Home Tips Investasi Keuangan Umum Mengetahui Relative Strength Index Sebagai Indikator Trading Saham

Mengetahui Relative Strength Index Sebagai Indikator Trading Saham

by HSB
0 comment

Setiap trader yang berhasil mendapatkan keuntungan tidak serta-merta tahu kapan waktu yang tepat untuk menjual dan membeli saham. Trader membutuhkan berbagai alat bantu untuk memperkirakan waktu yang tepat, salah satunya Relative Strength Index atau RSI. 

Relative Strength Index menjadi indikator yang umum digunakan oleh trader ketika ingin mengetahui keadaan overbought dan oversold. Sama seperti indikator lain, RSI juga memiliki caranya sendiri untuk membaca atau menganalisis keadaan pasar. 

Jika kamu berhasil menggunakan indikator dengan benar maka potensi keuntungan yang didapatkan pasti besar. Ingin belajar indikator Relative Strength Index lebih dalam? Perhatikan informasi selengkapnya di bawah ini. 

Apa Itu Relative Strength Index (RSI)?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Relative Strength Index atau RSI merupakan salah satu indikator yang umum digunakan oleh trader. Penggunaannya dalam analisis membantu trader untuk mengetahui keadaan overbought dan oversold. 

Indikator ini sudah ada sejak 1978 yang diperkenalkan ke publik dalam buku “New Concepts in Technical Trading Systems”. Penemuan indikator RSI oleh J.Welles Wilder Jr menjadi “pintu terbuka” atau “angin segar” dalam keterpurukannya setelah dikeluarkan dari perusahaan. 

Cara menggunakan indikator ini dikenal sangat sederhana. Saat kamu ingin menggunakannya, ada tiga hal penting yang harus diatur yaitu periode waktu, batasan atas, dan batas bawah. Periode waktu yang dianjurkan oleh Wilder Jr. ialah 14 hari. 

Alasannya karena makin singkat waktu yang digunakan, makin bergejolak grafik yang kamu lihat. Namun kamu bisa menyesuaikannya berdasarkan keinginan dan kebutuhan. Banyak trader yang menggunakan periode waktu 10 hari karena dirasa memberikan sinyal yang lebih tepat.

Batasan atasnya diatur di angka 70 dan batas bawahnya di angka 30. Tetapi kamu tetap bisa mengaturnya sesuai preferensi dan strategi sendiri. Pasalnya para trader juga sering mengubah batas atas menjadi 80 dan bawah menjadi 20. 

Perlu diingat bahwa indikator RSI bisa saja tidak tepat dalam memberikan sinyal karena sekali lagi keberadaannya hanya untuk membantu para trader. Trader tidak bisa hanya bertopang pada satu indikator tanpa menggunakan alat bantu dan strategi lainnya. 

Kamu juga harus mengetahui cara membaca tren serta informasi dasar lain tentang trading. Pengetahuan kamu tentang trading, alat bantu, tren, dan analisis inilah yang akan membantu dalam mendapatkan keuntungan yang dituju.

Bagaimana Menggunakan Indikator RSI? 

Kamu memerlukan berbagai alat bantu lain seperti indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD), Average Directional index (ADX), dan Bollinger Bands. Selain itu kamu juga perlu mengetahui berbagai aturan dasar yang penting untuk diperhatikan saat menggunakan RSI.

Baca juga: 6 Cara Trading yang Simple Tapi Untung Bagi Pemula

relative strength index

4 Tips Trading dengan RSI

Trading dengan RSI tetap memerlukan strategi. Tanpa adanya strategi yang jelas maka penggunaan RSI akan menjadi sia-sia. Selain itu RSI tidak bisa menjadi satu-satunya alat bantu yang kamu gunakan dalam trading. Coba perhatikan tips berikut ini agar keuntungan kamu bisa maksimal. 

1. Kombinasikan RSI dengan Indikator Lain

Penggunaan RSI saja tidak cukup untuk memberikan kamu sinyal yang tepat saat ingin menjual dan membeli saham. Kamu perlu bantuan indikator lain seperti MACD, ADX, dan Bollinger Bands. 

Kamu bisa menggunakan indikator apa pun untuk membantu menilai tren yang sedang terjadi di pasar. Mengombinasikan indikator seperti ini berguna saat tren terlihat menguat. Tren menguat yang dimaksudkan ialah grafik akan terus naik atau turun dalam jangka waktu yang panjang. 

Jadi kamu tidak akan melihat adanya balik arah dari tren. Pada keadaan ini melihat indikator RSI saja tidak cukup. Ketika kamu akhirnya malah membeli atau menjual pada waktu tren menguat maka kerugian akan terjadi. 

Itu sebabnya kamu perlu mengombinasikan RSI dengan indikator lain untuk melihat pergerakan tren apakah akan menguat atau berbalik arah. 

2. Manfaatkan Center Line 

Dalam indikator RSI terdapat batas tengah yaitu pada angka 50. Umumnya batasan tengah ini tidak terlalu diperhatikan karena ada batasan atas dan bawah yang sudah dirancang sedemikian rupa untuk memberi tahu trader sinyal overbought dan oversold

Namun sebenarnya kamu bisa melihat ke mana pergerakan tren harga dengan menggunakan batas tengah. Pergerakan grafik yang menembus center line ke atas menunjukkan bahwa tren akan naik dan trader dapat bersiap-siap untuk menjual. 

Sebaliknya saat pergerakan grafik menembus center line ke bawah maka hal tersebut menunjukkan bahwa tren akan menurun dan trader dapat bersiap untuk melakukan pembelian. 

Baca juga: Kenali Istilah Oversold dan Overbought dalam Trading

Aturan Penting RSI

3. Pahami Beberapa Aturan Penting

Terdapat dua aturan penting dalam menggunakan RSI yang perlu kamu tahu yaitu:

  • Aturan Jual

Pergerakan grafik yang menembus batas atas di angka 70 memberikan sinyal bahwa tren akan naik alias overbought. Namun jangan menjual ketika grafik masih terus bergerak ke atas. Tunggu hingga grafik menurun dan berada di bawah angka 70.

  • Aturan Beli

Kebalikan dari aturan jual, kamu dianjurkan untuk membeli ketika pergerakan grafik naik ke atas angka 30. Jadi saat pergerakan grafik terlihat sudah menyentuh angka 30 maka kamu perlu menunggu hingga grafik kembali ke atas. 

4. Sesuaikan Periode Waktu Sesuai Kebutuhan

Jangan lupa untuk menyesuaikan periode waktu sesuai dengan kebutuhan. Memang benar bahwa periode waktu yang dianjurkan oleh Wilder Jr. ialah 14 hari. Namun kamu bisa menyesuaikannya untuk periode yang lebih singkat atau lebih panjang. 

Pengaturan periode waktu yang lebih singkat akan membuat RSI lebih sensitif. Sebaliknya, pengaturan periode waktu yang lebih lama akan membuat RSI menjadi kurang sensitif. Pengaturan ini dilakukan sesuai dengan tujuan kamu dalam melakukan trading

Jika ingin trading dalam waktu singkat seperti 1 jam, maka kamu bisa mengaturnya ke periode 7-10 hari. Apabila ingin melakukan trading jangka menengah dan panjang kamu bisa menggunakan periode waktu 14-15 hari. 

 

Itu dia informasi dasar yang perlu kamu pahami saat menggunakan Relative Strength Index. Bagaimana? Apakah kamu sudah siap melakukan trading? Memahami cara kerja trading dan berbagai indikator memang menjadi aspek krusial. 

Tetapi jangan lupa untuk memilih broker yang aman dan tepercaya. Gak perlu bingung, kamu bisa memercayakan tradingmu pada HSB Investasi, broker no.1 di Indonesia yang sudah teregulasi BAPPEBTI. 

HSB menyediakan berbagai instrumen trading yang bisa kamu pilih sesuai preferensi. Kamu bisa memilih trading emas online, forex, komoditas, dan indeks. Selain itu HSB bekerja sama dengan bank lokal untuk menyediakan rekening terpisah sehingga dana kamu tetap aman. Tunggu apalagi? Segera download aplikasi HSB dan praktikkan apa yang sudah kamu pelajari sekarang juga!*** 

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288