Home Tips Investasi Keuangan Umum Fluktuasi USD Sulit Diprediksi

Fluktuasi USD Sulit Diprediksi

by HSB
0 comment

Konferensi G7 dan G20 di Osaka kali ini dapat dikatakan paling dinantikan para investor. Tentu saja, peran utamanya ada pada pemimpin Tiongkok-AS. Tiongkok-AS memperluas perang mereka ke sistem kliring Bank, Huawei dan FedEx. Perusahaan -perusahaan lain pun mulai merasakan ancaman tersebut. AS belakangan menargetkan 5 perusahaan Super-komputer Tiongkok sehingga sejumlah aset safe-haven seperti emas, Franc Swiss dan mata uang Yen mulai menjadi tempat perlindungan finansial. Di sisi lain, ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah juga mengalihkan fokus pasar yang membawa angin segar kepada konflik dagang Tiongkok-AS tentang topik-topik investasi sejak bulan Mei.

 

Meskipun AS tidak secara langsung berkontak senjata dengan Iran, AS telah melancarkan cyber attack dan memberikan sanksi kepada pemimpin tertinggi Iran serta delapan pejabat senior. Pejabat Iran juga mengumumkan hubungan diplomatik AS akan ditutup permanen. Meskipun penulis bukan pengamat politik, konflik kedua negara ini mengingatkan kita pada serangan AS kepada Irak pada tahun 2003, ketika sentimen pasar semakin buruk harga minyak terus terbakar naik. Pada saat itu harga minyak tanpa disadari menyentuh $ 59 per barel, meskipun dekat dengan zona resistens $ 60,  pasar belum menunjukkan tekanan untuk menutup posisi. Dari analisis fundamental atau tanggapan pasar tentang resesi ekonomi global, permintaan akan minyak akan menurun dan akan muncul faktor-faktor yang menyeimbangkan. Namun secara teknis, harga $ 54 per barel masih layak untuk ditransaksikan. Dengan stop loss di $ 50 per barel dan taking profit sekitar $ 60 adalah strategi perdagangan jangka pendek.

 

Secara teknis, USD terhadap CAD terus berfluktuasi pada kisaran sempit. Tidak jauh dari level rendah 1.3150. Hal ini mencerminkan aksi jual USD terhadap CAD dari para Invetor hanya pada dua hari terakhir, sekaligus menunjukkan pasar kurang berminat dalam membeli USD. Menurut perkiraan penulis minggu ini Indeks USD turun di bawah level 96, tidak jauh dari level support 95,7. Pada saat menulis artikel ini indeks USD rebound di 95,8 yang diuntungkan oleh pejabat Fed yang mencoba mengecilkan penurunan suku bunga pada bulan Juli. The Fed mencoba melihat apakah indeks USD akan rebound naik. Namun reaksi pasar tentu berbeda, Pasar memperkirakan 100% kemungkinan The Fed akan memangkas suku bunga pada bulan Juli, masalahnya adalah potongan suku bunga sebesar 0,25% atau 0,50%. Penulis memperkirakan level rebound ke 96.6-96.8 akan memunculkan kembali minat tekanan terhadap opsi jual. Resisten penting lain dari USD/CAD adalah antara 1.3280-1.3300, dan prospek pasar masih sangat tinggi. Pekan depan tampaknya akan jatuh lagi setelah rebound. Taking profit di batas 1.3070 tahun ini, stop loss berada di 1.3330.

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288