Ringkasan: data ketenagakerjaan non-farm baru AS pada bulan juni lebih baik dari yang diharapkan, harga uang dolar naik, mengikuti aksi pendinginan pasar yang agresif terhadap kebijakanThe Fed.

Di bulan terakhir kuartal ke dua tahun 2019 terjadi lonjakan harga emas, tetapi pada waktu kuartal ke tiga terjadi penurun tajam pada harga emas, peningkatan demografis pekerjaan non-farm pada bulan juni AS menunjukkan bahwa ekonomi masih cukup kuat untuk menekan ekspektasi pasar terhadap kebijakan Fed. Pasar suku bunga di bidang non-farm akan segera bangkit kembali dari ekspetasi yang esktrim, satu tahap memicu penurunan harga emas.

Dalam beberapa minggu terakhir, perubahan rencana pemotongan suku bunga The Fed menjadi pendorong utama pergerakan harga di semua jenis aset, dan tidak terkecuali hari jumat. Kinerja laporan ketenagakerjaan AS bulan Juni, mendorong para pedagang menurunkan ekspektasi mereka pada The Fed untuk mengambil gerakan dovish ekstrim dalam beberapa bulan mendatang. Sebelum data dirilis, pasar suku bunga menunjukkan bahwa kemungkinan penurunan suku bunga 25 basis poin pada bulan Juli adalah 100%, dan kemungkinan penurunan suku bunga 50 basis poin hanya 23%. Meskipun data dirilis pada bulan Juli kemungkinan penurunan suku bunga 25 basis masih 100%, tetapi pemotongan suku bunga pada 50 basis poin turun menjadi 3%.

Suku bunga The Fed diperkirakan menurun, volatilitas emas menurun

Jika volatilitas merupakan indikator ketidakpastian, maka kenaikan volatilitas emas baru-baru ini berasal dari ketidakpastian situasi perdagangan internasional, dan konsekuensi dari hal ini juga mempengaruhi suku bunga The Fed. Sementara aset lain yang tidak menyukai volatilitas seperti arus kas, pembayaran dividen, dan pembayaran kupon akan menghadapi ketidakpastian yang lebih besar. Tetapi logam mulia seperti emas dan perak sebagai daya tarik aset safe-haven cenderung meningkat karena ketidakpastian situasi!

Penurunan tajam ekspektasi pasar bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin di bulan Juli akan menyebabkan volatilitas emas menurun. Volatilitas emas (standar fluktuasi emas terbesar di dunia yang diukur dalam bursa saham chicago CBOE) pada hari jumat turun 9.7%, titik tertinggi tahun ini telah menurun sebesar 16%. Dalam artikel sebelumnya, penulis menyebutkan bahwa korelasi antara harga emas dan volatilitas harga emas dalam 5 hari dan 20 hari mendekati level sempurna. Jika korelasi ini dapat dipertahankan, artinya beberapa hari ke depan harga emas akan terus turun.

Setelah laporan non-farm, harga emas telah membentuk candlestick dobel top. Harga emas bisa jatuh lebih jauh ke 1350 pada hari berikutnya. Meskipun pada tanggal 30 mei, harga emas terus naik diatas rata-rata setelah pergerakan EMA ke-8, namun indikator MACD juga mulai menyimpang, menunjukkan bahwa kenaikkan harga emas mulai berakhir. Namun, selama belum jatuh di bawah support level sejak tahun 2013, prospek harga emas masih tetap bullish.

Laporan sentimen pelanggan IG menunjukkan bahwa investor ritel melakukan lebih banyak opsi beli pada emas, dengan rasio Long ke Short adalah 1,77: 1, dan 63,9% investor ritel lebih menyukai emas. Posisi buy meningkat sebesar 6% sejak Kamis lalu, naik 1,6% dari minggu sebelumnya, posisi sell turun 9,0% dari Kamis lalu, turun 1,0% dari minggu sebelumnya. Dengan melihat Indikator, investor ritel sebaliknya melihat bahwa harga emas akan terus turun.

Momentum kekuatan harga Yen masih belum berakhir. Tren USD/JPY sedang dalam kondisi turun dalam jangka pendek. Target USD/JPY turun dari harga 107 ke 105 dalam waktu 3 bulan, dan target 6 bulan turun dari harga 110 menjadi 105, dan mengurangi harapan rebound baru-baru ini