Home Pengetahuan Keuangan Mari Mengenal Istilah Floating Profit dalam Berinvestasi

Mari Mengenal Istilah Floating Profit dalam Berinvestasi

by HSB
0 comment

Floating profit adalah suatu keuntungan yang berhasil didapatkan oleh investor atau trader, tetapi belum terealisasikan. Sekilas definisi tersebut terdengar membingungkan, bukan? Namun jangan dahulu pergi dan menutup artikel ini! 

Coba baca informasinya sampai akhir agar sebagai seseorang yang ingin berinvestasi, kamu jadi lebih memahami cara kerjanya secara menyeluruh. Pasalnya istilah ini sangat penting untuk dipahami agar kamu bisa menjaga ekspektasi ketika menanamkan modal. 

Di sini kamu tidak hanya diajak belajar mengenai definisi floating profit tetapi juga floating loss yang menjadi kebalikannya. Kemudian sebelum menutup semua informasi, kamu bisa memahami lebih jauh bagaimana cara menghadapi keadaan-keadaan tersebut pada masa mendatang. Sudah siap belajar? Mari pembahasan informasinya sekarang! 

Mengenal Istilah Floating Profit dan Floating Loss

Mengenal Istilah Floating Profit dan Floating Loss

Floating profit dan floating loss merupakan dua keadaan yang serupa tetapi memiliki dampak berbeda terhadap nilai investasi yang kamu punya. Keberadaan dua keadaan ini sangat wajar terjadi bahkan memang akan selalu ada setiap kamu melakukan investasi. Coba perhatikan masing-masing penjelasannya berikut ini. 

Pengertian Floating Profit

Floating profit adalah keuntungan yang didapatkan oleh trader atau investor, tetapi belum sepenuhnya menjadi milik mereka secara sah. Maksudnya keuntungan tersebut belum terealisasikan dan masih dikatakan sebagai asumsi. 

Keadaan ini juga bukan angan-angan saja dan akhirnya keuntungan kamu jadi hilang. Keuntungan tersebut dikatakan belum terealisasi karena kamu sebagai investor atau trader belum melakukan penjualan instrumen keuangan yang ada. 

Sebagai contoh, andaikan nilai saham yang kamu punya naik 5%. Jika semula jumlah modal yang kamu keluarkan sebesar Rp300.000 maka kenaikan tersebut akan membuatnya menjadi Rp315.000. 

Nilai saham yang sudah naik tersebut masih akan menjadi keuntungan yang belum terealisasikan sampai akhirnya kamu mengambil keputusan untuk melakukan penjualan. Ketika nantinya saham sudah terjual dengan harga akhir R315.000 maka selisih 15.000 itu menjadi profit dan bukan lagi floating profit. 

Baca juga: Bagaimana IHSG Dapat Berfluktuasi? Apa Saja Hal yang Mempengaruhinya?

Pengertian Floating Loss

Kebalikan dari floating profit, floating loss diartikan sebagai kerugian yang belum terealisasi. Sederhananya nilai saham yang kamu beli menunjukkan penurunan. Namun hal ini belum menjadi kenyataan karena kamu belum menjualnya. 

Ketika nilai saham turun para trader atau investor pasti berharap keadaannya akan berubah sehingga modal yang dikeluarkan bisa tetap menghasilkan keuntungan. Sebagai contoh, andaikan kamu membeli saham sebanyak 4.000 lembar. 

Sebut saja harga saham per lembarnya Rp700. Itu berarti kamu telah mengeluarkan modal sebanyak Rp2.800.000. Namun setelah 6 bulan berjalan harga saham per lembarnya turun menjadi Rp500. 

Tandanya kamu mengalami kerugian sebesar Rp800.000. Nominal kerugian tersebut tentunya sangat mengecewakan dan menjadi nilai yang cukup besar dari modal awal yang sudah dikeluarkan. 

Ketika kamu masih tetap mempertahankan saham yang sudah rugi tersebut agar nilainya naik kembali maka keadaan ini disebut sebagai floating loss. Nilai saham tersebut masih bisa berubah selama kamu belum melakukan penjualan. 

Bisa jadi naik, tetapi bisa jadi turun lagi. Itu sebabnya dalam menghadapi keadaan seperti ini trader dan investor tidak berdiam diri saja. Ada beberapa hal yang umumnya bisa dilakukan agar keuntungan tetap bisa didapatkan. Pelajari respons trader dan investor di poin selanjutnya. 

Baca juga: Penting Diketahui! Ini 7 Faktor yang Mempengaruhi Investasi Berhasil atau Gagal

3 Tips Menghadapi Floating Loss dan Floating Profit

Tips Menghadapi Floating Loss dan Floating Profit

Menghadapi keadaan floating profit rasanya pasti akan lebih menyenangkan daripada floating loss. Namun keduanya tetap harus ditindaklanjuti dengan penuh pertimbangan dan analisis. Setidaknya ada 3 tips yang bisa dilakukan supaya kamu tetap bisa mendapatkan keuntungan maksimal dan meminimalkan kerugian. 

1. Tentukan Tujuan Investasi dan Maksimal Kerugian

Menetapkan tujuan investasi dari awal menjadi salah satu bagian terpenting yang tidak boleh kamu lewatkan begitu saja. Tanpa adanya tujuan maka kamu bisa dengan mudah terombang-ambing berita, hoax, dan pendapat orang lain. 

Padahal belum tentu semua informasi yang kamu dengarkan itu benar adanya. Oleh karena itu tetapkan jumlah yang ingin kamu dapatkan beserta jangka waktunya. Setelah itu tentukan juga maksimal toleransi kerugian yang bisa kamu terima. 

Hal ini perlu dilakukan supaya kamu dapat langsung mengambil tindakan untuk menjualnya ketika nilai instrumen sudah sangat turun. Kalau dalam trading, penentuan maksimal toleransi ini bisa juga disebut dengan stop loss, yaitu strategi untuk meminimalkan kerugian yang mungkin terjadi. 

Baca juga: Bentuk-bentuk Investasi yang Bisa Anda Pilih

2. Lakukan Analisis Melalui Berbagai Indikator dan Teknik

Sebelum kamu menjualnya karena untung atau rugi, coba lakukan analisis menyeluruh. Analisis perlu dilakukan agar kamu mengetahui keputusan apa yang harus diambil. Ketika hasil analisis menunjukkan adanya penurunan harga yang lebih besar dan kesulitan perusahaan untuk kembali kepada keadaan normal maka kamu bisa menjual saham tersebut. 

Tetapi apabila hasilnya menunjukkan kenaikan harga lebih besar pada masa mendatang maka kamu bisa tetap membiarkannya untuk mendapatkan keuntungan maksimal. Hindari pengambilan keputusan hanya berdasarkan feeling semata-mata karena tindakan ini biasanya akan membawa penyesalan. 

3. Coba Periksa Portofolio

Ketika ada nilai saham yang menurun maka kamu bisa mencoba memeriksa portofolio investasi terlebih dahulu. Jika kamu melihat ada instrumen lainnya yang sedang naik maka kerugian dari saham bisa tetap terselamatkan. 

Itu sebabnya investor dan trader dianjurkan untuk menanamkan modalnya pada beberapa instrumen berbeda. Jadi kerugian yang dialami instrumen yang satu bisa ditutupi dengan keuntungan instrumen lainnya. 

Berinvestasi memang bukan perkara mudah. Semua keputusan yang diambil harus diperhitungkan baik-baik untuk meminimalkan kerugian dan memaksimalkan keuntungan. Oleh karena itu jangan terburu-buru saat kamu berhadapan dengan floating profit atau floating loss! 

Baca juga: 6 Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham

Ingat bahwa floating profit adalah keuntungan yang belum nyata dan nilainya bisa bertambah. Namun berhati-hati juga dengan floating loss supaya kamu tidak mengalami kerugian yang lebih besar. 

Jika kamu membutuhkan materi pembelajaran lainnya untuk melengkapi wawasan serta menambahkan skill dalam investasi dan trading maka langsung saja akses fasilitas edukasi dari HSB. Terdapat kelas online, seminar, artikel, hingga akun demo yang bisa dimanfaatkan secara maksimal. 

Kemudian jangan lupa memilih broker tepercaya seperti HSB supaya pengalaman trading kamu jadi aman tanpa khawatir penipuan. Bahkan HSB juga terbukti menjadi broker komisi terendah se-Indonesia sehingga seluruh keuntungan bisa kamu rasakan secara lebih maksimal. 

Download aplikasi HSB dan mulai akun trading kamu sekarang untuk merasakan pengalaman trading yang menyenangkan!***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288