Home Tips Investasi Keuangan Umum 10 Pola Candlestick Paling Lengkap & Akurat Bagi Pemula

10 Pola Candlestick Paling Lengkap & Akurat Bagi Pemula

by HSB
0 comment

Memahami Pola Candlestick bisa jadi strategi cerdas supaya dapat melakukan analisis dan mengetahui pergerakan harga pasar, mulai dari Crypto sampai Saham! Pada Artikel ini kamu akan mempelajari Pola Candlestick Paling Lengkap dan Akurat yang digunakan oleh para trader.

Metode analisa Pola Candlestick wajib banget dipahami para trader. Membaca pola ini bisa membantu kamu menganalisa potensi serta akurasi perhitungan harga dan menentukan kapan waktu yang tepat untuk masuk atau keluar trading. Belajar Pola Candlestick juga gampang, kok! Karena sifatnya yang berulang dengan pola yang itu-itu aja, kamu bisa dengan cepat membaca dan mengaitkannya dengan fenomena pasar investasi.

Cara Membaca Pola Candlestick

Mungkin sekilas kamu mengira kalau tampilan Pola Candlestick ini rumit dengan tampilan bodu candle naik dan turunnya. Tapi percaya deh, selesai membaca artikel ini kamu akan paham kalau Pola Candlestick itu simple banget!

Setidaknya ada 3 komponen dasar Pola Candlestick yang harus kamu tahu, yaitu:

1. Body Candlestick

Pola Candlestick terdiri dari 2 body, umumnya body berwarna merah  dan body berwarna hijau. Saat body berwarna merah, artinya harga open (harga saat dibuka) lebih rendah dari harga closed (harga saat ditutup).

Body merah selalu ditandai dengan pola gerakan ke arah bawah. Sebaliknya, body hijau menandakan kondisi harga saat dibuka lebih tinggi dari harga saat ditutup. Body hijau selalu ditandai dengan pola candlestick ke arah atas.

2. Sumbu Candlestick (Wick)

Ketika melihat Formasi Candlestick, kamu akan menemukan garis-garis sumbu yang menunjukkan informasi fluktuasi harga yang bergerak sesuai durasi Candlestick dalam periode waktu tertentu.

Panjang dan pendeknya sumbu pola candlestick juga bervariasi. Sumbu yang panjang menjadi indikator bahwa harga bergerak cepat dalam durasi tertentu.

Sedangkan jika sumbu justru bertambah panjang, artinya volatilitas semakin meningkat. Biasanya sumbu yang semakin panjang terjadi di akhir sebuah trend atau sebelum harga berbalik arah.

Kamu bisa menggunakan volatilitas untuk melihat kapan harga aset kamu naik tajam atau kapan harga aset kamu merosot.

Ukuran body dalam pola candlestick yang beragam juga bisa menjadi patokan kamu membaca pola ini. Perbedaan ukuran tersebut menunjukkan lama durasi pergerakan candle di posisi harga tertentu.

  1. Indikator Harga

Komponen Pola Candlestick terakhir yaitu indikator harga. Dalam Pola Candlestick, kamu akan menemukan empat jenis indikator harga, antara lain :

    • Open : Menunjukkan harga saat perdagangan dibuka hari ini
    • Closed: Menunjukkan harga setelah perdagangan ditutup kemarin
    • Low: Jadi indikator yang menunjukkan harga terendah pada hari ini
    • High: Kebalikan dari Low, yang merupakan indikator harga tertinggi di hari ini
Manfaatkan aplikasi trading HSB untuk memantau pola candlestick Cara tahu indikator harga dan komponen pola Candlestick lainnya juga gampang, kok! Kamu bisa memanfaatkan aplikasi trading serba bisa, seperti aplikasi HSB Investasi yang menyediakan Pola Candlestick Modern secara live. Pergerakan real-time Pola Candlestick di aplikasi HSB bisa menjadi patokan trading kamu. Bahkan dengan mendownload aplikasi trading all-in-one ini, kamu bisa coba belajar trading dengan membuka akun demo secara gratis.
Baca juga: 5 Investasi Syariah di Bulan Ramadhan

10 Jenis-Jenis Candlestick Lengkap

Sudah tahu komponen Pola Candlestick, sekarang kamu bisa coba cek macam-macam pola Candlestick. Secara umum, Pola Candlestick terbagi dua, Pola Candlestick Bearish dan Pola Candlestick Bullish. Keduanya memiliki beragam pola turunan.

Tadi kita udah sempat membahas kondisi body merah yang menandakan harga open lebih rendah dari harga close. Kondisi ini dikenal dengan dengan Pola Candlestick Bearish. Sedangkan saat kondisi body hijau dengan harga open lebih tinggi dari harga close dikenal dengan Pola Bullish Candlestick.  Berikut adalah 10 Pola Candlestick turunan Pola Bearish dan Bullish yang bisa jadi referensi kamu:
  • Bearish Candlestick Engulfing

Pola Bearish Engulfing memiliki potensi reversal turun

Pola Candlestick Bearish adalah sendiri terdiri dari beberapa pola turunan, seperti Pola Bearish Engulfing. Pola ini biasanya muncul di akhir sebuah tren naik dan ditafsirkan dari data dua candle yang sudah selesai.

Dalam Pola Bearish Engulfing, panjang body candle bearish sepenuhnya “ditelan”oleh body candle berikutnya.

Baca Juga: Apa Saja Jenis Jenis Doji Candle?
  • Bullish Candlestick Engulfing

Pola Bullish Engulfing memiliki potensi reversal naik

Pola Bullish Engulfing adalah candlestick yang biasanya muncul ketika harga pembukaan di hari kedua lebih rendah dari harga penutupan di hari pertama. Tetapi kemudian mengalami tren kenaikan pembelian secara drastis.

Ciri khas dari jenis candlestick Bullish Engulfing adalah candle pendek kemudian diikuti oleh candle panjang yang menutupi candle sebelumnya.

Akibat dari pola Bullish Engulfing, harga penutupan lebih tinggi daripada candle pertama. Umumnya kondisi ini dipicu oleh tren pembalikan harga aset.

  • Candlestick Bearish Evening Star

Pola Evening Star menjadi pertanda pembalikan kondisi Bullish menuju Bearish

Jenis Candlestick Pola Evening Star adalah candle yang mengisyaratkan kalau harga aset sedang mengalami pembalikan yang dikenal dengan istilah Candlestick Koreksi (Reversal) saat tren beli terjadi.

Reversal sendiri merupakan perubahan permanen tren harga yang umumnya berlangsung lebih dari seminggu atau jangka panjang dan berlangsung terus menerus.

Ciri khas pertama dari Jenis Pola Evening Star adanya candle merah berukuran kecil yang timbul di bagian atas candle hijau berukuran panjang. Ciri khas kedua dari Pola Candlestick Evening Star adalah kedua candlestick berbeda tersebut gak boleh saling bersentuhan.

  • Candlestick Bearish Harami

Semakin kecil candle sebelah kiri Pola Candlestick Bearish Harami, makin kuat pula potensi perubahannya

Candlestick jenis Pola Harami adalah candlestick yang menunjukkan dengan dua candle yang menandakan kemungkinan pembalikan pergerakan harga.

Dalam Bearish Harami, body candle yang pertama merupakan Bullish candle berukuran panjang. Pola Bearish Harami ini menandakan tren yang akan berubah dalam waktu sangat cepat.

Yang terpenting, ukuran candle Bearish dalam Pola Harami harus benar-benar di dalam ukuran body candle Bullish. Bagian kiri bentuk pola ini biasanya lebih besar dari bagian kanan sehingga dikenal juga dengan istilah Pola Hamil.

Baca Juga: Cara Membaca Candlestick 1 Menit
  • Candlestick Hanging Man

Ciri khas kedua pola ini memiliki bagian kepada di atas menyerupai palu

Sekilas memang pola ini terlihat mirip dengan Pola Hammer karena keduanya memiliki bentuk seperti palu dengan body body candle kecil dan sumbu panjang melebihi ukuran body di bagian bawah.

Akan tetapi keduanya memiliki arti yang berbeda saat harga sedang downtrend ataupun uptrend. Pola Hanging Man muncul saat harga sedang uptrend dan berbentuk seperti palu.

Pola ini menunjukkan bahwa adanya dorongan seller yang kuat dan memenangkan posisi buyer yang awalnya berusaha mempertahankan posisi.

  • Candlestick Hammer

Pola Hammer adalah kebalikan dari Pola Hanging Man. Pada Pola Hammer, tren bentuk body candle menyerupai palu dan terbentuk dalam kondisi downtrend.

Kondisi ini juga menginformasikan adanya tekanan kuat seller. Meskipun pada akhirnya pertarungan candlestick dimenangkan oleh buyer karena harga tertutup di atas level pembukaan.

  • Candlestick Inverted Hammer

Serupa tapi tak sama. Kedua pola ini memiliki kepala palu di bagian bawah

Nah, kalau yang ini adalah kebalikan dari tren Jenis Pola Candlestick Hammer dan Pola Candlestick Hanging Man meskipun sama-sama menunjukkan sinyal reversal.

Jika pada Pola Hammer dan Hanging Man sumbu panjang terletak di bawah body, pada Pola Inverted Hammer, sumbung panjang justru terbentuk di bagian atas body. Mirip dengan Pola Hammer, Pola Inverted Hammer terbentuk dalam kondisi downtrend.

Baca Juga: Apa Itu Bollinger Bands?
  • Candlestick Shooting Star

Eits, jangan kebalik ya. Tren Pola Shooting Star adalah candle yang serupa dengan posisi Pola Hanging Man dimana bentuk palu terbentuk dalam kondisi uptrend.

Bedanya, dalam Pola Shooting Star, sumbu panjang terbentuk di bagian atas body dengan bagian kepala palu menghadap ke bawah.

  • Candlestick Three Black Crows

Pola Three Black Crows masuk dalam kategori pola reversal atau candlestick koreksi

Candlestick Three Black Crows adalah pola yang terjadi ketika tiga candlestick panjang berwarna merah secara berturut-turut bergerak ke bawah dan menjukkan penurunan harga yang sangat kuat.

Ciri khas pola ini adalah pada posisi dua candlestick terakhir, pembukaan harga harus berada di tengah-tengah body candlestick sebelumnya, tetapi juga dengan penutupan harga yang lebih rendah dari candlestick sebelumnya.

  • Candlestick Three White Soldiers

Pola Three White Soldiers adalah pola reversal yang merupakan kebalikan Pola Three Black Crows

Kebalikan dari Pola Three Black Crows, dalam jenis Pola Candlestick Three White Soldiers, tiga candlestick muncul berturut-turut dengan body hijau panjang dan sumbu yang pendek.

Pola ini menujukkan adanya tren bullish yang kuat dengan penekanan daya beli yang konsisten setelah tren penurunan terjadi beberapa hari sebelumnya.

Pola Three White Soldiers juga menandakan perubahan tren harga dan masuk kategori pola reversal, dimana setelah formasi candlestick terbentuk sempurna harga berpotensi berubah terbalik dari tren harga sebelumnya.

Baca Juga: Perbedaan Emas Spot dan Emas Berjangka

Nah itu lah beberapa Pola Candlestick Paling Lengkap uang dapat meningkatkan keuntungan investasi kamu.

Gak perlu bingung belajar investasi. Kamu bisa kapan saja mengakses informasi dan berita seputar investasi dan trading dari berbagai sumber seperti aplikasi atau platform trading. Tapi wajib banget kamu pastikan keamanan dan keandalan aplikasi trading pilihanmu, ya. Kamu bisa mulai memilih aplikasi dengan legalitas valid dan proses transparan untuk menjamin keamanan dana trading kamu. Misalnya dengan memercayakan pengalaman trading yang aman, nyaman, dan berujung cuan di aplikasi trading no. 1 Indonesia, aplikasi HSB Investasi. Semua proses dan transaksi trading di app serba bisa ini diawasi oleh BAPPEBTI, loh! Jadi, gak ada alasan lagi untuk menunda keuntungan trading kamu kan? Download aplikasi HSB dan coba akun demo kamu sekarang!**

You may also like