Home Tips Investasi Keuangan Umum Investor Pemula, Pahami Cara Menghitung ROE Ini!

Investor Pemula, Pahami Cara Menghitung ROE Ini!

by HSB
0 comment

Memahami cara kerja trading merupakan hal yang krusial sebagai trader. Tidak hanya dalam metode atau cara menjual dan membeli, tetapi juga cara membaca tren hingga menghitung Return on Equity atau ROE yang bisa didapatkan. Pada kesempatan ini, kami tidak akan membahas semua cara kerja dalam trading, tetapi khusus membahas ROE. Tujuan kamu melakukan trading tentu saja ingin mendapatkan keuntungan, bukan? Oleh karena itulah kamu perlu mengetahui cara menghitung ROE. 

ROE dapat menjadi indikator yang baik untuk melihat laba yang didapat oleh sebuah perusahaan sekaligus memperkirakan keuntungan yang bisa kamu dapatkan. Ingin tahu cara menghitungnya dengan benar? Simak selengkapnya di bawah ini! 

Apa Itu ROE Dalam Trading?

roe dalam trading

ROE atau Return on Equity merupakan suatu indikator yang biasa digunakan oleh para trader untuk mengetahui keuntungan dari investasi yang dilakukan. ROE sendiri berupa jumlah imbal hasil dari laba bersih terhadap ekuitas suatu perusahaan. Singkatnya, ROE adalah suatu rasio yang dapat menilai jumlah pendapatan bersih yang diperoleh perusahaan dalam periode tertentu. Jumlah ROE yang tinggi menandakan bahwa pendapatan bersih atau laba bersih yang didapat perusahaan memiliki jumlah yang tinggi. 

Perusahaan dengan saham rasio ROE yang tinggi menandakan bahwa perusahaan tersebut berkualitas dan bisa kamu jadikan pertimbangan untuk berinvestasi. Bagaimana cara mengetahui saham memiliki ROE yang tinggi dan bagus? Ketika perusahaan memiliki ROE saham di angka 15% ke atas, maka perusahaan tersebut dikatakan baik dan cukup berkualitas. 

Baca juga: Mengenal Apa Itu Dividen Saham yang Selalu Ditunggu Investor

Angka 15% menandakan bahwa setiap investasi sejumlah Rp1.000 akan memberikan keuntungan bersih setidaknya 15%. Nilai ROE yang semakin mendekati angka 100%, maka nilai ROE perusahaan tersebut semakin baik. Namun perlu diingat bahwa angka ini tidak memastikan bahwa suatu perusahaan berkualitas. Kamu tetap perlu membandingkan data ROE perusahaan tersebut pada tahun-tahun sebelumnya. 

Ini dilakukan untuk memastikan bahwa laba bersih yang didapatkan bukan karena kebetulan, tetapi murni performa bisnis perusahaan yang sangat baik. Kamu perlu melihat bahwa pendapatan dan pertumbuhan perusahaan tersebut konsisten. Penting untuk kamu tahu bahwa ROE suatu perusahaan dinilai baik saat nilainya lebih tinggi dari nilai ROE perusahaan lain yang bergerak pada sektor yang sama. 

Itu artinya, kamu juga harus membandingkan nilai ROE perusahaan yang satu dengan yang lain untuk memastikan nilai ROE tersebut bisa dijadikan bahan pertimbangan. 

Baca juga:Swap Adalah- Cara Menghitungnya Dalam Forex

Rumus dan Cara Menghitung ROE

rumus roe trading

Nilai ROE yang bisa dijadikan standar untuk menilai baik-buruknya perusahaan, dapat dilihat dari rasio dalam bentuk persen. Rasio didapat dari perhitungan data laba bersih dan ekuitas (modal yang telah dikeluarkan perusahaan) yang tertera pada laporan per tahun dari suatu perusahaan. Jika laporan yang ada baru satu kuartal, maka kamu bisa mengalikan empat kali, supaya data bisa dihitung dalam bentuk data tahunan. 

Selanjutnya, jika laporan yang terbit baru dua kuartal, kamu bisa mengalikan nilainya dua kali dan begitu seterusnya. Sebagai informasi, laporan keuangan perusahaan biasanya akan terbit dalam kurun waktu 3 bulan sekali atau per kuartal, sehingga kamu perlu membuat laporan yang ada menjadi laporan satu tahun. 

Tentu saja nilai rasio yang dihasilkan bukan nilai yang asli, tetapi nilai perkiraan secara keseluruhan saja. Kalau begitu tanpa berlama-lama lagi, berikut merupakan rumus dari ROE:

 

ROE = Laba Bersih/Ekuitas  x 100%

 

Contoh perhitungan ROE

Perusahaan A telah mengeluarkan laporan keuangan tahunan per tanggal 31 Desember 2021. Dalam laporan keuangan ini tertulis bahwa laba bersih yang didapatkan sebesar Rp1 miliar, dengan rata-rata ekuitas yang dimiliki oleh pemegang saham adalah Rp600 juta. Jadi ROE perusahaan A sebagai berikut:

ROE = Laba Bersih/Ekuitas  x 100%

 

ROE = Rp1.000.000.000/Rp600.000.000 x 100%

ROE = 1,667 x 100%

ROE = 166,7%

Nilai rasio ROE dari perusahaan A yang kita dapatkan sebesar 166,7%. Angka ini terbukti telah melampaui 100% yang merupakan suatu standar dalam melihat ROE suatu perusahaan. Seperti sudah disebutkan di atas, jika nilai rasio ROE semakin mendekati angka 100% maka nilai ROE dikatakan baik. 

Nilai ini juga membuktikan bahwa perusahaan dapat memakai modal dengan maksimal, serta telah berhasil mendapatkan laba yang cukup besar. Nilai rasio ROE perusahaan A sebesar 166,7% ingin memberitahukan kamu bahwa perusahaan dapat mengolah setiap Rp1 nilai saham yang dimiliki oleh investor menjadi 1,667 kali. 

Sebelum kamu memutuskan ingin membeli saham suatu perusahaan, perhitungan ROE bisa dilakukan untuk mengetahui perkiraan keuntungan dalam investasi yang akan dilakukan. Jika hasil nilai rasio yang didapat tidak sesuai dengan yang diinginkan, maka kamu bisa mencari perusahaan yang nilai rasio ROE sahamnya lebih besar dan mendekati angka 100% (atau bahkan lebih).

Dari informasi yang baru saja dijelaskan, apakah kamu sudah mengerti bagaimana cara menghitung ROE? Semoga informasi dalam artikel ini berguna dalam perjalanan kamu sebagai investor pemula. Ingin belajar lebih banyak mengenai investasi saham atau trading? HSB bisa jadi tempatnya! Kamu tidak perlu merasa kecil atau minder karena HSB menyediakan kelas belajar trading pemula secara online

Ketika pemahaman mengenai trading sudah lebih dalam, kini saatnya kamu mencoba mempraktikkannya di HSB. Kamu bisa registrasi akun trading atau mulai dengan akun demo yang bisa kamu gunakan untuk berlatih sebelum akhirnya terjun ke dalam investasi yang sesungguhnya. Kalau begitu langsung saja akses kelasnya dan coba praktikkan bersama HSB!

You may also like

Leave a Comment