Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading
store google
Apa Itu Stochastic Divergence?

Meski telah menjadi favorit trader, ternyata masih banyak yang belum mengenal indikator stochastic divergence. Apakah kamu salah satunya? Stochastic divergence banyak digunakan trader sebab menjadi salah satu indikator yang penggunaannya mudah dan tidak terlalu rumit. Hasil yang diberikan pun dapat dikatakan cukup akurat terutama untuk mendeteksi titik jual beli.

Apabila kamu juga ingin mencobanya, maka tentu diperlukan pemahaman lebih lanjut seputar stochastic divergence. Tak perlu khawatir, kali ini HSB akan berbagi informasi seputar apa itu stochastic divergence beserta cara menggunakannya yang bisa kamu coba. Mari simak bersama ulasan dalam artikel di bawah ini. 

Apa Itu Stochastic Divergence?

Stochastic Divergence

Stochastic divergence adalah perbedaan antara indikator stochastic dan harga di pasar trading. Sementara itu, indikator stochastic divergence adalah salah satu indikator teknikal yang digunakan untuk membantu trader dalam menentukan kekuatan trend harga saat ini dan kemungkinan pembalikan harga di masa depan. 

Indikator ini mengukur kecepatan dan kekuatan trend harga dengan membandingkan harga penutupan saat ini dengan rentang harga selama periode waktu tertentu. Saat terjadi divergensi antara pergerakan harga di pasar dan indikator stochastic, hal ini dapat menjadi tanda bahwa besar kemungkinan trend harga akan berbalik. 

Divergensi bullish terjadi ketika harga mencapai titik tertinggi, sementara indikator stochastic tidak dapat mencapai titik nilai tertinggi yang sama. Kondisi ini menunjukkan bahwa kekuatan trend naik mungkin sedang melemah dan besar kemungkinan trader mulai mempertimbangkan untuk mengambil posisi jual. 

Sebaliknya,https://blog.hsb.co.id/tips-investasi-keuangan-umum/hidden-bearish-divergence/ divergensi bearish terjadi ketika harga mencapai titik terendah, sementara indikator stochastic tidak dapat mencapai titik terendah yang sama. Hal ini mendorong kekuatan trend turun sedang dalam kondisi yang melemah dan ini adalah waktu yang tepat untuk kamu mempertimbangkan posisi beli.

Meskipun stochastic divergence dapat menjadi sinyal yang kuat, trader tetap harus mempertimbangkan faktor lain sebelum mengambil keputusan trading berdasarkan indikator divergensi ini. Sebaiknya kamu juga menggunakan indikator teknikal lain dan memanfaatkan analisis fundamental untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap tentang kondisi pasar trading.

3 Jenis Divergence

Lalu indikator apa saja yang bisa digunakan selain stochastic divergence? Perlu kamu ketahui bahwa divergence tidak hadir dengan 1 jenis saja, melainkan 3 jenis. Ketiganya bisa dimanfaatkan untuk menganalisis posisi dalam trading, terutama dalam menentukan bullish divergence. Berikut merupakan ulasan selengkapnya:

1. Moving Average Convergence Divergence (MACD)

Moving Average Convergence Divergence (MACD) adalah indikator teknis yang digunakan dalam analisis teknikal untuk mengidentifikasi trend dan momentum pada harga. MACD terdiri dari dua garis yang disebut garis MACD dan garis sinyal. MACD biasanya ditampilkan pada grafik harga. Ketika garis MACD bergerak di atas garis sinyal, maka menunjukkan bahwa trend sedang bergerak naik. 

Sebaliknya, ketika garis MACD bergerak di bawah garis sinyal, maka dapat dipastikan bahwa trend bergerak turun. MACD juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi momen yang sedang terjadi di pasar trading dengan memperhatikan seberapa dekat garis MACD dan garis sinyal bergerak satu sama lain.

MACD sering digunakan oleh trader untuk mengidentifikasi trend dan momentum untuk membuat keputusan jual atau beli. Namun, MACD tidak selalu akurat dan sebaiknya digunakan bersama dengan indikator lainnya.

2. Stochastic Oscillator 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, stochastic divergence atau stochastic oscillator adalah indikator yang biasanya digunakan untuk melihat aksi harga dengan memberikan lebih banyak sinyal. Pasalnya, terdapat banyak karakter dinamis yang dimiliki oleh jenis divergence yang satu ini. 

Sebenarnya, cara ini tidak jauh berbeda dengan MACD. Hanya saja kamu perlu mencari perbedaan arah harga dan stochastic tops atau bottoms. Selain itu, stochastic oscillator dinilai memberikan lebih banyak peluang dari MACD.

3. Relative Strength Index (RSI)

Relative Strength Index (RSI) adalah indikator yang digunakan dalam analisis teknikal untuk mengukur kekuatan relatif dari instrumen trading. RSI hanya memiliki 1 garis saja yang bergerak pada zona overbought dan oversold. RSI sering digunakan oleh trader untuk mengidentifikasi trend dan menemukan sinyal beli atau jual yang tepat. 

Meski dapat membantu trader menemukan ketidakcocokan pada bagian atas maupun bawah pergerakan harga, RSI tidak selalu akurat. Perlu diingat bahwa RSI hanya mengukur kekuatan relatif dari instrumen trading yang dipilih, tetapi tidak mengindikasikan arah pergerakan harga di masa depan.

Cara Mengaplikasikan Stochastic Divergence Saat Trading

Stochastic divergence dapat ditemukan melalui ciri-ciri berupa terdapat gelombang di atas dan di bawah. Melalui pola divergence ini, kamu bisa menentukan titik buy ketika gelombang sedang berada di bawah dan menjualnya ketika di atas. Namun agar tidak salah, kamu perlu melakukan cara penggunaannya dengan tepat seperti di bawah ini:

1. Membuat Garis yang Posisinya Sejajar

Cara pertama yang harus dilakukan adalah membuat 2 garis sejajar yaitu garis chart dan stochastic. Perlu diingat bahwa posisi keduanya harus sama, ketika membuat garis chart di posisi atas, maka kamu juga harus membuat garis stochastic pada posisi atas pula. 

Kamu bisa menyesuaikan pembuatan garis dengan melihat arah trend. Jika bergerak ke atas, buat garis di posisi atas. Sebaliknya, jika trend bergerak turun, maka buat garis di posisi bawah. Lebih banyak garis yang dibuat, maka akan semakin mudah kamu menemukan divergence dengan akurat.

2. Menganalisis Arah Garis

Langkah selanjutnya adalah melihat arah pergerakan garis yang berada di atas chart dan stochastic. Apabila kamu melihat garis yang berada di atas chart bergerak ke atas dan garis stochastic bergerak ke arah sebaliknya, maka hal ini menandakan bahwa akan ada pembalikan trend yang menurun. 

Namun apabila garis chart bergerak ke bawah dan garis stochastic bergerak ke atas, maka ini justru menjadi tanda bahwa akan terjadi hidden divergence yang menyebabkan adanya penerusan turun. Harga akan bergerak naik jika garis chart dan stochastic sama-sama bergerak naik. 

Sebagai trader pemula, tentu tidak mudah untuk langsung menerapkan berbagai teknik trading saat baru mulai memasuki pasar trading. Apalagi indikator stochastic divergence memiliki cara yang sedikit lebih rumit. Namun, hal ini akan memberikan hasil yang besar jika kamu menerapkannya dengan tepat. 

Ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan. Salah satunya adalah indikator stochastic divergence hanya cocok dilakukan pada trading jangka pendek saja. Jadi jika sudah melihat tandanya, sebaiknya segera jual instrumen investasi untuk mendapatkan keuntungan. 

Masih kebingungan dengan stochastic divergence dan teknik trading lainnya? Itu tandanya kamu membutuhkan bantuan trader ahli dan profesional untuk berbagi ilmu seputar teknik trading yang tepat. Tak perlu pusing mencari tempat yang tepat sebab ada HSB yang siap membantu kamu. 

HSB merupakan platform trading tepercaya yang telah teregulasi BAPPEBTI dengan komisi rendah. Selain menjadi platform trading dengan berbagai kemudahan, HSB juga menyediakan edukasi trading yang diajarkan langsung oleh para trader andal. Kunjungi HSB sekarang dan pelajari lebih banyak teknik trading yang menguntungkan untuk kamu.***

DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan hanya sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Artikel Lainnya

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Mulai Pengalaman Trading Terbaik