Home Tips Investasi Keuangan Umum 8 Tips Menjadi Trader Emas

8 Tips Menjadi Trader Emas

by HSB
0 comment

Anda pernah mendengar investasi emas berjangka sebelumnya? Kalau iya, sudahkah anda trading emas langsung di pasar emas? Berapa banyak keuntungan yang diberikan dari investasi jenis ini dan bagaimana pula seorang trader emas sejati menghindari kerugian?

1. Belajar Open BUY-SELL Dengan Panduan Level Support-resistance, Tetapkan Stop Loss Dan Take Profit

Sebagai trader emas harus dapat membuat posisi bisa disebut juga open buy-sell, yaitu membeli satu order dan menjual order lainnya. Setelah pembukaan, emas berjangka yang dibeli disebut ‘long’ dan emas berjangka yang dijual disebut ‘short’. Memilih tingkat harga emas yang tepat dan timing yang pas untuk menetapkan sebuah posisi menuju ke take profit. Jika timing masuk pasar tepat, maka kesempatan untuk take profit juga besar; dan sebaliknya, jika timing tidak tepat, maka akan cenderung merugi.

Stop loss adalah batas harga terendah yang ditentukan untuk membatasi kerugian. Terkadang trader bersikeras untuk menunggu dan berharap harga emas akan kembali membaik. Sehingga ketika harga emas terus anjlok, kerugian yang diterima juga bertambah banyak.

tumpukan emas di pasar fisik

Penentuan timing sebuah profit cukup sulit untuk dikuasai. Setelah posisi ditentukan, ketika harga emas berjangka bergerak ke arah positif, maka posisi itu bisa menguntungkan. Misalnya, ketika membeli emas pada harga 1600 dan ketika harga emas naik menjadi 1610, maka sudah ada 10 poin laba, sehingga saat anda menjualnya, dimana hal ini adalah ‘flat profit’ (laba tetap).

Sangatlah penting untuk memahami timing sebuah profit pada trading emas. Bertransaksi terlalu awal, untung yang didapat tidak banyak; Tapi kalau menunda entry terlalu lama, harga emas bisa berbalik berubah, tidak ada untung, malah merugi.

2. Trading Emas Ketika Harga Naik Bukan Harga Turun

Prinsip trading emas pada dasarnya sama dengan prinsip jual beli saham. Jika hanya satu titik pembelian yang salah saat kenaikan harga, maka titik itu adalah ketika harga sedang melonjak ke puncak. Jika hanya satu titik adalah pembelian yang benar ketika harga emas turun, maka titik itu adalah ketika harga sedang anjlok parah.

Dengan prinsip membeli ketika harga melonjak hanya satu titik yang salah, berbanding dengan membeli ketika harga anjlok hanya satu titik yang benar, maka kesempatan untuk meraih profit ketika harga beranjak naik akan lebih besar daripada membeli ketika harga menurun.

3. Penambahan Posisi Berdasarkan Skema Piramida

Skema piramida berarti setelah pembelian pertama, jika kemudian harga nilai emas beranjak naik, maka prinsip investasi sudah benar. Jika ingin menambah investasi yang telah ada, anda harus menambahkan posisi. Harus mengikuti prinsip bahwa jumlah setiap ukuran posisi lebih kecil dari pembelian terakhir. Dengan cara ini, jumlah pembelian akan semakin mengecil.

Sama halnya dengan piramida. Karena semakin tinggi harga emas berjangka, semakin besar juga bahaya yang menunggu di puncak. Pada saat yang sama, volume pembelian meningkat akan menyebabkan harga beli rata-rata, sehingga mengurangi keuntungan.

4. Prinsip Membeli Dengan Rumor

Layaknya pasar saham, pasar emas berjangka sering dilanda beberapa rumor. Sebagian rumor kadang terbukti benar, sebagian lagi hanya sebatas rumor, bahkan hoax dan jebakan yang sengaja dibuat oleh beberapa dealer.

Praktik yang dilakukan para trader emas adalah langsung membeli ketika mendengar kabar bagus dan ketika kabar tersebut terkonfirmasi. Sebaliknya, ketika ada kabar buruk, jual sesegera mungkin dan ketika kabar terkonfirmasi, segera beli kembali.

Jika transaksi tidak dilakukan secepat mungkin, kemungkinan akan merugi karena perubahan pasar, atau melewatkan kesempatan meraih profit.

5. Jangan Menambahkan Ukuran Posisi Saat Kehilangan Uang

Setelah membeli atau menjual satu order, ketika pasar bergerak ke arah yang berlawanan, beberapa orang berhasrat melakukan transaksi lagi, namun hal ini sangat berisiko.

Contohnya, ketika harga emas terus naik, trader akan beramai-ramai membeli emas. Kemudian ketika harga berbalik jatuh, trader menyadari kalau mereka kehilangan uang. Trader lalu berpikir membeli harga terendah dengan menambah posisi dan ketika harga emas berjangka melambung, kedua order ditutup bersamaan untuk menghindari kerugian. Praktik penambahan posisi semacam ini harus sangat hati-hati.

orang sedang menganalisa chart hsb investasi

 

Jika harga emas naik untuk beberapa saat, trader mungkin membeli satu posisi atas, jika semakin jatuh dan terus membeli dan menambah ukuran posisi, tetapi harga emas tidak akan menjadi seperti dulu, maka hasilnya tidak salah lagi akan rugi.

6. Jangan Entry Ketika Trend Pasar Tidak Menentu

Sebagai trader emas harus mengetahui kalau situasi pasar tidak menentu dan  kurang percaya diri, mungkin lebih baik untuk tidak masuk ke dalam pasar untuk sementara waktu. Jika masuk, akan sangat mudah untuk mengambil keputusan yang salah. Kondisi mental pada saat trading emas sangat mempengaruhi trader.

7. Jangan Mengejar Titik Integer

Dalam perdagangan emas berjangka, terkadang untuk mengejar beberapa level harga, beberapa orang menentukan target profit setelah membuat posisi, contohnya untuk meraih 500 dollar atau 1000 dolar, mereka menunggu momentum tersebut untuk datang.

Terkadang harga nilai hampir mendekati target, dan kesempatan profit sudah sangat jelas di depan mata, namun masih menginginkan beberapa poin lagi yang masih belum tercapai. Padahal bisa saja langsung menutup posisi saat profit yang sudah jelas itu. Tetapi karena terlalu berambisi dengan target di awal, malah justru kehilangan harga terbaik (yaitu harga tertinggi sebelum ini) karena telat menutup posisi sementara harga sudah berbalik arah.

8. Menetapkan Open Buy Ketika Harga Pasar Menembus Ke Atas

Tahap konsolidasi harga menunjukkan volatilitas emas rendah, tahap dimana pembeli dan penjual dalam kinerja seimbang. Entah itu dalam proses naik atau turun, setelah penutupan harga, harga pasar akan bergerak naik turun membuat terobosan. Ini adalah waktu yang tepat untuk trader emas memasuki pasar dan menetapkan sebuah posisi. Jika pasar menunjukkan tren bullish berkepanjangan, posisi open buy saat harga menembus ke atas akan memberi peluang untung lebih besar.

bar chart stick hsb investasi

Emas adalah salah satu dari logam mulia dalam bentuk unsur. Logam mulia semacam ini bebas tersebar di alam dan tidak dapat dihasilkan melalui sintesis buatan. Oleh karena itu, emas sangat langka. Manusia purba mungkin tertarik dengan kilau emas yang ditemukan di dasar sungai dan secara perlahan mulai memahami apa itu emas. Logam yang tidak pernah berubah warna, tidak berkarat dan mudah diproses, itulah sebabnya emas menjadi aset berharga.

Disclaimer

Artikel di atas hanyalah sebagai informasi dan pendidikan saja. Informasi di atas tidak bertujuan untuk dijadikan saran. Produk dengan leverage memiliki tingkat risiko yang tinggi terhadap modal yang anda investasikan. Nilai investasi dapat turun atau naik dan anda dapat kehilangan pembayaran margin awal anda. Pastikan anda telah memahami sepenuhnya semua risiko yang terlibat sebelum anda trading di aplikasi trading HSB.

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288