Home Tips Investasi Keuangan Umum Rasio Leverage: Pengertian dan Trik Menghitungnya

Rasio Leverage: Pengertian dan Trik Menghitungnya

by HSB
0 comment

Bagaimana cara mengetahui kesehatan keuangan sebuah perusahaan? Pertanyaan tersebut pasti terlintas di benakmu saat berencana membeli saham sebuah emiten. Kamu dapat menggunakan rasio leverage sebagai salah satu indikator penting dalam analisis fundamental. Baik atau buruknya rasio finansial ini dapat menjadi keputusanmu untuk memiliki saham sebuah perusahaan.

Apakah rasio leverage itu? Berapa angka aman rasio leverage sebuah perusahaan? Bacalah artikel ini untuk menambah wawasanmu tentang rasio keuangan perusahaan ini.

Apa Itu Rasio Leverage?

Kamu harus mengetahui arti leverage dahulu sebelum memahami rasio leverage. Leverage adalah penggunaan jumlah dana utang atau pinjaman dalam menambah keuntungan atau laba perusahaan.

Dana hasil pinjaman digunakan untuk membiayai kegiatan atau pekerjaan terkait pengembangan bisnis, seperti menambah tenaga kerja, membeli aset, atau melakukan ekspansi. Imbal balik penggunaan dananya disebut Return of Investment (ROI).

Rasio leverage dikenal pula sebagai rasio manajemen utang (debt management ratio) atau rasio solvabilitas. Rasio ini berguna saat menilai risiko keuangan dan perkembangan total utang (debt) sebuah perusahaan. Kemampuan perusahaan dalam melunasi utang juga dihitung menggunakan rasio ini.

Perusahaan harus menghitung perbandingan total utang dan aset milik perusahaan ketika menentukan rasio leverage. Keuangan perusahaan yang sehat ditunjukkan dari rendahnya angka leverage. Artinya, jumlah aset perusahaan lebih rendah dibandingkan total utang yang harus dibayar, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Perusahaan mengenal berbagai jenis rasio dalam manajemen keuangan. Selain rasio tersebut, ada empat jenis rasio lain yang digunakan, yaitu rasio likuiditas, aktivitas, profitabilitas, dan nilai pasar. Semua rasio tersebut menjadi indikator penilaian kesehatan keuangan perusahaan selama masa operasinya.

Pengertian Rasio Leverage

Macam-Macam Rasio Leverage

Ada tiga jenis rasio leverage untuk memperkirakan kesehatan keuangan perusahaan. Apa saja?

  • Debt to Asset Ratio (DAR)

Perusahaan menggunakan rasio ini untuk mendapatkan nilai atau jumlah aset yang dihasilkan dari utangnya. DAR berguna pula dalam melihat relasi antara kreditur atau pemberi utang dan dana dari pemegang saham perusahaan. Rasio ini berguna untuk mengukur keamanan utang terhadap aset mereka.

  • Debt to Equity Ratio (DER)

Perbandingan antara utang (debt) dan modal (equity) digambarkan melalui rasio ini. Tingginya angka DER menjadi tanda perusahaan lebih banyak menggunakan utang daripada modal sendiri dalam kegiatan bisnisnya. Akibatnya, perusahaan tidak mampu menambah utangnya. DER bisa menjadi patokan kamu sebagai investor saat melihat potensi imbal balik (return) hasil investasi.

  • Times-Interest-Earned Ratio (TIE)

Rasio Time-Interest-Earned memproyeksikan jumlah bunga yang diperoleh selama tenor peminjaman. Angka rasio ini menjadi bayangan kreditur untuk memperkirakan tingkat keamanan keuangan perusahaan. Rasio TIE sangat membantu kreditur dan perusahaan dalam menilai kemampuan pembayaran bunga saja, bukan total utang secara keseluruhan.

Semua rumus jenis rasio leverage di atas berguna untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan. Hasil penghitungannya dapat menjadi keputusanmu dalam memiliki saham suatu emiten.

Baca juga: Investor Pemula, Pahami Cara Menghitung ROE Ini!

Bagaimana Cara Menghitung Rasio Leverage?

Cara Menghitung Rasio Leverage

Penghitungan rasio leverage menggunakan rumus yang berbeda berdasarkan semua jenisnya di atas. Artinya, kamu harus menghitung tiga rasio tersebut kalau ingin memperkirakan kesehatan keuangan perusahaan.

Gunakan rumus di bawah ini untuk menghitung rasio leverage sebuah perusahaan.

  • Debt to Asset Ratio (DAR)

Rumus penghitungannya sangat sederhana, yaitu total utang dibagi total aset perusahaan, kemudian dikalikan 100%. Ilustrasi penghitungannya dapat dilihat dalam contoh soal ini.

PT ABC memiliki total utang sebanyak Rp15.000.000, sementara total asetnya mencapai Rp20.000.000. Nilai DAR PT ABC adalah 75%. Angka tersebut menunjukkan bahwa 75% asetnya berasal dari utang perusahaan. 

  • Debt to Equity Ratio (DER)

Rumusnya hampir sama seperti menghitung DAR. Perbedaannya, DER menggunakan jumlah modal perusahaan sebagai pembaginya. Jadi, rumusnya adalah total utang dibagi total ekuitas atau modal perusahaan. Beginilah contoh penghitungannya.

Total utang PT D mencapai Rp8.000.000, sedangkan modalnya hanya Rp5.000.000. Hasil DER PT D adalah 160%. Artinya, total utang PT D mencapai 160% atau 1,6 kali lipat lebih banyak dari jumlah modalnya.

Meski rasio tersebut tinggi, investor bisa berharap banyak dari angka tersebut. Potensi return atau pengembalian hasil investasi cukup besar, jadi investor akan mendapatkan jumlah dividen yang cukup besar.

  • Times-Interest-Earned Ratio (TIE)

Rasio ini membutuhkan akumulasi laba bersih sebelum bunga dan pajak dan beban bunga (interest expense). Laba bersih sebelum bunga dan pajak disebut pula sebagai Earning Before Interest and Tax (EBIT). Rumus menghitung TIE ratio adalah EBIT dibagi interest expense.

PT E menghasilkan EBIT sebesar Rp10.000.000 dan memiliki beban bunga Rp4.500.000. Hasilnya adalah 2,2. Artinya, laba milik PT E mampu menutupi 4,5 kali beban bunga utang yang dihasilkan. Makin besar angkanya, perusahaan dinilai sanggup membayar biaya bunga dari keuntungan bisnisnya.

Baca juga: Strategi Hedging Untuk Minimalisir Risiko Trading

Berapakah Rasio Leverage yang Baik?

asio Leverage yang Baik

Tidak ada aturan khusus mengenai jumlah rasio leverage yang baik atau ideal. Setiap perusahaan memiliki cara atau kebijakannya sendiri dalam memanfaatkan utangnya. Kendati demikian, investor harus memiliki rasio leverage ideal jika ingin membeli saham perusahaan terbuka.

Tingkat rasio leverage dari investor sebaiknya disesuaikan level risiko dan ekspektasi return. Kalau kamu belum siap menghadapi risiko tinggi, jangan memasang angka rasio leverage yang besar pula. Baca dan tinjau lagi laporan keuangan perusahaan supaya kamu bisa mendapatkan rasio ideal.

 

Kamu bisa mencoba alternatif investasi selain saham, yaitu trading forex. Jangan khawatir apabila belum pernah mencobanya, karena kamu bisa membuka akun demo dahulu untuk mempelajari strateginya. Manfaatkan aplikasi trading forex Indonesia HSB untuk mendukung aktivitas trading kamu menjadi lebih mudah, aman, dan cepat. Tunggu apalagi? Download aplikasinya dan mulailah perjalanan investasimu bersama HSB!***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288