Home Tips Investasi Keuangan Umum Pentingnya Mengelola Finansial saat Terjadinya Resesi Indonesia

Pentingnya Mengelola Finansial saat Terjadinya Resesi Indonesia

by HSB
0 comment

Sobat Trader, tahukah kamu resesi Indonesia salah satunya diakibatkan oleh tekanan ekonomi saat pandemi covid melanda negeri ini? Hal ini dapat dibuktikan saat kuartal II 2020, sumber Badan Pusat Statistik (BPS) menggambarkan penurunan dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar -5,35% terhadap angka Produk Domestik Bruto (PDB).

Meskipun, PDB mengalami peningkatan pada kuartal III 2020 menjadi -4,50%, namun pertumbuhan perkembangan ekonomi minus selama berturut-turut dengan dua kuartal memamasukan Indonesia ke zona resesi ekonomi.

BPS juga mencatat adanya deflasi tiga kali berturut-turut sejak Juli hingga Oktober 2020 yang disebabkan oleh rendahnya daya beli konsumsi hingga memicu terjadinya resesi di Indonesia.

Baca Juga: Resesi Adalah: Penyebab, Dampak, dan Tips Menghadapinya

Potensi Resesi Ekonomi di Indonesia

Sri Mulyani seorang Menteri Keuangan Indonesia berpendapat bahwa Indonesia berpotensi kecil  mengalami resesi ekonomi pada tahun 2023. Sri Mulyani juga mengatakan pada bulan Oktober 2022 neraca perdagangan Indonesia masih dalam positif surplus dan adanya peningkatan kegiatan manufaktur merupakan penyelamat Indonesia dari jurang resesi ekonomi.

Kedua faktor ini dipercaya menjadi kapitalis positif bagi perekonomian Indonesia di tengah terjadinya ketidakpastian perekonomian global. Walaupun begitu, Sri Mulyani memperingatkan pemerintah Indonesia agar tetap waspada dalam mengambil setiap kebijakan moneter dan fiskal domestik guna menghindari resesi.

Meskipun resesi ekonomi global diprediksi tidak berdampak secara langsung terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2023, pemerintah Indonesia harus mengambil kebijakan yang mencegah dan antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya krisis yang masih terbuka.

Baca Juga: Mengerikan! Ini dia Penyebab Resesi Ekonomi dan Pencegahannya

6 Cara Mengelola Finansial saat Resesi Indonesia

resesi indonesia

Lantas, bagaimanakah pengelolaan keuangan yang ideal untuk menghadapi resesi ekonomi saat ini? Berikut ulasan selengkapnya:

1. Cadangkan Dana Darurat

Tekanan yang ada pada sektor usaha memaksa perusahaan untuk memperjelas biaya operasional berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) sehingga membuat pemanggilan karyawan tidak menjadi utama dan berdampak pada lowongan pekerjaan yang sedikit.

Apakah yang  Sobat Trader lakukan jika menjadi sasaran PHK saat resesi ekonomi? untuk menghadapi keadaan seperti ini kamu perlu mencadangkan dana untuk hal yang darurat.

Tanpa adanya dana cadangan yang Sobat Trader miliki, besar kemungkinan kamu akan dibayangi risiko kehilangan barang berharga atau terpaksa melakukan hutang dengan orang lain untuk memenuhi seluruh kebutuhan bulananmu karena memiliki sumber pemasukan yang stabil.

Sesuaikan total dana cadangan dengan jumlah banyaknya tanggunganmu. Jika jumlah tanggungan yang Sobat Trader miliki semakin banyak, maka semakin banyak juga dana yang dibutuhkan.

Lantas, bagaimana cara mempersiapkan dana darurat bagi orang-orang yang tidak mempersiapkan rencana ini? Cadangkan dana minimal 15% dari pemasukan pendapatan rutin setiap bulannya untuk mempersiapkan dana cadangan. Dengan dilakukannya secara rutinitas, dana yang terkumpul dapat mencukupi kebutuhanmu saat kondisi sulit.  

Baca Juga: 3 Dampak Resesi Ekonomi yang Harus Diwaspadai

2. Berinvestasi

resesi indonesia

Seperti yang tercatat di data simpanan bank berasal Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) jumlah simpanan mengalami kenaikan 12,8% dari Febuari ke Oktober 2020, dengan perubahan dari Rp 7.075 triliun jadi Rp 7.781 triliun.

Data ini menggambarkan kondisi di masa pandemi, kebanyakan orang memilih untuk menyimpan dana mereka di bank. Apakah Sobat Trader menjadi salah satu seperti mereka? Menempatkan 100% aset di tabungan hanya memperbanyak aset tidak berguna atau tidak produktif.

Bayangkan jika Sobat Trader menyimpan dana di bank memiliki bunga yang umumnya berjumlah 0 hingga 5% dan akan dipisah dengan biaya admin dari bank. Hal ini berdampak pada pertumbuhan dana bergerak lambat serta tidak adanya kemungkinan bahwa seluruh dana akan terjadi inflasi.

Ber-investasilah supaya Sobat Trader dapat mempercepat aspek dari jangka panjang. Secara umunya, tujuan dari jangka panjang yang dimiliki oleh keluarga merupakan biaya pendidikan anak untuk jenjang ke yang lebih tinggi dan biaya dari pensiun.

Hal yang Sobat Trader perlu diketahui dalam berinvestasi jangka panjang yaitu variabel yang fleksibel dalam menentukan opsi instrumen investasi. Berinvestasi dalam instrumen tinggi pastinya menjadi opsi karena menghasilkan imbal yang dapat kamu gunakan dapat lebih besar.

Baca Juga: Pentingnya Menerapkan Money Management Dalam Investasi! Berikut Alasannya

3. Diversifikasi Investasi

Diversifikasi menjadi salah satu cara untuk meminimalisir resiko investasi yang akan memakan modal kita. Gunakan diserversifikasi investasi dengan menggolongkan tujuannya, usia investor, dan profil serta risiko investasi agar dapat menghindari risiko sedini mungkin.

Jika tujuannya dalam jangka pendek gunakan instrumen investasi dengan rendah resiko atau penghasilan tetap. Sementara, jika bertujuan untuk jangka menengah, Sobat Trader bisa memilih investasi dengan periode jangka panjang seperti membeli langsung saham.

4. Dapatkan Proteksi Jiwa

Risiko yang terjadi dalam kehidupan seperti pendapatan hilang karena meniggalnya si pencari penghasilan atau pencari nafkah tidak mampu untuk kerja karena anggota badan tidak berfungsi dengan baik jelas harus dilakukannya mitigasi. Dapatkan proteksi jiwa merupakan cara yang efektif untuk mengatasi dampak resesi ekonomi saat ini.

5. Gunakan Asuransi

Berdasarkan data Global Medicall Tren Survey Report 2021 yang dipublikasikan oleh Wllis Tower Watson, pemicu kenaikan dari biaya medis di Indonesia mencapai 12% tiap tahun. Bagaimana pemasukan pendapatan Sobat Trader juga akan selalu naik 12% setiap tahun? Bahkan tidak semua dapat menikmati kenaikan pendapatan setiap tahunnya.

Memiliki asuransi sebagai jaminan kesehatan menjadi cara yang baik karena Sobat Trader tidak akan pernah tahu kapan musibah sakit menyerang. Dengan asuransi, biaya operasi, obat-obatan, hingga biaya rawat inap dan jalan yang harus kamu bayar akan dibayarkan seluruhnya oleh asuransi.

Sangat disayangkan bukan apabila kamu harus kehilangan aset dalam jumlah yang banyak atau menjual semua barang berharga demi berobat. Cara ini dapat kamu terapkan untuk mengelola keuanganmu saat resesi ekonomi terjadi.

Baca Juga: Apa itu manajemen keuangan? Apa perbedaan dengan investasi?

6. Cukupi Belanja Kebutuhan

resesi indonesia

Sobat Trader, selama belanja digunakan untuk membeli kebutuhan pokok hal ini wajar saja kamu lakukan, tetapi jika hanya untuk memuaskan keinginan Sobat Trader, sebaiknya pikir berkali kali sebelum membeli sesuatu dan buatlah perhitungan lengkap terlebih dulu.

Sumber dari BPS menyebutkan jika melihat tahunan, PDB berasal dari banyaknya konsumsi masyarakat masih terletak di tingkat minus -5,05%. Ketika konsumsi masyarakat lemah, pendapatan di berbagai industri usaha akan menurunan juga. Oleh karena itu, menunda pembelian konsumsi bukan gagasan yang bagus. Namun,  konsumsi berlebihan juga dapat membahayakan kesehatan finansial juga.

Itulah cara mengelola finansial kamu saat menghadapi resesi indonesia di masa yang akan datang. Singkatnya, investasi hal wajib yang dilakukan, namun dalam berinvestasi pastikan untuk memilih broker tepercaya. Jangan asal memilih broker yang mengimingkan bonus berlimpah sehingga kamu tertarik untuk menanamkan semua modalmu.

Pilihlah broker investasi yang sudah teregulasi oleh BAPPEBTI sehingga transaksi terasa nyaman, aman dan transparan seperti HSB Investasi yang memiliki fitur all in one, live chat 24 jam dan edukasi trading yang dapat membantu Sobat Trader untuk memahami dunia investasi.

Hadapi resesi dan kelola finansialmu bersama HSB Investasi! Download dan registrasikan akun trading-mu sekarang juga!***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288