Home Pengetahuan Keuangan Memahami Pengaruh Suku Bunga Terhadap Investasi

Memahami Pengaruh Suku Bunga Terhadap Investasi

by HSB
0 comment

Pengaruh suku bunga terhadap investasi sebenarnya cukup terlihat. Kamu pasti kesulitan memahami pengaruhnya ketika baru pertama kali melakukan investasi. Singkatnya investasi memang dapat memberikan keuntungan yang dihasilkan dari selisih perubahan harga serta pembagian keuntungan instrumen yang kamu beli. 

Tetapi besarnya keuntungan yang didapatkan bergantung kepada berbagai faktor eksternal. Beberapa di antaranya seperti keadaan ekonomi dan politik negara, pemberitaan media terhadap instrumen investasi, serta tentu saja suku bunga. 

Kamu perlu memahami pengaruh suku bunga terhadap investasi supaya keuntungan optimal bisa didapatkan. Memahaminya dengan baik juga membantu kamu dalam mengelola modal yang telah ditanamkan. Kalau begitu tanpa berpanjang lebar lagi mari langsung simak informasinya berikut ini. 

Bagaimanakah Pengaruh Suku Bunga Terhadap Investasi?

Bagaimanakah Pengaruh Suku Bunga Terhadap Investasi

Pengaruh yang dibawa suku bunga dalam investasi cukup besar. Bahkan tidak hanya memengaruhi investasi, tetapi hampir seluruh keadaan perekonomian suatu negara. Naik dan turunnya suku bunga dapat mendorong atau melemahkan investor dalam berinvestasi. Untuk lebih jelasnya coba perhatikan informasi di bawah ini. 

1. Mendorong atau Mengurangi Investor untuk Berinvestasi

Suku bunga yang berubah dapat mendorong atau bahkan mengurangi investor dalam melakukan investasi. Ketika suku bunga naik maka investor akan berpikir berkali-kali sebelum menanamkan modalnya. 

Alasannya karena biaya pinjaman dan administrasi lainnya menjadi lebih besar dari yang harus dibayarkan sebelumnya. Tentu uang yang mereka miliki menjadi lebih sedikit sehingga jumlah uang untuk berinvestasi berkurang atau bahkan tidak ada. 

Tetapi ketika suku bunga rendah maka biaya pinjaman dan yang lainnya juga lebih rendah. Investor jadi punya uang lebih untuk berinvestasi dan mengembangkan asetnya. 

Baca juga: 6 Cara Trading yang Simple Tapi Untung Bagi Pemula

2. Besaran Keuntungan yang Didapatkan Berubah

Besaran keuntungan yang didapatkan investor juga berubah ketika suku bunga sedang naik atau turun. Keuntungan yang bisa didapatkan oleh investor tentu akan lebih besar ketika suku bunga sedang naik. 

Kamu bisa saja membeli instrumen investasi dalam keadaan tersebut namun jumlah yang didapatkan tidak banyak. Ada baiknya menunggu suku bunga menjadi rendah untuk bisa membeli instrumen investasi

Tetapi ketika suku bunganya rendah maka keuntungan yang kamu dapatkan juga bisa berkurang. Tetapi dalam investasi saham atau jenis investasi jangka panjang lainnya, kamu tidak perlu panik dengan perubahan yang terjadi. 

Nantinya harga instrumen investasi yang dibeli pasti akan kembali stabil. Kamu hanya perlu memastikan bahwa perusahaan atau lembaga keuangan tempat menaruh modal memiliki kredibilitas dan kemampuan untuk bertahan dalam waktu krisis. 

5 Tips Meminimalkan Risiko Investasi

Tips Meminimalkan Risiko Investasi

Jika suku bunga bisa memengaruhi besar kecilnya keuntungan yang bisa didapatkan maka kamu sebagai investor perlu memikirkan strategi tepat untuk menghindari kerugian. Tentunya kamu mau modal yang ditanamkan mengembalikan hasil yang besar, bukan? 

Itu sebabnya kamu tidak hanya perlu memahami tren ekonomi tetapi juga strategi untuk meminimalkan risiko investasi. Berikut beberapa tips yang bisa kamu coba. 

1. Pastikan Kamu Sudah Melakukan Analisis

Analisis investasi sangat penting ketika kamu melakukan investasi. Apalagi analisis yang dilakukan cukup menyeluruh dari perbandingan keuangan tahun-tahun sebelumnya, tren perekonomian, keadaan politik negara, kehidupan masyarakat hingga manajemen dalam perusahaan atau lembaga keuangan yang kamu beli sahamnya. 

Ketika kamu sudah memastikan semuanya baik maka barulah melakukan investasi. Meski harga terus berubah naik turun tetapi saham yang bagus akan kembali naik dan dalam satu posisi tertentu akan menjadi stabil. Jadi kamu tidak perlu takut dengan perubahan harga yang sering terjadi. Selama saham yang dipilih berkualitas maka semuanya akan baik-baik saja. 

Baca juga: Inilah Perbedaan Saham Dan Reksadana

2. Membagi Modal ke Beberapa Instrumen Investasi

Mengurangi risiko investasi juga dilakukan dengan membagi modal ke beberapa instrumen investasi. Hal ini dilakukan supaya saat satu instrumen rugi, yang lainnya tidak akan terpengaruh. 

Sebagai contoh, kamu bisa membagi modal 30% ke saham, 30% ke reksa dana, dan 40% untuk SBN. Pembagian seperti ini disebut sebagai strategi diversifikasi untuk meminimalkan kerugian besar yang bisa saja terjadi tiba-tiba. 

3. Melakukan Investasi Jangka Panjang

Melakukan investasi jangka panjang berarti kamu menanamkan modal pada suatu instrumen untuk waktu yang lama. Setidaknya kamu menanamkan modal tersebut sampai 5 tahun atau bahkan 10 tahun mendatang. 

Hal ini dilakukan supaya kamu tidak perlu khawatir mengenai perubahan yang terjadi dalam pasar modal dan juga negara. Biasanya modal yang kamu tanamkan selama lebih dari 5 tahun tidak akan terpengaruh volatilitas. Imbal hasil atau keuntungan yang didapat juga jauh lebih besar dari sebelumnya.  

4. Hanya Menggunakan Uang Dingin

Uang dingin mengacu kepada dana yang tidak termasuk dalam pengeluaran pokok bulanan. Tetapi bukan dana darurat atau dana simpanan lainnya yang perlu kamu kumpulkan. 

Uang dingin seperti ini biasanya sudah kamu pisahkan dari anggaran lainnya untuk investasi. Menggunakan uang dingin penting supaya kamu dan keluarga masih bisa melakukan pembayaran pokok tanpa terganggu. 

Baca juga: 4 Investasi Paling Menguntungkan Bagi Pemula yang Wajib Diketahui

5. Memakai Cut Loss

Cut loss merupakan suatu sistem ataupun strategi yang digunakan untuk mengamankan modal yang telah kamu tanamkan. Cut loss sangat berguna ketika nilai instrumen investasi mengalami penurunan yang sangat besar. 

Menggunakan cut loss berarti kamu perlu menentukan titik terendah nilai saham yang bisa ditoleransi untuk kemudian menjualnya. Contohnya toleransi yang kamu tentukan hanya 5% di bawah harga beli saham pada awal pembelian. 

Melakukan investasi memang tidak bisa sekadar membeli instrumen lalu membiarkannya berkembang tanpa pengawasan. Kamu perlu melakukan analisis, memperhatikan tren serta keadaan ekonomi negara seperti pengaruh suku bunga terhadap investasi dalam waktu real-time. 

Selain investasi yang kamu ketahui, ada satu lagi penanaman modal yang memanfaatkan selisih perubahan harga jual dan beli yaitu trading. Prinsip yang digunakan sebenarnya sama yaitu “High risk, high return”, tetapi aktivitas investasi dalam trading dilakukan dalam waktu yang singkat. 

Soal keuntungannya tidak perlu diragukan karena kamu bisa mendapatkan pengembalian yang cukup besar. Namun sebaiknya kamu telah memahami semua risiko dan cara kerja trading untuk mengurangi risiko kegagalan. 

Pemahaman inilah yang sering diabaikan oleh trader sehingga mengakibatkan kerugian yang sangat besar. Instrumen dalam trading tidak hanya saham tetapi ada juga forex, komoditas, emas, perak, dan minyak mentah. 

Semuanya bisa kamu temukan dengan mudah di aplikasi HSB. Fasilitas yang tersedia di dalamnya akan membantu kamu melihat perbandingan harga perak dan minyak mentah serta instrumen lainnya yang dipilih. 

HSB juga sangat aman digunakan masyarakat tanpa pihak ketiga, penipuan atau manipulasi yang dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. HSB sudah mengantongi legalitas dari 3 lembaga lokal yang menaungi aktivitas trading yaitu BAPPEBTI, ICDX, dan ICH. 

Bagaimana? Ingin langsung mencoba menggunakan HSB? Langsung saja download aplikasi HSB di ponsel kamu sekarang juga!***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288