Di zaman sekarang, pasar forex mudah dijangkau oleh siapapun (hanya dengan modal US$ 100 / Rp.1.200.000,- di HSB, anda sudah bisa mulai trading di pasar forex). Cukup menggunakan komputer atau smartphone yang memiliki koneksi internet maka anda dapat mulai trading.

Namun trading di pasar forex selain menguntungkan juga memiliki risiko apabila tidak hati-hati dalam menerapkan strategi yang tepat atau persiapan psikologi yang tenang. Berikut ini adalah pertimbangan-pertimbangan yang perlu dilaksanakan ketika melakukan trading di pasar forex.

Tentukan Strategi Manajemen Risiko

Menentukan jumlah yang siap anda risikokan pada setiap transaksi masuk dalam strategi manajemen risiko. Salah satu tips untuk day trader, risiko ideal mereka adalah kurang dari 1 % margin mereka pada setiap transaksi. Cara ini diterapkan dengan mengaktifkan fitur stop loss dan menentukan terlebih dahulu 1% loss dari margin sehingga ketika sudah mencapai angka tersebut, posisi di transaksi itu akan tertutup secara otomatis.

Hal ini berarti meskipun day trader mengalami loss beberapa kali atau berturut-turut, namun hanya sebagian kecil dari margin mereka yang berkurang. Lalu ketika day trader mengalami win di transaksi berikutnya, jumlah win tersebut mampu menutupi loss sebelumnya.

Strategi manajemen risiko sangatlah penting karena meskipun day trader hanya menaruh risiko 1% per transaksi, namun bila terakumulasi bisa mengurangi margin secara signifikan apabila di hari itu, mereka mengalami loss berturut-turut.

Oleh karena itu day trader perlu menentukan total loss dari semua transaksi per hari. Ambil contoh, total loss per hari yang dapat dirisikokan seorang day trader adalah 3%. Jadi ketika mencapai angka tersebut, day trader perlu berhenti untuk trading di hari itu juga. Ia dapat menenangkan pikiran dan membuat review dari strateginya apakah efektif atau tidak untuk trading di hari selanjutnya.

Meskipun seorang day trader sudah memiliki strategi manajemen risiko, namun ketika trading, bila tidak memiliki disiplin tinggi, ia dapat melupakan strategi itu dan terus trading untuk mencoba menutupi loss sebelumnya. Bahkan bisa saja ia meyakini satu transaksi akan menghasilkan win sehingga ia menaruh risiko lebih tinggi dari 1% dengan harapan ia akan mengalami win yang tinggi.

Oleh karena itu day trader perlu memiliki disiplin tinggi dengan tetap bertahan pada angka risiko 1% per transaksi dan risiko total 3% per hari.

Trader harus menghitung win-rate dan rasio risk-reward. Win-rate adalah persentase trader mengalami transaksi yang win. Contoh jika dari 10 transaksi yang win adalah 6, maka win-rate adalah 60%. Tips: day trader harus berusaha untuk memiliki win-rate di atas 50%.

Rasio risk-reward adalah jumlah win relatif dengan jumlah loss secara rata-rata. Jika rata-rata loss adalah $50, dan rata-rata win adalah $75, maka rasio risk-reward adalah $75 / $50 = 1.5. Rasio dengan angka 1 berarti jumlah loss sama dengan jumlah win. Day trader perlu menjaga rasio risk-reward mereka di atas angka 1. Lebih baik lagi di atas angka 1.25. Tips: rencanakan strategi yang mampu memberikan win-rate di atas 50% dan rasio risk-reward di atas angka 1.25.

Selain menentukan strategi manajemen risiko, trader juga perlu membuat rencana trading yang berisi bagaimana, apa dan kapan trader melakukan day trading. Kemudian juga diisi dengan memilih pasar yang cocok untuk melakukan trading dan time frame yang akan digunakan untuk melakukan analisa.

Rencana ini juga memiliki strategi manajemen risiko dan memiliki petunjuk kapan waktu yang tepat untuk posisi masuk (entry) dan keluar (exit) baik di transaksi yang win atau yang loss. Tes rencana ini di akun demo sebelum trading di akun real.

Merencanakan dan mengeksekusi transaksi di trading forex memerlukan kesabaran, keterampilan, dan disiplin. Semakin anda masuk ke dunia trading, anda harus selalu meninjau rencana itu apakah masih relevan atau tidak. Kondisi keuangan anda yang berubah-ubah juga mempengaruhi rencana itu. Oleh karena itu tips di atas dibuat untuk membantu anda melakukan trading dengan baik dan benar.

Hindari Kesalahan Umum Yang Dihadapi Kebanyakan Trader

Pasangan mata uang akan naik atau turun dengan tajam menjelang rilis berita ekonomi. Namun justru trader harus menghindari untuk memasang posisi sebelum berita ekonomi tersebut dirilis. Karena biasanya harga kan bergerak naik dan turun secara tajam dan cepat, sebelum akhirnya mulai stabil di salah satu arah. Hal ini sangat berisiko tinggi bagi trader.

Selain itu biasanya sesaat setelah berita dirilis, spread antara harga bid dan ask lebih besar dari biasanya.

Oleh karena itu hindari melakukan tindakan memasang posisi sebelum berita dirilis. Justru buat rencana untuk memasang posisi setelah berita dirilis. Tips: rencana ini cocok diterapkan untuk pengumuman non-farm payroll (NFP).

Pilih Broker Yang Terpercaya

Apabila menggunakan broker lokal untuk trading forex anda, maka pilih broker yang memiliki lisensi resmi dari BAPPEBTI. Sehingga anda merasa nyaman untuk trading tanpa merasa khawatir dengan keamanan dana margin anda.

Disclaimer

Artikel di atas hanyalah sebagai informasi dan pendidikan saja. Informasi di atas tidak bertujuan untuk dijadikan saran. Produk dengan leverage memiliki tingkat risiko yang tinggi terhadap modal yang anda investasikan. Nilai investasi dapat turun atau naik dan anda dapat kehilangan pembayaran margin awal anda. Pastikan anda telah memahami sepenuhnya semua risiko yang terlibat.