Bagaimana cara memilih saham untuk trading harian? Secara sederhana sudah jelas bahwa kamu harus melakukan pencarian lebih jauh mengenai saham yang akan diperjual belikan. Kamu tidak bisa bertransaksi dengan memilih saham sembarangan sesuai feeling atau karena “terlihat” bagus. 

Jika demikian, bukan keuntungan yang akan didapatkan melainkan kerugian. Kalau begitu kamu berada di artikel yang tepat karena pada kesempatan ini HSB sudah mengumpulkan informasi penting seputar trading saham harian. 

Tidak hanya cara memilih saham untuk trading harian saja tetapi juga definisi serta kelebihan dan kekurangannya. Pada akhir artikel ini diharapkan kamu bisa mempertimbangkan dengan yakin bahwa melakukan trading saham harian adalah keputusan yang tepat. Mari langsung simak informasi selengkapnya di bawah ini. 

Apa Itu Trading Harian?

Sebelum membahas cara-cara memilih saham terbaik, kamu perlu terlebih dahulu memahami trading harian itu sendiri. Seperti namanya, trading harian berarti aktivitas transaksi jual beli suatu instrumen investasi dalam waktu cepat yakni harian. 

Trading harian itu sendiri termasuk ke dalam golongan high risk. Meski benar bahwa semua trading tergolong high risk, tetapi trading harian atau day trader termasuk dua yang tertinggi setelah intraday trader

Baca juga: Strategi Scalping Trading: Pengertian dan Indikatornya

Cara Kerja Trading Harian

Cara kerja trading harian sebenarnya sangat mudah dipahami. Singkatnya, trader yang memilih bertransaksi harian membeli dan menjual sahamnya dalam jangka waktu sehari atau 24 jam. Trader bisa membeli pada pagi hari lalu menjualnya di sore hari. 

Bisa juga dibeli pada waktu sore hari untuk kembali dijual pada keesokan harinya. Tentu waktu jual belinya akan tergantung strategi dan jenis saham yang dipilih oleh masing-masing trader. Lebih jauh, kamu bisa lebih memahami cara kerjanya melalui beberapa poin berikut. 

1. Memilih Saham 

Demi mendapatkan keuntungan, setiap trader perlu memilih saham terbaik. Nantinya saham yang dipilih akan dibeli dengan harga rendah. Ketika beberapa jam kemudian terlihat bahwa harga sudah mulai naik dari yang sebelumnya maka trader akan langsung menjual saham tersebut. 

2. Menganalisis Saham

Sebelum memilih, tentu trader akan mencoba menganalisis saham dengan menggunakan berbagai tools analisis teknikal dan fundamental. Kedua tools tersebut berguna untuk memberikan sinyal kepada trader mengenai waktu yang tepat untuk membeli dan menjual saham. 

Itu sebabnya kamu yang ingin menjadi trader harian perlu paham dengan benar bagaimana cara menggunakan analisis teknikal dan fundamental serta membaca grafik candlestick

Memahami cara membaca grafik candlestick merupakan kunci utama bagi para trader untuk memahami arah pergerakan tren sekaligus menggunakan teknik analisis dan fundamental yang ada. 

3. Transaksi dalam Waktu Singkat

Periode waktu yang kamu butuhkan untuk melakukan transaksi trading harian cukup singkat. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa trading harian berarti bertransaksi dalam jangka waktu sehari atau 24 jam. 

Hal ini tentu berbeda dengan investasi jangka panjang yang membiarkan instrumen investasi bertumbuh dalam waktu 3-10 tahun mendatang. Penambahan aset yang didapatkan mungkin terlihat kecil jika dibandingkan dengan investasi jangka panjang, tetapi frekuensi transaksi yang dilakukan trader membuat keuntungan menjadi sangat besar. 

Baca juga: 3 Instrumen Investasi Jangka Pendek Paling Menguntungkan

5 Cara Memilih Saham untuk Trading Harian

Memilih Saham untuk Trading Harian

Ini dia informasi yang sudah kamu tunggu-tunggu. Sebagai trader harian, kamu bisa memilih saham sesuai kriteria umum. Ada banyak aspek yang perlu diperhatikan seperti halnya likuiditas, perubahan harga, kemudahan membaca grafik, kualitas sentimen, dan indeksnya. 

1. Likuiditas Harus Tinggi

Saham yang likuid berarti dapat dicairkan dalam waktu cepat. Dalam kasus ini saham yang memiliki likuiditas tinggi berarti sangat mudah dijual belikan oleh para trader. Umumnya saham dengan likuiditas tinggi juga tidak akan mudah goyah meskipun ada pembelian besar yang tiba-tiba. 

2. Lihat Perubahan Harga yang Terjadi

Perubahan harga atau volatilitas merupakan salah satu aspek penting dalam transaksi jual beli saham. Volatilitas inilah yang sebenarnya dimanfaatkan oleh para trader untuk mendapat keuntungan semaksimal mungkin. 

Tetapi trader juga perlu berhati-hati dengan saham gorengan supaya tidak mengalami kerugian. Pilihlah saham dengan tingkat volatilitas harga 3% supaya kamu tetap bisa menikmati keuntungan. 

3. Perhatikan Grafiknya

Tidak cukup hanya melihat likuiditas, kamu juga perlu memperhatikan grafik candlestick. Pasalnya tidak semua saham bisa dengan mudah dibaca. 

Baca Juga: Ketahui 8 Strategi Trading dengan Analisa Pola Candlestick Akurat

Apalagi untuk kamu seorang pemula, pasti sangat kesulitan membaca beberapa grafik saham yang tersedia. Jadi ada baiknya kamu memilih saham yang grafiknya mudah untuk dibaca dan dipahami. 

4. Pilih yang Sentimennya Bagus

Sentimen merupakan respons atau pandangan publik terhadap suatu perusahaan. Ketika sentimen masyarakat terhadap suatu perusahaan buruk maka nilai sahamnya pasti akan berubah negatif. Itu sebabnya sebelum memilih, kamu perlu baik-baik melihat sentimen perusahaan yang mengeluarkan saham tersebut. 

5. Bandingkan Kualitas Indeks Satu dengan yang Lain

Kualitas saham terbaik juga bisa dibandingkan dengan indeks harga gabungan dari berbagai saham lainnya. Melihat Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG membuat kamu bisa memilih mana yang memiliki pengembalian lebih tinggi dari sebelumnya. 

Baca juga: Mari Belajar Valuasi Saham Di Sini!

Kelebihan dan Kekurangan Trading Harian

Kelebihan dan Kekurangan Trading Harian

Bahan pertimbangan terakhir yang harus kamu pahami sebelum melakukan trading harian ialah kelebihan dan kekurangannya. Berikut masing-masing penjelasannya. 

Kelebihan

Setidaknya ada 3 kelebihan trading harian yang bisa kamu rasakan yaitu pengembalian dana cepat, tidak terkunci, dan fleksibel.

1. Pengembalian Dana Cepat

Cepatnya transaksi yang dilakukan tentu membuat kamu bisa merasakan pengembaliannya dalam waktu singkat. Begitu modal dikeluarkan untuk membeli saham pada pagi hari maka kamu bisa mendapatkan modal dan keuntungannya pada sore hari. 

2. Dana Tidak Terkunci

Dana yang kamu dapatkan dalam trading bisa langsung dicairkan kapan pun sesuai keinginan. Tentu hal ini berbeda dengan investasi seperti deposito atau ORI yang dananya baru bisa dicairkan setelah periode yang telah ditentukan sebelumnya.

3. Fleksibel 

Fleksibel yang dimaksudkan ialah kamu bisa melakukan investasi dari mana saja dan kapan saja. Tidak peduli apakah itu pagi atau malam sekali, kamu tetap bisa melakukan aktivitas jual beli sesuai kebutuhan. 

Baca juga: Apa Itu Saham Blue Chip yang Disukai Investor?

Kekurangan

Kekurangan trading harian perlu diwaspadai baik-baik supaya kamu bisa meminimalkan risiko kerugian yang terjadi. Kekurangan yang akan disebutkan di bawah bisa juga disebut sebagai karakteristik trading harian yang seharusnya sudah diketahui sebelum kamu melakukannya. Kalau begitu langsung saja perhatikan kekurangannya berikut ini. 

1. Risiko Besar

Trading termasuk ke dalam aktivitas investasi yang memiliki pengembalian cukup besar. Jika analisis yang dilakukan tepat maka keuntungan besar bisa benar-benar didapatkan. Tetapi kamu tidak boleh lupa dengan prinsip investasi “high return, high risk”. 

Baca Juga: Penjelasan Lengkap Manajemen Risiko Investasi dan Manfaatnya

Itu artinya dengan pengembalian yang tinggi terdapat risiko tinggi yang perlu ditanggung. Jadi pahami bahwa keuntungan yang besar datang bersamaan dengan risiko yang besar pula. 

2. Volatilitas Tinggi

Volatilitas yang tinggi membuat kamu kesulitan memprediksi harga saham untuk dijual belikan. Volatilitas sendiri mengacu pada perubahan harga yang terjadi dalam aktivitas trading. Itu sebabnya kamu hanya boleh menggunakan uang dingin untuk trading sehingga uang yang hilang akibat kerugian tidak memengaruhi kehidupan sehari-hari. 

3. Tidak Bisa Dilakukan Sembarangan

Volatilitasnya yang tinggi membutuhkan kamu untuk memahami cara kerjanya dengan baik. Memang benar siapa saja bisa melakukan trading, tetapi tidak semuanya akan mendapatkan keuntungan. 

Jika sembarangan terjun ke dunia trading maka kamu hanya akan mendapatkan kerugian. Teruslah memperlengkapi diri dengan berbagai informasi seperti strategi dan teknik-teknik analisis supaya kamu menjadi makin mahir melakukannya. 

4. Tidak Ada Pembagian Dividen

Trading tentu tidak seperti investasi jangka panjang yang memiliki pembagian dividen kepada para investor yang telah menanam modal. 

Bukannya tidak adil tetapi cara investor dan trader mendapatkan keuntungan memang berbeda. Investor mendapatkan untung dari dividen sedangkan trader dari volatilitas saham. 

Memilih saham untuk dijual belikan secara cepat memang memiliki celahnya tersendiri yang perlu kamu pahami. Tetapi sekarang kamu sudah lebih mengerti cara memilih saham untuk trading harian yang tepat, bukan?

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Dividen Saham yang Selalu Ditunggu Investor 

Kalau begitu kamu bisa mulai mencari saham terbaik untuk dijual belikan. Coba cari tahu lewat berbagai pemberitaan media dan tentu saja dari pergerakan harganya di pasar modal. Jangan lupa untuk trading di broker forex tepercaya seperti HSB. 

HSB menjadi platform trading yang aman karena legalitasnya sudah terjamin oleh 3 lembaga lokal yakni ICDX, BAPPEBTI, dan ICH. Selain itu kamu bisa memilih ingin trading dengan instrumen apa. Apakah itu saham, indeks, forex, komoditas, atau emas. 

Nikmati juga berbagai fasilitas unggulan yang disediakan khusus untuk seluruh nasabah sehingga aktivitas trading berjalan lancar dan nyaman. Kamu tentu bisa melakukannya dari mana saja dan kapan saja tinggal download aplikasi HSB sekarang juga!

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288