Pada artikel hari ini, kita akan membahas tentang Dollar Australia yang memiliki kode AUD. Dollar Australia adalah satu dari 5 mata uang yang sering diperdagangkan. Australia adalah negara kaya namun memiliki populasi yang kecil dan sangat tergantung pada komoditi agrikultur dan pertambangan. Di antara negara-negara maju, Australia adalah salah satu yang paling mengandalkan komoditi. Pertambangan mewakili 5% dari total GDP. Pertanian menyumbang 12% dari GDP.

Australia memiliki pemerintahan yang stabil dan masuk kategori negara yang ramah untuk melakukan bisnis. China dan India adalah importir terbesar komoditi Australia, sementara Australia adalah importir terbesar untuk produk mesin dan barang konsumsi dari China dan India. Sehingga China dan India memiliki pengaruh penting pada neraca perdagangan Australia.

Australia memiliki keuntungan geologi dimana, banyak sumber daya alam yaitu minyak bumi, emas, produk agrikultur, berlian, bijih besi, uranium, nikel, dan batu bara. Secara geografis  Australia terletak dekat dengan negara Asia seperti China dan India yang memiliki permintaan tinggi terhadap sumber daya alam.

Kebijakan pemerintah Australia yang paling penting yaitu penetapan suku bunga tinggi. Pemerintahan Australia memiliki tingkat kestabilan yang baik dan berdasarkan pada pemikiran dunia Barat. Pemerintah juga jarang melakukan intervensi terhadap nilai mata uang di pasar.

Bank Sentral mengatur atau mempengaruhi nilai mata uang negara masing-masing. Bank Sentral Australia adalah Reserve Bank of Australia (RBA). RBA bekerja secara konservatif dan jarang melakukan intervensi di pasar mata uang. RBA memiliki satu kebijakan yang mencolok, yaitu mengatur inflasi secara serius sehingga tingkat suku bunga Australia adalah salah satu yang tertinggi di antara negara-negara maju. RBA juga selalu mewaspadai pergerakan pasar komoditas yang sulit diperkirakan karena dapat mempengaruhi neraca perdagangan.

Mengatur tingkat suku bunga dan inflasi di Australia sangat sulit karena ketergantungan pada komoditi dan juga industri manufaktur yang masih kecil, serta peningkatan pengeluaran pemerintah. Sektor manufaktur Australia masih belum optimal meskipun kaya dengan sumber daya alam. Justru negara kanguru ini memiliki defisit neraca dan utang luar negeri yang besar. Masalah lain yang dihadapi Australia adalah housing bubble.

Data ekonomi yang perlu diperhatikan untuk AUD adalah GDP, penjualan ritel, produksi industri, inflasi dan neraca perdagangan. Trader juga perlu memperhatikan tingkat pengangguran, tingkat suku bunga, dan berita-berita lain yang berpengaruh seperti bencana alam, pemilihan umum, dan kebijakan atau peraturan baru pemerintah. AUD terkait erat dengan pasar komoditi khususnya di Asia. Naiknya pemintaan sumber daya alam (SDA) di negara Asia seperti China dan India meningkatkan nilai AUD. Namun bila permintaan SDA berkurang, AUD kembali mengalami penurunan. Karena keterkaitan tersebut, trader juga perlu memperhatikan berita seperti cuaca, saat tanam dan saat panen tanaman, hasil pertambangan, harga komoditas metal. Data-data tersebut dapat diperoleh di website Australia’s Bureau of Agricultural and resource Economics and Sciences (ABARES).

Disclaimer

Artikel di atas hanyalah sebagai informasi dan pendidikan saja. Informasi di atas tidak bertujuan untuk dijadikan saran. Produk dengan leverage memiliki tingkat risiko yang tinggi terhadap modal yang anda investasikan. Nilai investasi dapat turun atau naik dan anda dapat kehilangan pembayaran margin awal anda. Pastikan anda telah memahami sepenuhnya semua risiko yang terlibat sebelum memulai di aplikasi trading forex HSB.