Memasuki minggu ketiga Februari 2026, dinamika pasar global mulai bergeser seiring dengan langkah DPR AS yang mencabut tarif terhadap Kanada, memberikan kejelasan perdagangan yang sempat mengguncang pasar. Indeks DXY kini mulai menemukan pijakan baru setelah rilis data tenaga kerja (NFP) yang kuat, sementara harga minyak dunia bergerak menguat di kisaran $64 – $68 per barel akibat kembalinya premi risiko geopolitik pasca insiden drone Iran di Laut Arab.
Di sektor logam mulia, harga emas tetap kokoh di atas rekor sejarah pada level $5.010 per troy ounce, didorong oleh statusnya sebagai aset safe-haven di tengah tensi Washington-Teheran yang fluktuatif. Sementara itu, perak masih menunjukkan volatilitas tinggi dengan peluang bertahan di atas area $75 hingga akhir bulan, menuntut disiplin ketat bagi para trader dalam memasang batasan rugi untuk menjaga portofolio dari fluktuasi harga yang masih liar.
Update Harga Emas Minggu Ini
Kamis, 26 februari 2026
Harga emas mulai bangkit, dampak tarif baru AS dan pembicaraan AS–Iran akhir pekan ini. Harga emas mulai bangkit, dampak tarif baru AS dan pembicaraan AS–Iran akhir pekan ini. Pasar mempertimbangkan dampak tarif impor global sementara sebesar 10% yang mulai diberlakukan AS, dengan rencana peningkatan menjadi 15%, setelah Mahkamah Agung AS membatalkan kebijakan tarif sebelumnya sehingga pemerintah memberlakukannya kembali melalui dasar hukum lain. Ketegangan geopolitik turut menjadi perhatian karena AS dan Iran dijadwalkan menggelar putaran ketiga perundingan di Jenewa terkait program nuklir Teheran, sementara dolar AS yang sedikit melemah turut menopang daya tarik logam mulia bagi pembeli luar negeri.
Saat ini, harga emas sedang berada di area “kritis” (Supply Zone/Area Jual). Kondisinya seperti orang yang sedang bersiap-siap menentukan arah: bisa memantul turun sebentar atau justru lanjut naik kencang. Karena pasar sedang tidak menentu, kita menyiapkan dua skenario agar lebih aman:
Strategi Skenario 1 (Jual/Sell):
📉 Entry Sell Limit: 5.230
🎯 Target profit : 5,180
🚫 Stop loss: 5,355
Analisisnya: Kita menebak harga akan “mentok” di area ini dan turun sebentar untuk koreksi (uji harga kembali ke bawah). Ini cocok jika Anda merasa kenaikan harga sudah mulai melemah.
Strategi Skenario 2 (Beli/Buy):
📈 Entry Buy Stop: 5.255
🎯 Target profit : 5,350
🚫 Stop loss: 5,130
Analisisnya: Ini strategi “ikut arus”. Jika harga berhasil menembus angka 5.255, artinya pertahanan penjual sudah jebol dan harga kemungkinan besar akan terbang lebih tinggi. Ini adalah cara paling aman untuk mengikuti tren naik.
Tips Penting (Manajemen Risiko):
Target Profit & Stop Loss: Gunakan perbandingan 1:1. Artinya, jika Anda menargetkan untung sebesar 20 poin (200 pips), maka Anda juga harus siap menerima rugi maksimal 20 poin.
Penting: Jangan lupa memasang Stop Loss (pembatas rugi) agar akun Anda tetap aman jika prediksi meleset.
Rabu, 25 februari 2026
Pergerakan harga emas saat ini didorong kuat oleh meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah seiring dengan penambahan pasukan militer Amerika Serikat menjelang dialog nuklir dengan Iran. Kondisi ini memicu lonjakan permintaan aset safe-haven, yang semakin diperkuat oleh melemahnya Dolar AS akibat kekhawatiran pasar terhadap ketidakpastian kebijakan perdagangan Presiden Trump. Rencana kenaikan tarif impor dari 10% menjadi 15% menimbulkan kekhawatiran akan adanya aksi balasan global dan gangguan rantai pasok, yang secara langsung memberikan dukungan tambahan bagi penguatan harga logam mulia.
Di sisi lain, meskipun pejabat The Fed seperti Susan Collins dan Thomas Barkin memberikan sinyal hawkish untuk menahan suku bunga karena inflasi yang masih tinggi, pasar cenderung mengabaikan penguatan Dolar dan lebih fokus pada risiko ekonomi makro. Secara teknis, emas menunjukkan ketahanan yang luar biasa dengan tetap bertahan stabil di atas level psikologis $5.100 dan rata-rata pergerakan 200 hari (200-SMA). Selama harga mampu menjaga pijakan di atas level dukungan awal $5.150, arah pergerakan emas diprediksi akan terus mengalami kenaikan menuju target baru di kisaran $5.215 hingga $5.240.
Secara teknis, pergerakan emas saat ini berada dalam tren naik yang sangat kuat (bullish), terkonfirmasi oleh posisi harga yang bertahan nyaman di atas rata-rata pergerakan 200 hari (200-SMA) di kisaran $4.930. Indikator momentum Relative Strength Index (RSI) stabil di level 62, yang menunjukkan bahwa meskipun tekanan beli sangat besar, harga belum memasuki zona jenuh beli yang ekstrem sehingga masih ada ruang untuk penguatan lebih lanjut. Meskipun indikator MACD mulai mendatar dan menunjukkan fase konsolidasi, struktur harga secara keseluruhan tetap mengarah ke atas selama emas tidak jatuh di bawah titik balik krusial di level $5.100.
Area hambatan (resistance) terdekat yang harus ditembus emas berada di level $5.215, di mana keberhasilan melewati titik ini akan membuka jalan menuju target kenaikan berikutnya di $5.240. Untuk sisi bawah, level $5.150 berfungsi sebagai dukungan (support) awal yang akan menjaga agar koreksi harga tetap berada dalam jalur tren naik. Jika tekanan jual meningkat, area $5.100 hingga $5.050 menjadi zona pertahanan utama di mana para trader diprediksi akan kembali melakukan aksi beli untuk menjaga momentum kenaikan harga emas tetap terjaga.
📈 Entry Buy Limit: 5,165
🎯 Target profit : 5,215
🎯 Target profit 2 : 5,240
🚫 Stop loss: 5,090
Selasa, 24 februari 2026
Kondisi harga emas saat ini sedang mengalami tekanan jual akibat penguatan Dolar AS yang dipicu oleh sikap hati-hati Federal Reserve terkait penurunan suku bunga. Risalah rapat FOMC bulan Januari menunjukkan bahwa para pejabat Fed masih memerlukan bukti lebih kuat mengenai penurunan inflasi sebelum melonggarkan kebijakan, sementara Gubernur Christopher Waller menyatakan kemungkinan untuk menahan suku bunga pada Maret jika data tenaga kerja pulih setelah kondisi yang lemah di tahun 2025.
Meski tertekan, potensi penurunan emas masih tertahan oleh ketidakpastian ekonomi akibat kebijakan tarif perdagangan global 15% dari Presiden Donald Trump serta risiko konflik militer di Timur Tengah menjelang perundingan nuklir AS-Iran. Selain itu, pasar masih memperhitungkan kemungkinan tiga kali pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin pada tahun 2026 ini, yang memberikan sentimen positif bagi emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil di tengah risiko geopolitik.
Secara teknikal, emas sedang berada dalam fase koreksi setelah sempat menembus batas horizontal di kisaran $5.100 hingga $5.110 yang merupakan level Fibonacci retracement 61,8%. Indikator RSI saat ini berada di angka 65,78, menunjukkan adanya pendinginan dari area jenuh beli (overbought), sementara MACD tetap berada di teritori positif namun dengan momentum yang mulai melandai, mengindikasikan adanya perlambatan dalam tren kenaikan jangka pendek.
Level $5.314,49 yang merupakan Fibonacci retracement 78,6% kini menjadi area resistansi kunci yang harus ditembus untuk mengonfirmasi kelanjutan tren naik menuju rekor tertinggi baru. Selama harga emas tetap bertahan di atas rata-rata pergerakan 200-hari (SMA) pada level $4.909,70, arah pergerakan utama masih dianggap naik, meskipun kegagalan untuk mempertahankan posisi di atas level $5.123,17 dapat memicu penurunan lebih lanjut menuju area rata-rata pergerakan tersebut.
📈 Entry Buy Limit: 5,140
🎯 Target profit : 5,250
🎯 Target profit 2 : 5,314
🚫 Stop loss: 5,100
Senin, 23 februari 2026
Kenaikan harga emas saat ini didorong oleh memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah, terutama risiko konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu aliran dana ke aset aman (safe-haven). Laporan mengenai kemungkinan serangan militer AS terhadap Iran jika jalur diplomasi di Jenewa gagal telah memvalidasi pandangan konstruktif terhadap kenaikan harga logam mulia ini. Selain itu, kebijakan Presiden Donald Trump yang menetapkan tarif global baru sebesar 15% telah menimbulkan kekhawatiran akan gangguan rantai pasok dunia dan aksi balasan dari negara lain, yang semakin memperkuat permintaan emas sebagai aset defensif.
Di sisi lain, kondisi ekonomi Amerika Serikat turut memberikan tekanan pada Dolar AS dan menguntungkan emas. Data menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS melambat tajam menjadi 1,4% pada kuartal keempat, jauh di bawah angka kuartal sebelumnya sebesar 4,4%. Meskipun inflasi inti PCE tahunan masih berada di level 3,0%, perlambatan ekonomi yang signifikan ini membuat para trader mulai memperhitungkan peluang pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve di akhir tahun, sehingga memberikan dorongan tambahan bagi pergerakan naik emas.
Secara teknikal pada grafik satu jam (H1), XAU/USD sedang berada dalam tren bullish yang sangat dominan setelah berhasil melakukan massive breakout. Harga telah menembus area resistansi utama yang selama ini menjadi penghalang kuat (ditandai dengan kotak merah muda). Momentum pembeli dikonfirmasi oleh garis Moving Average yang menanjak tajam serta kemunculan rentetan candlestick hijau panjang yang mengindikasikan adanya intervensi volume beli dalam skala besar.
Saat ini, harga sedang berada dalam fase koreksi wajar atau pullback setelah sempat menyentuh puncak bulanan di sekitar level 5,180. Fase ini dipandang sebagai upaya pasar untuk mencari pijakan baru di atas area resistansi lama yang kini bertukar peran menjadi lantai dukungan (Support) di kisaran 5,105. Jika koreksi ini tertahan dan harga kembali menembus level tertinggi terakhirnya, maka gelombang kenaikan impulsif diperkirakan akan berlanjut menuju target harga yang lebih tinggi di level 5,200.
📈 Entry Buy Stop: 5,180
🎯 Target profit : 5,200
🎯 Target profit 2 : 5,220
🚫 Stop loss: 5,085
*Disclaimer:
Konten Product of the Week bersifat spekulatif dan tidak menjamin. Sinyal trading ini disusun berdasarkan analisis pasar dan data yang tersedia pada saat itu, tetapi tidak menjamin hasil di masa depan.Seluruh transaksi yang diambil menjadi tanggung jawab nasabah.







