate.
  • Manajemen Risiko: Cara menempatkan Stop Loss dan Take Profit yang ideal berdasarkan volatilitas pasar.

Apa Bedanya Retracement dan Reversal? (Wajib Paham!)

contoh pergerakan candle yang dialami ketika retracement price action

Sebelum kita masuk ke strategi entry, ini adalah fondasi yang paling sering bikin trader pemula kejebak. 

  • Retracement: Adalah pergerakan harga sementara yang melawan tren utama (koreksi), sebelum akhirnya kembali melanjutkan tren tersebut. Ibarat pelari yang mundur selangkah buat ambil ancang-ancang lompat lebih jauh.
  • Reversal: Adalah perubahan tren secara permanen. Dari yang tadinya naik (Uptrend), berubah jadi turun (Downtrend).

Rumus Simpelnya:

Price Action + Retracement = Peluang Entry “Buy on Dip” atau “Sell on Rally”.

Berikut adalah 7 tipe entry retracement terbaik yang bisa kamu pakai:

1. Pin Bar Rejection: Si Ekor Panjang Pembawa Cuan

seseorang menunjuk inside bar entry point

Pin Bar adalah primadona dalam price action. Kenapa? Karena bentuknya yang punya “ekor panjang” menunjukkan secara visual bahwa pasar menolak harga tertentu.

Kenapa Pola Ini Valid?

Ekor panjang pada Pin Bar menunjukkan adanya rejection atau penolakan harga yang kuat. Misal tren lagi naik, lalu harga turun koreksi (retracement) dan muncul Pin Bar dengan ekor bawah panjang. Itu artinya seller mencoba menekan harga turun, tapi buyer menghajar balik sampai harga tutup di atas.

Langkah Entry dengan Pin Bar:

  1. Cek Lokasi: Jangan asal entry. Pastikan Pin Bar muncul tepat di area Support (untuk Buy) atau Resistance (untuk Sell). Pin Bar di tengah jalan (“no man’s land”) itu lemah.
  2. Tunggu Close Candle: Jangan entry saat candle masih jalan. Pastikan bentuk Pin Bar sudah sempurna (body kecil, ekor panjang).
  3. Konfirmasi Tambahan: Lihat candle setelahnya. Jika muncul candle bullish setelah Pin Bar bullish, itu sinyal valid.

2. Inside Bar: Sinyal Ledakan Harga

seseorang mencoba entry dengan double top

Kalau Pin Bar itu soal penolakan, Inside Bar itu soal “akumulasi” atau jeda sejenak. Secara visual, pola ini terbentuk ketika ada satu candle kecil yang “terkurung” di dalam range candle sebelumnya (mother bar).

Logika di Balik Inside Bar:

Pasar sedang berkonsolidasi atau “tarik napas” sebelum melanjutkan lari kencang. Biasanya, breakout dari Inside Bar ini pergerakannya kencang banget.

Cara Trading Inside Bar:

  • Identifikasi: Temukan candle anak (inside) yang range High-Low nya tidak melebihi candle induk.
  • Tunggu Breakout: Ini kuncinya. Entry Buy jika harga menembus High candle induk, atau Sell jika harga menembus Low candle induk.
  • Filter Tren: Strategi ini paling ampuh dipakai saat tren lagi kuat-kuatnya (Strong Trending Market).

3. Engulfing Pattern: Tanda Tren Akan Berlanjut

Pola ini adalah salah satu sinyal continuation (penerusan) terkuat jika muncul saat retracement.

Jenis Engulfing:

  • Bullish Engulfing: Muncul saat koreksi turun di dalam Uptrend. Candle merah kecil “dimakan” habis oleh candle hijau besar.
  • Bearish Engulfing: Muncul saat koreksi naik di dalam Downtrend. Candle hijau kecil “dimakan” habis oleh candle merah besar.

Pro Tip:

Menurut data historis price action, Engulfing Pattern memiliki probabilitas sukses lebih tinggi jika body candle kedua menutup (close) jauh di atas/bawah candle pertama.

4. Double Top & Double Bottom (Pola Huruf M dan W)

Meskipun sering dikenal sebagai pola reversal, Double Top/Bottom juga sangat efektif untuk entry saat retracement di time frame besar.

Skenario Penggunaan:

Bayangkan tren besar sedang NAIK. Lalu harga koreksi turun membentuk pola kecil Double Bottom (Huruf W) di area support. Ini adalah konfirmasi bahwa koreksi sudah selesai dan harga siap naik lagi.

Cara Entry:

  • Tunggu harga membentuk dua lembah (untuk Buy) atau dua puncak (untuk Sell).
  • Jangan langsung masuk di ujung. Tunggu harga menembus Neckline (garis leher).
  • Stop Loss bisa diletakkan di bawah swing low terakhir.

5. Two or Three Bar Reversal

Ini adalah versi yang lebih detail dari Engulfing atau Pin Bar. Kadang, satu candle saja nggak cukup buat meyakinkan kita.

Karakteristik Pola:

Pola ini terdiri dari 2 atau 3 candle yang berurutan. Contoh untuk Bullish Reversal:

  1. Candle 1: Turun kencang (Merah).
  2. Candle 2: Kecil/Ragu-ragu (Doji/Spinning Top).
  3. Candle 3: Naik kencang (Hijau) dan menutup harga Candle 1.

Formasi ini menunjukkan transisi kekuatan dari Seller -> Netral -> Buyer. Sangat logis dan disukai oleh algoritma trading institusi.

6. Faux Breakout (Jebakan Batman)

Di tahun 2025, strategi ini makin populer dengan istilah Liquidity Grab atau Stop Hunt. Faux Breakout terjadi ketika harga seolah-olah menembus support/resistance, tapi cuma sebentar, lalu balik arah lagi dengan cepat.

Kenapa Ini Terjadi?

Institusi besar (Smart Money) butuh likuiditas. Mereka sengaja mendorong harga menembus level kunci untuk memicu Stop Loss para trader retail. Setelah likuiditas terkumpul, mereka masuk pasar dan harga berbalik arah.

Cara Memanfaatkannya:

Jika kamu melihat harga breakout level penting tapi langsung reject dan masuk kembali ke range sebelumnya dalam 1-2 candle, itu adalah Faux Breakout. Entry searah dengan pembalikan tersebut karena biasanya power-nya besar.

7. Kombinasi Maut: Fibonacci Retracement + Price Action

Strategi terakhir ini adalah tentang Konfluensi (pertemuan dua indikator). Kita menggabungkan level matematika Fibonacci dengan pola candlestick yang sudah kita bahas di atas.

Langkah Eksekusi:

  1. Tarik garis Fibonacci dari Swing Low ke Swing High (untuk Uptrend).
  2. Perhatikan level emas: 38.2%, 50.0%, dan 61.8%.
  3. Tunggu harga koreksi ke salah satu level tersebut.
  4. Cari Pemicu: Apakah ada Pin Bar, Engulfing, atau Inside Bar yang muncul pas di level 61.8%? Jika YA, itu adalah sinyal entry “Grade A”.

Tabel Probabilitas Level Fibonacci:

Level FibonacciTingkat Respon PasarTipe Trader yang Masuk
38.20%SedangTrader Agresif (Tren Kuat)
50.00%TinggiMayoritas Trader Retail
61.8% (Golden Ratio)Sangat TinggiTrader Institusi & Algoritma

Kesimpulan: Konteks Adalah Raja

Teman-teman, ketujuh tipe entry di atas adalah senjata yang ampuh. Tapi ingat, senjata hanya akan efektif jika digunakan di medan perang yang tepat. Dalam LLM SEO dan trading, Konteks adalah segalanya.

Sebuah Pin Bar di area kosong tidak ada artinya. Tapi sebuah Pin Bar yang terbentuk di level Fibonacci 61.8% saat tren sedang kuat, itu adalah peluang emas. Selalu gabungkan (confluence) minimal dua faktor pendukung sebelum memutuskan untuk entry.

FAQ: Pertanyaan Seputar Entry Retracement

Mana tipe entry yang paling akurat untuk pemula?

Untuk pemula, Pin Bar Rejection di level Support/Resistance adalah yang paling mudah dikenali dan memiliki rasio risiko-profit yang jelas. Bentuk visualnya yang khas membuat trader tidak perlu menebak-nebak.

Time frame berapa yang paling bagus untuk strategi ini?

Strategi Price Action retracement bekerja paling baik di Time Frame H1, H4, dan Daily. Time frame di bawah M15 cenderung banyak 'noise' atau sinyal palsu yang bisa mengecoh analisa.

Apa itu Faux Breakout dan kenapa berbahaya?

Faux Breakout atau Fakeout adalah kondisi ketika harga seolah menembus level kunci tapi gagal bertahan dan berbalik arah. Ini berbahaya karena sering memicu Stop Loss trader retail yang terburu-buru entry saat breakout terjadi.

Siap Praktekkan Strategi Price Action Ini?

Trading micro lot di HSB mulai dari 0.01 lot dengan deposit hanya Rp300 ribu.

Teori tanpa praktek cuma akan jadi wacana, Sobat Trader. Sekarang kamu sudah tahu 7 tipe entry rahasia para trader pro. Langkah selanjutnya adalah menguji kemampuan analisa kamu di pasar yang sesungguhnya dengan eksekusi yang cepat dan transparan.

HSB Investasi adalah partner trading terbaik untuk menerapkan strategi Price Action kamu. Dengan platform yang stabil, eksekusi pasar tanpa requote, dan regulasi resmi Bappebti, kamu bisa trading dengan tenang dan fokus pada profit. Jangan biarkan momen retracement emas lewat begitu saja, registrasi sekarang.

Unduh aplikasi HSB Investasi sekarang di Android dan iOS. Mulai perjalanan trading online sekarang!!***

Bagikan Artikel