Saham menjadi populer sebagai instrumen investasi masa kini. Macam-macam saham juga tersedia di pasar modal dengan berbagai karakteristiknya. Jadi, seluruh kalangan masyarakat bisa mulai berinvestasi dengan instrumen ini tanpa harus mengeluarkan dana cukup besar.
Apa saja macam-macam saham tersebut? Apa pilihan jenis saham yang tepat untuk investor pemula? Simak artikel ini supaya kamu makin memahami instrumen investasi favorit ini.
[lwptoc]Apa Itu Saham?
Kamu sebaiknya mengenal pengertian saham sebelum mengetahui beberapa jenisnya. Jadi, apa itu saham? Saham adalah surat berharga atau tanda kepemilikan investor secara individu atau badan usaha atas sebuah perusahaan terbuka (Tbk.)
Perusahaan penerbit saham disebut sebagai emiten di pasar modal. Ketika saham perusahaan diperdagangkan di pasar modal, nama emiten ditulis dalam empat huruf sebagai kode sahamnya.
Saham bisa menjadi instrumen investasi atau trading dalam pasar modal, tergantung tujuan keuanganmu. Kamu akan mendapatkan hasil berupa dividen secara berkala apabila menanamkan modal di suatu saham. Sementara itu, hasil keuntungan trading saham disebut sebagai capital gain.
Macam-Macam Saham di Indonesia berdasarkan Tiga Kategori
Perkembangan teknologi keuangan alias financial technology (fintech) juga merambah dunia investasi. Kamu bisa membeli saham secara online tanpa harus mendatangi perusahaan sekuritas. Namun, kamu harus mengenali macam-macam saham terlebih dahulu sebelum memilikinya.
Tipe Saham Ada Berapa?
Saham terbagi menjadi tiga kategori, yaitu kepemilikan, cara pengalihan, dan kinerja perdagangannya. Kategori kepemilikan dan cara pengalihan masing-masing terdiri dari dua jenis. Selain itu, ada lima saham berdasarkan kinerjanya. Jadi, jumlah tipe saham di Indonesia ada sembilan.
Baca penjelasan mengenai jenis-jenis saham di bawah ini.
Berdasarkan Kepemilikan
Ada dua saham berdasarkan kepemilikannya, yaitu saham biasa dan saham preferen. Apa maksud kedua saham tersebut?
1. Saham Biasa (Common Stock)
Jenis saham ini mampu melakukan klaim kepemilikan berdasarkan laba atau kerugian perusahaan setiap periodenya. Investor atau pemegang saham biasa memiliki kewajiban terbatas.
Ketika emiten mengalami kebangkrutan, investor mendapatkan prioritas terakhir saat pembagian dividen. Kendati demikian, besaran kerugian tanggungan investor sesuai dengan jumlah dana yang telah ditanamkan.
Contoh saham ini adalah saham waran, yakni hak investor dari emiten untuk membeli beberapa lembar saham pada jangka waktu dan harga yang telah disepakati.
2. Saham Preferen (Preferred Stock)
Saham ini merupakan gabungan saham biasa dan obligasi atau surat berharga. Saham preferen memiliki suku bunga tetap, tidak seperti saham biasa yang fluktuatif. Sifat suku bunga tersebut berasal dari campuran obligasi di dalamnya.
Pemilik saham preferen memiliki hak tebus supaya bisa menukarkannya ke dalam bentuk saham biasa. Keuntungan tersebut berguna agar profit sahammu makin maksimal.
Kamu bisa menemukan saham preferen di pasar modal. Biasanya, ada tambahan huruf ‘P’ pada kode sahamnya. Namun, ada pula saham preferen yang tidak menggunakan huruf ‘P’.
Berdasarkan Cara Pengalihan
Saham juga bisa dipindahtangankan atau dialihkan dari satu pihak ke pihak lainnya. Ada dua jenis saham yang tergolong dalam kategori ini, yaitu:
1. Saham atas Unjuk (Bearer Stock)
Ciri khas saham atas unjuk adalah nama investor atau pemiliknya tidak tercatat di lembar kertasnya. Jadi, jenis saham ini bisa dialihkan secara mudah melalui transaksi jual-beli di pasar modal. Kamu pun tidak perlu mengurus pengalihan bearer stock melalui badan hukum.
2. Saham atas Nama (Registered Stock)
Berbeda dari poin sebelumnya, nama kepemilikan pada jenis saham ini sudah tercatat di surat berharga. Jadi, kamu harus menempuh jalur hukum untuk pengambilalihan saham atas nama.
Berdasarkan Kinerja Perdagangannya
Ada pula saham berdasarkan kinerja perdagangannya di pasar modal, terdiri dari:
1. Blue Chip Stock
Emiten saham blue chip adalah perusahaan yang dianggap superior di industrinya. Mereka memiliki reputasi tinggi dan penghasilannya stabil setiap tahunnya. Saham blue chip dianakemaskan oleh investor karena emitennya konsisten membagi dividen atau bagi hasilnya.
2. Income Stock
Income stocks merupakan saham yang emitennya selalu membayar dividen lebih besar daripada periode sebelumnya. Dividen tersebut bisa meningkat karena performa perusahaan sedang bagus dan berhasil mencetak laba lebih besar dari biasanya.
3. Growth Stock
Growth stock merupakan saham dengan pertumbuhan pendapatan emiten selalu tinggi. Emiten growth stock belum tentu dicap sebagai unggulan di industrinya, tetapi mampu menghasilkan pertumbuhan income secara signifikan. Itulah sebabnya growth stock terbagi menjadi dua berdasarkan kepopuleran perusahaannya, yaitu well-known dan lesser-known.
4. Speculative Stock
Speculative stock sama seperti tiga jenis saham sebelumnya, yaitu mampu memberikan keuntungan besar. Perbedaannya, pembagian laba atau dividen speculative stock tidak selalu konsisten. Kamu boleh berinvestasi di jenis saham ini apabila profil risikomu tergolong high risk.
5. Counter-Cyclical Stock
Terakhir, ada saham counter cyclical yang selalu stabil meski kondisi perekonomian negara sedang tidak baik. Singkatnya, kondisi ekonomi negara tidak akan berpengaruh pada performa sahammu. Meskipun stabil, profit sahamnya tetap ditentukan dari kinerja emitennya.
Rekomendasi Jenis Saham untuk Pemula
Setelah mengenal sepuluh jenis saham di atas, kamu sudah bisa memilih saham pertama untuk diinvestasikan. Namun, saham apa yang harus dibeli untuk pemula? Kamu bisa mulai dengan memiliki saham preferen karena ada unsur obligasi di dalamnya. Jenis saham lainnya adalah yaitu counter cyclical stock supaya asetmu tetap aman meski kondisi negara sedang bergejolak.
Tingkatkan Pengetahuan Trading Kamu!
Banyak juga macam-macam saham yang bisa menjadi pilihan saat berinvestasi. Selain mengetahui jenis sahamnya, kamu juga harus meningkatkan pengetahuanmu di dunia trading. Kamu perlu mengetahui strategi dan analisis trading yang tepat supaya kegiatan trading-mu tidak mengalami kendala. Karena itu, manfaatkan artikel yang tersedia di blog HSB sebagai sumber informasi dan edukasi dunia investasi serta trading.
Kamu bisa memanfaatkan aplikasi trading saham HSB sebagai platform trading andalanmu. Kemudahan trading makin terasa karena kamu bisa memantau grafik pergerakan harga serta menyetor dana margin secara langsung dalam satu platform. Download aplikasinya dan nikmati kemudahan trading saham secara online hanya di HSB.***
Pertanyaan Umum Macam-macam Saham
Apa Berapa Macam Saham?
Terdapat beberapa jenis saham yang dapat ditemui di pasar saham. Berikut ini adalah beberapa jenis saham yang umum diperdagangkan:
- Saham biasa (common stock)
Jenis saham ini memberikan hak kepemilikan atas perusahaan dan hak suara dalam rapat pemegang saham. Pemegang saham biasa juga dapat memperoleh dividen jika perusahaan memutuskan untuk membagikan keuntungan. - Saham preferen (preferred stock)
Jenis saham ini memberikan hak keuntungan tetap yang dibayarkan secara periodik kepada pemegang saham. Namun, pemegang saham preferen tidak memiliki hak suara dalam rapat pemegang saham dan biasanya memiliki hak kepemilikan yang lebih rendah daripada pemegang saham biasa. - Saham blue chip
Saham blue chip merujuk pada saham perusahaan besar dan terkenal yang stabil dan konsisten dalam kinerjanya. Saham blue chip biasanya memberikan dividen yang stabil dan memiliki risiko yang lebih rendah daripada saham perusahaan kecil atau baru. - Saham growth
Saham growth merujuk pada saham perusahaan yang memiliki potensi pertumbuhan laba dan pendapatan yang tinggi di masa depan. Saham growth biasanya memiliki risiko yang lebih tinggi tetapi juga memiliki potensi keuntungan yang lebih besar. - Saham value
Saham value merujuk pada saham perusahaan yang diperdagangkan dengan harga di bawah nilai intrinsiknya. Saham value biasanya memiliki risiko yang lebih rendah tetapi juga memiliki potensi keuntungan yang lebih kecil daripada saham growth.
Apa Saja Ciri-ciri Saham Biasa?
Berikut adalah beberapa ciri-ciri saham biasa:
- Hak kepemilikan
Saham biasa memberikan hak kepemilikan pada perusahaan dan pemegang saham memiliki hak suara dalam rapat pemegang saham. - Hak dividen
Pemegang saham biasa berhak atas pembagian dividen jika perusahaan memutuskan untuk membagikan keuntungan. - Potensi keuntungan lebih tinggi
Saham biasa memiliki potensi keuntungan yang lebih tinggi daripada jenis saham lainnya, seperti saham preferen. - Risiko lebih tinggi
Saham biasa juga memiliki risiko yang lebih tinggi karena fluktuasi harga yang tinggi dan pengaruh faktor-faktor pasar dan fundamental pada perusahaan. - Likuiditas yang tinggi
Saham biasa diperdagangkan di pasar saham dan memiliki likuiditas yang tinggi, artinya mudah untuk membeli atau menjual saham tersebut. - Hak terakhir pada aset perusahaan
Jika perusahaan bangkrut, pemegang saham biasa memiliki hak terakhir atas aset perusahaan setelah pemegang saham preferen dan kreditor.
Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB1
Silahkan masukan nomor HP
Nomor Handphone harus dimulai dengan 8
Nomor HP tidak valid
Kode verifikasi dperlukan
Kode verifikasi salah
Silakan masukkan password
Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka
Minimal 8 karakter
Setidaknya 1 angka
Setidaknya 1 huruf besar
Setidaknya 1 huruf kecil
- Cara Memilih Aplikasi Trading Saham Terbaik Indonesia
Sobat Trader, dalam dunia trading saham yang semakin berkembang, memilih aplikasi trading yang tepat bisa jadi tantangan tersendiri. Aplikasi tradi...
- Manfaat Beli Saham Amerika di Tahun 2024
Tahun 2024 membawa banyak peluang menarik di pasar saham, dan membeli saham Amerika bisa jadi langkah cerdas untuk memanfaatkan momentum ini. Denga...
15 Ciri Aplikasi Trading Saham Terbaik di 2024Di tengah perkembangan pesat teknologi finansial, menemukan aplikasi trading saham terbaik di tahun 2024 bukanlah hal yang mudah. Dengan berbagai f...
- 7 Chart Patterns Terbaik untuk Trading Saham
Chart Patterns atau pola grafik adalah alat yang sangat berguna bagi trader saham untuk memprediksi pergerakan harga di masa depan berdasarkan pola...
Cara Menghitung Average Rate Return Saham Terbaik AmerikaMenghitung average rate of return (ARR) atau rata-rata tingkat pengembalian saham adalah langkah penting yang harus dipahami oleh Sobat Trader untu...
Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB
Silahkan masukan nomor HP
Nomor Handphone harus dimulai dengan 8
Nomor HP tidak valid
Kode verifikasi dperlukan
Kode verifikasi salah
Silakan masukkan password
Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka
Minimal 8 karakter
Setidaknya 1 angka
Setidaknya 1 huruf besar
Setidaknya 1 huruf kecil