Home Tips Investasi Keuangan Umum Bollinger Bands Adalah: Pengertian, Fungsi, Dan Cara Menggunakan

Bollinger Bands Adalah: Pengertian, Fungsi, Dan Cara Menggunakan

by HSB
0 comment

Salah satu cara untuk memaksimalkan dana tradingmu adalah dengan menerapkan strategi-strategi jitu dalam membaca beragam analisa trading.

Selain memahami analisa fundamental dan analisa teknikal trading, kamu juga bisa menggunakan indikator Bollinger Bands untuk meraup untung lebih.

Melalui artikel ini, kamu tidak hanya akan mendapatkan informasi umum seputar Bollinger Bands, tetapi juga akan mempelajari trik jitu memaksimalkannya untuk keuntungan aktivitas trading-mu.

Pengertian Dari Bollinger Bands

Bollinger Bands adalah indikator teknikal yang sangat populer dan banyak digunakan oleh para trader. Indikator ini diciptakan oleh John Bollinger pada awal tahun 1980-an.

Indikator bollinger bands ini bisa kamu terapkan di semua pasar trading termasuk trading ekuitas, forex, dan komoditas.

Teknik buatan John Bollinger ini juga bisa digunakan untuk beragam jenis kerangka waktu aktivitas finansial mulai dari periode jangka waktu panjang, jangka waktu pendek, hingga periode jangka waktu singkat seperti per jam.

Indikator Bollinger Bands menampilkan pergerakan harga secara relatif terhadap volatilitas pergerakan harga di pasar. Dengan menggunakan teknik ini,  trader dapat memprediksi tren harga aset untuk kedepanya

Kamu bisa mengenali indikator Bollinger Bands yang ditunjukkan dengan dua pita yang ditarik ke dalam dan sekitar struktur pergerakan harga komoditas yang diperdagangkan seperti saham atau forex.

Pita Bollinger memiliki SMA (Simple Moving Average) yang terdiri dari dua pita yang sama – sama berada pada garis bawah dan garis atas SMA

Baca Juga: 10 Candlestick Paling Akurat Untuk Pemula

Penemu Bollinger Bands

Indikator ini dinamakan Bollinger Bands karena penemunya bernama John Bollinger dari Amerika Serikat yang merupakan pakar finansial dan penulis untuk bidang analisa teknikal. Bollinger pertama kali mengenalkan konsep ini secara global pada tahun 1983.

Dia mengembangkan indikator ini pada awal tahun 1980an. Ketika itu, dia melakukan trading option. Sebagian besar analisanya berdasarkan volatilitas. Ketika mengembangkan Bollinger Bands, ia menggunakan Keltner Channel sebagai dasar. Idenya adalah mengikutsertakan deviasi standar volatilitas untuk beradaptasi dengan garis-garis trading. Ia menggambarkan moving average dari harga closing selama 20 hari dengan garis-garis di kedua sisi, merepresentasikan deviasi standar yang double dari moving average. Ia menemukan cara ini secara efektif mampu menangkap 95 persen variasi dari moving average.

Apa Saja Fungsi Bollinger Bands?

Fungsi Bollinger Bands

 

Secara umum, fungsi Bollinger bisa digunakan untuk tiga hal, yaitu:

  1. Memprediksi Volatilitas Pasar

Salah satu fungsi utama teknik ini adalah memprediksi volatilitas harga pasar.  Bollinger Bands bergerak naik bersama dengan meningkatnya volatilitas harga pasar, dan sebaliknya akan bergerak turun bersama dengan penurunan volatilitas .

Bisa dikatakan, teknik ini dapat memprediksi seberapa dekat harga harga aset bergerak terhadap titik tertingginya atau titik terendahnya.

Bands juga akan melebar apabila volatilitas sedang berada di posisi tinggi dan harga aset bergerak secara fluktuatif.

Akan tetapi, bila volatilitas melemah atau harga harga aset cenderung berada dalam satu kisaran tertentu (sideway), maka Bollinger Bands juga akan turun dengan cepat.

2. Memprediksi Tren Titik Pembalikan (Reversal Trend)

Indikator Bollinger Bands bisa membantu untuk memprediksi titik pembalikan tren atau Reversal Trend. Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa garis Bollinger Bands ini bisa berfluktuasi sesuai dengan volatilitas pasar.

Ketika titik pembalikan tren terjadi, maka volatilitas pun akan mengalami peningkatan dan garis Bollinger Bands akan semakin melebar lagi.

Dari situ kamu bisa mengetahui sebuah Reversal Trend telah terbentuk ketika harga berhasil memotong keluar pita yang berada di di bagian atas (Upper Band) dan pita yang berada di bagian bawah (Lower Band).

3. Memprediksi Overbought dan Oversold

Fungsi lainnya juga bisa Memprediksi apakah harga mencapai titik jenuh beli (overbought) atau titik jenuh jual (oversold). Kamu bisa melihatnya dari pergerakan indikator yang ada pada grafik.

Overbought terjadi ketika harga telah mencapai titik tertingginya, namun masih dalam keadaan uptrend. Sedangkan oversold bisa dilihat ketika harga memasuki titik batas bawahnya, dan sedang dalam keadaan downtrend.

Baca Juga: Kenalan Dengan Mata Uang GBP Dalam Trading 

Bagaimana Cara Membaca Indikator Bollinger Band?

Indikator Bollinger Bands

Cara membaca Indikator Bollinger Bands adalah dengan memantauan pergerakan harga yang ditunjukkan dengan tiga pita (band) indikator bollinger band utama. Satu pita berada di tengah, dan dua pita lainnya berada bagian atas dan bawah.

Berikut ini adalah indikator Bollinger band:

  • Upper Band: indikator pita yang berada di bagian atas
  • Middle Band: indikator pita yang berada di tengah
  • Lower Band: indikator pita yang berada di bagian bawah

Dari ketiganya, Upper dan Lower Band dapat digunakan sebagai indikator Bollinger support dan resistance. Untuk itu, Upper Band sering juga disebut dengan resisten, sementara Lower Band sering juga disebut dengan support.

Ketika harga sedang uptrend, maka lokasi Upper Band akan menjadi resisten untuk dipasang order sell. Sebaliknya, saat harga sedang downtrend, maka lokasi Lower Band bisa menjadi support untuk melakukan order buy.

Baca Juga: Cara Membaca Kalender Forex Dalam Trading

Cara Menggunakan Bollinger Bands

Setelah mengetahui pengertian dan fungsinya, sekarang kamu bisa mencoba trik Bollinger Bands dengan bantuan indikator teknikal ini.

Cara menggunakan Bollinger Bands dalam trading dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Sell Signal

Sinyal posisi jual (sell) akan muncul ketika harga sudah menyentuh upper band, dengan indikasi potensi harga akan melemah beberapa hari mendatang.

Posisi ini dianggap overbought, di mana harga aset sudah menyentuh titik tertinggi dan akan mengalami pullback atau penurunan.

  • Buy Signal

Sedangkan sinyal posisi beli (buy) akan terlihat ketika harga sudah menyentuh lower band, dengan indikasi potensi harga mengalami penguatan di kemudian hari.

Posisi ini dianggap oversold, di mana harga aset sudah menyentuh titik terendah dan diprediksi akan mengalami kenaikan harga.

Baca Juga: 5 Investasi Syariah Di Bulan Ramadhan

Strategi Trading Menggunakan Indikator Bollinger Bands

Strategi Bollinger Bands

Banyak trader yang sukses meraup keuntungan dengan memanfaatkan rahasia Bollinger Band yang diklaim ampuh dan mudah untuk diterapkan. Strategi rahasia ini biasanya disebut dengan strategi Bands queezeBounce atau Breakout.

Strategi Bollinger Bands Squeeze

Bollinger Bands Squeeze atau Bollinger Bands Menyempit Sering terjadi situasi di mana harga berada dalam kondisi ranging (sideways), dan jarak antara upper band dan lower band cenderung menyempit. Hal ini menunjukkan pasar sedang sepi dan para pelaku pasar masih ragu-ragu untuk melakukan aksi beli atau jual.

Situasi seperti ini disebut Bollinger Bands Squeeze yang akan menjadi sinyal yang menunjukkan breakout akan terjadi dalam waktu dekat, dan kamu bisa menentukan target harga dengan melihat jarak antara upper band dan lower band.

Strategi Bolinger Bounce Trading

Strategi ini memanfaatkan posisi upper band dan lower band sebagai area support dan resistance. Target dalam strategi ini adalah area middle band.

Harga cenderung akan memantul kembali ke middle band yang berada di tengah setelah mencapai posisi upper atau lower band. Kamu bisa memanfaatkan posisi ini untuk mencari entry point.

Kamu juga bisa mencari posisi buy di area lower band atau mencari posisi sell di area upper band untuk mendapatkan keuntungan di sekitar middle band.

Bollinger Breakout Trading

Bollinger Breakout Trading

Kondisi ini terjadi ketika harga berhasil melewati upper band atau lower band setelah sebelumnya dalam kondisi sideways.

Dalam strategi Breakout Trading, trader biasanya akan melakukan aksi beli atau jual ketika breakout tersebut sudah terkonfirmasi.

Dalam strategi ini, tingkat supply dan demand memiliki level kekuatan yang sama sehingga pergerakan harga relatif dalam range yang sempit dan akan berdampak pada penyempitan bollinger band.

Breakout yang terjadi, biasanya diikuti oleh Band yang secara cepat melebar dan pada saat yang bersamaan harga juga menembus band atas atau band bawah.

Baca Juga: Apa itu Holding Company

Nah, kondisi ini menjadi aba-aba untuk kamu segera melakukan aksi penting terhadap posisi trading-mu.

Jika angka pasar akhirnya menembus upper band, kamu bisa mengambil strategi memasang posisi order buy. Sebaliknya kalau angka pasar justru menembus lower band, kamu bisa memasang posisi order sell untuk dapat untung.

Trading menjadi salah satu aktivitas finansial dengan potensi keuntungan besar yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan banyak strategi. Kamu gak perlu pusing memilah-milih strategi mana yang tapat untuk digunakan dalam kondisi trading tertentu.

Manfaatkan saja keunggulan fitur analisa harian dan program edukasi trading di aplikasi HSB Investasi. Seluruh informasi terkini dan terlengkap terkait trading bisa kamu dapatkan dengan kemudahan dalam genggaman. Download aplikasinya sekarang dan nikmati untungnya kemudian!***

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288