Home Tips Investasi Keuangan Umum Bagaimana Cara Menggunakan Fibonacci Retracement?

Bagaimana Cara Menggunakan Fibonacci Retracement?

by HSB
0 comment

Kamu dapat menggunakan fibonacci retracement sebagai metode analisis teknikal saat trading saham. Teknik ini berguna pula agar kamu bisa mengetahui timing yang tepat untuk transaksi di pasar modal.

Bagaimana cara mengaplikasikan deretan aritmatika tersebut dalam kegiatan jual-beli saham? Pelajari cara menggunakan fibonacci retracement secara lengkap dalam artikel ini agar kamu bisa menggunakannya dalam trading.

Apa itu Fibonacci Retracement?

pengertian Fibonacci Retracement

Mari kita mengenal apa itu deret fibonacci sebelum mendalami pengertian fibonacci retracement. Deret fibonacci terdiri dari barisan angka sederhana, di mana setiap barisnya merupakan penjumlahan dari dua angka sebelumnya. Pola dalam deret fibonacci adalah 0, 1,1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, dan seterusnya.

Deret fibonacci dianggap spesial karena ada rasio emas (golden ratio) dalam setiap bilangannya. Angka dalam deretan ini bernilai 1,618 kali lebih besar daripada sebelumnya dan 0,618 kali lebih kecil dibandingkan angka sesudahnya.

Rasio ini digunakan untuk menjelaskan fenomena di dunia ini, termasuk pergerakan harga saham. Kamu memerlukan fibonacci retracement dalam dunia trading.

Baca juga: 10 Pola Candlestick Paling Lengkap & Akurat Bagi Pemula

Fibonacci retracement merupakan deretan angka fibonacci untuk mengetahui level support dan resistance harga sebuah aset. Support adalah kondisi harga saham berada di titik terendah sebelum mengalami kenaikan.

Resistance menggambarkan sebaliknya, yakni kondisi harga saham di titik tertinggi, kemudian mengalami penurunan.

Titik support dan resistance berguna sebagai indikator kamu untuk masuk dan keluar pasar modal pada harga saham yang tepat. Ada juga fungsi lainnya, yaitu merencanakan waktu stop loss yang tepat demi menghindari kerugian.

Fibonacci retracement pada trading terdiri dari level berikut ini: 23,6%, 38,2%, 61,8%, dan 78,6%. Ada pula angka 50% yang bukan merupakan bilangan Fibonacci, tetapi bisa dijadikan panduan apabila levelnya berada di antara 38,2% dan 61,8%.

Cara membaca fibonacci retracement pada grafik harga saham cukup sederhana. Harga saham terus yang naik dan menyentuh level fibonacci menandakan potensi tren bullish (meningkat). Apabila harga saham gagal menembus levelnya, pasar modal berpotensi mengalami tren bearish (menurun).

Kamu bisa menargetkan stop loss pada level tersebut. Fibonacci retracement bergerak secara statis, jadi kamu lebih mudah dalam mengambil keputusan membeli atau menjual saham.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Bullish dan Bearish Market

Cara Menggunakan Fibonacci Retracement untuk Trading Saham

Cara Menggunakan Fibonacci Retracement untuk Trading Saham

Kamu harus mengetahui beberapa aturan penggunaan fibonacci retracement yang benar dalam trading saham.

Aturan tersebut berguna agar kamu tidak salah menggunakan teknik fibonacci retracement sehingga salah mengambil keputusan saat trading. Apa saja ketentuan dalam fibonacci retracement?

  • Kondisi Pasar

Fibonacci retracement hanya digunakan saat pasar modal menunjukkan grafik peningkatan (bullish) atau penurunan (bearish) secara jelas.

Saham harus bernilai lebih tinggi dan berada di posisi terendah yang meningkat saat tren bullish. Tren bearish menunjukkan nilai saham lebih rendah dan posisi terendahnya lebih menurun. 

Fibonacci retracement lebih mudah diterapkan dalam level support dan resistance jika kenaikan atau penurunannya stabil. Kamu bisa mengindikasikan potensi untuk masuk atau keluar pasar modal yang menguntungkan dalam trading.

  • Penggunaan Indikator Lain

Kamu juga membutuhkan indikator lain dalam trading saham, yaitu Relative Strength Index (RSI). Indikator ini menunjukkan aset telah turun harga (overbought) sehingga menimbulkan kenaikan atau pemantulan.

Ada pula indikator lain selain RSI, yaitu volume dan rata-rata pergerakan. Kombinasi indikator ini bisa mengurangi risiko kerugian (cut loss) dan memaksimalkan potensi keuntungan dalam trading.

Baca juga: Doji Candle: Pengertian, Komponen, dan Jenisnya

Kamu bisa menggunakan fibonacci retracement untuk mengetahui proyeksi harga saham berikutnya dalam trading. Untuk menghitungnya, kamu memerlukan informasi swing high dan swing low pada grafik saham.

Swing high merupakan titik harga saham tertinggi sebelum menandakan penurunan. Sebaliknya, swing low adalah titik harga saham terendah sebelum kembali naik ke atas.

Gunakan rumus di bawah ini untuk menghitung proyeksi harga saham berikutnya.

Harga saham berikutnya = Swing High – (selisih swing high dan swing low x deret fibonacci)

 

Contoh penghitungannya digambarkan dalam soal cerita ini. Grafik saham di PT X, Tbk. menunjukkan swing high atau harga atas sebesar Rp20.000, sedangkan swing low-nya mencapai Rp10.000. Kamu menghitungnya menggunakan level fibonacci 23,6%.

 

Penghitungannya adalah: Rp20.000 – (Rp20.000 – Rp10.000 x 23.6%) = Rp17.640. Artinya, harga saham berikutnya berada di posisi Rp17.640 setelah mencapai posisi Rp20.000.

 

Fibonacci retracement tidak hanya berlaku untuk trading saham. Kamu dapat mengaplikasikan teknik ini dalam trading forex.

Tekniknya adalah mencari harga swing high dan swing low, kemudian menarik garis lurus untuk menghubungkan dua titik harga tersebut. Kamu dapat menggunakan software trading di komputer agar prosesnya lebih mudah dan cepat.

Perhatikan contoh fibonacci retracement menggunakan grafik mata uang AUD/USD periode 6 April-3 Juni di bawah ini:

contoh fibonacci retracement

Garis fibonacci menghubungkan titik swing low 0,6955 pada 20 April dan swing high 0,8264 pada 3 Juni. Hasilnya, level fibonacci retracement pada grafik di atas terjadi pada 0,7955 (23,6%), 0,7764 (38,2%), 0,7609 (50%), 0,7454 (61,8%), dan 0,7263 (76,4%).

Kamu bisa menemukan support di salah satu level retracement Fibonacci supaya bisa melakukan open buy. Titik support-nya terjadi setelah 3 Juni, jadi kamu harus memperkecil grafiknya dahulu.

Grafik di bawah ini menunjukkan pergerakan kurs AUD/USD periode 6 April-17 Agustus.

Harga kurs menyentuh level 23,6% setelah swing high, kemudian bergerak turun dalam beberapa minggu. Nilai kurs sempat berada di level 38,2% sebagai titik terendah.

Pada 14 Juli, harga kembali meningkat dan menembus swing high. Artinya, kamu berpotensi mendapat keuntungan apabila melakukan open buy di level 38,2%.

 

Apakah kamu memahami cara menggunakan fibonacci retracement setelah membaca artikel ini? Jika ya, terapkan langkah ini saat kamu melakukan trading forex di aplikasi HSB.

Kami menyediakan komisi rendah dan hasil eksekusi trading yang instan untuk kegiatan trading-mu. Yuk, download aplikasi HSB di Google Play Store atau App Store dan mulailah perjalanan Forex trading bersama kami.

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288