Home Tips Investasi Keuangan Umum Ketahui Cara Membaca Candlestick Agar Profit

Ketahui Cara Membaca Candlestick Agar Profit

by HSB
0 comment

Bagaimana cara membaca candlestick agar profit dalam 1 menit? Apakah mungkin bagi seorang pemula untuk memahami cara membacanya dalam waktu yang singkat? Semua pertanyaan ini bisa kamu temukan dalam informasi yang termuat di artikel ini. 

Candlestick sendiri merupakan salah satu jenis grafik yang umum digunakan untuk mengetahui keadaan pasar saham. Jika kamu dapat membaca grafik ini maka perkiraan harga pembuka, penutup, tertinggi, dan terendah bisa didapatkan. Langsung saja simak informasi selengkapnya di bawah ini. 

Apa Itu Candlestick?

Candlestick adalah salah satu jenis grafik yang digunakan untuk menunjukkan keadaan pasar. Dalam grafik ini kamu bisa melihat berbagai harga pembukaan, penutupan, terendah, dan tertinggi. Umumnya penggunaan grafik candlestick ditujukan khusus kepada para trader dan bukan investor. 

Alasannya karena grafik candlestick terus berubah-ubah sehingga lebih cocok digunakan para trader yang melakukan transaksi dalam waktu singkat. 

Baca juga: 8 Strategi Trading Forex Paling Akurat Untuk Pemula

cara membaca candlestick agar profit

Sejarah Candlestick

Candlestick sebenarnya sudah digunakan sejak abad ke-16 oleh negara Jepang. Munehisa Homma yang beridentitas sebagai pedagang beras menjadi pelopor penggunaan candlestick untuk memperkirakan harga beras. 

Dirinya terus mencatat harga pembukaan, penutupan, terendah, dan tertinggi yang terjadi di pasar. Dari saat itu penggunaan candlestick untuk memperkirakan harga semakin dikenal. Melalui berbagai pengembangan dan modifikasi akhirnya grafik candlestick yang digunakan saat ini berhasil disempurnakan. 

Keuntungan Membaca Candlestick 

Para trader yang dapat membaca grafik candlestick memiliki beberapa keuntungan, seperti: 

1. Dapat Menganalisis dengan Mudah

Membaca grafik candlestick dapat memberitahukan kamu mengenai siapa yang mengontrol pasar. Maksudnya kamu dapat mengetahui ke arah mana pasar bergerak. Apakah harga pasar sedang mengalami kenaikan (bullish) atau penurunan (bearish). 

Hal ini terlihat dari warna dan bentuk body candlestick. Warna hijau atau putih menandakan kenaikan harga pasar. Sebaliknya warna merah atau hitam menandakan penurunan harga pasar. Body candlestick yang pendek beserta panjangnya ukuran shadow memperlihatkan adanya keraguan pasar. 

2. Dapat Mengetahui Sinyal Perubahan Tren

Ketika sudah memahami cara membacanya dengan baik maka kamu dapat mengetahui perubahan tren yang sedang terjadi.  Menganalisis pergerakannya secara teliti akan memberikan kamu suatu sinyal bahwa tren pasar sudah atau sedang berubah. Bahkan tidak jarang sinyal tersebut bisa kamu tangkap lebih awal dengan bantuan indikator untuk melakukan entry dan exit. 

3. Mendapatkan Konfirmasi Terkait Analisis yang Dilakukan

Grafik candlestick sering digunakan trader sebagai alat konfirmasi untuk menangkap sinyal perubahan tren. Tidak hanya tren, candlestick juga digunakan untuk melihat munculnya pola seperti pola Morning Star yang menjadi sinyal akhir dari downtrend

Baca juga: 7 Tips Cara Membaca Candlestick 1 Menit Dalam Trading

Cara Membaca Candlestick agar Profit 

Bagaimana cara membaca candlestick dalam 1 menit? Kamu perlu memperhatikan ukuran, bentuk, rasio, serta posisi dari body dan sumbu candlestick. Keempat aspek tersebut menjadi yang paling penting dalam mendapatkan keuntungan. 

Ketika kamu sudah bisa mengartikan bentuk, ukuran, rasio, dan posisi dari candlestick maka mudah saja memahami keadaan pasar. Jika belum memahami sepenuhnya, kamu dapat kembali membaca informasi pada poin elemen candlestick. Sudah siap? Mari berlanjut ke langkah berikutnya. 

1. Mengenali 4 Posisi harga

Empat posisi harga yang terdapat di dalam candlestick ialah: 

  • Open: Harga yang ada ketika perdagangan dibuka setiap harinya.
  • Closed: Harga yang ada ketika perdagangan ditutup setiap harinya. 
  • Low: Harga terendah suatu mata uang asing.
  • High: Harga tertinggi suatu mata uang asing. 

Pengetahuan elemen candlestick sebelumnya ditambah informasi posisi harga akan melengkapi kemampuan kamu untuk membaca perkiraan tren dan harga.

2. Memahami Indikator Warna Body

Sempat disebutkan sebelumnya bahwa candlestick memiliki warna-warna yang akan membedakan keadaan pasar. Warna merah atau putih menandakan harga closed lebih tinggi daripada harga open

Keadaan ini biasanya disebut sebagai bullish atau pasar sedang mengalami kenaikan harga. Di sisi lain, warna merah atau hitam menandakan harga closed lebih rendah daripada harga open. Keadaan ini disebut sebagai bearish atau pasar mengalami penurunan harga. 

3. Perhatikan Sumbu Candlestick

Sumbu yang memanjang ke bawah menunjukkan bahwa harga harus diturunkan. Ketika hal ini terjadi akan ada banyak orang yang melakukan pembelian sehingga harga kembali naik.

Baca juga: Jangan Salah! Ini Perbedaan Trading Dan Investasi

Bagaimana? Apakah kamu sudah memahami cara membaca candlestick agar profit? Pemahaman lebih dalam terkait candlestick menjadi “senjata ampuh” untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Jika kamu sudah mengerti semua informasi terkait candlestick maka ini saatnya untuk mencoba melakukan trading

Kamu bisa memulainya dari modal yang kecil atau bahkan tidak menggunakan uang sama sekali dengan membuka akun demo di HSB. HSB menyediakan platform untuk berlatih sebelum terjun ke dunia trading yang sesungguhnya. 

Selain itu terdapat berbagai kelas dan trading seminar yang bisa diakses agar kamu lebih siap melakukan trading. Keamanan trading bersama HSB sudah terjamin dengan legalitas asli dari BAPPEBTI dan OJK. Jadi tunggu apalagi? Download aplikasi HSB dan mulai trading sekarang juga!***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

Quick Links
HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288