Memasuki pekan kedua Januari 2026, pasar global menghadapi volatilitas ekstrem akibat kombinasi krisis geopolitik multi-front dan skandal internal Bank Sentral AS. Fokus pasar pekan ini bergeser sepenuhnya dari data NFP (yang rilis mengecewakan sebesar 50.000 pekerjaan Jumat lalu) ke rilis data Inflasi AS (CPI), yang akan menjadi penentu krusial bagi kebijakan The Fed di tengah tekanan penyelidikan kriminal terhadap Jerome Powell.

Dari sisi geopolitik, sentimen risk-off mendominasi setelah Presiden Trump mengklaim kendali administrasi Venezuela dan mempertimbangkan opsi militer ke Iran, serta memanasnya perang dagang China-Jepang dan konflik Rusia-Ukraina. Ketidakpastian ini mendorong Emas (XAU/USD) mencetak rekor tertinggi baru sepanjang masa di level $4.509. Sementara itu, Minyak WTI stabil di kisaran $58,77, ditopang oleh gangguan produksi akibat cuaca ekstrem di Amerika Utara dan potensi konflik Timur Tengah, meskipun kenaikan lebih lanjut masih tertahan oleh kekhawatiran permintaan global.

Update Harga Emas Minggu Ini

Senin, 12 Desember 2025

Harga Emas (XAU/USD) berhasil mencetak rekor tertinggi baru sepanjang masa, didorong oleh sentimen risk-off ekstrem akibat eskalasi ketegangan geopolitik yang terjadi serentak di berbagai wilayah global. Investor beramai-ramai memburu aset safe-haven setelah AS mengisyaratkan intervensi administrasi di Venezuela dan potensi tindakan keras terhadap Iran, ditambah dengan perang Rusia-Ukraina yang makin intensif mendekati perbatasan NATO serta memanasnya perang dagang China-Jepang terkait pembatasan ekspor logam tanah jarang. Kombinasi ketidakpastian ini menciptakan ketakutan di pasar, memaksa pelaku pasar menjauhi aset berisiko dan menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai utama.

Di sisi lain, Dolar AS kesulitan untuk menguat meskipun data tingkat pengangguran turun ke 4,4%, karena mata uang ini terbebani oleh krisis kepercayaan serius terhadap independensi The Fed. Ancaman penyelidikan kriminal terhadap Jerome Powell memicu kekhawatiran bahwa keputusan suku bunga bank sentral dapat diintervensi oleh tekanan politik, yang secara efektif meredam sentimen positif dari data tenaga kerja. Dengan realisasi NFP yang juga berada di bawah ekspektasi pasar, fokus investor kini beralih sepenuhnya pada data inflasi AS minggu ini sebagai penentu arah kebijakan moneter selanjutnya di tengah badai politik internal tersebut.

Pada timeframe H1, XAUUSD sebelumnya terjadi rally cukup panjang dan saat ini sedang terjadi konsolidasi sementara dan membentuk base. Apabila harga mampu melakukan breakout dengan momentum kuat pada resistance daripada base tersebut maka harga berpotensi untuk melanjutkan kenaikannya sehingga terdapat peluang untuk melakukan BUY dengan risk to reward 1:2.

📈 Entry Buy Stop : 4595

🎯 Target profit 1: 4610

🎯 Target profit 2: 4625

🚫 Stop loss: 4580

*Disclaimer:
Konten Product of the Week bersifat spekulatif dan tidak menjamin. Sinyal trading ini disusun berdasarkan analisis pasar dan data yang tersedia pada saat itu, tetapi tidak menjamin hasil di masa depan.Seluruh transaksi yang diambil menjadi tanggung jawab nasabah.