Home Tips Investasi Keuangan Umum 5 Tips Scalping Trading Mudah untuk Pemula

5 Tips Scalping Trading Mudah untuk Pemula

by HSB
0 comment

Ada beragam cara mendapatkan keuntungan dari aktivitas jual beli instrumen investasi seperti saham, forex, dan komoditas. Scalping Trading adalah salah satu teknik yang banyak digunakan, khususnya bagi kamu yang hobi melakukan transaksi jual beli saham maupun instrumen lainnya dalam waktu yang sangat singkat.

Selain swing trading, scalping trading adalah salah satu strategi yang cukup banyak digunakan oleh trader. Lantas, apa itu scalping trading, cara kerja, dan tips apa saja yang bisa diterapkan trader pemula? Gali lebih dalam seluk beluk teknik scalping trading dalam artikel terkait berikut ini ya, Sobat Trader.

Apa itu Scalping Trading?

Scalping trading adalah salah satu strategi atau gaya trading untuk meraih keuntungan dari transaksi menjual dan membeli saham, forex, komoditas, maupun instrumen investasi lain dengan memanfaatkan pergerakan harga saham dan lainnya di pasar.

Teknik scalping saham atau instrumen lainnya memanfaatkan selisih harga yang timbul dalam hitungan menit, jam, atau paling lama hingga satu hari saja. Karena mencari selisih harga yang bergerak sangat cepat, seorang scalper perlu mempersiapkan diri dengan pengetahuan yang baik akan analisia teknikal dan kemampuan membaca arah pergerakan harga saham serta instrumen lainnya.

Baca juga: Scalping Trading Adalah: Kenali Indikator dan Strateginya

Scalping Trading adalah

Bagaimana Cara Kerja Scalping Trading?

Salah satu alasan yang menjadikan teknik scalping menjadi salah satu teknik yang banyak digunakan trader selain teknik swing trading, adalah karena kesederhanaannya.

Cara kerja scalping trading adalah dengan memasang posisi dan menahannya dalam timeframe jangka pendek seperti menit dan jam. Cara kerja ini serupa dengan swing trading dimana transaksi jual beli dilakukan dalam timeframe singkat seperti hitungan menit. Misalnya dalam scalping saham, scalper akan melakukuan transaksi beli saham kemudian menahan posisinya sembari menganalisa arah pergerakan harga di pasar hingga menemukan potensi keuntungan sesuai target scalping saham yang telah ditetapkan sebelumnya.

Karena dilakukan dalam waktu yang sangat singkat, mungkin kamu mengira bahwa keuntungan transaksi yang didapatkan kecil dan tidak berarti. Namun jika kamu cukup sering menerapkan strategi scalping dan menjumlahkan total profit closed yang kamu dapatkan sebelumnya, bisa jadi total keuntungan yang kamu dapatkan menjadi besar.

Dalam menerapakan gaya scalping, seorang scalper juga harus mengenal dan memperhitungkan kesimbangan antara target keuntungan jual beli saham atau instrumen lainnya dengan risiko yang mungkin dihadapi. Memaksimalkan profit juga harus sejalan dengan manajemen risiko yang baik.

Indikator Trading dalam Teknik Scalping

Salah satu sifat scalping trading adalah profil risiko yang tinggi dan waktu yang sangat singkat menuntut seorang scalper untuk memaksimalkan penggunaan analisis teknikal untuk meraih keuntungan dari perdagangan saham maupun aset lainnya. Setidaknya ada tiga indikator yang umumnya digunakan dalam strategi scalping, yaitu:

1. Moving Average

Moving average merupakan salah satu analisis yang umum digunakan dan mudah ditemukan karena saat ini platform broker trading sudah banyak memasang garis MA dalam grafik pergerakan harganya.

Moving average sendiri merupakan garis yang menunjukkan harga rata-rata suatu instrumen yang diperdagangkan dalam periode waktu tertentu. Garis MA juga disebut sebagai indikator lagging yang memberikan informasi riwayat pergerakan harga yang terjadi sebelumnya.

Sobat Trader bisa menyesuaikan timeframe dengan Moving Average. Secara umum, garis MA bergerak dalam beberapa kerangka waktu antara lain:

  • Periode 5: Jangka waktu 1 minggu
  • Periode 20: Jangka waktu 1 bulan
  • Periode 60: Jangka waktu 3 bulan, atau
  • Periode 120: Jangka waktu 6 bulan

Bollinger Bands

Indikator berikutnya adalah Bollinger Bands yang ditemukan oleh John Bollinger pada tahun 1980. Bollinger Bands umum digunakan dalam trading scalping saham, forex, ekuitas, dan komoditas.

Trader bisa dengan mudah mengenali Bollinger Bands dalam transaksi perdagangan yang ditandai dengan tiga buah pita yang berada disekitar grafik pergerakan harga. Ketiga pita tersebut antara lain:

  • Upper band: pita yang berada di bagian atas sering juga disebut sebagai resistance
  • Middle band: pita di bagian tengah
  • Lower band: pita di bagian bawah yang sering juga disebut sebagai area support

Beberapa fungsi dari Bollinger Bands dapat kamu terapkan dalam strategi scalping saham seperti untuk memprediksi tingkat volatilitas harga, memprediksi adanya potensi tren reversal, serta melihat potensi adanya overbought dan oversold.

Stochastic

Indikator lain yang bisa trader gunakan dalam scalping trading adalah Stochastic, meskipun pada umumnya trader menggabungkan indikator Moving Avaerage dan Bollinger Bands dalam penerapan strategi ini.

Kamu bisa menggunakan stochastic untuk memprediksi adanya potensi tren pembalikan dengan menentukan momentum perbandingan harga closing saham, forex, maupun instrumen lainnya.

Baca juga: Apa Itu Doji Candle: Pengertian, Jenis, Dan Cara Menggunakan

Apa Itu Scalper Trader?

Orang yang menerapkan teknik scalping trading adalah seorang scalper. Menjadi seorang scalper dibutuhkan fokus dan kecermatan yang baik dalam menganalisa grafik pergerakan harga yang terjadi sangat cepat dalam jangka pendek.

Untuk menerapkan strategi scalping, seorang scalper biasanya sudah memiliki target profit plan yang hendak dicapai dalam trading jangka pendek sebelum dirinya benar-benar turun ke pasar.

Misalnya dalam penerapan scalping saham, kamu sebaiknya sudah membuat target keuntungan dan strategi analisa teknikal yang hendak digunakan untuk memaksimalkan scalping saham

Strategi scalping juga termasuk dalam kategori risiko tinggi. Karena itulah seorang scalper harus mempersiapkan diri dengan matang dan mampu mengelola emosi untuk tidak terjebak pada potensi keuntungan melebihi target yang belum terkonfirmasi.

Salah satu kesalahan yang banyak dilakukan trader dalam trading jangka pendek seperti scalping, swing, maupun day trading adalah munculnya potensi keuntungan bersifat fatamorgana yang belum terkonfirmasi kebenarannya yang diperparah dengan kegagalan trader mengelola emosi dalam mengambil keputusan trading.

Secara ringkas dapat dikatakan bahwa seorang scalper trader memiliki karakteristik berikut ini:

  • Toleransi terhadap stress tinggi
  • Memiliki ketahanan mental yang baik
  • Kemampuan mengelola emosi saat trading
  • Tingkat konsentrasi yang tinggi
  • Dibekali dengan pengetahuan umum dan strategi yang baik
  • Kemampuan mengambil keputusan yang cepat dan tepat dalam waktu yang sangat sempit
  • Didukung koneksi internet yang stabil agar tidak melewatkan peluang untung yang bergerak sangat cepat

Baca juga: Macam Macam Trading, Pengertian dan Manfaatnya

Tips Scalping

5 Tips Scalping Bagi Trader Pemula

Jika kamu tertarik menjadi seorang scalper dalam perdagangan saham atau instrumen investasi lainnya, kamu bisa mencoba beberapa tips penerapannya di bawah ini, ya Sobat Trader:

1. Belajar dari Swing Trading

Scalping trading yang bergerak dalam timeframe sangat singkat seperti hitungan menit mungkin akan terasa menyesakkan dan membingungkan bagi kamu yang belum terbiasa. Untuk melatih kemampuanmu, kamu bisa mulai dengan belajar trading saham atau aset lainnya dengan strategi swing.

Swing trading merupakan salah satu strategi yang juga bergerak dalam kerangka waktu singkat. Hanya saja dalam swing trading, kamu memiliki waktu yang sedikit lebih panjang daripada scalping trading karena teknik swing bisa kamu lakukan dalam hitungan hari atau minggu.

2. Tingkatkan Skill Trading

Mengasah kemampuanmu menjadi salah satu aspek krusial yang harus kamu lakukan. Komitmen mengembangkan kemampuan diri bisa dilakukan dengan meluangkan waktumu untuk mempelajari teori dan informasi trading saham serta mempraktekannya dengan memanfaatkan fitur akun demo yang disediakan oleh broker.

Saat ini platform trading yang disediakan oleh broker umumnya sudah dilengkapi dengan akun demo yang dapat memberikan nasabah pengalaman trading saham dan aset lainnya tanpa risiko dan beragam kelas edukasi yang akan sangat bermanfaat untuk mengasah pengetahuan tradingmu.

3. Mempelajari Analisis Teknikal

Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, dalam teknik scalping, kamu akan lebih banyak menggunakan analisa teknikal daripada analisa fundamental maupun analisa sentimen. Karena itulah penting bagimu untuk memahami berbagai aspek yang terkandung dalam analisa teknikal agar transaksi perdagangan dengan scalping jadi lebih menguntungkan.

Broker trading saat ini umumnya menggunakan grafik live yang bisa kamu manfaatkan untuk melihat pergerakan pasar secara terupdate untuk menerapkan analisa teknikal. Kamu bisa memanfaatkan grafik ini untuk membaca pola candlestick, chart pattern, maupun tren harga di pasaran.

Dengan kemampuan analisa yang baik, kamu bisa mengambil keputusan transaksi perdagangan saham atau instrumen lainnya dengan lebih tepat dan akurat.

4. Persiapkan Peralatan yang Mumpuni

Tidak perlu bingung Sobat Trader, peralatan yang dimaksud dalam poin ini adalah kesiapanmu dari segi aspek di luar perdagangan itu sendiri yang bisa menunjang transaksi menjual dan membeli saham atau aset lainnya.

Peralatan yang kamu butuhkan seperti perangkat digital dengan spesifikasi yang mumpuni serta kestabilan jaringan internet yang kamu gunakan. Karena sifat pergerakannya yang sangat cepat, jangan sampai kamu melewatkan potensi keuntungan perdagangan saham yang telah kamu targetkan karena terhambat jaringan internet yang tidak stabil ya, Sobat Trader.

5. Menggunakan Jasa Broker Tepercaya

Selain faktor intrinsik dari dalam dirimu, kamu juga perlu mempertimbangkan faktor ekstrinsik yang bisa mendorong atau menghambat keberhasilan perdagangan saham atau asetmu lainya ya, Sobat Trader.

Salah satu faktor ekstrinsik tersebut adalah memilih jasa broker trading tepercaya yang dapat mendukung penerapan teknik scalping. Pastikan kamu menggunakan jasa broker yang sudah teregulasi BAPPEBTI demi keamanan transaksi perdagangan dan teknologi canggih berkecepatan tinggi untuk mendukung kecepatan pergerakan harga di pasar perdagangan.

Seperti platform trading HSB Investasi yang telah teregulasi BAPPEBTI demi menjaga keamanan transaksi setiap nasabahnya. Tak hanya aman, di HSB Investasi, kamu juga dapat mengasah kemampuan trading saham, forex, dan komoditasmu dengan memanfaatkan akun demo dan beragam artikel serta program edukasi trading di HSB Academy. Download aplikasinya sekarang juga, dan dapatkan pengalaman trading berteknologi canggih bersama HSB Investasi, Invest in Time.***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

Quick Links
HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288