Home Berita Investasi Mengenal Saham Syariah: Pengertian dan Contohnya

Mengenal Saham Syariah: Pengertian dan Contohnya

by HSB
0 comment

Memasuki pertengahan tahun 2022, sudahkah kamu mengalokasikan pemasukanmu untuk investasi? Kalau belum, artikel ini bisa jadii referensi kamu. Sebelumnya, kamu perlu tahu kalau di Indonesia kita mengenal dua tipe investasi, yaitu investasi konvensional dan investasi syariah.

Bedanya, pada investasi konvensional kita mengenal adanya bunga. Sedangkan pada investasi syariah di pasar modal yang berpedoman pada Hukum Islam, sistem tersebut diganti dengan sistem bagi hasil serta kerugian yang ditanggung bersama.

Jenis investasi juga macam-macam, dari yang memiliki profdil manajemen risiko rendah hingga jenis investasi yang menawarkan keuntungan besar dengan tingkat risiko yang juga tinggi.

Salah satu jenis investasi dengan profil risiko rendah adalah investasi saham. Artikel ini akan secara mendalam membantumu mengenal dan memahami investasi saham sesuai syariat Islam atau dikenal dengan Saham Syariah.

Apa itu Saham Syariah?

Saham syariah adalah jenis investasi berbentuk penyerahan sejumlah modal kepada perusahaan yang sistem dan segala transaksinya berdasarkan pada Hukum Syariat Islam. Prinsip utama yang harus dipegang dalam investasi saham syariah adalah sistem musyawarah yang dikenal dengan syirkah.

Di Indonesia, tara cara pelaksanaan Saham Syariah sudah diatur dalam Regulasi Pasar Modal Syariah oleh peraturan OJK (Otoritas Jasa Keuangan), Undang-undang Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal, dan Fatwa Dewan Syariah Nasional-MUI (DSN-MUI menjelaskan bahwa pasar modal syariah merupakan pasar modal yang tidak memiliki paham yang bertentangan dengan prinsip syariah di pasar modal.

Baca Juga: 5 Investasi Syariah di Bulan Ramadhan

Jenis Saham Syariah

Di Indonesia ada dua jenis Saham Syariah. Yang pertama adalah Saham yang memenuhi kriteria dalam peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2017 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah.

Jenis yang kedua adalah Saham Syariah yang memang didaftarakan oleh perusahaan penerbitnya sebagai Saham Syariah. Jenis ini diatur dalam regulasi OJK no. 17/POJK.04/2015

 

Kriteria Saham Syariah

Setidaknya ada 3 kriteria umum yang membuat saham termasuk kedalam Daftar Saham Syariah berdasarkan peraturan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan membuat saham termasuk kedalam Daftar Efek syariah yang wajib kamu pahami dulu. Kriteria pertama dilihat dari sudut pandang pihak penerbit saham tersebut.

Sebuah saham akan menjadi Saham Syariah jika:

Kriteria 1

    • Saham diterbitkan oleh perusahaan atau pihak yang Anggaran Dasarnya secara jelas tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah di pasar modal.
    • Saham diterbitkan oleh perusahaan atau pihak yang kegiatan usahanya tidak berkaitan dengan perjudian, penawaran/permintaan palsu, jasa keuangan dengan sistem bunga riba, maupun perusahaan yang kegiatan usahanya jual beli barang/jasa dengan kategori haram berdasarkan ketetapan Dewan Syariah Nasional MUI.

Kriteria 2

Jenis saham yang halal bisa kamu lihat dari sudut pandang Rasio Keuangan perusahaan atau pihak penerbitnya. Sebuah Saham otomatis akan menjadi Saham Syariah jika:

Total utang bunga perusahaan atau pihak tersebut tidak lebih dari 45% dari pendapatannya.
Total pendapatan perusahaan atau pihak penerbit dari bunga dan hasil usaha yang termasuk kategori haram oleh DSN MUI, tidak boleh lebih dari 10% total pendapatannya.

Kriteria 3

Saham Syariah berkaitan dengan kewajiban perusahaan atau pihak penerbit untuk menjalankan ketentuan akad transaksi Saham Syariah yang diterbitkannya.

Baca juga: Manajemen Resiko Forex Trading

Cara Cek Saham yang Syariah

Pada saat ini terdapat 4 indeks saham syariah yang terdapat pada pasar modal indonesia. Terkait Pasar Modal Syariah terpisah dari regulasi Pasar Modal Konvensional.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI) terdapat 480 emiten yang termasuk dalam daftar saham syariah dibawah Bursa Efek Indonesia.

Daftar saham syariah dapat dilihat melalui indeks saham syariah yang ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) Sebagai acuan untuk daftar saham syariah,  Untuk tahu perusahaan mana saja yang menerbitkan Saham Syariah yang aman, kamu bisa merujuk pada beberapa Indeks Saham Syariah berikut ya:

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) adalah indikator kinerja Pasar Saham Syariah yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan termasuk dalam Daftar Efek Syariah OJK dan mengikuti peraturan OJK. Namun, Saham Syariah terindeks ISSI tidak diseleksi langsung oleh BEI.

Jakarta Islamic Index (JII)

Beda dengan ISSI, pada Jakarta Islamic Index (JII) merupakan Indeks Saham Syariah yang pertama kali diluncurkan pada pasar modal indonesia. Saham Syariah ditentukan dan diseleksi oleh BEI. Hingga tahun 2000, JII hanya terdiri dari 30 Saham Syariah paling likuid.

Jakarta Islamic Index 70 (JII70)

Mirip ya sama JII? Serupa tapi tak sama, loh! Di Jakarta Islamic Index 70 (JII70), BEI sudah menentukan ada 70 Daftar Saham Syariah paling likuid di pasar modal indonesia per tahun 2018.

IDX-MES BUMN 17

Nah, kalau yang ini khusus mengukur indeks kerja harga 17 Saham Syariah terbitan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Indeks ini adalah kolaborasi antara PT. Bursa Efek Indonesia dengan Perkumpulan Masyarakat Syariah (MES)

Baca Juga: Pola Shooting Star Candle

 

Daftar Saham Syariah

Ada beberapa jenis saham syariah yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Indeks Saham Syariah yang terdaftar pada Daftar Efek Syariah (DES).

Berikut adalah 20 daftar saham syariah yang mengikuti peraturan OJK yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

  1. Vale Indonesia Tbk (INCO)
  2. Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)
  3. Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA)
  4. United Tractors Tbk (UNTR)
  5. Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
  6. XL Axiata Tbk (EXCL)
  7. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
  8. Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  9. Kalbe Farma Tbk (KLBF)
  10. AKR Corporindo Tbk (AKRA)
  11. Aneka Tambang Tbk (ANTM)
  12. Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)
  13. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP)
  14. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)
  15. Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)
  16. Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES)
  17. Adaro Energy Tbk (ADRO)
  18. Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)
  19. Bukit Asam Tbk (PTBA)
  20. PP (Persero) Tbk (PTPP)

Cara Mulai Investasi Saham Syariah

Udah kenal dengan pengertian Saham Syariah, paham cara kerja dan indeksnya, sekarang waktunya kamu kupas tuntas cara gampang mulai petualangan investasi Saham Syariah kamu. Ikutin cara ini ya:

Buka Rekening Saham

Kamu bisa buka rekening saham melalui penyedia jasa investasi maupun bank syariah pilihanmu. Namun tetap pastikan tingkat keamanan dan kredibilitas penyedia layanannya, ya.

Cara Memilih Aset Saham Syariah

Sebelum mulai menginvestasikan uangmu, pelajari dulu profile perusahaan penerbit Saham Syariah dengan melihat daftar saham syariah, pergerakannya di pasar modal, dan ketentuan terkait jumlah modal serta akad yang harus kamu lakukan di awal.

Deposit Saham Syariah

Langkah berikutnya, kamu tinggal masukkan deposit untuk membeli sejumlah Saham Syariah dari Perusahaan Penerbit Saham pilihanmu. Ketentuan besaran deposit berbeda-beda tergantung pada penyedia jasa investasi yang kamu percayakan dan jumlah lot Saham Syariah yang ingin kamu beli.

Beli dan Pantau Terus

Kalau udah punya deposit sesuai yang ingin kamu investasikan, kamu tinggal beli deh aset Saham Syariah pilihanmu.

Baca juga: Apa Itu The Fed? Bank Sentral Penguasa Keuangan Dunia

Yeay! Sekarang kamu udah resmi terdaftar sebagai Investor Saham Syariah. Anti ribet kan? Di era digital saat ini kamu gak perlu pusing mikirin cara investasi. Kamu bisa manfaatin teknologi aplikasi investasi all-in-one kapan pun, dimana pun.

Tapi, pastikan dulu aplikasi yang kamu gunakan aman dan tepercaya seperti aplikasi HSB Investasi yang udah teregulasi BAPPEBTI. Di HSB, kamu bisa langsung membuka akun Saham Syariah pribadimu atau mencoba simulasi investasi dengan membuka akun demo terlebih dahulu.

Download aplikasi HSB sekarang dan mulai petualangan seru investasimu.***


Sumber:

Laman Resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Mungkin kamu suka

Leave a Comment

Quick Links
HSB Investasi

HSB Investasi merupakan perusahaan pialang fintech dengan fokus dan mengutamakan Iam menyediakan layanan jasa Perdagangan Foreign Exchange (Forex), Komoditas dan Indeks Saham (stock index) dibawah PT. Handal Semesta Berjangka. Diawasi oleh otoritas keuangan, terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Contact Us

Hotline:

+62 21-501-22288