Home Tips Investasi Keuangan Umum Mengenal 12 Jenis Chart Pattern Lengkap Untuk Pemula

Mengenal 12 Jenis Chart Pattern Lengkap Untuk Pemula

by HSB
0 comment

Pada dasarnya kamu bisa dengan mudah menganalisa potensi pergerakan trading dengan bantuan analisa pola candlestick yang selalu muncul dengan kecenderungan bentuk yang sama.

Ada banyak bentuk pola candlestick yang bisa menjadi rujukanmu, namun dalam artikel ini kamu akan mendapatkan informasi seputar jenis Chart Pattern dan cara membacanya.

Secara garis besar, ada jenis chart pattern akan muncul dalam tiga kondisi tren, yakni tren berkelanjutan (continuation), tren pembalikan (reversal), dan tren bilateral. Cari tahu penjelasan lengkapnya di sini ya Sobat Trader.

Apa Itu Chart Pattern?

Trader sukses, terutama mereka yang mempraktikkan analisis teknis, akan terus-menerus mencari pola candlestick yang dapat membantu mereka membuat keputusan penting dalam aktivitas trading.

Baca juga: Chart Pattern Lengkap Akurat: Pengertian, Jenis, Dan Cara Bacanya

Chart Pattern didefinisikan sebagai konfigurasi pergerakan harga yang dapat dikenali dan diidentifikasi dengan memperkirakan gerakan harga pasar di masa depan menggunakan serangkaian garis tren dan/atau kurva.

Salah satu manfaat dari memahami analisa chart pattern lengkap adalah kamu dapat memutuskan akan membuka posisi trading jual atau beli untuk dapat memaksimalkan keuntunganmu.

 Jenis Chart pattern

Apa Saja Macam-macam Chart Pattern?

Telah disebutkan sebelumnya bahwa Pola Trading Chart Pattern umumnya dapat dikelompokkan menjadi tiga tren terjadinya pembentukan pola, yakni Pola Berkelanjutan (Continuation), Pola Pembalikan (Reversal), dan Pola Bilateral. Berikut penjelasannya:

Continuation Patterns

Pola kelanjutan atau Continuation Pattern dinamakan demikian karena dalam konteks gerakan harga yang tepat, ada sedikit kecenderungan posisi tren akan berlanjut setelah pola tersebut selesai.

Akan tetapi, tidak semua Continuation Pattern pasti menghasilkan tren yang akan berlanjut. Misalnya, setelah membentuk segitiga atau pennant, ada kemungkinan harga mengalami pembalikan dengan tren menurun.

Baca juga: 10 Pola Candlestick Paling Lengkap & Akurat Bagi Pemula

Ketika tren bergerak dengan bentuk pola yang tipis dibandingkan dengan gelombang tren,  pola continuation bisa jadi pola yang paling dapat diandalkan. Misalnya, harga naik tajam, membentuk pola segitiga kecil, menembus di atas pola segitiga, dan kemudian terus naik.

Jika harga terus mengikuti trennya, maka pola pattern tersebut dikenal sebagai pola lanjutan Continuation yang umumnya meliputi:

1. Pennants

Pennants Pattern

Pennants terdiri dari dua garis tren konvergen yang bergerak berlawanan arah, satu garis tren turun dan satu garis tren naik. Volume garis terkadang akan turun selama pembentukan Pennant, diikuti oleh peningkatan ketika pola pembentukan harga akhirnya menurun.

2. Flags

Flag Patterns

Flag Patterns digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan tren sebelumnya akan berlanjut dari titik di mana harga telah melayang jauh melawan tren yang sama. Jika tren benar berlanjut, kenaikan harga bisa terjadi dengan cepat, sehingga menguntungkan periode trading jangka panjang.

Cara kerja Flag Patterns adalah dengan melihat area konsolidasi harga yang ketat dan menunjukkan pergerakan kontra-tren yang terjadi segera setelah pergerakan harga terarah. Pola ini biasanya terdiri dari lima hingga dua puluh batang harga. Pola flag bisa ke atas (bullish flag) atau ke bawah (bearish flag).

3. Wedges

Pola Chart Pattern Wedge

Pola Chart Pattern Wedges mirip dengan Pola Chart Pattern Pennants yang terdiri dari dua garis tren konvergen; namun, irisan pola Wedges ditandai dengan tren kedua garis bergerak ke arah yang sama, baik saat tren naik atau tren turun.

4. Triangles

Pola Triangle sesuai namanya terdiri dari garis tren atas dan garis tren bawah yang akhirnya bertemu di puncak di sisi kanan dan membentuk sudut. Pola ini menghubungkan garis awal tren atas dan garis awal tren bawah untuk melengkapi dua sudut segitiga lainnya.

Segitiga simetris adalah pola continuation di mana kedua garis pecah ke arah yang sama dengan gerakan awal sebelum segitiga terbentuk sepenuhnya. Misalnya, jika tren naik mendahului segitiga simetris, kamu bisa membuat antisipasi penembusan harga ke arah atas.

TRADING TANPA

5. Cup and Handles

Apa yang bisa kamu lihat dari pola cup and handle? Cup and handle adalah indikator teknis yang digunakan untuk mengukur bahwa harga sekuritas bergerak dengan cara yang terlihat seperti “cup” diikuti oleh pola harga yang bergerak turun membentuk cekungan.

Penurunan atau “handles” yang dimaksudkan akan menunjukkan bahwa ini adalah saat yang tepat untuk membeli aset dan “go long”. Ketika bagian dari formasi harga ini berakhir, kemungkinan aset akan bergerak ke arah yang berlawanan dan mencapai harga tertinggi baru.

Sebagian besar pola cup and handle bsia bertahan dari tujuh minggu hingga lebih dari satu tahun lamanya.

Baca juga: 3 Cara Sakti Membaca Pola Chart Pattern dengan Benar

Akan tetapi, sebelum membuat keputusan trading, kamu harus menganalisa pola cup and handle dengan sinyal dan indikator lainnya karena pada dasarnya semua indikator pasti memiliki kelemahannya sendiri.

Yang harus kamu perhatikan dari pola cup and handle yang pertama adalah bahwa pola ini membutuhkan waktu untuk terbentuk sepenuhnya. Hal ini dapat membuatmu kesulitan mengambil keputusan yang tepat waktu.

Biasanya, dibutuhkan waktu antara satu bulan dan satu tahun untuk membentuk pola cup and handle sepenuhnya, tetapi terkadang pola ini bisa juga terbentuk dengan cepat sehingga sulit untuk menganalisanya dalam beberapa kasus.

Masalah lain adalah kedalaman bagian formasi “cup” yang lebih dangkal terkadang bisa menjadi sinyal yang salah. Terkadang juga formasi “handle” tidak terbentuk dalam pola ini. Batasan pola cup and handle yang terakhir adalah bahwa pola ini mungkin tidak bekerja baik dengan saham yang tidak terlalu likuid.

Reversal Patterns

Pola Chart Pattern yang menunjukkan perubahan tren saat ini disebut Pola Pembalikan atau Reversal Pattern. Pola-pola ini menunjukkan kapan sebuah tren akan berakhir dan apakah tren akan naik atau turun.

Di puncak industri, pembalikan tren disebut “pola distribusi” karena instrumen trading lebih mudah dijual daripada dibeli. Sebaliknya, perubahan yang terjadi disebut pola akumulasi, artinya lebih banyak instrumen trading yang dibeli daripada dijual.

Semakin banyak waktu yang dibutuhkan untuk membentuk pola reversal dan semakin banyak harga bergerak selama pola tersebut, semakin besar kemungkinan harga akan bergerak di pasar. Secara umum, kamu perlu mengetahui tiga jenis Pola Reversal:

1. Head and Shoulders

Dalam analisis teknis, pola head and shoulders adalah pola umum yang mudah dikenali dengan garis dasar tiga puncak, dan puncak tengah merupakan puncak tertinggi. Chart pattern head and shoulders menunjukkan perubahan tren dari bullish ke bearish dan menunjukkan bahwa tren naik hampir berakhir.

Pola ini muncul di semua kerangka waktu, sehingga trader dan investor dari semua golongan dapat mudah menggunakannya. Karena pola head and shoulder menunjukkan level penting bagi level entri, level stop, dan target harga, formasinya sangat mudah digunakan.

Pola Head and Shoulders

trader harus menunggu pola selesai terbentuk sebelum memutuskan untuk bertindak. Ini karena suatu pola mungkin tidak terbentuk sama sekali, atau pola yang terbentuk hanya sebagian dan mungkin tidak akan selesai di kemudian hari.

Baca juga: Doji Candle: Pengertian, Komponen, dan Jenisnya

Kamu harus mengawasi pembentukan pola yang hampir selesai atau sudah selesai, tetapi sebaiknya kamu tidak membuat trading sampai pola akhirnya menembus garis leher (neckkline).

Pada pola head and shoulder, kamu harus menunggu harga bergerak lebih rendah dari neckline setelah puncak bahu kanan. Untuk pola inverse head and shoulders (kebalikan pola head and shoulder), kamu harus menunggu harga bergerak ke atas neckline setelah bahu kanan terbentuk.

Ketika pola selesai terbentuk, barulah kamu bisa mulai memasang tradingmu. Rencanakan dulu tradingmu sebelumnya dengan menuliskan entri, tujuan stop profit, dan faktor lain yang dapat mengubah tujuan akhir atau profitmu.

2. Double Top

Pola Double Top

Pola Double Bottoms

Pola Double Top dan Bottoms menunjukkan area di mana pasar telah dua kali gagal menembus level support atau resistance. Dalam kasus double top, yang sering menyerupai huruf M, dorongan awal ke level resistensi diikuti oleh upaya gagal yang kedua, lalu menghasilkan tren pembalikan.

Di sisi lain, Double Top terjadi ketika harga mencoba menembus level support, ditolak, dan kemudian mencoba lagi namun tetap tidak berhasil. Hal ini sering mengakibatkan tren reversal.

3. Triple Top

Pola triple top and bottoms mirip seperti pola double top and bottoms. Bedanya, pada pola triple top and bottoms, atasan dan bawahan rangkap tiga terlihat seperti huruf “M” atau “W” kursif. Ini karena ada tiga push up di triple top atau tiga push down di triple bottom.

Chart pattern ini menunjukkan bahwa pergerakan harga pasar pasar telah mencoba dan gagal berkali-kali untuk menembus level support atau resistance. Dalam triple top, harga mencoba tiga kali untuk menembus di atas area resistensi, tetapi gagal dan harus kembali turun.

Pola Triple Top

Pola Triple Bottom

Pada Triple bottom, di sisi lain harga mencoba tiga kali untuk menembus level support, tapi gagal, dan kemudian memantul kembali terjadi hingga 3 kali.

Formasi triple top adalah pola bearish karena menghentikan uptrend dan menyebabkannya berubah menjadi downtrend. Begini cara menganalisanya:

Pergerakan harga naik sampai mencapai level resistance tapi kemudian turun kembali ke level support. Harga mencoba lagi untuk menguji level resistance, gagal, dan bergerak kembali menuju level support. Harga mencoba lagi untuk ketiga kalinya dan gagal menembus resistance hingga jatuh kembali dke level support.

Pola ini menunjukkan bagaimana pembeli dan penjual mencoba mendorong harga naik atau turun. Biasanya, volume perdagangan turun dengan setiap pengujian resistensi, sampai harga turun melalui level dukungan, di mana lebih banyak orang bergabung dan volume naik.

Ketika tiga upaya untuk menembus level resistensi gagal, pembeli biasanya menyerah, penjual mengambil alih, dan harga turun, yang berarti tren telah berubah.

4. Gaps

Volatilitas atau perubahan harga yang besar di pasar dan bergejolak bisa berdampak baik untuk trading jika bisa diubah menjadi peluang. Gaps adalah titik pada grafik di mana harga saham atau instrumen keuangan lainnya bergerak naik atau turun secara dramatis, tanpa atau sedikit trading di antaranya.

Karena itu, ada penembusan pada pola harga normal di grafik aset. kamu  dapat mengetahui apa arti celah ini dan menggunakannya untuk menghasilkan profit.

Ada banyak cara untuk menggunakan pola gaps untuk keuntunganmu, tetapi beberapa lebih umum daripada yang lain. Ketika faktor trader akan memutuskan untuk membeli. Misalnya, mereka mungkin membeli saham setelah jam kerja ketika laporan pendapatan yang baik keluar, berharap ada lompatan besar pada hari berikutnya.

Kamu mungkin juga bisa membeli atau menjual ke posisi yang sangat likuid atau tidak likuid pada awal pergerakan harga, berharap ada pengisian pola gaps yang baik dan tren akan berlanjut.

Baca juga: Arti Dan Kegunaan Chart Di Forex Trading

Misalnya, kamu mungkin membeli mata uang ketika naik sangat cepat tetapi tidak ada banyak uang di pasar dan tidak ada banyak perlawanan di atasnya.

Setelah titik tinggi atau rendah ditemukan, beberapa trader akan menghilangkan pola gaps ke arah yang berlawanan (seringkali melalui bentuk analisis teknis lainnya).

Misalnya, jika saham naik karena rumor, trader berpengalaman mungkin akan mempersingkat transaksi saham untuk menutup gaps yang ada.

Terakhir, trader mungkin membeli saat level harga mencapai support sebelumnya setelah gap telah terisi.

 

Bilateral Chart Pattern

Sesuai namanya, pola bilateral chart pattern dapat berupa pola lanjutan atau pola pembalikan di mana setidaknya ada tiga pola yang masuk ke dalam kelompok pola bilateral chart pattern:

1. Symetrical Pattern

Symetrical Pattern

Pola ini seperti pola wedge dan pola pennant, yang terlihat seperti segitiga dengan garis tinggi dan rendah. Jika kamu menemukan symetrical patern, kamu sebaiknya menunggu dan mengamati beberapa saat apakah pola ini akan berlanjut atau berubah sebelum kamu memutuskan posisi tradingmu.

2. Ascending Triangle

Ascending triangle adalah sinyal bullish, yang ditunjukkan oleh fakta bahwa titik harga terendah terus mengecil sementara titik harga tertinggi tetap sama. Pola Ascending triangle ini menunjukkan bahwa pembeli berada pada posisi yang lebih kuat dari penjual.

3. Descending Triangle

Berbeda dengan pola Ascending Triangle, titik harga tertinggi pada pola Descending Triangle terus turun sedangkan titik harga terendah tetap sama. Pola Descending Triangle ini menunjukkan bahwa penjual, bukan pembeli, yang bertanggung jawab atas pasar.

Kesimpulan

Pola chart pattern sering ditemukan setiap kali harga “mengacaukan” area konsolidasi, yang dapat berarti bahwa tren terus berlanjut atau berubah. Garis tren dapat digunakan untuk menemukan pola ini.

Volume pasar adalah bagian besar dari pola ini. Selama pembentukan pola, volume sering turun, tetapi naik ketika harga menembus pola. Analis teknis menggunakan pola chart pattern, seperti tren continuation atau reversal, untuk memprediksi bagaimana harga akan bergerak di masa depan.

Apakah sekarang kamu sudah dapat gambaran lebih jelas tentang jenis chart pattern,  Sobat Trader? Meski tampak rumit tapi nyatanya sangat mudah mengenali pola candlestick dalam dunia trading karena bentuknya yang selalu mirip dan berulang.

Kamu juga gak perlu bingung cari sumber informasi strategi trading yang tepat untuk mendapatkan profit. Langsung akses saja informasi trading dan pergerakan pasar secara realtime dengan grafik live modern di aplikasi HSB Investasi, aplikasi trading no. 1 Indonesia yang sudah teregulasi BAPPEBTI dan dipercaya lebih dari 5,000,000 users. Download aplikasinya sekarang dan mulai petualangan tradingmu bersama HSB Investasi, Invest in Time.***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288