Home Tips Investasi Keuangan Umum Apa Itu Trading Plan? Cara Membuat dan Contohnya.

Apa Itu Trading Plan? Cara Membuat dan Contohnya.

by HSB
0 comment

Proses perencanaan yang baik dapat membantumu meraih kesuksesan. Hal yang sama berlaku juga dalam dunia trading. Dengan perencanaan atau planning yang baik, kamu dapat meraih keuntungan dari investasi dan tradingmu.

Lantas, bagaimana contoh trading plan yang bisa mendatangkan keuntungan? Pahami dan coba aplikasikan contoh trading plan yang banyak diterapkan oleh trader sukses ini ya, Sobat Trader.

Apa itu Trading Plan?

Trading plan adalah sebuah dokumen yang dibuat oleh trader, berisikan strategi dan langkah-langkah untuk meraih tujuan trading yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Untuk bisa menganalisa dan mengukur potensi keuntungan yang dituju, seorang trader perlu memiliki trading plan yang baik. Pada umumnya trading plan bersifat personal karena disesuaikan dengan tujuan trading yang diinginkan oleh trader.

Karena itulah seringkali dokumen trading plan disimpan dengan rapat oleh trader karena merupakan bentuk pembukuan segala aktivitas trading untuk meraih tujuan tertentu.

Isi dari dokumen trading plan juga beragam karena bergantung pada catatan pribadi sang trader. Namun secara garis besar, contoh trading plan terdiri dari catatan peluang keuntungan, manajemen aset, modal awal trading, hingga pada catatan waktu posisi keluar dan masuk trading.

Baca juga: Chart Pattern Lengkap Akurat: Pengertian, Jenis, Dan Cara Bacanya

Coba aplikasikan contoh trading plan terbaik untuk memaksimalkan profit dan terhindar dari risiko trading

 

Apa Saja Fungsi dan Manfaat Trading Plan?

Jika trading plan begitu penting dalam aktivitas trading, maka dapat dipastikan bahwa dokumen trading plan dapat memiliki fungsi krusial dan mampu memberikan manfaat yang akan menguntungkanmu Sobat Trader. Berikut adalah 3 fungsi penting trading plan yang perlu kamu ketahui:

1. Manajemen Aset Trading

Aktivitas trading mengharuskanmu berurusan dengan beragam analisa beserta segala aspek yang melatar belakanginya. Ada banyak sekali teknik analisa yang bisa kamu gunakan untuk mendorong profit tradingmu.

Jika kamu tidak membuat dokumentasi atau pencatatan segala aktivitas tradingmu, kamu mungkin akan mengalami kesulitan atau bahkan kewalahan jika kembali dihadapkan pada tantangan trading sejenis di kemudian hari.

Trading plan dapat membantumu mengatur semua strategi yang diperlukan untuk meraih tujuan yang ingin kamu capai. Apalagi jika kamu memiliki beberapa aset trading dengan beberapa tujuan yang berbeda, kamu memerlukan trading plan yang komprehensif dan strategis.

Kamu bisa membuat beragam dokumen trading plan yang berbeda tergantung pada aset yang kamu gunakan, seperti trading plan saham, trading plan forex, atau trading plan aset komoditas lainnya.

Baca juga: Mengenali Apa Itu Manajemen Risiko Dalam Trading

Manajemen Aset Trading

2. Bahan Pengambilan Keputusan Trading

Jika kamu sudah memiliki trading plan yang detail dan komprehensif, artinya kamu sudah memiliki strategi untuk terjun ke dalam dunia trading yang menguntungkan.

Plan yang sudah kamu buat bisa menjadi referensi pengambilan keputusan manakala kamu dihadapkan pada tantangan trading.

Strategi dan beragam pilihan jalan keluar yang sudah kamu persiapkan dapat membantumu agar terhindar dari risiko dan kerugian trading.

3. Evaluasi Performa Trading

Setelah merencanakan strategi trading yang komprehensif dengan beragam referensi penyelesaian tantangan dan risiko trading, kamu bisa menggunakan perencanaan ini sebagai bahan evaluasi atas segala aktivita trading yang sudah dilakukan.

Jika kamu disiplin dan rajin mendokumentasikan seluruh aktivitas tradingmu, kamu dapat menganalisa dan mengevaluasi apakah tradingmu memberikan keuntungan atau justru membawamu pada kerugian.

Baca juga: 6 Cara Trading yang Simple Tapi Untung Bagi Pemula

Bagaimana cara Membuat Trading Plan?

Seluruh aspek yang kamu masukan dalam trading plan merupakan komponen penting untuk memaksimalkan keuntungan tradingmu. Banyak trader sukses yang memasukan komponen skenario fenomena nyata di pasar ke dalam trading plan mereka semata-mata untuk mempersiapkan diri manakala di masa yang akan datang skenario tersebut benar-benar terjadi.

Dengan perencanaan yang matang dan berbagai penyelesaian masalah dari skenario yang ada, kamu bisa mempersiapkan diri memenangkan pertarungan trading dan terhindar dari risiko.

Dalam program edukasi trading online TradeTalk Episode 11, David Noah, seorang entrepreneur dan investor muda membagikan pengalamannya dalam meramu trading plan yang mampu memberikannya keuntungan.


Menurut David, setidaknya contoh trading plan yang baik berisikan beberapa komponen penting berikut:

1. Menentukan Tujuan atau Goals Trading

Memulai trading tanpa tujuan sama saja seperti berjalan tanpa arah. Kamu akan menghadapi risiko tersesat atau menemukan kebuntuan.

Karena itulah, tahap pertama yang harus kamu lakukan sebelum mulai trading adalah menetapkan tujuan dari trading itu sendiri.

Tujuan trading sebaiknya dapat diukur, realistis, dan sesuai dengan profil risiko yang sudah kamu tetapkan.

2. Menentukan Aturan Exit (Exit Point)

Jika kamu sudah mengetahui tujuan trading yang ingin kamu capai, komponen berikutnya yang harus kamu masukan adalah membuat aturan Exit Position atau Sell Position berdasarkan kondisi pasar.

Dalam aturan ini, kamu membuat strategi kapan dan dalam skenario fenomena apa kamu sebaiknya menjual aset tradingmu seperti saham, forex, emas, dan lain-lain.

Kamu juga perlu memasukkan aspek analisa yang seperti apa sebelum memutuskan menjual aset tradingmu.

Baca juga: 5 Strategi Dalam Manajemen Risiko Trading

3. Menentukan Aturan Entry (Entry Point)

Selain aturan exit, kamu juga perlu memasukan komponen penting aturan entry atau buy position. Dalam aturan ini, kamu membuat strategi kapan dan dalam situasi seperti apa sebaiknya kamu memutuskan untuk membeli aset trading seperti saham, forex, emas, dan lainnya.

Tentunya dalam membuat aturan ini kamu juga harus mempertimbangkan aspek potensi risiko yang mungkin akan timbul.

4. Analisa Performa Trading

Apalah artinya sebuah perencanaan tanpa adanya evaluasi performa. Komponen yang harus kamu masukkan dalam trading plan adalah evaluasi atas segala aktivitas trading beserta strategi yang kamu gunakan dalam berbagai kondisi pasar.

Dengan evaluasi ini, kamu bisa melihat strategi mana yang berhasil, mana yang perlu ditingkatkan, dan mana yang seharusnya kamu hindari.

Evaluasi performa bisa kamu bagi dalam beberapa periode untuk memudahkanmu menganalisa dan memahami strategi mana yang paling sesuai di kondisi pasar tertentu.

5. Menganalisa Risiko

Setiap trader memiliki gaya trading tersendiri, gaya trading tersebut disesuaikan dengan target, modal, dan profile dari trader. Melakukan analisa resiko sebelum melakukan trading adalah hal yang penting untuk mengetahui resiko yang akan terjadi.

6. Melakukan Uji Coba Dengan Akun Demo

sebelum eksekusi trading plan yang sudah dibuat, trader disarankan untuk melakukan uji coba terhadap trading plan yang sudah disusun dengan rapih. Dengan tujuan untuk menentukan dan memaksimalkan keuntungan dan menekan risiko kerugian

Baca Juga: Keuntungan Belajar Trading dengan Akun Demo

Contoh Trading Plan

Salah satu contoh trading plan yang baik adalah trading plan yang mengandung komponen seperti jangka waktu trading, indikator yang akan digunakan, menentukan Stop Loss, dan membuat exit plan menggunakan Manajemen Risiko.

Dalam trading plan dibawah menyebutkan pada harga berapa trader akan pilihan Aset, Entry, Analisa fundamental dan juga teknikal terhadap aset, dan juga penentuan stop loss

(Sumber: www.forex.in.rs )

Lebih lanjut David Noah membagikan strateginya dalam membuat trading plan saham yang baik.

Trading Plan yang Baik

  • Entry point adalah titik dimana trader sebaiknya masuk dan memulai trading.
  • Taking Profit Point merupakan titik yang menunjukkan adanya potensi keuntungan yang bisa trader ambil. Jika kamu tidak membekali diri dengan kemampuan analisa trading yang baik, kamu akan kesulitan menentukan titik potensi keuntungan yang maksimal.
  • Stop Loss Point merpakan titik yang menunjukkan kapan harga turun. Kamu perlu memahami pergerakan tren harga di pasar, termasuk kapan tren berpotensi turun. Jika kamu salah mengambil langkah, kamu justru akan dihadapkan pada risiko adanya tren pembalikan sebelum stop loss point benar-benar terbentuk.
  • Position Sizing yang menunjukkan berapa lot trading yang sebaiknya kita gunakan.
  • Risk & Reward Ratio yeng berfungsi menjadi acuan seberapa besar tingkat risiko trading yang bisa kamu terima.

Gimana? Gak susah kan membuat perencanaan trading yang baik dan menguntungkan? Kamu hanya perlu meluangkan sedikit waktu dan perhatianmu untuk meramu detail strategi trading berdasarkan pada tujuan yang sudah kamu tetapkan. Kamu bisa mulai merancang rencana tradingmu dengan trading plan saham, forex, dan aset trading lainnya.

Bekali juga kemampuan tradingmu dengan beragam informasi dan edukasi trading bersama trader profesional dan konsultan trading terandal di HSB Investasi. Pilihan program edukasi trading yang tersedia sangat beragam, mulai dari artikel edukasi hingga program edukasi trading online TradeTalk yang disiarkan secara live melalui channel Youtube, Instagram Live, dan Facebook Live setiap Hari Kamis. Tingkatkan kemampuan tradingmu bersama HSB Investasi, Invest in Time.***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288