Home Tips Investasi Keuangan Umum Bentuk-bentuk Investasi yang Bisa Anda Pilih

Bentuk-bentuk Investasi yang Bisa Anda Pilih

by HSB
0 comment

Apakah kamu ingin mendapatkan kebebasan finansial pada masa depan? Jika jawabannya iya, artinya kamu harus melakukan investasi sejak dini. Apabila kamu baru berusia 20 tahun, ini merupakan waktu yang tepat untuk memulai investasi. Berdasarkan jangka waktunya, bentuk-bentuk investasi terbagi menjadi tiga, yaitu investasi jangka pendek, menengah, dan panjang. 

Kamu bisa menyesuaikan pilihan investasi tersebut berdasarkan rencana dan tujuan investasi masing-masing. Sebelum itu, apakah kamu sudah memahami seluk beluk investasi? Jika belum, mari pelajari apa itu investasi serta bentuk dan jenisnya pada uraian di bawah ini.

Apa Itu Investasi dan Apa Saja Jenisnya?

Investasi merupakan kegiatan penanaman modal pada suatu aset atau usaha. Tujuan investasi yaitu untuk mendapatkan keuntungan. Istilah investasi bisa juga mengacu pada tujuan untuk mendapatkan penghasilan pasif untuk 5-10 tahun mendatang dan orang yang melakukan investasi biasanya disebut sebagai investor.

Jenis investasi apabila merujuk pada jangka waktunya terdiri dari jangka pendek, menengah, dan panjang. Bentuknya sendiri ada investasi reksa dana pasar uang untuk jangka pendek, obligasi untuk jangka menengah, dan investasi emas untuk jangka panjang. Untuk menentukan investasi yang cocok, kamu bisa menyusun rencana dan tujuan investasi terlebih dahulu supaya lebih jelas dan terarah.

7 Bentuk Investasi yang Bisa Anda Pilih

Bentuk Investasi yang Bisa Anda Pilih

Untuk memahami cara kerja investasi, kamu perlu tahu bentuk-bentuk investasi. Ada investasi emas, properti, dan saham untuk yang memiliki tujuan investasi jangka panjang seperti dana darurat dan biaya melanjutkan pendidikan. Selain itu, ada investasi reksa dana pasar uang untuk tujuan investasi jangka pendek. Untuk lebih mengenal berbagai jenis investasi, simak penjelasan lengkap di bawah ini.

1. Investasi Saham

Saham termasuk jenis investasi populer, baik itu di kalangan pemula maupun investor lama. Cara kerja investasi saham yaitu membeli aset atau saham perusahaan untuk mendapatkan keuntungan. Imbal hasil yang didapatkan bisa dikatakan sangat tinggi, tetapi risikonya juga sama-sama tinggi lantaran pergerakan harga pasar tidak stabil. Untuk meminimalisir risiko, kamu perlu menambah pengetahuan, terutama mengenai strateginya. 

Baca juga: 10 Rekomendasi dan Macam-macam Saham untuk Pemula

2. Investasi Properti

Investasi properti artinya kamu melakukan penanaman modal pada aset properti seperti tanah, bangunan, indekos, apartemen, gedung, dan perumahan. Aset ini bisa kamu sewakan untuk mendapatkan passive income. Kamu juga bisa menjualnya untuk mendapat capital gain. Investasi properti identik dengan bentuk investasi jangka panjang. 

3. Investasi Emas

Bentuk investasi emas sebenarnya sudah dilakukan sejak zaman dulu dengan membeli emas berupa perhiasan. Kemudian dijual ketika membutuhkan dana darurat atau untuk mendapatkan keuntungan berupa selisih. Seiring berkembangnya teknologi, pembelian emas dapat dilakukan melalui aplikasi online. Kamu juga tidak perlu memilikinya secara fisik untuk bisa berinvestasi emas ini. Lebih efisien bukan?

4. Investasi Mata Uang Asing

Menanamkan aset atau modal pada mata uang asing dapat menjadi salah satu pilihan terbaik untuk investor pemula. Kamu bisa membeli mata uang dollar Amerika atau USD untuk mendapatkan keuntungan maksimal melalui selisihnya dengan rupiah. Namun, mata uang USD kerap mengalami penurunan juga. Jadi, kamu perlu melakukan monitor terhadap kurs mata uang supaya nilai investasi kamu tetap aman.

5. Deposito Berjangka

Deposito berjangka merupakan produk perbankan berupa simpanan dengan jangka waktu tertentu. Tingkat bunga yang ditawarkan deposito lebih tinggi apabila dibandingkan dengan tabungan biasa. Untuk memulai investasi ini, kamu perlu melakukan setoran dana awal. Setelah itu, kamu bisa memilih jangka waktu simpanan. Ada yang 1 bulan, 2 bulan, hingga 36 bulan tergantung bank yang kamu pilih. 

Baca juga: 4 Cara Menabung Untuk Umrah

6. Investasi Reksa Dana

Reksa dana merupakan bentuk investasi dengan menghimpun dana dari investor. Kemudian dana yang telah terkumpul akan diolah dan diatur oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi, seperti reksa dana pasar uang, obligasi, dan saham. Reksa dana termasuk jenis investasi yang aman dan minim risiko. 

7. SBN 

SBN merupakan kepanjangan dari Surat Berharga Negara. Bentuk investasi yang satu ini dikeluarkan oleh pemerintah untuk membiayai anggaran negara. Imbal hasil yang ditawarkan SBN lebih besar apabila dibandingkan dengan deposito. Pasalnya, suku yang ditawarkan yaitu 6% per tahun. Kamu bisa memulai investasi ini dengan modal minimal Rp1.000.000.

4 Tips Memilih Jenis Investasi yang Cocok untuk Anda

Tips Memilih Jenis Investasi yang Cocok untuk Anda

Setelah memahami berbagai bentuk-bentuk investasi, selanjutnya kamu perlu mempelajari cara memilih jenis investasi yang sesuai dengan tujuan keuangan masa depan. Supaya mendapat gambaran yang jelas, simak berbagi tips pada uraian di bawah ini.

1.  Kenali Profil Risiko

Secara umum, profil risiko investasi terdiri dari tiga, yaitu konservatif, moderat, dan agresif. Untuk profil risiko konservatif, artinya kamu hanya bersedia menoleransi risiko yang minim dan cenderung melakukan pencairan jika terjadi penurunan nilai investasi. 

Sedangkan profil investasi moderat yaitu berinvestasi dengan tujuan memperoleh pendapatan secara periodik untuk jangka menengah hingga panjang. Terakhir, profil risiko agresif biasanya bersedia untuk menerima risiko tinggi demi mendapat imbal hasil maksimal. Kamu termasuk profil risiko yang mana?

2. Menyusun Rencana dan Tujuan Investasi

Selanjutnya, kamu perlu menyusun rencana dan tujuan investasi. Contohnya untuk biaya melanjutkan pendidikan, biaya pernikahan, membeli rumah, dana darurat, hingga dana pensiun. Hal ini perlu dilakukan supaya kamu bisa menentukan jenis investasi untuk mencapai rencana dan tujuan investasi tersebut. 

Baca juga: Wajib Tahu! Faktor-faktor yang Mempengaruhi Investasi Anda

3. Pilih Produk Investasi Sesuai Kebutuhan

Setelah mengetahui profil risiko dan menyusun rencana investasi, langkah selanjutnya yaitu memilih produk investasi yang dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan saat ini. Untuk pemula, sebaiknya kamu memulai investasi dengan modal kecil dan minim risiko untuk memahami cara kerjanya terlebih dahulu.

4. Baca Ketentuan Produk Sebelum Menanamkan Modal

Untuk menghindari oknum yang menawarkan investasi keliru, kamu perlu membaca ketentuan produk investasi dengan saksama dan hati-hati. Jangan sampai kamu tergiur dengan imbal hasil yang besar, tetapi produknya tidak jelas. 

Demikian informasi mengenai bentuk-bentuk investasi serta tips memilihnya yang dapat disesuaikan dengan profil risiko dan kondisi keuangan saat ini. Supaya kamu memiliki gambaran bagaimana cara kerja investasi, kamu bisa berlatih terlebih dahulu dengan membuat akun demo di aplikasi HSB. 

Jika sudah cukup paham, kamu bisa membuat akun live untuk mulai berinvestasi online forex trading. HSB telah teregulasi dengan BAPPEBTI, sehingga proses transaksinya aman dan transparan. Apakah kamu sudah siap trading? Unduh aplikasi HSB sekarang juga dan nikmati trading aman dan nyaman hanya dalam satu genggaman. 

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288