Home Tips Investasi Keuangan Umum Strategi Setting Menggunakan Moving Average Terbaik

Strategi Setting Menggunakan Moving Average Terbaik

by HSB
0 comment

Bukan cuma kamu, pada dasarnya semua orang ingin mendapatkan keuntungan tanpa mengeluarkan energi dan waktu yang terlalu banyak. Trading dan investasi bisa menjadi cara untuk mendapatkan keuntungan tanpa mengeluarkan banyak upaya.

Akan tetapi, kamu tetap membutuhkan kemampuan membaca dan menganalisa tren pergerakan harga agar trading dan investasi mu dapat memberikan keuntungan yang kamu inginkan. Salah satu cara analisa tren pergerakan harga yang bisa kamu lakukan adalah dengan metode Moving Average.

Analisa teknikal Moving Average sudah banyak dipakai oleh trader pemula hingga yang berpengalaman untuk menarik garis perhitungan tren harga di masa lalu dengan menghilangkan beberapa fluktuasi harga yang kurang relevan.

Jenis analisa teknikal Moving Average ini juga beragam. Cari tahu  pengerian, jenis, fungsi, hingga strategi menggunakan Moving Average biar cuan dalam artikel ini ya Sobat Trader.

Apa yang dimaksud dengan Moving Average?

Moving average adalah garis indikator lagging yang menunjukkan rata-rata harga suatu aset investasi dalam periode waktu tertentu yang ditunjukkan dengan harga pembukaan, penutupan, harga tertinggi, harga terendah, dan titik tengah (median).

Yang dimaksud indikator lagging dalam metode analisa teknikal ini yaitu landasan informasi yang menerangkan riwayat pergerakan pasar sesuai peristiwa yang terjadi sebelumnya.

Baca juga: Mengenal Morning Star Candle & Evening Star Candle

Indikator lagging dalam Moving Average (MA) bergerak dalam periode kerangka waktu sesuai kebutuhan trader, seperti periode 5 (berlangsung selama 1 mingu), periode 20 (berlangsung selama 1 bulan), periode 60 (berlangsung selama 3 bulan) atau periode 120 (berlangsung selama 6 bulan).

Jenis-jenis Moving Average

Apa Saja Jenis-jenis Moving Average?

Bukan cuma satu, setidaknya ada enam jenis Moving Average yang bisa kamu gunakan untuk menganalisa potensi keuntungan tradingmu ya Sobat Trader. Berikut penjelasan jenis-jenis Moving Average yang perlu kamu ketahui:

1. Simple Moving Average (SMA)

Dari namanya saja, kamu pasti bisa menebak alasan kenapa Moving Average jenis ini sangat populer di kalangan trader. Yap, benar sekali! Cara menghitung Simple Moving Average memang sangat mudah dan sederhana, Sobat Trader!

Dengan Simple Moving Average, kamu bisa menemukan titik support dan resistance, entry sell dan entry buy, dan menjadi indikator yang bisa kamu gunakan untuk mengetahui kapan saat yang tepat untuk keluar atau masuk dalam pasar investasi.

Baca juga: Doji Candle: Pengertian, Komponen, dan Jenisnya

Cara menggunakan Simple Moving Average (SMA) adalah dengan menjumlahkan semua poin nilai dalam periode waktu tertentu lalu dibagi dengan jumlah dari nilai itu sendiri.

Simple Moving Average untuk tipe saham dengan likuiditas dan fluktuasi baik sangat efektif untuk melihat pergerakan tren harga dalam jangka pendek.

2. Exponential Moving Average (EMA)

Jenis yang kedua adalah exponential Moving Average (EMA) yang memiliki sensitifitas tinggi terhadap momentum pergerakan harga yang terjadi saat ini ketimbang harga dimasa lampau. Mirip dengan Simple Moving Average, bedanya dalam Eksponential Moving Average harga dihitung secara eksponensial atau berpangkat.

Tren harga yang terlihat dalam Exponential Moving Average dapat membantumu menentukan titik Support dan Resistance. Jika kamu melihat garis EMA menanjak, kamu bisa mengambil keputusan membeli instrumen aset pada titik poin terdekat dengan EMA.

Sebaliknya, jika kamu melihat garis EMA menurun kamu bisa mengambil keputusan membeli instrumen aset di titik point sedikit di bawah garis EMA.

3. Weighted Moving Average (WMA)

Jenis yang ketiga yakni Weighted Moving Average yang memiliki kesamaan dengan Simple Moving Average dan Exponential Moving Average. Persamaan yang dimiliki  WMA dengan SMA, keduanya memasukkan data yang paling baru dan tidak menggunakan data sebelumnya. Sedangkan kesamaan WMA dengan EMA, keduanya menggunakan pembobotan dalam data yang paling baru .

Ciri khas utama yang bisa kamu lihat dari WMA adalah faktor pembobotan data yang dikalikan akan berbeda pada periode waktu yang berbeda pula.

4. Double Exponential Moving Average (DEMA)

Selain Exponential Moving Average, kamu juga bisa menggunakan metode Double Exponential Moving Average (DEMA) dengan akurasi yang lebih tinggi. Lantas apa bedanya EMA dan DEMA?

Meskipun momentum yang dibentuk dalam Dema lebih lambat ketimbang EMA, namun DEMA dapat memberikanmu sinyal pergerakan harga yang lebih otentik di pasar karena kemampuannya mereduksi sinyal palsu yang biasanya hadir dalam EMA.

Baca juga: Diamond Pattern: Pengertian, Dan Cara Menggunakannya

5. Triple Exponential Moving Average (TEMA)

Setelah EMA, DEMA, sekarang kamu bisa menggunakan metode TEMA atau Triple Exponential Moving Average. Jika EMA dan DEMA saja sudah akurat maka dalam Triple Exponential Moving Average, kamu bisa mendapatkan akurasi pergerakan tren harga di pasar dengan lebih akurat lagi.

Jika kamu menggabungkan ketiga komponen Exponential Moving Average, Double Exponantial Moving Average, dan Triple Exponantial Moving Average, kamu akan mendapatkan sebuah indikator informasi kapan harga instrumen investasi terlalu mahal atau terlalu murah.

Informasi ini tentunya akan sangat membantumu untuk mengambil keputusan trading yang menguntungkan.

6. Wilder Smoothing Moving Average (WSMA)

Moving Average jenis ini sebenarnya kurang populer di kalangan trader, namun ada baiknya kamu tetap mengenal apa itu Wilder Smoothing Moving Average (WSMA). Metode ini memberikan gambaran aktivitas pasar dengan perhitungan dalam periode waktu tertentu.

Hanya saja sensitivitas WSMA terhadap perubahan harga tidak seakurat jenis Moving Average lainnya dan jenis ini lebih sering digunakan untuk mengukur support dan resistance.

Jenis-jenis Moving Average Berdasarkan Periode Waktu

Apa Saja Jenis-jenis Moving Average Berdasarkan Periode Waktu?

Jenis Moving average bisa dilihat dalam rentang periode waktu yang beragam. Berikut adalah penjelasannya:

  • Apa itu MA 5?

MA 5 merupakan istilah yang digunakan trader yang mengindikasikan pergerakan harga dalam waktu yang paling pendek, yakni 5 periode waktu ke belakang. Angka di belakang MA menunjukkan jumlah hari kerja MA dalam periode waktu sesuai angkanya.

  • Apa itu MA 20?

Serupa dengan penjelasan MA 5, MA 20 menggambarkan rata-rata pergerakan harga selama 20 hari ke belakang atau 20 periode waktu ke belakang.

  • Apa itu Ma 50?

Sedangkan MA 50 menggambarkan rata-rata pergerakan harga selama 50 hari ke belakang atau 50 periode waktu ke belakang. Dalam Pola Candlestick, semakin besar periode Moving Average, akan semakin jauh posisinya dari garis harga yang tengah berlaku.

Cara Melihat Moving Average

Bagaimana Cara Melihat Moving Average?

Sesuai namanya, Moving Average melihat rata-rata pergerakan harga instrumen investasi dalam rentang waktu tertentu. Cara menggunakan Moving Average terbaik adalah kamu harus membandingkan nilai rata-rata pergerakan harga di hari tersebut dengan nilai rata-rata pergerakannya di hari lain. Dengan cara ini, kamu bisa melihat tren pergerakan harga di pasaran.

Sebagai contoh, pasangan mata uang EUR/USD dengan timeframe 4 jam. MA5 memperlihatkan angka 1.09551 yang didapat dari rata-rata harga penutupan candlestick tanggal 2020/05/05 jam 11.00 dan harga-harga penutupan 4 candlestick sebelumnya.

Baca juga: Candlestick Three White Soldiers Dan Three Black Crows

Setting Moving Average terbaik ini juga berlaku untuk MA 10, MA 20, MA 50, dan MA 60. Semakin panjang periode waktu yang digunakan dalam MA, seperti MA 60, akan semakin jauh posisinya dari harga yang sedang berlaku di pasar. Karena itulah MA dengan angka besar lebih cocok digunakan untuk mengamati tren harga jangka panjang.

Mengapa Menggunakan Metode Moving Average?

Mengerti dan memahami cara menganalisa pergerakan tren harga instrumen investasi di pasar dapat membantumu menghitung potensi keuntungan trading. Fungsi metode analisa teknikal Moving Average juga dapat kamu gunakan untuk memaksimalkan keuntungan. Berikut adalah fungsi-fungsi metode Moving Average:

1. Mengidentifikasi Nilai Aset

Kamu dapat mengidentifikasi tren nilai saham dengan melihat grafik harga dan garis Moving Average. Kamu bisa melihat kapan tren harga cenderung turun atau bearish dengan menganalisa area di bawah garis Moving Average atau melihat tren harga cenderung naik bullish dengan menganalisa area harga di atas garis Moving Average.

2. Mengidentifikasi Tren Harga

Fungsi Moving Average terbaik adalah kemampuannya memberikan informasi tren harga yang sedang berlaku di pasaran. Dengan fungsi ini, kamu juga bisa mengantisipasi kapan tren pembalikan akan terjadi.

3. Mengidentifikasi Support & Resistance

Moving Average memainkan peranan penting dalam menetapkan letak titik support dan resistance dalam grafik pergerakan harga.

Baca juga: Credit Default Swap: Pengertian, Cara Kerja, & Contohnya

Moving Average

Kesimpulan

Kemudahan analisa teknikal Moving Average adalah aspek penting yang menjadikannya sebagai metode analisa paling populer di kalangan trader dunia. Cara analisa Moving Averaga dapat dengan mudah diterapkan oleh trader pemula dan manfaat dari hasil yang diberikannya tetap menjadi analisa andalan trader berpengalaman, seperti menjadi Indikator scalping paling akurat.

Meskipun demikian, indikator lagging yang bergerak cenderung lamban dalam membentuk sinyak tren pergerakan harga, khususnya dalam Moving Average ma dengan periode waktu jangka panjang, menjadikan kelemahan yang perlu kamu pertimbangkan sebelum menggunakan metode ini.

Namun, jika kamu memutuskan menjadi trader harian atau swing trading, metode analisa teknikal Moving Average bisa menjadi analisa yang bermanfaat untukmu.

Seperti halnya metode analisa lainnya, dalam dunia trading, tidak ada analisa yang berdiri sendiri dan bersifat one-size-fits-all, jadi sebaiknya kamu kamu tetap memadu padankan metode Moving Average ini dengan teknik analisa lainnya ya Sobat Trader.

Kamu bisa menggali lebih banyak informasi seputar strategi trading dan analisa teknikal yang dapat memaksimalkan keuntunganmu dengan beragam informasi dan edukasi trading terupdate di HSB Academy. Lebih mudah lagi, kamu bisa akses beragam fitur trading canggih dalam genggaman dengan aplikasi trading HSB Investasi.

Download aplikasinya, registrasikan akun tradingmu, dan dapatkan bonus deposit spesial trader baru hingga $1500 dalam 24 jam. Jangan tunda lagi! Jadilah bagian dari komunitas trader sukses terbesar Indonesia, HSB Investasi, Invest in Time!***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288