Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading
store google
Belajar Definisi, Fungsi & Contoh BI Checking

BI Checking merupakan alat yang penting dalam pengelolaan risiko kredit dan pengambilan keputusan kredit oleh bank dan lembaga keuangan lainnya. Dengan memahami definisi, fungsi, dan contoh penggunaannya, kita dapat mengerti pentingnya BI Checking dalam industri keuangan. Dalam pengajuan kredit usaha, bank akan melakukan BI Checking untuk memeriksa riwayat kredit perusahaan dan menilai kelayakan perusahaan dalam menerima pinjaman usaha.

Pengertian BI Checking

BI Checking atau Bank Indonesia Checking adalah proses pemeriksaan dan analisis yang dilakukan oleh lembaga keuangan, terutama bank, untuk memeriksa riwayat kredit dan informasi keuangan nasabah atau calon peminjam. Tujuan utama dari BI Checking adalah untuk menilai risiko kredit sebelum memberikan pinjaman kepada seseorang atau entitas usaha.

Dalam konteks Indonesia, syarat BI Checking merujuk pada penggunaan data dan informasi dari Badan Informasi Kredit (BIK) yang dikelola oleh Bank Indonesia. BIK menyediakan informasi tentang riwayat kredit individu dan entitas usaha yang tercatat di Indonesia. Informasi yang tersedia di BIK meliputi riwayat pinjaman, status pembayaran, keterlambatan pembayaran, jumlah kredit yang dimiliki, dan informasi terkait lainnya.

BI Checking terutama bank, untuk memeriksa riwayat kredit dan informasi keuangan

Fungsi BI Checking

Fungsi utama dari BI Checking dalam dunia perbankan dan keuangan adalah untuk membantu lembaga keuangan dalam menilai risiko kredit sebelum memberikan pinjaman kepada nasabah atau calon peminjam. Berikut adalah beberapa fungsi kunci dari BI Checking:

1. Penilaian Risiko Kredit

BI Checking digunakan untuk menilai risiko kredit dari nasabah atau calon peminjam. Dengan menganalisis riwayat kredit dan informasi keuangan yang diperoleh dari Badan Informasi Kredit (BIK), lembaga keuangan dapat menentukan seberapa besar risiko yang terkait dengan memberikan pinjaman kepada individu atau entitas usaha tertentu. 

Informasi ini membantu lembaga keuangan dalam membuat keputusan yang tepat terkait persetujuan atau penolakan pinjaman, serta menentukan besaran pinjaman dan suku bunga yang sesuai dengan risiko yang teridentifikasi.

2. Pengelolaan Risiko Non-Performing Loan

BI Checking membantu lembaga keuangan dalam mengelola risiko terkait kredit macet atau non-performing loan (NPL). Dengan melakukan penilaian risiko kredit secara menyeluruh sebelum memberikan pinjaman, lembaga keuangan dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kredit macet yang dapat berdampak negatif pada kesehatan keuangan institusi tersebut.

Baca Juga:  Kamu Seorang Overspending? Cegah dengan Cara Ini!

3. Pengambilan Keputusan Kredit 

Informasi yang diperoleh dari BI Checking memungkinkan lembaga keuangan untuk mengambil keputusan kredit yang bijaksana dan berdasarkan bukti. Dengan memiliki data yang akurat dan terpercaya tentang riwayat kredit nasabah atau calon peminjam, lembaga keuangan dapat meminimalkan risiko default dan meningkatkan kemampuan untuk memperkirakan kemampuan peminjam dalam membayar kembali pinjaman.

4. Mengukur Kapasitas Peminjam

 BI Checking membantu lembaga keuangan dalam mengukur kapasitas finansial peminjam untuk membayar pinjaman sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Dengan memeriksa riwayat pembayaran dan keterlambatan pembayaran dari informasi BI Checking, lembaga keuangan dapat mengevaluasi kemampuan peminjam untuk mengelola kewajiban keuangan mereka.

Penerapan BI Checking dalam praktik terjadi lembaga keuangan

Penerapan BI Checking

Penerapan BI Checking dalam praktik terjadi ketika lembaga keuangan, terutama bank, menggunakan data dan informasi dari Badan Informasi Kredit (BIK) atau lembaga serupa untuk melakukan evaluasi terhadap nasabah atau calon peminjam. Berikut adalah beberapa contoh penerapan BI Checking dalam dunia perbankan dan pasar keuangan:

1. Pengajuan Pinjaman

Saat seseorang mengajukan pinjaman di bank, bank akan melakukan BI Checking untuk memeriksa riwayat kredit peminjam. Bank akan mengakses informasi dari BIK untuk melihat apakah peminjam memiliki riwayat pinjaman sebelumnya, status pembayaran, dan apakah ada keterlambatan pembayaran atau masalah lain yang dapat mempengaruhi kelayakan peminjam untuk mendapatkan pinjaman baru. Informasi dari BI Checking akan digunakan untuk menilai risiko kredit dan membuat keputusan terkait persetujuan pinjaman.

2. Pengajuan Kartu Kredit

Proses BI Checking juga sering diterapkan dalam pengajuan kartu kredit. Bank akan menggunakan informasi dari BIK untuk memeriksa riwayat kredit calon pemegang kartu, termasuk pembayaran kartu kredit sebelumnya, limit kredit yang dimiliki, dan apakah ada catatan keterlambatan pembayaran. Hal ini membantu bank dalam menilai risiko kredit terkait pemberian kartu kredit kepada nasabah.

Baca Juga:  Definisi & Menghitung Efisiensi Biaya Operasional

3. Pembiayaan Properti atau Kendaraan

Ketika seseorang mengajukan pembiayaan untuk properti atau kendaraan, bank akan melakukan BI Checking untuk menilai kemampuan peminjam dalam membayar cicilan pinjaman tersebut. Bank akan melihat riwayat kredit peminjam dari BIK untuk mengidentifikasi apakah peminjam memiliki keterlambatan pembayaran atau masalah kredit lainnya yang dapat mempengaruhi persetujuan pembiayaan.

4. Pengelolaan Risiko Kredit

Selain untuk persetujuan pinjaman, BI Checking juga digunakan sebagai bagian dari pengelolaan risiko kredit secara keseluruhan oleh lembaga keuangan. Bank menggunakan informasi dari BIK untuk memantau dan mengelola portofolio kreditnya, termasuk mengidentifikasi potensi risiko kredit yang perlu diatasi atau dipantau lebih lanjut.

5. Pencegahan Penipuan

Penerapan BI Checking juga membantu lembaga keuangan dalam pencegahan penipuan. Dengan mengakses informasi riwayat kredit dan keuangan dari BIK, bank dapat mengidentifikasi potensi tindakan penipuan atau perilaku yang mencurigakan terkait dengan pengajuan pinjaman atau produk keuangan lainnya.

Contoh BI Checking

Berikut adalah contoh penerapan BI Checking dalam kehidupan nyata, untuk pengambilan pinjaman yang perlu kamu tau, jangan telat membayar pinjaman, untuk menjaga score kredit agar tetap dapat menggunakan pinjaman:

Contoh : Pengajuan Pinjaman Bank

Seorang individu mengajukan pinjaman pribadi di sebuah bank untuk keperluan renovasi rumah, sebesar 20 Juta, dalam tenor pinjaman selama 2 tahun, dengan bunga yang sudah ditentukan oleh bank, maka skemanya sebagai berikut:

Proses BI Checking

  • Bank mengakses database Badan Informasi Kredit (BIK) untuk memeriksa riwayat kredit peminjam.
  • Bank melihat riwayat pinjaman sebelumnya, termasuk jumlah pinjaman, jangka waktu, dan status pembayaran.
  • Bank memeriksa apakah ada catatan keterlambatan pembayaran atau masalah kredit lainnya.
  • Bank menggunakan informasi dari BI Checking untuk menilai risiko kredit dan membuat keputusan terkait persetujuan pinjaman.
  • Jika riwayat kredit peminjam baik dan tidak ada masalah serius, bank dapat menyetujui pinjaman dengan syarat-syarat tertentu.
Baca Juga:  Equity Investment: Pengertian Hingga Manfaatnya

Investasi Tanpa Risiko!

BI Checking memiliki hubungan yang erat dengan investasi tanpa risiko, terutama dalam konteks perbankan dan lembaga keuangan. Dalam konteks investasi, hasil dari BI Checking dapat membantu lembaga keuangan memutuskan apakah calon investor memenuhi syarat untuk produk investasi tanpa risiko seperti deposito atau obligasi pemerintah. Investasi tanpa risiko seringkali terkait dengan pengendalian risiko yang ketat. Sehingga, kamu bisa menggunakan akun demo trading HSB tanpa risiko kehilangan dana sungguhan. 

Mulai trading tanpa risiko dengan mendaftarkan akun demo HSB Investasi

Di akun simulasi trading HSB, kamu akan diberikan dana virtual secara otomatis sebesar $100,000 yang dapat digunakan menguji berbagai strategi trading, posisi, dan meningkatkan kemampuan analisis tren pasar melalui  Aplikasi HSB Investasi atau platform Web. 

Trading di HSB memungkinkan kamu untuk merasakan pengalaman trading dengan berbagai instrumen finansial, termasuk 20 jenis Saham AS terpopuler, 17 pasangan forex, 5 indeks raksasa global, dan 3 komoditas paling diminati dunia. Jika sudah siap, kamu bisa mulai memasuki keseruan pasar trading dunia bersama HSB hanya dengan 4 langkah sederhana ini:

  1. Registrasikan akun live HSB dengan menyertakan dokumen pendukung
  2. Tunggu panggilan telepon tim KYC HSB untuk verifikasi data dirimu
  3. Buat deposit trading melalui segregated account HSB 
  4. Dan mulai meraih peluang profit trading di pasar global dunia!

Komitmen dan dukungan penuh HSB untuk menjaga keamanan serta transparansi transaksi nasabahnya terwujud dalam regulasi resmi yang disahkan oleh BAPPEBTI di bawah Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Regulasi menjadi manajemen risiko trading paling dasar yang perlu Sobat Trader utamakan.

Bukan hanya aman, transparan, dan terdepan, HSB juga terus berupaya mengedukasi seluruh tradernya melalui beragam sumber media belajar trading baik online maupun offline sebagai bentuk dedikasi HSB melahirkan trader-trader sukses di Indonesia. Jadi, tidak ada alasan bagimu untuk menunda peluang kesuksesan trading. Bergabunglah dengan HSB sekarang dan raih peluang profit tradingmu kemudian!***

Tag Terkait:
DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan hanya sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB1

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
Artikel Lainnya

Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo HSB

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil

Satu juta download!
bonus tanpa deposit
Mulai Pengalaman Trading Terbaik